
Selir Tang mengikuti aba-aba dari Fang Yin. Tidak ingin berpangku tangan, dia pun meningkatkan kepekaannya dan merasakan hawa kehidupan yang ada di sekelilingnya. Ada perbedaan untuk napas orang biasa dan penyusup yang berusaha menekan hawa kehadirannya.
Jarak antara tempat mereka berdiri dengan kamarnya masih cukup jauh. Sebelum penyusup menyadari kehadirannya, dia harus bergerak cepat untuk masuk ke sana dengan berteleportasi. Dia akan membawa serta Selir Tang dalam teknik ini.
"Tunggu, Yang Mulia!" seru Yang Hui.
Ucapannya hanya bisa didengar oleh Fang Yin karena dia berbicara dengan telepati.
"Ada apa Yang Hui?"
Fang Yin merasa heran mengapa Yang Hui tiba-tiba muncul. Sudah cukup lama dia tertidur. Kemunculannya mengundang beragam pertanyaan di benak Fang Yin.
"Biarkan aku yang pergi untuk menemui Tuan Jian Heng! Anda bisa tetap berada di sini."
Setelah mengatakan itu, Yang Hui keluar dari tubuh Fang Yin dan melesat dengan cepat menuju ke ruangan di mana Jian Heng berada. Dia keluar dari tubuh Fang Yin seperti sebuah cahaya kekuningan. Gerakannya yang begitu cepat membuatnya terlihat seperti kilat.
Selir Tang bisa merasakan energi yang dilepaskan oleh Yang Hui meskipun dia tidak bisa menjelaskan secara pasti.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Yin'er?" tanya Selir Tang.
Sebelum menerima aba-aba dari Fang Yin, dia tidak berani untuk bertindak sembarangan.
"Kita tunggu sebentar, Ibu. Naga nakalku meminta kita untuk menunggu di sini. Aku akan mencoba mempercayainya meskipun dia tidak menjelaskan apa yang akan dilakukannya."
Selir Tang mengangguk mendengar penjelasan Fang Yin.
Mereka lalu kembali fokus untuk merasakan apa yang terjadi di ruangan Jian Heng. Kini mereka merasakan tiga aura kuat setelah Yang Hui masuk ke sana.
Di ruangan Jian Heng,
Saat Yang Hui tiba di sana, Jian Heng sedang dalam keadaan yang tidak berdaya. Penampilannya terlihat sangat berantakan dengan pakaian yang hanya menutupi bagian vital tubuhnya saja. Dia terlihat seperti seseorang yang sedang mabuk dan kehilangan kesadarannya.
Seorang wanita tengah duduk di pangkuannya. Itulah alasan mengapa Yang Hui melarang Fang Yin untuk datang ke sana. Kesalahpahaman pasti akan terjadi terlebih lagi saat ini suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja.
Wanita licik itu telah menggunakan teknik yang menerapkan racun pelumpuh saraf yang bisa membuat seseorang kehilangan akal sehatnya. Beruntung Yang Hui datang tepat waktu sebelum hal yang lebih jauh terjadi di antara mereka. Belum jelas apa yang direncanakan oleh wanita itu sehingga begitu nekat melakukan rencananya di saat orang tua Jian Heng datang berkunjung ke sana.
Sebuah semburan api yang dikeluarkan oleh Yang Hui membuat wanita itu terjingkat. Dia tidak menyadari akan kemunculannya karena Yang Hui tidak memiliki fisik yang mudah untuk dikenali.
Semburan api energi yang dilepaskan oleh Yang Hui berpengaruh pada racun yang menyebar di ruangan itu. Kekuatan dari racun itu mulai melemah. Jika keadaan ini terus berulang maka pengaruh racun lambat laun akan menghilang.
"Siapa kamu?" pekik wanita itu sambil menatap Yang Hui penuh kebencian.
"Hahaha! Dasar wanita bodoh! Berani-beraninya kamu mengacau di tempat ini! Sepertinya kamu tidak sayang akan nyawamu!" gertak Yang Hui.
"Hmmh! Kamu pikir aku takut padamu? Tidak akan. Sedikit lagi aku hampir mencapai tujuanku. Kamulah yang harus mati karena menghalangiku menjalankan rencanaku."
Wanita itu melompat ke udara untuk mengimbangi Yang Hui. Sebelum melakukan pertarungan dia mengeluarkan pelindung yang membatasi ruangan mereka untuk menghindari kerusakan. Keduanya kini berada di dalam dimensi yang berbeda.
Selain itu, semua ini juga dia lakukan untuk tetap menjaga pengaruh racunnya pada Jian Heng. Setelah dia berhasil mengalahkan Yang Hui, dia bisa kembali untuk melakukan aksinya. Keberadaan Selir Tang menjadi kesempatan yang sangat berharga untuknya dan berharap akan mendapatkan pembelaan darinya.
"Oh, rupanya kamu hebat juga! Tidak heran jika kamu sombong!" seru Yang Hui ketika mereka telah berada di dalam dimensi yang berbeda.
"Kamu yang mencari gara-gara denganku. Seharusnya kamu tidak ikut campur dalam urusanku naga jelek. Apa untungnya kamu membela Kaisar Heng? Lebih baik kamu bekerja sama denganku, maka aku akan mengampuni nyawamu." Wanita itu mencoba bernegosiasi dengan Yang Hui.
Dia tidak tahu dengan siapa sedang berbicara. Mungkin dia pikir Yang Hui hanyalah binatang roh biasa yang dimiliki oleh Jian Heng. Kemampuan yang dimilikinya membuatnya sangat sombong.
Yang Hui tidak menjawab ucapannya dan mendengus kesal. Udara panas berhembus dari napas kasarnya. Bersamaan dengan itu, aura energi menakutkan muncul dan menyelimuti tubuhnya.
Wanita itu terkejut saat merasakan lonjakan energi Yang Hui yang membuat tubuhnya merasakan tekanan yang sangat kuat. Dia merasa tidak asing dengan energi ini tetapi lupa di mana pernah merasakannya. Namun, apapun itu dia tidak akan menyerah begitu saja.
"Kurang ajar! Kamu berani menantangku rupanya. Baiklah, mari kita tunjukkan siapa yang paling kuat diantara kita. Jangan kamu pikir aku tidak bisa berbuat kejam padamu! Haaa!" Wanita itu melancarkan serangannya pada Yang Hui dengan sebuah lemparan energi.
Dengan cepat Yang Hui menghindar hingga mengakibatkan sebuah ledakan dari energi lawannya mengenai tempat kosong. Tidak berhenti di situ saja, dia menggerakkan ekornya untuk menyerang wanita itu. Kali ini dia mencoba untuk melakukan serangan fisik tanpa menggunakan energi spiritual.
Gerakan cepat Yang Hui mampu mengecoh lawannya dan membuatnya terkena pukulannya hingga beberapa kali. Serangan bertubi-tubi dari Yang Hui membuatnya kewalahan dan hampir tidak bisa mengambil jeda untuk menambah kekuatannya. Wanita itu juga sulit mencari kesempatan untuk mengeluarkan teknik serangan balasan.
'Kurang ajar! Sepertinya naga ini sangat terlatih dan memiliki kecerdasan. Jika dia merupakan bagian dari kekuatan Kaisar Heng, harusnya aku bisa mengendalikannya dengan mudah. Setidaknya dia juga terpengaruh oleh kendali dari racunku.'
Di tengah rasa lelahnya, wanita itu mencoba berpikir bagaimana bisa melawan Yang Hui. Keadaannya yang kian terdesak membuatnya tidak leluasa untuk menghindar.
Yang Hui tersenyum senang saat melihat wanita itu terlihat payah. Cepat atau lambat lawannya pasti akan membalas serangannya tetapi dia terlihat santai. Petualangannya bersama Fang Yin membuatnya semakin terlatih dan cerdik dalam mengatur strategi.
Tidak ingin terus terdesak, wanita itupun mencari akal untuk mengalahkan Yang Hui. Dia bergerak untuk menghindar dan mengeluarkan sebuah botol racun dari balik lengan bajunya. Saat Yang Hui tiba-tiba muncul di hadapannya, di lalu melemparkan botol itu tanpa sempat membuka tutupnya.
Yang Hui sedikit terkejut dan hampir saja memecahkan botol itu. Beruntung dia bisa berhenti tiba-tiba dan mengembalikan serangan dengan melemparkan botol ke arah wanita itu. Kali ini dia menambahkan energi dalam lemparannya sehingga membuat laju botol sulit untuk dihindari.
__ADS_1
Botol racun berbalik dan mengenai lawan Yang Hui tepat di wajahnya. Botol racun yang menghantam kening wanita itu seketika pecah dan menimbulkan luka di beberapa bagian permukaan wajahnya.
"Uhuk! Uhuk!" Wanita itu terbatuk karena menghirup racun miliknya sendiri.
Wajahnya yang rusak dan berdarah seketika berubah menjadi lebam. Racun yang dilemparkannya adalah racun pembeku darah tingkat tinggi. Jika terhirup dan masuk ke dalam aliran darah maka dia akan segera menemui ajalnya.
Seandainya botol racun mengenai Yang Hui sekalipun, itu tidak akan berpengaruh padanya. Tubuh Yang Hui tidak lagi memiliki struktur seperti makhluk hidup. Dia hanya roh pendamping yang bisa menghilang kapanpun dia inginkan.
Wanita itu menunjuk ke arah Yang Hui sambil meregang nyawa. Napasnya tersengal dan terlihat jelas pergerakannya. Warna bola matanya menjadi merah dan dengan lebar yang tak terkendali seperti akan keluar.
"Tidak kusangka kamu akan mati secepat ini oleh senjatamu sendiri. Nikmati saja detik-detik terakhir kamu melihat dunia ini." Yang Hui tersenyum jahat.
Tidak ingin menikmati pemandangan ini sendiri, Yang Hui menarik Fang Yin masuk ke dimensi ciptaan wanita licik itu. Dia terhisap sendirian tanpa Selir Tang. Hal ini terjadi karena kekuatan Yang Hui hanya terhubung dengan dirinya saja.
Fang Yin sedikit kebingungan ketika tiba di dimensi di mana Yang Hui berada. Lebih terkejut lagi dia melihat orang yang sangat dikenalnya. Matanya membulat sempurna dan hampir saja dia berteriak.
Pandangan Fang Yin beralih pada Yang Hui untuk menanyakan apa yang terjadi.
"Yang Hui! Apakah dia, dia, dia orang yang mengacau? Kamu tidak salah menyerang lawan, bukan?" Fang Yin masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Apakah kamu mengenalnya?" Yang Hui malah balik bertanya.
Fang Yin membalasnya dengan anggukan.
"Dia adalah kepala pelayan yang tinggal di istana kaisar. Aku tidak menyangka dia adalah seorang penyusup. Mungkin aku harus menyelamatkan untuk mendapatkan keterangan darinya. Aku curiga masih ada orang lain yang terlibat di dalamnya."
Fang Yin berjalan untuk mendekati kepala pelayan tetapi Yang Hui segera menghadangnya.
"Jangan bertindak bodoh! Terlalu dekat dengannya saja bisa membuatmu tak bernyawa. Dia adalah seorang ahli racun yang mati oleh senjatanya sendiri," jelas Yang Hui.
Fang Yin menatap Yang tak percaya. Dalam hati dia bertanya-tanya akankah dirinya yang selama ini menaruh racun di dalam minumannya. Jika itu benar, pantas saja dia mengerjakannya dengan rapi.
Kepala pelayan jatuh lunglai di dasar dimensi ciptaannya. Sekujur tubuhnya berwarna biru lebam dan mengeluarkan darah di beberapa bagian. Tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di dalam tubuhnya.
"Sepertinya dia sudah mati. Jika memang racun itu sangat berbahaya, maka kita tidak mungkin memindahkan tubuhnya. Aku akan memasang segel dan membuat dimensi ini tidak akan bisa terbuka oleh kekuatan apapun." Fang Yin bersiap untuk membuat segel pengunci.
"Lakukanlah!" seru Yang Hui.
Kedua tangan Fang Yin bergerak membentuk sebuah pola. Dalam setiap gerakan yang dilakukannya mengeluarkan energi dengan tingkat yang berbeda-beda. Satu demi satu energi yang keluar membentuk sebuah mantra dengan cahaya keemasan.
Di dunia nyata,
Selir Tang segera bergegas untuk mencari tahu ke mana Fang Yin pergi. Tubuhnya yang hilang secara tiba-tiba tidak meninggalkan jejak energi sama sekali. Hanya satu tujuan yang terlintas di pikirannya, kamar Jian Heng.
'Pasti ada sebuah hal besar yang terjadi pada Heng'er. Mustahil jika Yin'er tidak memberitahuku dan meninggalkanku begitu saja. Aku harus cepat-cepat menyusul mereka sebelum keadaan bertambah parah.'
Selir Tang melompat ke dalam istana dan bergerak dengan cepat menuju ke kamar Jian Heng. Kemampuannya jarang diketahui oleh orang dan membuatnya dengan mudah melewati penjaga tanpa ketahuan. Tubuhnya begitu ringan melewati taman yang luas lalu berhenti di depan pintu kamar putranya.
Tidak ada pertarungan dan juga jejak Fang Yin di sana. Keadaan ini semakin mencurigakan. Hanya tertinggal satu hawa kehidupan di dalam ruangan.
"Jadi Yin'er tidak datang kemari. Aku harus memeriksa keadaan di dalam kamar dengan cepat." Selir Tang mendorong pintu kamar Jian Heng tetapi tidak bisa terbuka.
Kedua tangannya melakukan gerakan tertentu lalu mendorong ke arah depan secara bersamaan. Dengan kemampuannya, pintu kamar Jian Heng kembali terbuka. Dari tempatnya berdiri yang masih berada di luar kamar, Selir Tang mencium aroma lain dari dalam kamar.
Telapak tangannya kembali mendorong ke depan dan mengalirkan udara segar dari luar untuk menekan udara kotor di dalamnya. Perlahan bau tidak sedap menghilang dan sirkulasi udara di dalam kamar kembali lancar. Namun, Selir Tang tetap berhati-hati ketika masuk ke dalamnya.
Jian Heng terbaring di lantai dengan keadaan yang tidak berdaya saat ini. Penampilannya masih sama dengan ketika Yang Hui meninggalkannya.
Selir Tang menatapnya tidak percaya dan segera berlari mendekatinya. Dengan cekatan dia membetulkan pakaian Jian Heng lalu membawanya ke tempat tidur. Setelah dirasa cukup nyaman, Selir Tang segera memeriksa keadaan Jian Heng.
Suhu tubuh Jian Heng terasa lebih tinggi dari suhu normal. Bibirnya yang pucat sesekali terdengar mengigau. Suaranya tidak begitu jelas sehingga Selir Tang tidak bisa mengartikan ucapannya.
Kepala pelayan memang benar-benar seorang ahli racun yang handal. Cara kerjanya yang rapih membuat Selir Tang tidak mengetahui jika putranya sedang terkena racun. Tidak ada yang bisa dilakukannya selain mengompres kening Jian Heng sambil menunggu kedatangan Fang Yin.
"Heng'er! Apakah kamu bisa mendengar suara ibu, Nak?" tanya Selir Tang dengan wajah yang mulai panik.
Sebenarnya racun yang menyebar di seluruh ruangan telah menghilang, hanya tinggal racun yang ada di tubuh Jian Heng saja. Selir Tang tidak bisa merasakannya sehingga dia tidak menemukan cara yang tepat untuk mengatasinya.
"Sepertinya aku harus menyalurkan energi untuk Heng'er. Kondisinya benar-benar sangat lemah. Mungkin dengan cara ini dia akan segera tersadar."
Selir Tang mengeluarkan energi dari telapak tangannya dan mengarahkannya ke dada Jian Heng. Terlihat aura biru yang berasal dari energinya menyelimuti tubuh putranya. Setelah beberapa saat berlangsung, Jian Heng tiba-tiba bangkit dan duduk dengan tegap dengan mata yang tertutup.
Keadaan Jian Heng saat ini masih terlihat seperti orang yang mengigau. Masih dengan mata yang terpejam dia menoleh pada Selir Tang. Tanpa diduga, dia melakukan serangan untuknya.
Beruntung Selir Tang bisa menghindar, jika tidak maka pukulan Jian Heng pasti akan melukainya. Saat Jian Heng kembali melancarkan serangan, Selir Tang hanya menghindar saja. Dia tidak ingin bertarung melawan putranya yang tengah berada dalam pengaruh racun.
__ADS_1
Jian Heng terus menyerang Selir Tang dengan membabi buta sehingga membuat ruangan menjadi sangat berantakan. Tidak bisa dibayangkan jika dia menggunakan tenaga dalamnya, mungkin ruangan itu akan hancur.
"Sebenarnya apa yang membuat Heng'er menjadi seperti ini? Apakah ada orang lain yang mengendalikannya dari jarak jauh?" Selir Tang masih belum menemukan jawaban.
Kekuatan yang dialirkannya ke tubuh Jian Heng justru malah membuat racun itu semakin kuat. Sadar akan hal itu dia tidak ingin melakukan sesuatu yang bisa memperparah keadaan.
Jian Heng yang kehilangan akal sehatnya semakin tidak terkontrol. Kini dirinya membuat Selir Tang terpojok setelah dia mengeluarkan energi pengikatnya. Perlahan dia berjalan mendekati ibunya dan membuka matanya saat berada dalam jarak yang cukup dekat.
Sorot matanya berbeda dari biasanya. Pengaruh racun itu membuat bola matanya memerah dan jarang berkedip. Dia tampak seperti seorang yang sedang marah dan terus melotot ke arah Selir Tang.
Mata Selir Tang terbelalak ketika Jian Heng melesatkan kepalan tangannya ke arah wajahnya. Kali ini dia tidak mungkin lagi untuk menghindar. Selir Tang terlihat pasrah dan memejamkan matanya saat serangan itu hampir mengenai dirinya.
Brukk!
Tubuh Jian Heng ambruk ke belakang saat seseorang menangkis serangannya.
Fang Yin datang bersama Yang Hui dan berhasil menggagalkan pukulan Jian Heng. Dengan gerakan pengunci, Fang Yin lalu menindih tubuh Jian Heng yang mencoba berontak. Dia lalu menekan beberapa titik akupuntur untuk memblokir gerakannya.
Tidak ada lagi perlawanan yang terjadi karena Jian Heng tidak bisa lagi bergerak. Fang Yin beranjak dari tubuhnya dan membiarkannya terlentang di lantai. Sebelum melakukan penanganan, dia ingin menanyakan beberapa hal pada Selir Tang.
"Maafkan aku, Ibu. Ikatan ini hanya bisa dilepaskan oleh Kak Heng sendiri. Bersabarlah, aku akan segera mengobatinya!" Fang Yin berbicara pada Selir Tang.
"Aku tahu. Sebelum kamu mengobatinya, sebaiknya kamu pelajari terlebih dahulu apa yang terjadi padanya. Dia seperti orang yang kehilangan akal. Sebelumnya dia tidak berdaya tetapi setelah aku menambahkan energi pada tubuhnya, dia malah menggila. Aku tidak tahu harus menyarankan apa padamu, berhati-hatilah!" Selir Tang menceritakan secara singkat apa yang sebenarnya terjadi.
"Baik, Ibu. Aku tidak akan gegabah."
Fang Yin kembali berjalan menghampiri Jian Heng dan memeriksa kondisinya. Matanya kembali terpejam dengan tubuh yang terlihat lemah. Saat akan memulai pengobatan, terdengar suara gaduh di luar.
Kehadiran keluarga besarnya hanya akan mengganggu konsentrasinya. Terpaksa Fang Yin harus mengisolasi ruangannya dan membiarkan keluarganya menunggu. Jika tidak, bisa saja keadaan malah akan semakin memburuk.
"Maafkan aku!" Fang Yin mendorong telapak tangan kanannya ke arah pintu dan menguncinya. Lalu, dia memasang dinding pelindung yang tidak bisa ditembus dari luar.
Yang Hui bergerak mendekati Fang Yin untuk memberitahunya sesuatu. Dia mengatakan jika sebenarnya Jian Heng terkena racun yang mempengaruhi kinerja otaknya. Racun itu akan hilang secara bertahap tetapi orang yang terkena racun tidak akan bisa menggunakan kekuatannya selama pengobatan berlangsung.
Penjelasan Yang Hui membuat Fang Yin merasa bersedih. Tidak disangka musuh bisa masuk dan berada di tengah-tengah mereka. Semuanya sudah terjadi dan penyesalan pun tiada guna lagi, setelah ini dia harus benar-benar waspada.
Fang Yin berdiri di samping Jian Heng untuk memulai pengobatan. Kaki kanannya menghentak ke tanah dan seketika tubuh Jian Heng terangkat ke udara. Tubuhnya kini sejajar dengan perut Fang Yin.
Tidak ingin membuat Jian Heng tersiksa lebih lama, Fang Yin segera memulai pengobatan. Mengingat racun yang masuk ke dalam tubuh Jian Heng telah menyebar hingga ke saraf, dia butuh beberapa tahap untuk mengobatinya. Salah satunya harus menggunakan jarum akupuntur.
Selir Tang melihatnya dari kejauhan tanpa bisa melakukan apa-apa. Tubuhnya masih terikat meskipun ikatan itu mulai melemah sering dengan energi Jian Heng yang juga melemah. Sebagai seorang ibu dia tentu merasa sangat khawatir melihat putranya terkena racun yang sangat berbahaya.
Cukup lama Fang Yin mengobati Jian Heng. Banyak sekali energi yang dikeluarkannya dalam proses pengobatan. Setelah seluruh tahap berhasil dilewati, racun itu akhirnya berhasil dikristalkan dan di simpan ke dalam botol.
Ikatan energi di tubuh Selir Tang telah menghilang. Dia pun segera berlari menyongsong anak dan menantunya. Saat ini Fang Yin tengah membawa Jian Heng ke atas tempat tidur.
"Ibu!" panggil Fang Yin ketika mendapati Selir Tang berdiri di belakangnya.
Selir Tang terkejut saat melihat wajah pucat Fang Yin. Tangannya segera menahan tubuh Fang Yin yang lunglai dan hampir ambruk. Dia tampak ketakutan dan mencoba membuat Fang Yin tetap tersadar.
Yang Hui segera masuk ke dalam simbol naga di tubuh Fang Yin untuk memberinya dukungan. Keadaannya menjadi sedikit lebih baik.
"Yin'er! Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Selir Tang dengan nada panik.
Fang Yin mengangguk lalu berkata, "Aku hanya lelah, Ibu. Akhir-akhir ini aku merasakan sesuatu yang aneh dalam tubuhku. Kurasa pengaruh racun yang sudah aku hilangkan tidak akan separah ini. Nenek dan ibuku menduga aku hamil tetapi pada kenyataannya setelah diperiksa aku tidak memiliki tanda-tanda untuk itu."
Apa yang dikatakan oleh Fang Yin membuat Selir Tang tersenyum. Sebelum huru-hara ini terjadi, dia baru akan mengatakan mengenai hal ini pada Fang Yin. Sangat jarang yang tahu tentang Dewi Naga dan seluk beluk kehidupannya.
"Apakah kamu ingat sebelum Heng'er menghilang aku ingin mengatakan sesuatu padamu?" tanya Selir Tang dengan suara yang lembut.
Dia membawa Fang Yin duduk di tepi ranjang Jian Heng dan memegang tangannya lalu mengusapnya dengan lembut.
"Aku mengingatnya ibu," jawab Fang Yin sambil mengangguk.
Selir Tang kembali tersenyum. Dia menatap Fang Yin penuh kasih sayang. Matanya berkaca-kaca seperti menyimpan sebuah berita yang mengharukan.
Saat ini dia sedang berada dalam titik yang membahagiakan sekaligus mengkhawatirkan. Sebentar lagi Jian Heng dan Fang Yin akan memiliki keturunan. Namun, proses kelahiran mereka tidak seperti pada kebanyakan manusia yang hamil dan melahirkan mereka.
Bayi Fang Yin tumbuh di tempat yang berbeda dan membutuhkan kekuatan yang besar untuk perkembangannya. Seseorang tidak boleh mengetahui tentang hal ini karena akan membahayakan bayi mereka. Orang-orang di dunia kultivasi akan berebut untuk mendapatkan bayi Fang Yin yang terlahir dengan kekuatan kedua orang tuanya.
"Sebelum mendengar ceritaku, persiapkan hatimu terlebih dahulu. Kabar ini mungkin akan sedikit mengejutkan."
Fang Yin mengangguk dengan pasti karena merasa sangat penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh mertuanya.
****
__ADS_1
Bersambung ....