
Perbincangan antara Fang Yin dan Tian Feng berakhir. Mereka kembali ke tempat tujuan mereka masing-masing. Fang Yin kembali pada rombongan dan Tian Feng kembali ke tempatnya menyepi.
"Mari kita kembali ke desa!" seru kakek Zhu setelah melihat Fang Yin kembali seorang diri tanpa Tian Feng.
Ketua Sekte merasa penasaran dengan apa yang dibicarakan antara Fang Yin dan Tian Feng.
Tidak ada keanehan dalam diri Fang Yin. Wajahnya terlihat biasa-biasa saja.
"Kamu tidak apa-apa, kan?" tanya Ketua Sekte pada Fang Yin membuka percakapan dan berharap Fang Yin akan menceritakan apa yang baru saja terjadi padanya.
"Aku baik-baik saja, Kak. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
Ketua Sekte mengangguk mendengar jawaban dari Fang Yin meskipun tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan.
Rombongan itu keluar dari tempat itu dan berjalan ke arah kiri memutari tebing.
'Pantas saja aku dan kak Feng hanya berputar-putar seperti berada di dalam labirin sebelumnya. Rupanya jalan keluar itu ada di sebelah kiri tempat ini. Huhh! Aku akan mengingatnya jika suatu saat aku kembali ke tempat ini lagi.' Fang Yin membayangkan banyak hal yang dia lewati di tempat ini.
Setelah beberapa saat berjalan, mereka akhirnya melihat pedesaan yang merupakan tempat tinggal kakek Zhu dan yang lainnya.
Warga desa bermunculan menyambut kedatangan mereka dan meminta mereka untuk berkumpul di sebuah pondok.
__ADS_1
Pondok itu biasa digunakan oleh para penduduk untuk mengadakan rapat dan perkumpulan lainya.
Salah seorang penduduk desa yang selamat mengatakan jika kakek Zhu dan keempat warga di tawan oleh Tentara Iblis Darah.
Kakek Zhu dan yang lainnya mengatakan jika Fang Yin adalah penyelamat mereka.
Warga desa menjamu mereka dengan makanan lezat yang mereka punya.
Fang Yin yang beberapa hari ini tidak makan dengan baik merasa kalap dan membawa banyak makanan ke tempat yang sedikit menepi.
Dia tidak ingin siapapun melihat wajahnya ketika cadarnya tersingkap ketika dia makan dengan cepat.
"Kami tidak bisa menghambat perjalanan kalian. Terimakasih atas pertolongannya." Kakek Zhu terlihat mengeluarkan sesuatu dari sebuah kantong.
Fang Yin menerimanya begitu saja ketika kakek tua itu memberinya sebuah kotak berisi tiga butir pil.
"Nona Yin. Itu adalah pil penguat jiwa. Seorang kultivator memerlukannya untuk meningkatkan energi pendamping dan mempercepat Qi dalam tubuhnya pulih dengan cepat," jelas kakek Zhu.
"Terimakasih, Kek! Kami permisi." Fang Yin memberi hormat pada kakek Zhu dan seluruh warga desa.
Mereka membalas hormat Fang Yin dan Ketua Sekte lalu melepas kepergian mereka hingga ke gerbang desa.
__ADS_1
"Yin'er! Apakah kamu ada rencana lain setelah ini?" tanya ketua sekte.
"Tidak ada. Aku ingin kita segera sampai di sekte," jawab Fang Yin lalu melompat ke atas pohon menggunakan teknik meringankan tubuh untuk kembali ke sekte.
Tempat mereka berada saat ini membutuhkan waktu kira-kira satu hari untuk sampai di Sekte sembilan Bintang.
Paling cepat mereka akan sampai di sekte menjelang tengah malam dengan perjalanan tanpa istirahat.
Di Sekte Sembilan Bintang.
Malam telah tiba. Seseorang duduk di atas atap sebuah villa. Pandangan matanya menerawang jauh melihat ke angkasa.
Bintang-bintang bertaburan memberikan nuansa keindahan malam. Sayangnya keindahan malam kali ini tidak mampu menghibur hatinya yang sedang merindukan seseorang.
"Xiao Yin, apa yang sedang kamu lakukan di luar sana," bisik Jian Heng pada dirinya sendiri.
"Eheemm! Sepertinya ada seseorang yang diam-diam merindukanku!" seru Fang Yin yang muncul tiba-tiba menyusul Jian Heng yang sedang termenung.
****
Bersambung ....
__ADS_1