
Serangan Jian Heng yang tidak disertai dengan Qi terasa percuma di hadapan Shiang Shiang. Hatinya terasa begitu sakit ketika melihat istrinya sedang tidak berdaya. Jika pada akhirnya dia akan mengalami nasib yang sama, setidaknya mereka bisa terus bersama-sama.
"Dasar Pria bodoh! Rupanya kamu suami yang pengertian. Terimakasih sudah mau menyerahkan nyawa. Hahaha!" Shiang Shiang tertawa dengan sangat nyaring.
Kini tubuh Jian Heng sejajar dengan tubuh Fang Yin yang terangkat ke udara. Keduanya terlilit oleh tali energi dalam satu ikatan dengan posisi saling memunggungi. Untuk saat ini mereka belum bisa melakukan apa-apa sebelum masa jeda mereka berakhir.
"Kak Heng, kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi setelah ini." Fang Yin mencoba untuk melepaskan diri dari ikatan energi.
"Jangan putus asa, Yin'er! Aku yakin kita pasti bisa melewati ini semua." Jian Heng mencoba menenangkan Fang Yin meskipun sebenarnya dia tidak tahu apakah bisa selamat atau tidak.
Shiang Shiang mengesampingkan keduanya dan berkonsentrasi untuk melakukan hal yang lain. Ikatan yang dia berikan pada Fang Yin dan Jian Heng tidak akan mudah dilepaskan dengan kekuatan yang biasa. Saat ini dia terlihat sedang melakukan gerakan dengan mata yang terpejam.
'Aku harus segera bertindak sekarang karena waktuku tidak banyak. Sebelum kekuatan mereka kembali, aku sudah harus memegang kendali atas bayi milik mereka.' Shiang Shiang berambisi.
Gerakan tangan Shiang Shiang membentuk sebuah pola tertentu yang sangat dikenali oleh Fang Yin. Pola ini akan membentuk sebuah segel mantra pemanggil jiwa.
'Setahuku untuk membuat segel ini seseorang membutuhkan setetes darah yang sama dengan jiwa yang akan dipanggil.' Fang Yin bergumam dalam hati.
Baru saja Fang Yin memikirkannya, Shiang Shiang sudah berdiri di hadapannya dan menggores lengannya.
"Arrgh!" pekik Fang Yin ketika merasakan perihnya luka goresan.
"Tenang saja, aku hanya akan mengambilnya sedikit. Aku sedang menahan diri untuk tidak meminum darahmu meskipun aku sangat ingin." Shiang Shiang tersenyum licik.
"Cuih! Jangan mimpi!" Fang Yin tidak tinggal diam menanggapi ucapan Shiang Shiang.
__ADS_1
"Sudah terikat masih saja sombong!" Shiang Shiang berbicara sambil lalu dan beralih ke hadapan Jian Heng.
Meskipun tidak melihat secara langsung tetapi Jian Heng tahu apa yang akan terjadi padanya. Saat Shiang Shiang akan menusuknya, dia menggerakkan kakinya dengan cepat sehingga lututnya membuat pisau melukai tangannya.
"Kurang ajar! Jangan pikir aku tidak akan bisa bertindak kejam padamu!"
Dengan marah Shiang Shiang menancapkan pisau ke bahu kiri Jian Heng. Darah menetes dengan deras saat pisau itu dicabut dengan paksa. Dia mengabaikan wajah kesakitan Jian Heng dan mengambil beberapa tetes dengan senyum menyeringai.
"Kamu memang iblis yang sangat kejam. Apa yang akan kamu lakukan dengan darah-darah ini?" Jian Heng merasa sangat geram.
"Diamlah dan lihat saja apa yang akan aku lakukan!"
Shiang Shiang tidak ingin membuang waktunya lagi. Dia lebih memilih untuk segera melakukan misinya. Waktu yang dia punya sangatlah sempit.
Tanpa disadari, luka di tangan Shiang Shiang membuat darahnya menetes dan ikut terkumpul ke dalam darah Jian Heng dan Fang Yin. Seharusnya ini tidak bisa terjadi karena akan berpengaruh pada prosesi pemanggilan jiwa. Pemilik darah akan dipaksa menyerahkan kekuatannya untuk mempercepat pembentukan fisik keturunan Dewi Naga.
Darah yang terkumpul terhisap ke dalam segel mantra. Sebuah cahaya berwarna putih terang bersinar menembus langit. Meskipun hari sedang terik, pada tempat-tempat tertentu seseorang masih bisa melihat cahaya ini dengan jelas.
Tubuh Fang Yin, Jian Heng dan Shiang Shiang mulai dipenuhi oleh aura aneh yang mengelilingi mereka. Tubuh mereka seperti sedang terhimpit oleh bebatuan besar yang menekan hingga ke dalam-dalam. Di saat inilah Shiang Shiang baru menyadari jika sebentar lagi dirinya juga akan kehilangan sebagian kekuatan jiwanya.
"Oh, tidak! Bagaimana ini bisa terjadi?" pekik Shiang Shiang saat merasakan tubuhnya seperti sedang diperas.
Sontak dia melihat ke arah luka di tangannya yang menunjukkan adanya sisa-sisa darah yang menetes. Sudah terlambat untuk menyesal baginya. Suka atau tidak Shiang Shiang harus merasakan apa yang dirasakan oleh Fang Yin dan Jian Heng.
'Semoga saja jiwa keturunan Dewi Naga tidak menyerap terlalu banyak energiku. Bagaimana bisa aku menjadi seceroboh ini?' Shiang Shiang merutuki dirinya dalam hati.
__ADS_1
Sayangnya apa yang terjadi malah berbanding terbalik dengan keinginannya. Darah Shiang Shiang yang tidak identik dengan darah keturunan Dewi Naga justru malah terserap lebih banyak. Tanpa dia sadari dia telah menumbalkan kekuatannya untuk kelahiran bayi yang dia inginkan.
Saat kemenangan sudah berada di depan matanya, Shiang Shiang harus menelan kegetiran. Seluruh kekuatannya terserap ke dalam portal pembangkit jiwa. Setelah ini dia hanya bisa mengandalkan keberuntungan.
Jika kekuatan Fang Yin dan Jian Heng tersisa lebih banyak darinya maka tamatlah riwayatnya. Penantiannya selama ribuan tahun harus pupus dan menjadi harapan kosong. Satu-satunya hal yang masih membuatnya bersemangat ialah ketika mengingat ramalan kuno yang mengatakan jika keturunan Dewi Naga agak berpihak pada dunia bawah.
Keringat mengucur deras membasahi tubuh Shiang Shiang. Wajahnya terlihat menyeringai menahan rasa sakit yang tak terperi. Seiring dengan berkurangnya kekuatannya, lututnya terasa lemas dan membuatnya tidak mampu berdiri lagi.
Bersamaan dengan itu, tali energi yang semula mengikat tubuh Fang Yin dan Jian Heng perlahan memudar dan menghilang.
Meskipun juga ikut terserap, baik Fang Yin dan Jian Heng masih bisa berdiri dengan benar. Keduanya kehilangan energi lebih sedikit daripada Shiang Shiang. Namun, mereka tidak tahu dan berpikir jika setelah ini masih harus bertarung hebat dengannya.
Segel mantra yang telah berubah menjadi portal tiba-tiba berhenti menyerap energi. Ketiganya telah terbebas dari sakitnya kehilangan kekuatan jiwa. Akan tetapi, untuk saat ini tidak ada yang bisa mereka lakukan selain menunggu hasil dari teknik yang dilakukan oleh Shiang Shiang.
Cahaya terang yang menyilaukan mata bergerak dari ujung langit dan perlahan turun mendekati dasar portal. Fang Yin mencoba menutupi wajahnya dengan lengan kanannya. Tidak lama kemudian dia kembali membukanya saat cahaya berangsur meredup.
Sebuah benda yang berbentuk bulat telur dengan material kristal melayang-layang setinggi dada orang dewasa. Shiang Shiang melangkah terseok-seok mendekatinya. Terlihat jelas jika dirinya sangat bersemangat dan ingin segera mencapai kristal itu.
"Kak Heng, kita harus mendapatkan kristal itu sebelum wanita iblis itu mendapatkannya." Fang Yin berniat untuk menyusul Shiang Shiang dan berebut dengannya tetapi tangan Jian Heng memegang tangannya untuk menghentikannya.
"Dia adalah keturunan kita, Yin'er. Tenanglah! Tidakkah kamu lihat jika diam-diam dia telah menghajar Shiang Shiang hingga jalannya saja seperti itu. Aku yakin jika setelah ini akan ada pertunjukan yang sangat menarik."
Fang Yin tidak mengerti dengan maksud perkataan Jian Heng. Kehilangan sebagian besar kekuatan jiwa membuatnya tidak bisa berpikir dengan jernih. Sifat keibuannya telah muncul dan merasa takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada buah hatinya.
****
__ADS_1
Bersambung ....