Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 384. Zhen Yumao


__ADS_3

Awalnya ketua pemberontak ingin melakukan bunuh diri untuk menyimpan rahasia besar tentang agenda pemberontakan dan rencana untuk mendirikan negeri sendiri. Namun, sepertinya dia harus bicara untuk menebus kesalahannya.


Hukuman apapun akan diterimanya. Meskipun dia harus mati setelah membuka rahasia, dia akan mati dengan tenang tanpa merasa bersalah pada negerinya.


Kepala pemberontak itu pasrah ketika dia dibawa dan diikat pada sebuah tiang yang ada di teras sebuah bangunan. Anggota pasukannya yang selamat ditahan di dalam ruangan di hadapannya. Mereka hanya bisa melihat tanpa berani berucap maupun berbuat sesuatu.


Tian Feng maju ke hadapan kepala pemberontak untuk menanyakan beberapa hal padanya. Sebenarnya dia tidak berharap lebih karena kebanyakan penghianat memilih mati ketimbang membuka mulutnya. Namun, dia akan tetap bertanya apapun hasilnya.


"Salam hormat, Tuan Pendekar. Maaf telah berani melawan mu. Jika aku tahu ini Anda, aku tidak akan berani," ucap kepala pemberontak.


Ucapannya membuat Tian Feng tercengang. Jauh dari perkiraannya di mana dia akan mengatakan ini padanya. Bukan rasa takut yang tergambar di wajahnya tetapi kepatuhan.


"Kamu mengenalku?" tanya Tian Feng dengan nada yang sedikit heran.


Kepala pemberontak itu memberanikan diri untuk menatapnya. Jika setelah ini dia harus mati, setidaknya dia pernah melihat orang yang pernah menyelamatkannya bersama keluarganya. Pertemuan yang menyakitkan bagi seseorang yang menjadi musuh bagi pahlawan yang selama ini dikaguminya dalam diam.


"Aku mengenalmu dari cerita ibuku. Saat kedatanganmu ke tempat ini, aku belum tahu apa-apa. Tapi aku sangat berterima kasih karena kamu telah menyelamatkan kami semua. Mengenai kejahatan yang telah aku lakukan, Anda tidak perlu khawatir. Aku mengatakan ini bukan untuk meminta diringankan dari hukuman. Semua yang kulakukan memang salah, aku siap menyerahkan nyawaku menebusnya." Kepala pemberontak berbicara dengan sangat yakin.

__ADS_1


Tian Feng masih belum mengendurkan kewaspadaannya. Sebagai seorang pemimpin pasukan bisa saja dia sedang ditipu oleh kepala pemberontak. Di dalam sebuah peperangan tidak ada yang bisa kita percayai selain diri sendiri.


"Aku bisa mengampunimu atau tidak mengampunimu, semuanya tergantung bagaimana kamu membuatku percaya dan merasa puas. Aku akan mengajukan beberapa pertanyaan. Jawabanmu akan menentukan nasibmu." Tian Feng berbicara serius kepada kepala pemberontak.


"Silakan Tuan bertanya, aku akan menjawab dengan sejujur-jujurnya," ucap kepala pemberontak dengan penuh keyakinan.


Tian Feng mengangguk meskipun tidak tahu apa yang diucapkannya benar tetapi dia ingin pembuktian yang nyata dari kepala pemberontak. Keraguannya bukan tanpa alasan karena hingga saat ini pria itu belum menyebutkan namanya. Secara tidak langsung dia tidak ingin diketahui identitasnya oleh siapa pun.


"Apakah kalian hanya ingin merampas bahan makanan saja atau ingin juga menguasai wilayah ini?" Pertanyaan ringan dari Tian Feng cukup membuat kepala pemberontak merasa tegang.


"Zhen Yumao, memohon ampun pada Tuan Pendekar Seribu Mata. Selama ini aku hanya diperintah oleh seseorang yang mendukung kami dari belakang. Perampokan dan perampasan bahan makanan adalah langkah awal kami untuk mendapatkan simpati masyarakat yang dilanda kelaparan. Mereka tidak tahu jika makanan yang kami berikan berasal dari pemerintah pusat yang kami rampas. Setelah mereka merasa berhutang kami akan mempengaruhi mereka agar mendukung kami sepenuhnya untuk membentuk pemerintahan baru." Zhen Yumao membocorkan agenda yang dilakukan oleh kelompoknya.


Seluruh pertanyaan dari Tian Feng dijawab dengan lancar oleh Zhen Yumao. Banyak informasi yang didapatkannya hingga dia benar-benar tahu musuh dan kekuatan yang dimiliki serta siapa saja orang-orang yang berdiri di belakangnya. Melihat kesungguhan Zhen Yumao, dia memutuskan untuk bekerja sama dengannya dan menangkap semua orang yang terlibat dalam pemberontakan.


Bantuan dari Zhen Yumao akan sangat berguna dan bisa membuatnya mengatasi masalah ini dengan cepat.


"Aku akan mengampunimu tetapi aku ingin sebuah pembuktian. Untuk saat ini aku akan menyembuhkan luka lukamu. Tapi jangan senang dulu karena aku juga akan memberimu racun. Tanpa penawar dariku kamu tidak akan bisa bertahan hidup lebih dari 7 hari. Itulah waktu yang aku berikan untuk menentukan kau pantas hidup atau mati. Setelah ini kita harus bergerak cepat untuk memusnahkan para pemberontak hingga ke akar-akarnya," ucap Tian Feng.

__ADS_1


"Aku akan selalu ada di pihakmu, Tuan," jawab Zhen Yumao penuh dengan keyakinan.


"Maaf bukannya aku tidak mempercayaimu tetapi kamu harus bergabung bersama pasukan yang selamat terlebih dahulu." Tian Feng meminta salah seorang anggota pasukan yang berjaga di depan ruang tawanan untuk membukakan pintu bagi Zhen Yumao.


Zhen Yumao setuju. Di dalam ruang tawanan dia meminta maaf kepada warga perbatasan barat yang telah bergabung dengannya. Setelah tahu jika Tian Feng merupakan salah satu anggota dari pemerintahan dari Benua Timur, dia kemudian meluruskan semua masalah yang telah dibuatnya.


Semua cerita tentang keburukan pemerintahan Benua Timur tidaklah benar. Zhen Yumao mengatakan jika dia hanya diperintah oleh seseorang yang ingin menjadikan wilayah perbatasan barat sebagai bagian dari negara yang akan dibentuknya. Dia juga menjelaskan jika makanan yang selama ini diberikan kepada masyarakat perbatasan barat merupakan bahan makanan yang dikirim oleh pemerintah Kekaisaran Benua Timur untuk wilayah ini.


Penduduk perbatasan barat terkejut dengan hal ini. Mereka menyayangkan pembodohan ini tetapi semua sudah terlanjur melakukan kesalahan. Melihat kejujuran Zhen Yumao mereka tidak ingin memperpanjang masalah ini lagi dan sepakat untuk memperbaikinya.


Luka di tubuh Zhen Yumao memang sudah sembuh karena telah diobati oleh Tian Feng tetapi dia tidak bisa bertahan hidup lebih dari 7 hari akibat racun yang ditanam di tubuhnya. Untuk itu dia berharap bisa segera mengakhiri penderitaannya dengan menyerang sesegera mungkin markas utama. Namun, dia harus menunggu perintah dari Tian Feng selaku pemimpinnya sekarang.


Di tempat lain, Tian Feng sedang berdiskusi bersama penguasa wilayah perbatasan barat untuk rencana penyerangan ke pusat pemberontakan. Mereka mengatur strategi penyerangan dengan matang sebelum berangkat ke lokasi. Tian Feng berencana untuk menjadikan Zhen Yumao dan pasukannya sebagai umpan.


Pasukan Zhen Yumao akan membawa kereta yang biasa digunakan untuk mengangkut bahan makanan. Di dalam kereta tidak akan diisi dengan bahan makanan melainkan pasukan dari Tian Feng. Setelah berada di sarang lawan, mereka akan keluar dan menyerang pasukan pemberontak sementara pasukan yang lebih banyak akan mengepung mereka di bagian luar.


Diskusi mereka tidak berlangsung lama karena mereka akan menyerang ke pusat pemberontakan hari ini juga. Qing Yu sendiri tidak tahu siapa yang mendalangi pemberontakan. Namun, dia memiliki firasat jika ada orang dalam yang terlibat.

__ADS_1


****


Bersambung ....


__ADS_2