Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 102. Pertarungan Ganda


__ADS_3

Fang Yin dan Ketua Sekte bersiap untuk berkolaborasi melawan Ning Ruoruo.


Kerusakan yang ditimbulkan oleh pertarungan sebelumnya sudah sangat para. Api yang terlempar ke sekeliling mereka membuat pepohonan mengering bahkan hangus menjadi arang dan abu.


"Yin'er! Keluarkan Jurus Badai Es milikmu! Kelihatannya pada jurus keduanya ini tidak akan sekuat yang pertama. Jurusmu juga akan mengalami hal yang sama jika kamu melakukannya lagi." Ketua Sekte sebenarnya sudah sadar sejak beberapa saat yang lalu dan mengamati pertarungan dari tempat yang tersembunyi.


"Baiklah! Aku mengerti!" Fang Yin kini merentangkan tangannya ke samping dengan posisi telapak tangan yang membuka ke atas.


Energi api yang sebelumnya dia keluarkan perlahan-lahan terserap kembali ke dalam tubuhnya dan berganti hawa dingin yang keluar dari dalam tubuhnya.


Api-api kecil sisa-sisa pertarungan sebelumnya yang semula masih menyala kini mulai padam oleh energi Putih Salju yang keluar dari dalam tubuh Fang Yin.


Ketua Sekte bersiap mengeluarkan Jurus Pukulan Matahari untuk menghambat pedang-pedang energi dari Jurus Pedang Iblis Darah sebelum terpecah menjadi lima pedang.


Perbedaan hawa yang dikeluarkan oleh Fang Yin dan Ketua Sekte membuat mereka tidak bisa untuk saling mendekat.


"Yin'er! Bisakah kamu menggunakan telepati untuk berkomunikasi? Kita tidak bisa saling mendekat saat menggunakan jurus dengan dua elemen yang saling bertolak belakang ini." Ketua Sekte bersiap untuk menjauh dari Fang Yin.


"Telepati? Berbicara dengan pikiran itu, ya?" Fang Yin berusaha membuka ingatannya tentang teknik itu.


"Benar!" Ketua Sekte mengambil jarak yang cukup jauh dari Fang Yin untuk menghindari kedua energi mereka saling berbenturan.


Jurus yang dikeluarkan oleh Ning Ruoruo sudah mendekati sempurna. Matanya mulai terbuka dan melihat Ketua Sekte ada di hadapannya.

__ADS_1


"Hahh! Ketua Sekte itu bisa mengatasi racun ilusi dari tanaman mawar iblis? Sungguh mencengangkan. Aku hampir berhasil masuk ke dalam kehidupannya dan mendapatkan Pedang Sembilan Bintang dengan mudah. Semua ini gara-gara bocah sialan itu!" Ning Ruoruo menatap ke arah Fang Yin dengan tatapan membunuh.


Ning Ruoruo mengincar Pedang Sembilan Bintang untuk membuka segel rahasia di bukit Bintang Semesta. Di bukit itu tersimpan banyak sekali senjata kuno dan artefak yang bisa meningkatkan kekuatan seseorang menjadi tak terbatas. Kemampuan yang setara dengan kultivator ranah dewa tanpa perlu melakukan pelatihan dan jalan yang rumit.


Sebuah pedang Ning Ruoruo melesat dengan cepat dari lingkaran simbol yang berada di atas kepalanya.


Sesaat setelah pedang itu meluncur, Ketua Sekte menyambutnya dengan energi dari Jurus Pukulan Matahari miliknya.


Pedang energi Ning Ruoruo masih tetap terbelah. Namun memiliki gerakan yang sangat lambat saat mencapai tujuannya.


'Sungguh ide yang bagus!' Fang Yin tersenyum jahat di balik cadarnya.


Dia mengerti apa yang diinginkan oleh Ketua Sekte. Fang Yin menggerakkan salah satu tangannya dan melepaskan kristal-kristal es sejumlah pedang energi yang melesat ke arahnya.


Pedang energi itu membeku kemudian meledak menjadi butiran es yang berhamburan.


Semakin sering pedang energi Ning Ruoruo terlempar maka semakin ledakan es itu terjadi.


Tempat di sekitar pertarungan telah tertutup oleh hujan salju akibat pertarungan.


Inti energi Ning Ruoruo yang merupakan elemen api membuat tubuhnya kian melemah setelah terkepung oleh hawa dingin Qi Awan Salju.


Ketua Sekte tersenyum ketika simbol kedua Ning Ruoruo kembali memudar.

__ADS_1


"Terima kematianmu, Wanita Iblis! Yin'er, serang dia sekarang!" seru Ketua Sekte meminta Fang Yin untuk menyerangnya dengan kristal es-nya.


"Kurang ajar! Aku tidak ingin dikalahkan oleh nyamuk-nyamuk ini! Haaaa!" Ning Ruoruo mengeluarkan sebuah pil lalu meremasnya dengan tangannya yang telah dialiri oleh Qi.


Pil itu hancur tanpa menyisakan bentuk, hanya menyisakan aroma harum yang memabukkan.


Aroma harum itu menyebar dengan kuat ke seluruh penjuru mata angin.


Tubuh Fang Yin dan Ketua Sekte limbung tak sadarkan diri setelah mencium racun bunga iblis.


Di saat yang bersamaan, prajurit Ning Ruoruo datang dengan setengah berlari ke arahnya.


"Ampun, Ketua! Kami tidak berhasil menangkap para tawanan itu! Mereka menghilang dengan cepat dan kami tidak bisa menemukannya!" Salah satu prajurit itu melapor pada Ning Ruoruo.


"Bodoh! Kalian memang bodoh! Cepat mendekatlah!" teriak Ning Ruoruo.


'Aku tidak mungkin melanjutkan pertarungan ini. Aku harus segera pergi dari sini sebelum kedua cecunguk itu tersadar.' Ning Ruoruo bermonolog dalam hati.


"Aaaaaaaa!" pekik ke lima prajurit Ning Ruoruo ketika Ning Ruoruo menyerap kultivasi mereka hingga mati karena kehabisan energi dan darah mereka mengering.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2