
Tidak beres dan semakin berantakan. Malah itulah yang terjadi setelah Fang Yin mencoba membereskannya dengan seluruh kemampuan yang dia miliki.
"Kenapa malah jadi seperti ini, ya? Aku malah semakin memperparah kerusakan. Ah, percuma saja aku membereskannya!"
Wushh! Wussshh! Wussshh!
Fang Yin melemparkan api hitam untuk membakar apa saja yang berserakan, entah itu puing-puing bebatuan ataupun pepohonan yang tumbang setelah terhantam energi yang keluar saat dia berlatih.
Setelah mempelajari Kitab Sembilan Naga bintang empat, Fang Yin sudah bisa mengontrol api hitam yang dia miliki.
Dalam sekejap saja, kerusuhan itu beres. Namun masalah lain timbul menghampiri Fang Yin.
Sebuah bayangan melesat di sekitar Fang Yin. Sepertinya orang tersebut datang setelah mengendus energi yang terpancar dari tubuh Fang Yin saat berlatih.
Fang Yin mulai bersikap waspada. Tempatnya berada saat ini sedikit jauh dari tempat tinggal Han Wu. Semua yang terjadi padanya tidak akan diketahui oleh Han Wu dengan cepat.
Untuk menyembunyikan tingkatan kultivasi dan Qi yang dia miliki, Fang Yin mengalirkan Qi ke dalam artefak permata naga merah.
Meskipun energinya telah tersembunyi dengan sempurna tetapi Fang Yin bisa menggunakan kekuatannya dengan leluasa.
"Siapa di sana?!" pekik Fang Yin sambil melihat ke sekeliling mencari-cari sosok yang bersembunyi.
Fang Yin mengeluarkan Qi Awan Salju dan Qi Cahaya Emas lalu menyatukannya hingga menghasilkan teratai energi yang menyala sangat terang.
__ADS_1
Kilatan cahaya energi dari teratai energi itu mampu menjangkau hingga radius lima belas hingga dua puluh meter dari tempat Fang Yin berdiri.
Teratai energi itu dia angkat tinggi-tinggi lalu Fang Yin mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
'Ketemu, kau!' Fang Yin melihat sosok itu dengan sudut matanya.
Fang Yin sengaja tidak melihatnya secara langsung dan juga tidak memutar tubuhnya menghadapnya.
Kakinya terus berjalan menjauh dari pengintai itu sambil berteriak memanggil orang yang bersembunya, berharap kepura-puraannya itu bisa menjebak pengintai itu untuk menyerangnya lebih dulu.
"Gadis bodoh! Dengan peneranganmu itu seharusnya kamu bisa melihatku." Sesosok pria tersenyum jahat ketika melihat Fang Yin berjalan menjauhinya.
Dengan gerakan cepat pria itu melesat menyerang Fang Yin dengan memegang bola energi di tangannya.
Boom!
Suara keras ledakan menggema di sekitar tempat itu akibat pertemuan dua energi dari Fang Yin dan lawannya.
Tubuh keduanya terpental ke belakang dan bergeser hingga beberapa meter jauhnya.
"Kewaspadaan yang tinggi! Cukup menyenangkan bermain-main denganmu!" seru pria itu.
"Aku tidak memiliki urusan denganmu, kenapa kamu menggangguku?" suara Fang Yin dia buat seberat mungkin agar pria misterius itu tidak mengenalinya sebagai seorang wanita.
__ADS_1
"Sekarang kita punya urusan. Aku tertarik untuk bertarung denganmu dan mengambil esensi kultivasimu. Hahaha!" Pria itu tertawa dengan bangganya dan memandang remeh Fang Yin yang tidak menampakkan energinya.
"Dengan senang hati aku terima. Namun bersiaplah untuk kehilangan nyawamu sebelum kamu mendapatkannya!" seru Fang Yin dengan kedua tangan yang telah mengeluarkan energinya.
Pertarungan pun tidak terhindarkan lagi. Hantaman, pukulan, dan lemparan energi terus berlanjut. Rupanya lawan Fang Yin kali ini begitu sulit untuk di taklukkan.
Tubuh Fang Yin terdorong kebelakang dan menghantam tebing batu setelah terkena pukulan pria misterius itu.
Darah segar menetes di sudut bibirnya akibat luka dalam yang dia derita.
'Tidak! Aku tidak boleh kalah!' Fang Yin menelan sebuah pil pemulih sebelum melanjutkan pertarungannya.
Dalam waktu singkat tenaganya kembali pulih seperti sedia kala setelah menelan pil itu.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Fang Yin kembali mendekat ke arah pria itu.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu? Apakah wajahmu terlalu buruk sehingga kamu menyembunyikannya? Hmmh!" Pria misterius itu mendengus dan tersenyum miring.
"Penutup wajah ini adalah identitasku. Aku adalah Pendekar Cadar Perak." Fang Yin mengeluarkan suara aslinya sebagai seorang wanita.
Mata pria itu melotot mendengar julukan Fang Yin. Amarahnya meledak hingga membuat darahnya seakan mendidih dan bergejolak di dalam tubuhnya.
****
__ADS_1
Bersambung ...