Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 359. Berpisah Sementara


__ADS_3

Setelah peperangan berakhir dan tinggal bersama ibunya, Fang Yin memiliki penampilan yang lebih baik dari sebelumnya. Selir Shi selalu memperhatikan penampilan putrinya, begitu juga Selir Ning yang sering membawakan pakaian yang indah untuknya.


'Untung saja ibu mendandaniku setelah mandi. Jika tidak penampilanku pasti sangat memalukan di hadapan calon mertuaku.'


Fang Yin melangkah lambat menuju ke hadapan keluarga besarnya dan juga keluarga Jian Heng. Selir Ning menjemputnya dan membawanya duduk di tempat yang paling tinggi.


Kursi kekaisaran masih kosong, mereka ingin Fang Yin yang mendudukinya. Setelah sekian lama akhirnya kursi itu kembali pada orang yang tepat.


"Yang Mulia, perkenankanlah saya berbicara." Kaisar Xi berdiri memberi hormat pada Fang Yin.


Status baru Fang Yin belum terbiasa dia sandang sehingga membuatnya merasa canggung. Selama ini dirinya yang selalu memberi hormat kepada Kaisar Xi dan orang-orang yang dia junjung tinggi. Namun, di tempat ini dia adalah seorang penguasa yang berdiri sebagai orang yang paling dihormati.


"Silakan, Yang Mulia Kaisar Xi. Waktu dan tempat saya berikan untuk Anda." Fang Yin berbicara dengan serius layaknya seorang bangsawan.


"Kali ini saya datang ke hadapan Anda bukan sebagai seorang kaisar atau penguasa. Saya datang sebagai seorang ayah yang datang membawa putranya. Sejauh ini Yang Mulia sudah sangat dekat dengannya tetapi sebagai orang tua, secara resmi kami belum menandai hubungan putra kami dengan Anda."


Suara Kaisar Xi bergetar. Dia terbiasa berpidato di depan ribuan orang bahkan suaranya mampu membuat nyali lawannya menghilang. Namun, ketika berbicara di hadapan menantunya ini, dia merasa sangat gugup. Hatinya diselimuti dengan perasaan yang campur aduk.


Keluarga besar Fang Yin merasa terharu saat melihat lamaran ini. Sebagai seorang penguasa tertinggi, dia harus menjawab pinangan Jian Heng tanpa perantara keluarganya.


"Saya menerima dengan tangan terbuka atas niat baik Anda. Status saya sudah jelas dan keluarga saya sudah mengetahui tentang hubungan antara saya dan Keluarga Xi."


"Terimakasih, Yang Mulia. Kami memberikan sejumlah barang sebagai tanda ikatan. Setelah ini kami akan datang di hari pernikahan. Untuk sementara waktu ...." Ucapan Kaisar Xi terhenti sejenak. Apa yang akan diucapkannya begitu berat di hatinya mengingat selama ini Fang Yin dan putranya tak terpisahkan.


"Untuk sementara waktu putra kami harus pulang ke Kekaisaran Benua Tengah. Kami akan bersama-sama datang ketika hari pernikahan kalian akan dilaksanakan."


Sejumlah nampan berisi perhiasan dibawa ke hadapan Fang Yin oleh beberapa orang pelayan. Mereka bergiliran menunjukkan barang pemberian keluarga Jian Heng.

__ADS_1


Fang Yin mengangguk setiap kali pelayan membuka penutup nampan dan membiarkan pelayan lain datang hingga semuanya selesai. Perhiasan dan segala macam barang mewah itu diantar ke kamar Fang Yin untuk disimpan. Nantinya barang-barang itu akan dipakai di saat upacara pernikahan mereka.


"Sangat berat bagi saya untuk berpisah dengan Pangeran Ketiga tetapi saya tidak bisa memaksanya untuk tinggal. Pandangan umum di negara ini akan menurunkan kewibawaan pemimpin Benua Tengah dan Benua Timur jika kami terus hidup bersama sebelum menikah."


Jian Heng terkesan dengan jawaban Fang Yin yang begitu dewasa. Sebelum ini dia merasa sangat takut jika kepergiannya akan mendapatkan tentangan darinya. Beban perasaan yang menghimpit hatinya beberapa hari ini.


Jika tidak sedang berada di tengah keluarga besarnya, mungkin Jian Heng telah berlari menghampiri Fang Yin dan memeluknya dengan erat. Perpisahan mereka tidak akan lama, sebelum musim gugur berakhir, keduanya akan menikah.


Setelah permohonan pernikahan disetujui oleh Fang Yin, Kaisar Xi memintanya untuk memberikan persyaratan khusus. Bagi seorang putri yang dinilai memiliki status sosial yang tinggi berhak mendapatkan perlakuan ini. Namun, Fang Yin menolaknya. Dia tidak ingin memberatkan keluarga Kaisar Xi.


Kemurahan hati Fang Yin mendapat apresiasi dari kedua belah pihak. Mereka menilai dirinya sebagai pribadi yang rendah hati. Jika dia mau, dia bisa meminta sebagian wilayah kekuasaan Kaisar Xi atau menginginkan kerjasama bilateral dalam bidang yang menguntungkan.


Kaisar Xi merasa bangga kepada Jian Heng karena mendapatkan pasangan yang tepat. Tidak hanya kuat, Fang Yin juga memiliki kelebihan lain yang tidak dimiliki oleh wanita lain.


Hari ini juga Kaisar Xi dan keluarganya pergi meninggalkan Kekaisaran Benua Timur. Xi Hao Xiang dan Xi Changyi sudah pulang terlebih dahulu bersama pasukannya. Kini mereka bertiga pulang tanpa pengawalan.


'Aku tidak boleh terlihat sedih dan kekanak-kanakan lagi karena sebentar lagi aku akan menikah. Kak Heng pasti akan banyak berpikir jika melihatku bersedih apalagi menangis.' Fang Yin tidak memasang senyum atau menunjukkan ekspresi apapun. Dia memilih terlihat tenang.


***


Kondisi fisik Fang Yin mulai membaik. Pil pemulih yang dibuat oleh Tian Feng membuatnya pulih dengan cepat.


Shi Han Wu, Shi Jun Hui dan Yu Ruo telah mengetahui hubungan Selir Shi dan Tian Feng. Mereka merestui hubungan mereka dan akan menikahkannya secepat mungkin secara sederhana.


Selir Shi tidak menginginkan pesta yang besar. Dia hanya ingin menggelarnya secara sederhana saja.


Pernikahan keduanya akan dilaksanakan dua hari lagi di halaman dalam istana. Tidak ada tamu undangan dari negara lain karena mereka merasa terlalu tua untuk melaksanakan pernikahan yang megah.

__ADS_1


"Mulai hari ini aku akan memanggilmu, Ayah. Jangan sungkan-sungkan untuk menganggapku putrimu." Fang Yin berbicara pada Tian Feng dan mengantarkan hadiah.


Setelah pernikahan ini dia akan kembali sendirian. Biasanya dia tidur bersama ibunya.


"Terimakasih, Yin'er. Kami sangat senang memiliki seorang putri sepertimu."


"Aku tidak ingin mengganggu kalian lagi. Sampai nanti," pamit Fang Yin.


Perasaan Fang Yin mengambang antara bahagian dan gamang. Ibunya telah menikah lagi, sedangkan dirinya masih menunggu sebulan lagi untuk menikah.


Malam begitu sepi dan matanya masih enggan terpejam. Biasanya dia menghabiskan waktunya untuk berlatih dan berlatih. Saat berada di puncak kini dirinya merasa bosan.


Tidak ingin terburu-buru kembali ke kamarnya, Fang Yin memilih untuk melompat ke atas atap dan melihat pemandangan malam. Langit malam cerah dipenuhi oleh bintang-bintang. Segurat wajah terlukis di sana.


Belum genap seminggu mereka berpisah tetapi kerinduan mulai membuat Fang Yin hilang akal. Wajah Jian Heng muncul di semua tempat.


'Sepertinya pikiranku sedikit mengalami masalah. Bagaimana bisa wajah Kak Heng ada di mana-mana? Lebih baik aku kembali saja ke kamar.' Fang Yin kembali melompat turun.


Pengawal yang berjaga terjingkat saat melihat kemunculannya yang tiba-tiba. Mereka segera memberi hormat ketika tahu dia adalah Fang Yin.


Seseorang sedang berdiri di depan pintu kamarnya dengan posisi membelakanginya. Fang Yin merasa tidak asing dengan postur tubuh dan model pakaian yang dikenakannya.


"Ehem!" Fang Yin berdehem untuk mengabarkan kehadirannya.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2