
Dari telapak tangan Tian Feng keluar sebutir pil berwarna hitam kemilau. Pil itu dia berikan pada Fang Yin
Fang Yin langsung menerimanya tetapi tidak langsung memakannya. Meskipun pil itu baik untuknya, Fang Yin tidak bisa sembarang memakannya tanpa tahu terlebih dahulu tentang kegunaan dan manfaatnya.
"Pil apakah ini, Paman? Apakah pil ini tidak memiliki efek samping?"
"Itu pil penerobos jiwa, yang memungkinkan seserver untuk berkultivasi dan menyerap seluruh inti energi dengan cepat."
Fang Yin mengangguk setelah mendengar penjelasan pamannya lalu segera memakan pil tersebut.
Sensasi dingin merayap mulai dari mulut hingga ke lambung Fang Yin. Perasaan ringan dan nyaman membuat tubuhnya seperti sebuah kapas yang tidak memiliki massa dan membuatnya hampir melayang.
Energi di dalam dantiannya meletup-letup hingga membuat tubuh Fang Yin bergetar.
"Tidak apa-apa, Yin'er. Ini hanya reaksi sementara aja. Ayo kita masuk!" Tian Feng berjalan mendahuluinya Fang Yin.
"Terimakasih atas hadiahnya, Paman! Ini adalah sumber daya yang sangat luar biasa. Pasti ini berasal tanaman langka yang paman jaga di bukit itu."
__ADS_1
Tian Feng hanya tersenyum menjawab pernyataan Fang Yin lalu kembali melanjutkan langkahnya.
'Aku merasa tubuhku sangat luar biasa setelah memakan pil itu. Semoga dengan menelan pil ini, latihan yang akan aku jalani bisa lebih mudah.' Fang Yin menuju ke pondok Han Wu dengan langkah yang ringan.
Di dalam pondok, sudah menunggu dua pria yang telah bersiap untuk mendampinginya mempelajari Kitab Sembilan Naga bintang empat.
Fang Yin duduk bersila di atas sebuah matras lalu meletakkan kedua tangannya di masing-masing lututnya dengan posisi telapak tangan sedikit terbuka menghadap ke atas.
Han Wu mengeluarkan Kitab Sembilan Naga dari ruang penyimpanannya lalu melemparkan ke udara dan membuatnya melayang-layang di hadapan Fang Yin.
Fang Yin memusatkan pikirannya lalu membuat seluruh isi dari kitab itu menjadi huruf energi yang bercahaya mengelilinginya.
Setiap kali huruf-huruf itu menerobos masuk, maka tubuh Fang Yin akan tersentak seperti tersengat aliran listrik.
Setelah memakan waktu hingga beberapa saat lamanya, penyerapan Kitab Sembilan Naga pun selesai.
Gerakan demi gerakan dilakukan oleh Fang Yin, mencerminkan kemampuannya yang luar biasa dalam mengolah energi.
__ADS_1
Seharian penuh Fang Yin berlatih. Meskipun dia masih ada beberapa poin yang belum mampu dia lewati. Setelah ini, Han Wu akan menerangkannya secara khusus tentang kelemahan yang dimiliki Fang Yin dalam latihannya kali ini.
"Kita beristirahat, Yin'er. Besok baru kita lanjutkan." Han Wu berjalan meninggalkan ruangan itu menuju ke ruang utama.
Merasa lelah, Fang Yin pun mengikutinya. Dia juga memerlukan jeda sebelum memulai kembali latihannya.
Mereka menikmati makanan sederhana yang tersedia di sana. Tian Feng menangkap seekor ayam hutan dan beberapa ekor ikan lalu memanggangnya. Aroma lezat menyeruak dari makanan hangat yang tersaji di atas meja.
"Aku sangat lapar!" seru Fang Yin sambil menyangga wajahnya dengan kedua tangannya dengan mimik lesu.
Meskipun sangat lapar, Fang Yin tidak berani mengambil makanan mendahului paman dan kakeknya.
"Semua hidangan ini untuk kamu makan, Yin'er. Bukan untuk kamu lihat." Tian Feng mengambil beberapa potong lalu memberikannya pada Fang Yin.
Mata Fang Yin berbinar menerima makanan itu dan segera melahapnya dengan cepat.
"Aku ada sebuah artefak lagi untukmu, Yin'er." Han Wu membuka percakapan setelah mereka selesai makan.
__ADS_1
****
Bersambung ...