
Fang Yin merasakan aura racun energi yang sangat kuat. Dengan cepat dia mengeluarkan energinya untuk melindungi dirinya.
"Kakek, Kak Heng. Keluarkan aura pelindung!" seru Fang Yin.
"Aku merasakan racun energi yang sangat kuat dalam diri mereka," imbuhnya.
Jian Heng segera melindunginya dengan jirah energi berwarna emas, sedangkan Guan Xing mengeluarkan armor berwarna putih terang. Dengan begini racun energi itu tidak akan mampu untuk menembus masuk ke dalam tubuh mereka.
"Wanita yang cerdik. Baru kali ini aku bertemu dengan orang yang langsung bisa mendeteksi racun energi yang kami miliki. Tapi jangan senang dulu karena kami tidak akan membiarkan orang yang mengusik kami bisa hidup dengan tenang," ucap pria itu masih dengan wajah yang tersembunyi dibalik penutup kepalanya.
Fang Yin maju selangkah hingga mereka berdiri sangat dekat. Dia sangat penasaran dengan wajah-wajah mereka.
"Sepertinya kamu salah paham. Aku tidak ingin mengacau apalagi mengusik kehidupan kalian. Mengenai segel mantra yang kulepaskan itu, em, aku hanya main-main saja." Fang Yin mencoba untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Terserah kamu mau mengatakan apa, tindakan menerobos formasi perlindungan adalah sebuah kejahatan."
Telapak tangan kanan pria misterius itu mengeluarkan energi berwarna kehijauan. Pria-pria yang berdiri di belakangnya pun melakukan hal yang sama. Mereka bersiap untuk menyerang Fang Yin dan yang lainnya.
Pertarungan pun tidak terhindarkan lagi, mereka saling serang dengan menggunakan energi. Jian Heng membalikkan semua serangan energi lawannya sedangkan Guan Xing menyerang mereka dengan pedang energi.
Jumlah yang banyak dari pasukan lawan tidak berarti apa-apa bagi mereka. Satu persatu pasukan misterius itu berjatuhan. Mereka yang hanya setara dengan ranah langit tingkat menengah tidak akan sanggup melawan ketiganya.
Pemimpin pasukan misterius itu mulai berpikir. Mereka semua akan mati jika melanjutkan pertarungan ini. Untuk itu, dia harus memikirkan cara untuk menghindari banyaknya korban.
Fang Yin mengeluarkan pedangnya dan merobek jubah dan penutup kepala salah satu pasukan lawannya. Matanya terbelalak saat melihat manusia berkulit hijau di hadapannya. Seluruh tubuhnya berwarna hijau dengan rambut dan anggota badan lainnya sama seperti manusia pada umumnya.
Sebelum pemimpin manusia hijau menghentikan aksinya, Fang Yin terlebih dahulu berseru dengan suara lantang untuk menghentikan pertarungan. Jian Heng dan Guan Xing merasa heran tetapi mereka tetap berhenti.
Para manusia hijau itu merasa senang. Mereka diuntungkan dengan dihentikannya pertarungan karena saat ini keadaan mereka telah terdesak.
"Mereka semua sedang dalam pengaruh sihir yang besar. Ada seseorang yang sengaja membuat mereka seperti ini dan memanfaatkan keadaan. Entah sudah berapa lama mereka dalam keadaan seperti ini," jelas Fang Yin.
Semua orang menatapnya dengan serius.
"Apakah Anda memiliki bukti yang kuat untuk membuktikan ucapanmu?" tanya pemimpin manusia hijau dengan napas yang tersengal.
"Berikan aku seorang anak buahmu. Kamu bisa melihat bagaimana caraku untuk bekerja." Fang Yin tidak ingin menunjuk seseorang tetapi menunggu kerelaan mereka.
__ADS_1
Pemimpin manusia hijau itu melirik ke arah salah satu bawahannya. Dia menggerakkan dagu untuk menunjuknya agar maju ke hadapan Fang Yin.
Orang yang ditunjuk berjalan ketakutan mendekatinya. Tubuhnya terlihat gemetar meskipun tidak tampak ketakutan di wajahnya karena tertutup.
"Buka penutup kepalamu!" seru Fang Yin.
"Ja-jangan bunuh saya! Kumohon, jangan bunuh saya," ucap pria itu dengan wajah yang terlihat ketakutan.
"Jika aku ingin menghabisi kalian, aku tidak perlu menghentikan pertarungan ini. Aku bisa menggunakan kekuatanku untuk menghancurkan dimensi ini jika aku mau," ucap Fang Yin sambil menarik pria itu mendekat.
Dalam satu kali tarikan, jubah pria itu hilang dari tubuhnya. Kini hanya tersisa baju sederhana miliknya saja. Dia mengenakan potongan baju tak berlengan sehingga kulit hijaunya sangat terlihat jelas.
"Yin'er! Berhati-hatilah!" seru Jian Heng.
"Benar, Yin'er!" imbuh Guan Xing.
Mereka berdua terlihat sangat khawatir, apalagi melihat tangan Fang Yin yang melakukan kontak langsung dengan manusia hijau itu.
Fang Yin menoleh pada mereka berdua lalu mengangguk.
"Tahan sebentar, mungkin ini akan sedikit menyakitkan. Tapi jangan khawatir, rasa sakit ini hanya akan terjadi saat pelepasan sihir saja," jelas Fang Yin.
Tangan kanan Fang Yin mulai mengeluarkan cahaya berwarna kuning keemasan. Sementara itu tangan kirinya mengeluarkan api hitamnya.
Keberadaan api hitam itu membuat pemimpin manusia hijau itu terbelalak. Ada sebuah legenda yang tertulis di kitab kuno di mana akan datang seseorang yang akan membawa perubahan besar bagi ras manusia hijau. Di dalam kitab itu dituliskan jika orang itu membawa api hitam di tangannya.
Hanya segelintir orang saja yang tahu tentang hal ini karena berita ini bersifat rahasia. Bahkan tidak semua tetua mengetahui hal ini.
'Ini adalah sesuatu hal yang rumit. Akankah wanita ini adalah orang yang ada di dalam ramalan kitab kuno?' Pemimpin manusia hijau itu memperhatikan gerak gerik yang dilakukan oleh Fang Yin.
Fang Yin mendorong tangan kanannya ke depan dan melepaskan energinya menembus meridian pria yang berdiri di hadapannya. Seperti yang telah dia katakan sebelumnya, pria itu berteriak dengan keras saat energi itu mulai masuk ke dalam tubuhnya.
Tubuh pria itu diselimuti oleh cahaya kuning keemasan yang dialirkan oleh Fang Yin. Muncul uap hijau kehitaman dari permukaan tubuhnya. Uap itu langsung disambar oleh api hitam sebelum menyebar ke udara di sekitarnya.
Setelah uap hijau kehitaman itu terhenti, Fang Yin mengangkat tubuh pria itu ke udara dengan energinya dalam posisi tidur dan menghadap ke langit.
Fang Yin melemparkan beberapa butiran energi berukuran kecil ke tubuh pria itu. Butiran energi yang dilepaskannya menekan di beberapa titik yang sudah dia tandai sebelumnya.
__ADS_1
"Semuanya sudah selesai." Fang Yin menurunkan pria itu tetapi tidak mengijinkannya untuk mendekati pemimpin dan kelompoknya.
"Sekarang lihat, dia sudah tidak berkulit hijau lagi!" Fang Yin menyinari tubuh pria yang sudah terbebas dari racun sihir yang menguasai tubuhnya.
Pemimpin pasukan manusia hijau itu tidak langsung percaya. Dia ingin memeriksa tubuh pria yang telah terbebas dari racun itu. Namun, Fang Yin tidak mengijinkannya karena racun di tubuhnya akan kembali menyebar ke tubuh pria itu lagi.
Wajahnya terlihat sangat kesal dan berusaha memaksa untuk memeriksanya. Saat dia hampir menyentuh pria itu, Fang Yin telah lebih cepat mendorong tubuhnya ke samping. Jian Heng menangkap pria itu tanpa rasa takut karena tahu jika Fang Yin telah menyembuhkannya.
"Aku yakin jika kamu hanya menggunakan tipuan ilusi mata untuk mengelabuhi kami," ucap pemimpin manusia hijau itu tidak percaya dengan kemampuan Fang Yin.
"Majulah! Kamu akan tahu setelah merasakannya sendiri." Fang Yin menantang pria itu untuk diobati.
Dia terlihat ragu-ragu. Tidak ada yang bisa menjamin jika dia bisa selamat setelah Fang Yin mengobatinya. Bisa jadi keadaannya malah akan semakin memburuk.
"Wong Li, bagaimana keadaanmu?" tanya pemimpin itu kepada pria yang telah selesai diobati oleh Fang Yin.
Wajahnya terlihat lebih segar dan tidak merasakan apapun yang menyiksa di tubuhnya lagi. Racun sihir itu benar-benar membuat tubuhnya seperti seorang mayat hidup.
"Aku merasa lebih baik, Tetua Jung." Wong Li mengatakan hal yang sebenarnya.
"Coba kamu serang aku," pinta Tetua Jung. Dia curiga jika kemampuan Wong Li akan hilang setelah Fang Yin mengobatinya.
Wong Li mengeluarkan energi di telapak tangannya lalu melemparkannya ke arah Tetua Jung. Tidak ada yang kurang dari serangannya.
Tetua Jung mengibaskan jubah uang telah dialiri dengan Qi untuk membuang serangan Wong Li. Dia mulai percaya dengan apa yang dikatakan oleh Fang Yin. Namun, dia akan mengalami masalah jika sembuh dari racun sihir ini. Para tetua lain dan penduduk bukit Giok Hitam akan menolaknya.
Wajah bimbang Tetua Jung membuat Fang Yin merasa penasaran. Sepertinya pria dihadapannya itu menyimpan sebuah rahasia yang besar. Mereka tidak akan mudah untuk dipengaruhi karena ini menyangkut sebuah ras dan segala aturannya.
"Aku berada di pihakmu. Apapun yang akan terjadi padamu setelah ini aku tidak akan berhenti untuk mendukungmu." Fang Yin tidak berbicara omong kosong.
Di mulai dari seorang tetua dia berharap akan bisa menaklukkan seluruh ras manusia hijau yang ada di dimensi ini.
Tetua Jung terlihat berpikir. Keputusan yang akan diambil setelah ini adalah sebuah keputusan besar. Mereka juga tidak bisa berlama-lama berada di dimensi ini karena penghormatan kepada penguasa bukit Giok Hitam akan segera dimulai.
"Aku akan memikirkannya nanti. Sebentar lagi akan ada sebuah upacara besar untuk leluhur kami. Pemimpin ras manusia hijau akan menarik paksa tubuh kami jika tidak kembali tepat waktu," jelas Tetua Jung.
Fang Yin ikut memikirkan jalan keluar dari masalah ini. Dia ingin meminta pendapat Jian Heng dan Guan Xing untuk menemukan jalan terbaik.
__ADS_1
****
Bersambung ....