Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 227


__ADS_3

Wajahnya terlihat sangat sedih melihat kesembuhan Feng Xaohan karena setelah ini dia tidak akan bisa merawatnya. Selama satu tahun ini mereka terbiasa bersama dan hal itu membuat benih-benih cinta tumbuh di hati keduanya.


"Yi Ruo, tolong siapkan air mandi untuk nona ini!" perintah Feng Xaohan.


"Baik, Tuan!" Wanita itu rupanya bernama Yi Ruo.


Sebelum dia pergi, Yi Ruo melirik sekilas ke arah Fang Yin lalu pergi. Dia merasa penasaran dengan sosoknya yang belum pernah dia lihat.


"Sebaiknya kita makan dulu sambil menunggu Yi Ruo menyiapkan mandi untuk Nona .... Ya, ampun aku sampai lupa sudah bertanya atau belum siapa namamu." Nenek Feng Xaohan memijit pelipisnya menyadari jika dia sudah pikun.


Fang Yin tersenyum melihat kejadian konyol dihadapannya itu.


"Namaku Xiao Yin, Nek," ucapnya sopan. Dia tidak ingin membuat nenek tua itu mengingat-ingat sesuatu yang memang belum dia ketahui.


"Oh, Xiao Yin. Nama yang bagus. Mari ke ruang depan untuk makan." Nenek Feng Xaohan berbalik untuk pergi ke ruang depan. Namun Fang Yin memegang tangannya dan menghentikannya.


"Terimakasih banyak, Nek, untuk sambutannya. Tetapi aku harus segera pergi untuk mencari penginapan sebelum hari semakin malam." Fang Yin tidak ingin berlama-lama di sana dan harus kembali ke atas bukit batu untuk melanjutkan rencananya.


Feng Xaohan yang sedari tadi terdiam kini maju ke depan dan berdiri sejajar dengan Fang Yin.


"Buat apa mencari penginapan, Nona. Di rumah ini masih ada beberapa kamar kosong. Aku akan meminta Yi Ruo untuk menyiapkannya untukmu."


Nenek Feng Xaohan mengangguk. Dia sependapat dengan cucunya dan berharap Fang Yin tidak akan menolaknya.


"Tapi ...." Fang Yin menghentikan ucapannya ketika melihat Feng Xaohan menjatuhkan dirinya dan berlutut didepannya.

__ADS_1


Pria itu rela merendahkan harga dirinya demi meminta pada Fang Yin untuk tinggal dan menerima undangan mereka.


"Kami akan sangat merasa tersanjung jika nona bersedia untuk tinggal."


"Apa yang dikatakan cucuku memang benar. Anggap saja ini sebagai ucapan terimakasih kami." Nenek Feng Xaohan menambahkan.


Tidak ada lagi yang bisa dilakukan Fang Yin selain menerima undangan mereka. Ketiganya kini pergi ke sebuah meja di mana disajikan banyak sekali menu makanan. Rupanya keluarga ini benar-benar menghormati seorang tamu.


Fang Yin segera mengambil makanannya dan memilih apa yang dia sukai. Namun dia sedikit mencurigai piring yang diambilkan oleh Yi Rou untuknya.


Yi Ruo sedikit gugup ketika Fang Yin menatapnya dengan tatapan curiga.


"Aku belum selesai untuk menyiapkan air mandi. Permisi!" Yi Ruo buru-buru pergi meninggalkan tempat itu.


Meskipun tidak melihat dengan matanya, tetapi insting Fang Yin sangatlah tajam. Dia bisa merasakan hawa manusia dan binatang bahkan dari jarak yang cukup jauh.


Gerakannya yang begitu cepat membuat Feng Xaohan dan neneknya tidak menyadari akan hal itu. Hanya mangkuk Fang Yin saja yang diberi racun.


Mereka makan dengan lahap tanpa banyak mengobrol. Feng Xaohan merasa kagum melihat Fang Yin yang makan tanpa kesulitan meskipun dia tidak melepaskan penutup wajahnya.


Fang Yin tersenyum kecut ketika merasakan keberadaan Yi Ruo yang masih mengintipnya. Mungkin dia berharap jika saat ini dia terkapar tak berdaya akibat racun yang dia berikan.


Melihat Fang Yin tidak juga mati, Yi Ruo terlihat kebingungan karena dia belum menyiapkan air panas untuknya. Dia segera pergi ke tempat pemandian dan menyiapkannya dengan tergesa-gesa.


"Yi Ruo!" panggil Feng Xaohan.

__ADS_1


Hingga beberapa kali dia memanggilnya tetapi tidak juga mendapatkan jawaban. Saat ini Yi Ruo sedang berada di dapur yang letaknya di belakang rumah.


"Bisa-bisanya dia lambat sekali bekerja. Sia-sia kami membayarnya begitu mahal." Feng Xaohan menggerutu kesal.


Fang Yin melihatnya tajam dengan wajahnya yang terlihat sangat dingin. Feng Xaohan mengira jika dia marah dan merasa tidak senang dengan ucapannya yang merasa tidak puas pada kinerja Yi Ruo.


"Berhati-hatilah padanya. Dia punya niat yang tidak baik padaku. Kupikir dia juga bisa melakukan hal yang sama padamu."


Ucapan Fang Yin membuat Feng Xaohan terkesiap. Antara percaya dan tidak percaya dengan semua ucapannya yang begitu mengejutkan itu. Dia berpikir keras tentang maksud dari kata-kata Fang Yin.


"Aku orang yang bodoh, Nona. Bisakah Anda jelaskan tentang niat tidak baik yang Anda maksud?" Feng Xaohan memberanikan diri untuk bertanya dengan gugupnya.


Wajah dingin Fang Yin semakin tampak menakutkan. Kini dia memberikan tatapan tajam pada Feng Xaohan.


"Dia menaruh racun dalam mangkukku. Sepertinya dia memiliki pengetahuan tentang berbagai jenis racun."


Feng Xaohan membelalakkan matanya setelah mendengar penjelasan Fang Yin. Dia baru ingat jika dirinya sering merasakan aroma yang berbeda pada makanan yang dia konsumsi sehari-hari.


Jika benar Yi Ruo memberinya racun, mengapa dia masih bisa hidup hingga sekarang. Berbagai pertanyaan terus berputar-putar di kepala Feng Xaohan dan satupun tidak menemukan jawaban yang memuaskannya.


"Panggil dia kemari! Aku takut dia memiliki seseorang yang berdiri di belakangnya untuk memberinya dukungan." Fang Yin tidak ingin masalah ini berlarut-larut dan menjadi ganjalan di masa depan.


Feng Xaohan melakukan apa yang diperintahkan oleh Fang Yin. Kali ini dia tidak memanggil Yi Ruo melainkan menjemputnya ke belakang.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2