Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 283. Tiba di Gunung Perak


__ADS_3

Fang Yin merasa kedatangan mereka sudah sangat terlambat. Dia meminta ijin pada Shi Han Wu untuk menggunakan teknik teleportasi dan membawanya pergi bersamanya dengan cara itu. Tidak ada penolakan darinya karena hal ini akan lebih baik. Mereka bisa menghindari semua hal yang menghalangi jalan mereka.


Setelah menguasai Kitab Sembilan Naga bintang delapan, kemampuan Fang Yin dalam menerapkan teknik ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sejenak dia berkonsentrasi untuk mengatur energinya. Keduanya akan berpindah dari tempat itu ke tempat lain yang ada di dalam pikirannya.


Jika sebelumnya Fang Yin harus menyentuh orang yang ingin dia bawa melintasi dimensinya, kini dia hanya perlu membagi energinya kepada orang itu maka secara otomatis dia akan pergi bersamanya.


"Aku merasakan energimu, Yin'er. Apakah yang akan kamu lakukan selanjutnya?" tanya Shi Han Wu ketika merasakan energi Fang Yin di tubuhnya.


"Setelah ini kita akan melintasi dimensiku dan dimensi dengan tujuh elemen yang berbeda, Kek. Kakek tidak perlu khawatir kita hanya melintas saja dan hanya beberapa detik saja kita singgah di sana," jelas Fang Yin.


Shi Han Wu mengangguk. Dia terlihat pasrah dan tidak menunjukkan ekspresi apapun. Walaupun ini pengalaman pertamanya melintasi dimensi tak terlihat, tetapi dia percaya jika Fang Yin mampu melakukan teknik ini dengan baik.


Fang Yin mulai melakukan gerakan pengendalian teknik ini hingga muncul sebuah simbol mantra yang menyerap tubuh mereka berdua masuk ke dalamnya. Simbol tersebut adalah sebuah portal yang menjadi pintu masuk ke dalam dimensi tujuh elemen.


Dalam dimensi yang mengandung elemen salju, keduanya merasakan hawa dingin yang menusuk tulang. Perasaan itu hanya mereka rasakan sesaat saja karena sesaat kemudian mereka telah berpindah ke dimensi dengan elemen yang berbeda. Setelah berganti sebanyak tujuh kali, mereka memasuki dimensi pribadi milik Fang Yin dan keluar dari sana melalui portal yang telah ada dan dibuat sejak lama. Portal ini menjadi gerbang keluar menuju ke alam nyata.


Shi Han Wu merasakan sesuatu yang luar biasa. Dengan mata batinnya dia bisa melihat kumparan energi yang besar pada setiap dimensi yang dilewatinya. Seseorang yang terjebak di sana akan sulit untuk keluar tanpa campur tangan dari Fang Yin. Hatinya merasa bangga. Seorang keturunan suku es sebentar lagi akan menerobos ke ranah dewi.


Fang Yin sengaja mengambil tempat yang sedikit jauh dari tempat tinggal ibunya. Dia ingin melihat situasi terlebih dahulu sebelum muncul di sana. Kehadirannya bisa jadi membuat keadaan mereka semakin sulit.


Shi Han Wu dan Fang Yin berpencar untuk masuk ke wilayah Gunung Perak. Mereka memilih untuk berkomunikasi dengan menggunakan telepati.


Teknik teleportasi yang dimiliki Fang Yin memudahkannya untuk bergerak lebih dulu. Dia bisa berpindah dengan cepat tanpa terlihat. Bayangannya hanya sekelebat muncul dan menghilang lalu muncul kembali di tempat yang berbeda.


Shi Han Wu bergerak menyelinap dari satu tempat ke tempat lain dengan langkah tak terlihat. Keduanya sampai di lokasi hampir bersamaan tetapi di sisi yang berbeda.

__ADS_1


Hawa dingin menyelimuti desa itu. Seluruh rumah dan tumbuhan tertutup oleh salju. Keadaan yang sangat kontras dengan musim yang terjadi di negara itu. Di luar desa itu, normalnya sedang mengalami musim gugur.


"Kek, sepertinya ada yang aneh di sini. Cuaca di desa ini melawan hukum alam. Musim salju di tengah musim gugur adalah sebuah hal yang tidak lazim terjadi." Fang Yin berkomunikasi dengan Shi Han Wu melalui jalur telepatinya.


"Kamu benar. Pasti ada sesuatu yang terjadi di sini sehingga cuaca aneh ini terjadi. Sejak tadi aku juga belum melihat seorang pun melintas." Shi Han Wu membalas ucapan Fang Yin.


Keduanya mengamati keadaan desa yang sepi. Desa itu terlihat seperti desa tak berpenghuni. Tidak terlihat tanda-tanda kehidupan di sana.


Fang Yin meningkatkan kepekaannya dan mencari di mana Jian Heng berada saat ini. Dirinya memiliki aura dan hawa tubuh yang sangat dia kenali sehingga bisa menjadi petunjuk. Pandangan matanya mengedar ke sekeliling dan mencari-cari keberadaannya.


"Aku menemukannya, Kek. Pangeran Ketiga sedang berada di sebuah ruangan bersama beberapa orang. Ada satu ... dua ... tiga ... ada sepuluh orang di sana. Eh, ada lagi, mungkin lebih dari itu." Fang Yin kesulitan untuk menghitung karena mereka sedang berada di sebuah tempat yang tersembunyi.


"Apakah mereka anggota dari Klan Shi saja atau ada anggota lawan juga di sana?" tanya Shi Han Wu.


"Kita ke sana. Pergilah lebih dahulu aku akan mengikutimu! Kamu yang tahu di mana tempat itu berada."


Fang Yin melakukan apa yang dikatakan Shi Han Wu. Mereka pergi memasuki desa bersalju yang memiliki jarak pandang yang terbatas. Entah dari mana asalnya, salju itu terus turun tanpa henti dan terus menambah ketebalannya di atas permukaan tanah.


Hawa dingin menyelimuti rongga pernapasan Fang Yin dan membuat udara yang keluar dari hidungnya terlihat seperti asap putih. Keningnya berkerut ketika langkah kakinya berhenti di depan sebuah pondok yang tertutup salju. Pintunya tertutup sangat rapat dan dikunci dari dalam.


Tidak lama kemudian Shi Han Wu berdiri di belakangnya dan bersama-sama menunggu kesempatan untuk masuk ke pondok yang ada di depannya.


Fang Yin menoleh ke segala arah untuk memastikan tidak ada seorangpun yang melihat mereka. Setelah di rasa aman, dia berjalan mendekati pondok itu. Dia berjalan berkeliling diikuti oleh Shi Han Wu di belakangnya.


Salju tebal yang menutupi pondok itu membuat mereka kesulitan untuk mencari di mana pintu masuknya. Mereka memutari pondok itu hingga beberapa kali tetapi tidak juga menemukannya.

__ADS_1


Wajah Fang Yin terlihat kesal. Dia mengeluarkan energi api di tangan kanannya. Dia berniat untuk melelehkan salju yang menutupi pondok itu. Shi Han Wu yang juga kesal tidak menghalanginya untuk melakukan hal itu. Namun, ketika tangan Fang Yin terangkat ke atas, mereka mendengar suara derit pintu yang terbuka.


Keduanya berjalan mendekati sumber suara dan melihat siapa yang membuka pintu itu. Fang Yin yang tergesa-gesa lupa memasukkan energi yang dikeluarkannya. Orang yang membuka pintu membelalak ketakutan saat melihat api hitam di tangannya. Dia kembali masuk ke dalam pondok dan berniat untuk menutup pintu.


Sebelum pria itu berhasil menutup pintu Fang Yin bergerak lebih cepat untuk menghalanginya. Wajah pria itu semakin ketakutan ketika melihat Shi Han Wu yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan Shi Jun Hui. Pria itu berpikir jika dirinya adalah musuh yang menyamar sebagai anggota klan mereka.


"Tenanglah! Jangan takut, kami ada di pihak kalian." Fang Yin berusaha untuk menjelaskan tentang siapa dirinya.


Pria itu tidak langsung percaya dan tetap terlihat tegang. Dia menatap Fang Yin dan Shi Han Wu secara bergantian.


"Xiao Yin, kau kah itu?" Suara Jian Heng terdengar lebih awal sebelum dia menampakkan dirinya.


Tidak lama setelah itu, dia muncul di belakang pria yang membukakan pintu itu. Setelah merasa yakin jika pria dan wanita itu adalah anggota Klan Shi, pria yang membuka pintu akhirnya membiarkan mereka berdua masuk.


Seluruh anggota Klan Shi berada di dalam ruangan itu. Mereka melihat kedatangan Fang Yin dan Shi Han Wu dengan reaksi yang berbeda-beda. Selir Ketiga langsung mengenali Fang Yin karena pernah bertemu dengannya sebelumnya, terlebih lagi dia mendengar Jian Heng memanggil namanya.


Beberapa orang yang pergi bersama Selir Ketiga waktu itu juga merasa familiar dengan keberadaan Fang Yin. Mereka serentak bangkit dari duduknya dan menatap kedua pendatang itu tanpa berkedip.


Shi Jun Hui dan Yu Ruo memiliki arah pandang yang berbeda dengan mereka. Keduanya menatap ke arah Shi Han Wu yang merupakan kembaran dari Shi Jun Hui. Sudah lama mereka tidak bertemu dan tidak juga saling berkomunikasi.


Orang-orang yang belum mengenal keduanya merasa bingung. Suasana di ruangan itu menjadi hening untuk beberapa saat lamanya.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2