Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 162


__ADS_3

Perjalanan Fang Yin menjadi singkat setelah dia diantarkan ke perbatasan menggunakan teleportasi oleh kakek dan pamannya.


Hanya beberapa jam saja dia sudah sampai di pinggir ibukota.


Fang Yin berhenti di tempat yang jauh dari keramaian.


Masih jelas dalam ingatannya setiap sudut di ibukota Kekaisaran Benua Timur.


Sebelum masuk ke kota, Fang Yin merubah penampilannya terlebih dahulu layaknya seorang pria.


Untuk bisa masuk ke dalam istana kekaisaran yang penuh dengan bahaya, Fang Yin tidak boleh gegabah. Dia harus benar-benar menampakkan dirinya selayaknya warga sipil biasa.


Meskipun dia tahu banyak hal, Fang Yin berpura-pura bertanya pada penduduk di kota itu untuk menanyakan di mana letak istana kekaisaran.


Dia mengatakan dengan jujur tujuannya untuk datang sebagai seorang kultivator yang ingin mendaftar di dalam perlombaan.


Penduduk kota itu dengan ramah menjawabnya semua pertanyaan Fang Yin.


'Meskipun telah berganti pemimpin, mereka tetaplah rakyatku yang bersahaja. Aku bangga pada mereka. Kesewenang-wenangan Kaisar Ning tidak membuat mereka berubah menjadi jahat.' Fang Yin tersenyum senang lalu kembali melenggang meninggalkan penduduk itu.


Fang Yin mengambil langkah yang santai menuju ke istana kekaisaran. Meskipun sudah melihat tempat-tempat ini di dalam ingatannya. Namun sebagai Agata, ini pertama kalinya dia melihatnya secara nyata.


Pandangannya mengedar ke sekeliling menikmati keindahan ibukota Benua Timur. Kota yang padat dengan segudang aktifitas penduduknya yang membuatnya terlihat hidup.


Ada beberapa anak-anak yang berlarian di hadapannya dan menabraknya. Mereka melihat wajah Fang Yin yang tertutup cadar, lalu kembali berlari. Meskipun Fang Yin tersenyum, mereka tidak melihatnya.


"Tolong! Tolong!"


Sayup-sayup terdengar teriakan seseorang yang meminta tolong di kejauhan.


Dari nada suara yang terdengar, sepertinya itu adalah suara seorang wanita.


Jiwa sosial Fang Yin mendorongnya untuk melihat dan menolong wanita itu.

__ADS_1


Ketika Fang Yin berlari menuju ke tempat suara itu berasal, tubuhnya ditabrak oleh seseorang. Orang itu membawa sebuah dompet kuno yang terbuat dari kain yang dijahit dan disulam dengan indah. Jika dilihat-lihat dompet itu pasti milik seorang wanita.


Dompet itu terjatuh, tetapi pria itu tidak mengambilnya dan memilih pergi meninggalkan Fang Yin dengan wajah yang ketakutan.


Setelah orang itu pergi, Fang Yin mengambil dompet itu. Tidak lama kemudian tiga orang wanita datang menghampirinya. Salah satu di antara mereka berpenampilan sangat cantik dengan baju mewahnya, sedangkan yang lainnya berpakaian seorang pelayan.


Wanita itu berjalan mendekati Fang Yin sambil melirik ke arah dompetnya, membuat Fang Yin segera menyadari keadaan.


"Apakah ini dompet kamu, Tuan Putri?" tanya Fang Yin dengan suara prianya.


"Benar! Seseorang telah membawanya dengan paksa. Terimakasih telah mengambilnya untukku," ucap sang putri mengira jika Fang Yin tahu tentang masalahnya dan telah membantunya.


Meskipun masih sedikit kebingungan, tetapi tidak ada gunanya bagi Fang Yin untuk menyangkalnya. Dia menyerahkan dompet itu pada putri itu.


"Terimakasih. Ini ada sedikit tanda jasa dariku." Putri itu mengeluarkan beberapa keping koin emas untuk Fang Yin.


Fang Yin mendorong tangannya ke depan laku berkata, "Tidak! Tidak perlu! Aku hanya kebetulan saja lewat. Maaf aku tidak bisa menerimanya."


Putri itu menyimpan kembali koin itu lalu menyimpan dompetnya di tempat yang aman. Dia menatap Fang Yin dengan pandangan kekaguman. Sangat jelas dari caranya bersikap jika dia tertarik pada Fang Yin dan mengira jika dia adalah seorang pria tulen.


"Oh, aku ... aku ... Yun Feng. Aku datang dari Benua Selatan untuk mengikuti sayembara yang diadakan oleh Kaisar Ning," ucap Fang Yin dengan sedikit gugup.


Dia mengarang nama palsu untuknya sebagai seorang pria.


Ling Ling melihat Fang Yin dari atas hingga ujung kaki lalu memutari tubuhnya. Dia tidak merasakan energi kultivasi yang terpancar dari tubuh Fang Yin dan merasa jika Fang Yin tidak sungguh-sungguh dengan perkataannya.


"Apakah kamu benar-benar ingin mengikuti perlombaan itu? Kamu tahu jika sayembara itu dibuka untuk orang-orang yang memiliki kemampuan khusus saja," ucap Ling Ling mencoba mengingatkan Fang Yin.


"Aku tahu. Aku ingin mencobanya," jawab Fang Yin mantab.


Ada segurat kekhawatiran di dalam tatapan Ling Ling. Dia mulai menyukai Fang Yin dan merasa tidak rela jika nantinya Fang Yin mati sia-sia di arena perlombaan.


Kekhawatiran Ling Ling terjadi bukan tanpa alasan, sayembara ini diikuti oleh banyak kultivator kuat dari seluruh benua yang ada di daratan. Paling tidak mereka berada di tingkat kultivasi ranah langit, sedangkan Fang Yin tidak memperlihatkan energinya sama sekali.

__ADS_1


"Tuan Putri tidak perlu khawatir, aku akan menyerah jika aku tidak sanggup lagi bertahan."


Ling Ling merasa sedikit lega saat mendengar ucapan Fang Yin.


"Baiklah! Mari ikut denganku. Mungkin aku bisa menggunakan kekuasaanku untuk sedikit membantumu."


"Terimakasih, Tuan Putri!" Fang Yin menyatukan kepalan dan telapak tangannya memberi hormat.


Ling Ling adalah putri perdana mentri yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Kaisar Ning. Tidak akan ada yang berani memprotesnya saat melakukan manipulasi untuk pendaftaran Fang Yin.


'Sepertinya keberuntungan sedang berpihak padaku.' Fang Yin menyunggingkan senyum kemenangan.


Tidak ada yang melihat senyuman itu selain dirinya sendiri.


Ling Ling membawa Fang Yin berjalan menuju ke tempat pendaftaran yang berada di luar istana.


Di sana semua pertanyaan yang diajukan oleh panitia sebagai syarat perlombaan di jawab oleh Ling Ling. Tidak ada yang berani membantah Ling Ling dan membiarkannya membawa Fang Yin masuk ke istana.


Para peserta lomba diberikan sebuah asrama yang berada di sebelah kamp keprajuritan. Namun berbeda dengan Fang Yin yang mendapatkan kamar khusus dari sang putri di belakang istana perdana menteri dengan dalih karena dia telah menolongnya.


Keluarganya tidak merasa keberatan dan malah berterimakasih. Sang perdana mentri juga menawarkan Fang Yin untuk menerima pelatihan khusus sebagai pengawal pribadinya.


Fang Yin tidak menolak tetapi tidak mengiyakannya karena alasan sesungguhnya mengapa dia datang ke sana hanyalah untuk memata-matai pasukan dan mencari tahu seberapa kuat pertahanan mereka.


Kedatangan Fang Yin menjadi pusat perhatian para gadis saat Ling Ling membawanya berkeliling di taman.


Meskipun tidak memperlihatkan wajahnya, tetapi mereka merasa jika Fang Yin menutup wajahnya karena dia sangat tampan.


Ling Ling beberapa kali mengusir para putri dan dayang-dayang yang datang untuk berkenalan dengan Fang Yin. Dia mengatakan jika Fang Yin adalah pengawal pribadinya saat ini agar tidak ada lagi yang berani mengganggunya.


'Astaga! Ternyata menjadi seorang pria tidak kalah merepotkan dari seorang wanita. Aku lebih memilih untuk menghadapi sebuah pertarungan ketimbang menghadapi para gadis ini. Kepalaku rasanya berdenyut-denyut setiap kali mendengar perdebatan mereka.'


Fang Yin memutar tubuhnya membelakangi Ling Ling dan memijit pelipisnya.

__ADS_1


****


Bersambung ...


__ADS_2