Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 134


__ADS_3

"Wanita iblis! Hentikan api ini! Kita bertarung dengan cara yang lebih menantang. Ini hanyalah permainan anak kecil!" seru bandit mencoba menghentikan apa yang dilakukan oleh Fang Yin.


"Kamu pikir aku peduli?"


Fang Yin mengabaikan apa yang dikatakan oleh pria itu dan terus melemparkan api hitam di tangannya.


Keempat kultivator yang sedang bertarung dengan bandit yang mereka lawan memilih untuk menjauh dari pertarungan Fang Yin.


Mereka merasakan hawa mencekam dari api hitam yang setiap saat bisa melahap tubuh mereka tanpa ampun.


Sebenarnya Bandit Topeng Merah bukanlah bandit biasa. Mereka merampok senjata dan cincin penyimpanan milik korbannya. Itu bukan satu-satunya tujuan mereka, di luar itu semua mereka memiliki tujuan lain yaitu untuk menguji kekuatan.


"Hahaha! Pria-pria menyedihkan! Tidak kusangka kalian takut dengan permainan anak kecil." Mata Fang Yin menatap kejam ke arah bandit itu.


"Baiklah aku tidak ingin bermain-main lagi denganmu!"


Bandit itu mengeluarkan sebuah pedang energi berlapis dan membuat hawa panas semakin panas. Pedang itu mengeluarkan cahya menyilaukan yang membuat sekelilingnya menjadi terang.


Pedang energi Fang Yin terlihat lebih kecil dan memiliki aura gelap. Meskipun demikian, aura yang dikeluarkan oleh pedang itu tidak kalah kuat.


Fang Yin menarik kaki kirinya ke belakang dan menggerakkan tangannya untuk memainkan jurus pedangnya.


Bandit itu memulai penyerangan membabi buta untuk membalas kekalahan sebelumnya.


Tubuh Fang Yin tidak bergeming dari tempatnya dan memperkuat kakinya untuk memasang kuda-kuda.


Tidak bisa diremehkan, bandit itu memiliki kemampuan memainkan pedang yang hebat. Tubuhnya melayang di udara dengan gerakan berputar dia berhasil membuat Fang Yin kerepotan menghadapinya.

__ADS_1


Sringg!


Pedang bandit itu berhasil menekan pedang Fang Yin hingga ujungnya menggores bahu Fang Yin.


Darahnya yang mengalir menuruni pedang energi milik bandit itu dan berhenti pada pertemuan kedua pedang mereka.


Boom!


Kobaran api hitam yang sangat besar muncul dari pedang energi milik Fang Yin.


Dalam sekejap pedang Fang Yin kembali berubah menjadi api hitam yang tak terkendali.


"Aarrrghh! Panas! Panas!" pekik bandit itu.


Mencoba memadamkan api hitam yang menyambar tubuhnya.


Keempat temannya datang mendekat untuk melihat apa yang terjadi.


Suara memilukan dari pemimpin bandit itu membuat bulu kuduk meremang.


Bukannya padam, api hitam itu semakin menjalar menyelimuti tubuhnya meskipun dia terus berguling-guling di tanah sambil berteriak minta tolong.


Fang Yin menoleh ke arah keempat bandit yang datang menghampirinya.


Bukannya menolong, keempat bandit itu merasa ciut nyali melihat apa yang terjadi.


Selangkah demi selangkah mereka bergerak mundur, lalu menghilang di kegelapan.

__ADS_1


"Ka-kamu sungguh sangat hebat, Nona," ucap Zhan Li.


Mereka merasa ngeri melihat bandit yang terbakar itu kini sedang meregang nyawa.


Fang Yin membalas pujian Zhan Li dengan tatapan kejamnya.


Mereka bergidik ngeri melihat mata Fang Yin yang terlihat menyala dalam kegelapan.


Suasana mencekam itu terhenti ketika sayup-sayup terdengar suara kecapi di kejauhan.


'Paman Tian Feng? Apakah itu suara kecapi paman Tian Feng? Tidak-tidak! Kakek Zhu bilang paman Tian Feng tidak pernah pergi meninggalkan bukit itu.' Fang Yin bermonolog dalam hati.


Suara kecapi itu semakin jelas terdengar. Udara malam yang semula tenang tiba-tiba berhembus kencang menerbangkan dedaunan kering yang berada di sekeliling mereka.


"Nona! Padamkan api itu! Aku takut hembusan angin akan membuatnya semakin membesar."


Zhan Li berbicara pada Fang Yin setengah memohon.


"Aku tidak tahu cara memadamkannya," jujur Fang Yin.


"Apa?!"


Keempat kultivator itu menjawab serempak. Mereka saling berpandangan, seketika wajah mereka menjadi kaku.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2