Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 213


__ADS_3

Fang Yin memiringkan kepalanya sambil berpikir. Sesaat kemudian dia melihat ke dalam villa yang tertutup itu. Merasa tidak menemukan jawaban, Fang Yin kembali menatap dua pria itu.


"Memangnya tempat apa ini?" tanya Fang Yin dengan kening berkerut.


Kedua pria itu saling berpandangan lalu tertawa. Mereka menertawakan kebodohan Fang Yin yang terlihat lugu. Muncul niat tidak baik di hati mereka meskipun mereka tidak, tahu seperti apa wajah Fang Yin.


"Baiklak! Ikut bersama kami, tetapi cukup kamu sendiri saja!"


Fang Yin merasa curiga. Mengapa dia begitu mudah mendapat akses masuk ke villa itu sementara wanita sebelumnya tidak diijinkan.


"Dia tetap harus ikut bersamaku karena tujuanku adalah untuk mengantarnya menemui anaknya." Fang Yin menatap dua pria itu dengan wajah tegasnya.


"Anaknya sudah bahagia. Dia tidak perlu menemuinya lagi. Merusak pemandangan saja." Pria itu menatap jengah pada wanita paruh baya itu.


"Jangan percaya padanya, Nona! Mereka anak buah Song Palao ...."


"Tutup mulutmu!" seru salah satu pria menghentikan ucapan wanita paruh baya itu dengan wajah marahnya.


Dia mengangkat tangannya hendak memukul wanita itu tetapi urung dia lakukan karena Fang Yin menggeser tubuhnya untuk menghadangnya.


'Gadis kecil yang pemberani. Aku ingin lihat apa yang bisa kamu lakukan di hadapan Song Palao. Lebih baik aku mengijinkan keduanya masuk ke dalam. Membuang-buang waktuku saja.'


"Baiklah! Kalian boleh masuk!" seru pria itu berjalan mendahului Fang Yin dan wanita asing itu.


Keberanian wanita itu seketika lenyap. Dia tahu jika kedua pria itu tidak mungkin memberikan kemudahan untuk dirinya. Wanita paruh baya itu menarik tubuh Fang Yin dan memberinya tatapan peringatan.


"Selama ada aku, Bibi tidak perlu khawatir. Kita masuk saja." Fang Yin memegang tangannya lalu menepuknya lembut.

__ADS_1


Meskipun merasa ragu, wanita itu akhirnya menurut. Dia sangat ingin bertemu dengan putrinya yang berada di dalam villa itu sejak beberapa hari yang lalu.


Fang Yin dan wanita itu berjalan mengikuti dua pria tadi memasuki villa yang membuat Fang Yin penasaran. Baru selangkah memasuki tempat itu mata Fang Yin sudah disuguhi dengan pemandangan yang membuatnya bergidik.


Ada banyak sekali wanita muda yang berdandan berlebihan dengan pakaian yang sedikit terbuka menemani pria yang sudah berumur untuk minum. Beberapa diantaranya ada yang berdiri dan menari dengan gerakan yang mengundang keinginan lelaki.


"Tempat terkutuk!" tangan kanan Fang Yin mengeluarkan sedikit api hitam. Namun dia kembali menyimpannya saat mengingat tujuan awalnya.


Sebelum dia mendapatkan Kitab Sembilan Naga bintang enam, dia harus menahan dirinya.


Wanita yang tadi bersamanya mengamati wanita-wanita muda itu satu persatu. Namun dia tidak mendapati putrinya ada di sana.


"Aku tidak melihat putriku. Di mana dia sekarang? Atau jangan-jangan ...." Wanita itu menutup mulutnya dengan telapak tangannya lalu berjalan cepat meninggalkan Fang Yin.


Kedua pria itu mengejarnya begitu juga dengan Fang Yin. Mereka memegangi tangan wanita itu dan membawanya ke sebuah ruangan. Fang Yin mengikutinya dan ikut masuk ke dalam ruangan itu.


Diam-diam Fang Yin melihat telapak tangan dan betapa terkejutnya dia saat titik cahaya penembus aura Kitab Sembilan Naga itu berhenti. Hal itu menandakan jika pria yang berada di hadapannya sekarang adalah pemegang kitab yang dia cari.


Salah satu pria yang menangkap wanita tadi berjalan menghampiri pria itu dan membisikan sesuatu untuk melapor. Pria itu mengangguk-angguk saat mendengarkan bisikan pria yang datang bersama Fang Yin.


"Siapa namamu, Nona? Bisakah kamu mengabaikan sedikit rasa malumu dan membuka penutup wajahmu itu?" Pria yang sedang duduk itu datang menghampiri Fang Yin dan berdiri tepat di hadapannya.


Wajah Fang Yin terasa panas karena menahan marah, tetapi dia berusaha untuk mengendalikan dirinya..


"Aku datang ke sini untuk mengantarkan bibi ini mencari putrinya, bukan untuk menemuimu secara khusus." Fang Yin tidak ingin pria itu tau akan tujuannya yang sebenarnya.


Pria itu melihat ke arah wanita yang berdiri ketakutan di samping Fang Yin.

__ADS_1


"Apa yang kamu inginkan?" tanya pria itu dengan suara baritonnya.


"Aku ingin menjemput putriku pulang, Tuan Song Palao." Wanita itu berbicara sambil menunduk.


Pria yang dipanggil Song Palao itu tidak menunjukkan kemarahan. Sebuah senyum licik tersungging di bibirnya.


"Aku ingin mengadakan tawar menawar padamu. Jika gadis ini bersedia untuk tinggal maka aku akan memanggil putrimu kemari dan kamu bisa membawanya pulang."


"Ap-apa? Tapi aku tidak mengenal nona ini, bagaimana bisa aku memintanya menggantikan putriku." Wanita itu merasa tidak enek pada Fang Yin karena telah membawanya ke dalam masalah pelik.


Pria itu kembali duduk.


"Kamu tahu berapa hutang suamimu? Sebenarnya aku merasa rugi telah menerima putrimu yang tidak terlalu cantik itu untuk membayarnya. Sekarang terserah kamu. Jika tidak ada urusan lagi kalian boleh pergi sebelum aku berubah pikiran."


Wanita itu terlihat kebingungan dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Hati kecilnya melarangnya untuk berbuat jahat kepada Fang Yin yang telah membantunya.


"Aku akan tinggal di sini. Cepat bawa putrinya kemari!" tegas Fang Yin.


"Nona!" Wanita itu terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa.


Song Palao tersenyum senang dan meminta kedua pria tadi untuk menjemput putri dari wanita itu.


Fang Yin tidak ingin kehilangan Kitab Sembilan Naga bintang enam. Dia harus segera mendapatkannya meskipun dia harus berada di tempat yang sangat berbahaya.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2