
Fang Yin menatap tajam Kaisar Jing. Dari sorot matanya memang tidak ditemukan sebuah kebohongan. Namun dia merasa sangat aneh mengingat aura ditubuh pria didepannya itu menunjukkan kekuatan yang berada jauh di atasnya.
"Aku bukan anak kecil yang bisa dibujuk dengan sikap manismu, Tuan. Setiap kejadian pasti ada karena sebab. Melanjutkan jurus ini atau menghentikannya hasilnya akan sama buatku dan berbeda untuk kalian. Setidaknya wanita ini akan menjadi hukum karma bagi peradaban yang merendahkannya!" Fang Yin masih mengira jika dia akan mati setelah ini.
Kaisar Jing terlihat berpikir. Meskipun dirinya tidak suka dengan kebiasaan menindas wanita yang telah mendarah daging di masyarakat. Namun bukan hal yang mudah untuknya mengubah kebiasaan itu.
"Apakah aku harus berlutut di hadapanmu baru engkau percaya, Nona?" Kaisar Jing tidak ingin memperpanjang masalah dan membuat keadaan semakin memburuk.
Para kultivator yang berkumpul di sekitar tempat itu mendengar semuanya. Mereka tidak rela jika pemimpin mereka merendahkan harga dirinya di hadapan seorang wanita.
"Tunggu Kaisar Jing! Sebaiknya Anda pikirkan lagi!" teriak salah seorang kultivator mencoba memberanikan diri mengeluarkan pendapatnya.
"Hahaha! Baru saja aku ingin percaya padamu. Kau dengar itu! Sebenarnya aku sedikit terkejut setelah tahu siapa dirimu, tetapi jangan harap aku akan menghentikan ini. Kamu sudah terlalu kejam terhadap wanita. Aku ingin penduduk di seluruh benua ini membuka mata mereka dan melihat bahwa seorang wanita juga bisa membuat sebuah negeri tidak berdaya." Fang Yin bicara dengan berapi-api.
Kaisar Jing terkesiap mendengarnya. Dia merasa jika akan semakin sulit untuk meredam amarah Fang Yin.
"Kalian semua tidak mengerti arti suku es bagi negeri ini. Jangan memandang statusnya sebagai seorang wanita! Tidak peduli dia seorang wanita atau pria, dia tetaplah seorang pahlawan."
Semua kultivator itu terdiam setelah mendengar ucapan Kaisar Jing. Menyadari akan kekeliruannya mereka segera berlutut. Salah-salah mereka bisa dipenggal jika tidak segera.
"Ampuni kami Kaisar Jing! Kami dengan segenap hati menyerahkan diri kami."
Kaisar Jing melihat seluruh kultivator yang hadir di sana berlutut lalu kembali melihat ke arah Fang Yin.
"Kau lihat itu, Nona! Semua ini bukanlah sebuah sandiwara."
Fang Yin masih terdiam. Dia belum bisa mengambil keputusan besar untuk membatalkan jurusnya.
Melihat masih ada keraguan di mata Fang Yin, Kaisar Jing kembali melihat ke arah para kultivator yang tengah berlutut padanya.
__ADS_1
"Yang bertanggung jawab atas hidup kalian saat ini adalah Nona ini. Percuma kalian memohon ampun padaku, hidupku sendiri saja aku tidak tahu."
Baru kali ini para kultivator itu melihat ketidakberdayaan Kaisar Jing yang perkasa.
"Ampuni kami, Nona. Kami mohon hentikan bencana ini. Atas nama seluruh rakyat Benua Utara kami memohon pengampunan." Salah satu dari mereka mewakili untuk berbicara.
Kali ini Fang Yin mulai berpikir ulang. Jika dia berubah pikiran sebenarnya semua itu dia lakukan bukan untuk mereka. Fang Yin tidak ingin membunuh orang-orang tak berdosa yang tidak tahu apa-apa.
"Aku tidak bisa membatalkan jurus ini dengan cuma-cuma. Aku tidak melihat kesungguhan di wajahmu untuk melindungi negerimu."
Ucapan Fang Yin menjadi tamparan keras untuk Kaisar Jing. Dia menyadari belum melakukan apa-apa untuk memohon.
Kaisar Jing melipat kedua kakinya dan berlutut di hadapan Fang Yin.
"Aku akan memenuhi syarat yang kamu minta asal kamu membatalkan jurus ini." Kaisar Jing tunduk di hadapan Fang Yin.
Di luar dugaan Fang Yin dan semua orang yang ada di tempat itu, Kaisar Jin mengumpulkan seluruh kultivasinya dalam sebuah kristal energi. Butuh nyali yang besar untuk melakukan itu.
Tubuh Kaisar Jing menjadi kosong dan sama sekali tidak memiliki energi spiritual. Dia mengabaikan bahaya yang bisa saja mengancam nyawanya..
'Gila! Dia rela mempertaruhkan hidup dan kewibawaannya demi rakyatnya. Aku tidak punya alasan lagi untuk mengabaikannya. Mungkin aku harus sedikit menurunkan egoku dan memenuhi permintaannya.' Fang Yin menarik tangan kirinya dan seluruh energi yang dikeluarkannya.
Angin yang semula bertiup kencang perlahan menjadi tenang. Gumpalan awan salju di langit masih terlihat seperti semula karena Fang Yin tangan kanannya masih menjaganya.
Kristal energi Kaisar Jing kini telah berpindah ke tangan kiri Fang Yin. Semua kultivator yang berada di sana terlihat cemas. Mereka takut jika Fang Yin benar-benar menyerap kristal energi itu dan menjadikan Kaisar Jing menjadi orang yang tidak berguna.
Tubuh Kaisar Jing menggigil dan turun secara perlahan ke tanah. Tanpa kekuatannya dia tidak kuasa menahan hawa dingin di sekitarnya.
Semua orang yang berada di sana merasa iba melihat keadaannya. Namun Fang Yin masih terlihat santai. Dia ingin menguji para kultivator itu. Apakah mereka menaati perintah Kaisar Jing dan setia kepadanya di saat keadaannya seperti ini atau memberontak melawan Fang Yin dengan alasan untuk menyelamatkannya.
__ADS_1
Wajah-wajah sedih membuat Fang Yin ingin segera mengakhiri permainannya. Setelah beberapa waktu menunggu, tidak ada pergerakan yang dilakukan oleh para kultivator itu.
Fang Yin masih menyimpan kristal energi milik Kaisar Jing di tangan kirinya. Amarahnya yang mulai mereda membuatnya dengan mudah menarik Jurus Badai Es tanpa keterpaksaan.
Dalam sekali tarikan energi, keadaan alam mulai berubah. Gumpalan-gumpalan awan bersalju mulai terurai dan kembali menjadi awan biasa. Udara dingin pun berangsur-angsur menjadi biasa.
Kristal es di bawah kaki Fang Yin bergerak merendah dan membawa tubuhnya menginjak tanah. Mahkota es di kepalanya memudar lalu menghilang, seiring dengan itu warna rambutnya pun kembali menghitam.
Fang Yin berjalan menghampiri Kaisar Jing yang masih berlutut. Semuanya cukup jelas. Kaisar Jing adalah seorang pemimpin yang pantas untuk diberikan penghormatan.
"Bangunlah!" seru Fang Yin.
Kaisar Jing berdiri dan memberi hormat pada Fang Yin sebagai ucapan terimakasih. Dia yakin setelah ini rakyatnya tidak akan menyalahkannya atas kebodohannya yang menyerahkan seluruh kultivasinya pada lawan.
"Ambil ini! Aku tidak membutuhkannya. Kuharap setelah ini kalian akan memperlakukan wanita lebih bermartabat. Kami tidak membutuhkan disejajarkan dengan pria, tetapi kami ingin melakukan apa yang kami inginkan itu saja." Fang Yin mengembalikan kristal energi Kaisar Jing padanya.
Kaisar Jing menerimanya dengan senang hati. Untuk yang kedua kalinya dia merasa berhutang pada Fang Yin. Dia memiliki seluruh kultivasinya kembali.
"Terimakasih, Nona. Aku tidak akan melupakan segala kemurahan hatimu ini." Kaisar Jing kembali memberi hormat pada Fang Yin.
Merasa tidak ada urusan lagi, Fang Yin melangkah meninggalkan tempat itu tanpa berkata-kata lagi.
"Tunggu, Nona!" seru Kaisar Jing yang membuat langkah kakinya terhenti.
Fang Yin berbalik menatap Kaisar Jing yang berjalan menghampirinya.
****
Bersambung ....
__ADS_1