Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 130


__ADS_3

Kedatangan simbol mantra yang begitu cepat itu membuat Fang Yin tidak mampu menghindar.


Di saat yang mendesak itu, Fang Yin menghantam kultivator itu dengan pukulan energi di tangannya sebelum simbol mantra itu menimpa tubuh mereka berdua.


Simbol Dewi Naga di punggung Fang Yin menyala dan membungkus tubuh Fang Yin dengan cahaya energi ketika simbol mantra kultivator itu begitu dasyat menghantam tubuhnya.


Fang Yin kehilangan kesadarannya dan jatuh tertelungkup di atas tubuh kultivator yang telah hancur menjadi abu.


Efek dari simbol mantra yang meledak itu membuat dinding es yang dibuat oleh Fang Yin hancur menjadi butiran salju disertai gelombang energi yang dasyat dan membuat semua orang yang berada di sekitar tempat itu terguncang.


Sebagian di antara mereka jatuh terjerembab dan berusaha untuk mencari tempat untuk berpegangan.


Setelah semuanya mereda, Klan Shi dari suku es yang diselamatkan oleh Fang Yin berjalan menembus kabut salju bercampur dengan debu yang masih menutupi tempat di mana Fang Yin bertarung.


Mereka merasa tidak sabar ingin melihat keadaan Fang Yin dan lawannya.


"Sheng Mo memang sangat kejam. Dia tidak segan-segan untuk membantai keturunan suku es yang di temuinya," ucap salah satu anggota rombingan Yue Jie.


Kultivator itu ternyata adalah Sheng Mo, orang yang telah membunuh banyak sekali keturunan suku es. Dia juga merupakan salah satu kultivator yang turut andil dalam membantu Kaisar Ning dalam membantai seluruh Klan Gu, keluarga ayah Fang Yin.


'Aku senang melihatnya hancur menjadi abu. Meskipun Yang Mulia tidak menganggapku lagi sebagai selirnya.' Yue Jie kembali teringat akan peristiwa menyakitkan yang membuatnya harus meninggalkan istana kerajaan itu secara tidak hormat dan kehilangan putrinya.


Yue Jie tidak tahu jika sesaat sebelum kematiannya, Kaisar Gu telah mengetahui jika semua yang dituduhkan kepadanya itu tidaklah benar.


Semua orang terlanjur tahu jika dia dan Fang Yin bukanlah bagian dari keluarga Kaisar Gu.


Kabut dan debu yang menyelimuti tempat itu semakin menipis dan membuat jarak pandang mereka semakin jauh dan meluas.


Mereka mulai mencari-cari di mana Sheng Mo dan Fang Yin.


"Hei! Dia selamat! Dia selamat!" seru seorang pria ketika menemukan Fang Yin sedang terbaring dengan posisi tertelungkup tak sadarkan diri.


Anggota Klan Shi yang lain pun berlarian menghampiri pria itu.

__ADS_1


Mereka terlihat sangat senang, apalagi setelah melihat tubuh Sheng Mo hancur tak berbentuk dan sisanya menjadi abu.


Yue Jie merasa penasaran dengan sosok yang memiliki ciri-ciri mirip dengan Fang Yin tersebut dan mengikuti rombongannya membawa Fang Yin masuk ke rumah seorang warga untuk mengobati lukanya.


Seorang pria dari anggota Klan Shi akan memulai mengobati Fang Yin. Semua orang mengira jika Fang Yin adalah seorang pria. Saat dia akan membuka penutup keplanya sebelum mengganti baju Fang Yin yang robek di beberapa bagian, Fang Yin tersadar dan memegang lengan pria itu sebelum menyentuh kain penutupnya.


"Maaf Tuan, saya hanya ingin mengganti baju Anda dan mengobati luka-luka Anda," ucap pria itu merasa ngeri dengan tatapan Fang Yin yang terlihat menakutkan.


Mata Fang Yin membulat sempurna setelah mendengar ucapan pria itu.


'Hampir saja aku ketahuan. Dan yang lebih mengerikan lagi dia adalah seorang pria. Hiiii!' Fang Yin bergidik membayangkan pria itu mengganti pakaiannya dan melihat lekuk tubuhnya.


Tidak ingin mendapat perlakuan istimewa atau pertolongan dari mereka, Fang Yin memilih untuk menunjukkan jika dirinya sudah baik-baik saja.


Dia berjalan keluar dari rumah itu diikuti oleh pria itu. Fang Yin menghentikan langkahnya ketika berada di hadapan Yue Jie. Ingin sekali dia berhambur memeluk ibu kandungnya itu tetapi dia harus menahan dirinya.


Tidak ada yang boleh tahu jika dirinya masih hidup sebelum dia benar-benar mencapai ranah kultivasi tertinggi dan memiliki pasukan untuk mengambil alih Kekaisaran Benua Timur.


Di dunia tempat Fang Yin tinggal saat ini, kekuatanlah yang berbicara. Itu bukanlah suatu yang mudah untuk seorang wanita seperti Fang Yin. Namun tekatnya yang sangat kuat membuatnya merasa yakin jika dia bisa mengembalikan nama baik ibunya dan merebut istana itu kembali.


Yue Jie dan Fang Yin saling berpandangan dengan perasaan yang sulit dijabarkan.


"Siapa namamu?" tanya Yue Jie lembut.


Fang Yin meraih sebuah ranting dan menulis sesuatu di tanah.


'Pendekar Cadar Perak.'


"Kamu memiliki banyak luka. Pakailah ini!" Yue Jie memberikan sebuah kantung yang berisi serbuk untuk luka.


Fang Yin mengangguk lalu memberi hormat pada ibunya. Dia sangat familiar dengan aroma serbuk obat luka itu. Saat tinggal di istana, ibunya sering sekali mengobati lukanya dengan serbuk itu.


'Sepertinya aku juga harus memberikan sesuatu untuk ibu.' Fang Yin berjalan ke sebuah penjual tinta dan membelinya yang berwarna emas.

__ADS_1


Fang Yin mengeluarkan selembar sapu tangan dari cincin penyimpanannya lalu menuliskan sesuatu di sana.


Yue Jie dan yang lainnya bersiap untuk melanjutkan perjalannya dan berpamitan kepada Fang Yin. Mereka sangat berterimakasih padanya dan hendak memberikan hadiah, tetapi Fang Yin menolaknya.


Dengan langkah pelan, Fang Yin datang menghampiri Yue Jie dan memberikannya sebuah gulungan yang berisi pesan yang dia tulis di dalam sapu tangannya.


Setelah memberikan itu, Fang Yin pergi dari hadapan Klan Shi untuk bersembunyi. Mereka tidak tahu jika Fang Yin masih ingin tinggal dan menginap di sana untuk beberapa waktu hingga mendapat informasi tentang Pendekar Iblis Buta.


Rombongan Klan Shi mengira jika Fang Yin telah pergi dari desa itu mendahului mereka.


Merasa sangat penasaran dengan isi gulungan yang diberikan oleh Fang Yin, Yue Jie ingin segera membukanya.


Kini mereka telah berada di luar desa dan menuju kembali ke tempat tinggal mereka setelah membeli segala yang mereka butuhkan.


Yue Jie sedikit menepi dari rombongan dan membuka gulungan itu dengan hati-hati. Jatungnya berdebar-debar seperti ketika dia mendapatkan surat lamaran dari Kaisar Gu.


Selembar sapu tangan hampir terjatuh saat dia membuka gulungan itu. Yue Jie mengambilnya lalu membentangkannya agar bisa membaca pesan yang tertulis di sana.


'Ibu ... aku adalah Gu Fang Yin. Saat ibu membaca tulisan ini mungkin aku sudah jauh berlalu. Ampuni aku yang telah menyembunyikan jati diriku di hadapanmu. Semua ini aku lakukan demi sebuah tujuan. Aku ingin menjadi orang yang kuat untuk mengambil kembali apa yang seharusnya kita miliki, nama baik, kehormatan, dan kekuasaan. Tetaplah tinggal di Klan Shi hingga aku datang menjemputmu dengan membawa kemenangan. Aku merindukanmu, Ibu.'


Yue Jie tidak bisa menahan dirinya lagi lalu berlari menyibak rombongan yang berjalan di hadapannya berharap bisa mengejar Fang Yin.


"Yin'er! Yin'er! Yin'er! Jangan tinggalkan ibu! Yin'er! Tunggu ibu!" teriak Yue Jie sambil menangis.


Dia tidak mempedulikan tatapan keheranan dari rombongan yang merasa aneh saat melihatnya seperti orang gila.


Beberapa orang mengejarnya dan berusaha untuk menenangkannya.


Di tempat yang tersembunyi, seorang gadis sedang menangis tanpa suara melihat Yue Jie terus berlari sambil meneriakkan namanya.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2