
Pasukan yang dipimpin oleh Tian Feng akan diberangkatkan malam ini juga. Mereka membawa pasokan makanan yang cukup banyak juga perbekalan mereka sendiri. Para pemberontak tidak akan menyadari kedatangan mereka yang tidak biasa.
Pada pengiriman sebelum-sebelumnya, mereka sampai di lokasi pada siang dan pagi hari. Mereka juga hanya membawa beberapa prajurit yang ahli bela diri sehingga musuh bisa dengan mudah mempecundangi mereka. Seluruh barang bawaan dirampas sebelum sampai di lokasi pengiriman.
Penguasa wilayah perbatasan barat terkejut dengan kedatangan pasukan dan bahan makanan dari istana. Akan tetapi, mereka merasa sangat bersyukur mengingat bencana kelaparan yang mereka alami akan segera berakhir. Para penduduk bersorak senang menyambut kedatangan mereka.
Tian Feng membaginya secara adil. Sebagian besar mereka simpan di gudang besar untuk stok selama kurang lebih satu bulan.
"Qing Yun mengucapkan banyak terimakasih, Tuan." Penguasa perbatasan barat memberi hormat pada Tian Feng.
"Berdirilah! Ini memang sudah menjadi tugas kami. Semoga saja para pemberontak bisa segera kita atasi. Mereka sangat mengganggu ketentraman di wilayah ini." Tian Feng memutar tubuhnya ke samping.
Qing Yun belum mengenali Tian Feng karena hari sangat gelap. Di wilayah Benua Timur, Tian Feng lebih dikenali sebagai pendekar seribu mata. Dia memberikan tempat khusus untuk Tian Feng dan pasukannya di aula yang sangat luas.
Sumber daya di wilayah itu terbilang sangat kaya tetapi masyarakat yang tinggal di sana tidak memiliki kemampuan yang memadai. Banyak sekali lahan-lahan kosong dengan kesuburan yang tinggi. Keberadaan wilayah perbatasan barat berada di dataran tinggi sehingga memungkinkan jamur dan tanaman obat tertentu bisa dibudidayakan di sana.
Di saat semua orang tertidur, Tian Feng pergi keluar untuk berjalan-jalan. Dia melihat lihat ke seluruh wilayah perbatasan barat. Banyak sekali sumber daya alam yang belum digali secara optimal.
Setelah berhasil mengatasi masalah pemberontakan dia akan mengabarkan keadaan ini kepada Fang Yin. Dengan begitu ekonomi di wilayah ini bisa meningkat dan ketergantungan terhadap pemerintah pusat akan berkurang. Tian Feng sangat yakin jika wilayah perbatasan barat akan menjadi negeri yang maju.
Tian Feng mengelilingi hampir seluruh wilayah perbatasan barat. Tidak ada tempat yang terlewat secara keseluruhan baik wilayah perbukitan dan dataran telah disinggahinya. Dia juga mengintai markas pemberontak yang mendiami sebuah desa yang cukup besar.
Penduduk desa tidak mengetahui akan kedatangannya, begitu juga beberapa anggota pemberontak yang masih terjaga. Mereka tidak waspada karena tidak tahu akan kedatangan pasukan yang dipimpinnya. Diam-diam Tian Feng mengamati kekuatan lawan dan kemungkinan strategi yang akan diambilnya.
Cukup lama Tian Feng berada di sana, tetapi setelah berhasil mendapatkan informasi yang dia inginkan, dia segera kembali ke kediaman Qing Yun.
__ADS_1
"Selamat malam, Tuan Feng!" sapa penjaga yang melihat kedatangan Tian Feng.
"Selamat malam. Apa yang kalian lakukan? Mengapa kalian tidak beristirahat saja?" tanya Tian Feng.
"Kami berjaga secara bergiliran. Kebetulan kami melihat Anda berjalan-jalan di luar," jelas penjaga.
"Oh, aku tidak bisa tidur lalu aku pergi melihat-lihat wilayah musuh. Sebelum matahari terbit kita sudah harus mengatur rencana penyerangan. Semakin cepat akan lebih baik karena saat ini mereka belum mengetahui kedatangan kita di sini." Tian Feng tidak tahu jika salah satu mata-mata pemberontak telah mengetahui kedatangannya bersama pasukan dan melapor sesaat setelah dia pergi meninggalkan markas mereka.
Tian Feng tidak tidur dan memilih untuk berkultivasi sambil menunggu seluruh pasukannya siap. Mereka sepakat untuk berkumpul di halaman depan sebelum memulai penyerangan. Ada beberapa pembekalan yang akan dilakukan olehnya sebelum berangkat.
Apa yang terjadi tidak sesuai dengan rencana Tian Feng. Sebelum pasukan siap, para pemberontak sudah menyerang lebih dahulu setelah mata-mata mengabarkan kedatangan bahan makanan yang banyak dari istana dan disimpan di sini. Mereka segera bersiap melakukan penyerangan mendadak. Sebelum-sebelumnya mereka selalu berhasil merampas banyak sekali bahan makanan dengan mudah.
Suara pasukan berkuda dari pemberontak terdengar di kejauhan. Tian Feng segera bangkit dari meditasinya dan berteriak untuk mempersiapkan pasukan sebelum mereka tiba. Dia tidak menyangka jika para pemberontak sangat licik dan membuat rencananya menjadi berantakan.
'Dari mana mereka tahu berita kedatanganku bersama pasukan? Saat aku mengintai markas mereka keadaan terlihat tenang. Tidak ada gerak-gerik yang mencurigakan dan tanda-tanda akan menyerang. Mungkin saja mereka mendapatkan informasi setelah aku pergi dari sana.' Tian Feng bermonolog dalam hati.
Tidak ingin banyak korban dari pihaknya, Tian Feng memilih untuk berada di garda depan. Belum jelas seperti apa serangan yang akan dilancarkan oleh pemberontak. Dia berniat untuk membuat formasi pengepungan dengan tujuh puluh persen pasukan tersembunyi.
Mereka sudah berada di posisi mereka masing-masing sebelum musuh tiba di sana. Secara sekilas musuh akan melihat jika hanya ada sedikit penjaga. Namun, setelah mereka terjebak di tengah arena, pasukan tersembunyi akan menggempur mereka.
Tian Feng duduk di atas kudanya dan memasang benteng pertahanan untuk menghalau pasukan lawan. Dengan sebuah serangan energi yang dilepaskannya, kuda-kuda milik musuh tumbang lalu lari terbirit-birit ketakutan. Kini pasukan pemberontak menyerang tanpa tunggangan ke arah Tian Feng dan pasukannya.
Untuk menjebak mereka ke titik yang sudah dipersiapkan, Tian Feng mengendorkan serangan dan membiarkannya masuk ke dalam jebakan. Mereka akhirnya terkepung oleh pasukan istana yang jumlahnya dua kali lebih banyak dari pasukan mereka.
"Sial! Siapa kamu sebenarnya?" seru pemimpin pemberontak.
__ADS_1
"Lemparkan senjata kalian!" seru Tian Feng memerintah para pemberontak untuk meletakkan senjatanya.
Mereka tak bergeming dan masih berharap bisa keluar dari kepungan Tian Feng.
"Baiklah. Rupanya kalian masih ingin bermain-main denganku." Tian Feng mengangkat pedang di tangan kanannya dan menggerakkannya memutar.
Isyarat itu langsung ditanggapi oleh pasukannya. Pasukan pemanah bersiap mengarahkan panahnya pada para pemberontak. Tian Feng melakukan gerakan dan menambahkan energi api pada anak panah pasukannya.
Nyali sebagian pasukan pemberontak menciut tetapi sebagian lain masih ingin melawan. Sebagian dari mereka melemparkan pedangnya dan sebagian lain tetap memegang senjata di tangannya.
Pasukan pemanah sudah menandai mereka dan memilih siapa yang harus dipanah. Saat Tian Feng memberi aba-aba untuk melepaskan anak panahnya, mereka sudah tahu ke mana akan mengarahkannya. Meskipun ada penduduk desa di dalam pasukan pemberontak tetapi Tian Feng menyaringnya dengan pelemparan senjata ini.
Setelah tidak ada lagi senjata yang dijatuhkan, Tian Feng segera mengisyaratkan pada pasukannya untuk melepaskan anak panahnya. Tubuh pemberontak yang terkena panah api terbakar dan menjadi hangus sedangkan orang yang telah menjatuhkan pedangnya selamat. Kebanyakan mereka adalah warga perbatasan barat yang telah dihasut oleh pemberontak
Pemimpin pemberontak sengaja dibiarkan hidup oleh Tian Feng. Dia hanya mendapatkan luka panah di salah satu kaku dan telapak tangan kanannya. Tian Feng sangat yakin jika ada kelompok yang lebih besar yang mendalangi pemberontakan ini.
Pasukan pemberontak yang menyerah dikumpulkan dan ditawan di ruangan khusus. Nantinya, mereka akan diberi bimbingan sebelum dikembalikan ke masyarakat. Otak mereka sudah dicuci sehingga tidak mempercayai pemerintahan yang kini dipimpin oleh Jian Heng dan Fang Yin.
Pemimpin pemberontak yang tertangkap akan ditawan di tempat yang berbeda untuk diinterogasi. Tian Feng berharap akan mendapatkan informasi darinya dan menangkap otak pemberontak yang sebenarnya. Namun, kebanyakan penjahat yang tertangkap memilih untuk mati ketimbang membuka mulutnya.
Qing Yun datang menghampiri Tian Feng dan pasukannya.
"Ampun, Tuan. Maaf karena semalam saya tidak mengenali Anda, Tuan Pendekar Seribu Mata." Qing Yun menyatukan kedua tangannya di hadapan Tian Feng.
Kepala pemberontak ternganga melihatnya. Ini baru pertama kalinya dia melihat pendekar yang hanya dia dengar nama besarnya saja. Dia teringat cerita ibunya tentang Pendekar Seribu Mata yang pernah menyelamatkan wilayah ini dari wabah mematikan.
__ADS_1
****
Bersambung ....