
Panglima Jing memerintahkan penyerangan dari segala penjuru membuat Raja Yang Siau Hong yang masih bersantai kelabakan.
Serangan mendadak Panglima Jing bisa dikatakan sebagai serangan balas dendam untuk Raja Yang. Sebelumnya Raja Yang memberontak dan menyerang pasukan Panglima Jing yang belum siap.
Raja Yang Siau Hong akhirnya keluar dengan empat orang kultivator yang mendukungnya. Mereka pergi kehadapan Panglima Jing dan Fang Yin.
"Bedebah kalian! Beraninya kalian membuat kerusuhan di saat kami belum bersiap!" seru Raja Yang dengan marah.
Panglima Jing menyunggingkan senyum miring sambil bersiap untuk melakukan serangan. Aura berwarna merah darah menyelimuti seluruh tubuhnya.
Baru pertama kalinya Fang Yin melihat aura yang sangat kuat dengan jenis Qi yang sangat unik. Qi yang dimiliki oleh Panglima Jing merupakan jenis Qi Cahaya Merah yang sangat langka.
Dalam sejarah hanya ada satu suku yang terlahir dengan Qi ini yaitu Suku Pedang Seribu. Suku ini memiliki persebaran di seluruh benua dan pernikahan campuran yang membuat darah keturunan mereka tidak murni.
Hanya tinggal segelintir orang saja yang memiliki Qi Cahaya Merah yang tinggal berpencar dan sulit untuk dikenali.
"Kamu yang mulai melakukan ini. Aku hanya mengikuti apa yang kamu lakukan agar kamu merasakan apa yang kami rasakan beberapa waktu lalu." Panglima Jing menghunus pedangnya yang telah dialiri oleh energi.
Di sekeliling mereka pertarungan terjadi dengan sengit antara prajurit Panglima Jing dan Raja Yang. Banyak sekali prajurit dari Raja Yang yang terbunuh oleh pasukan panglima Jing.
Jumlah pasukan Panglima Jing memang kurang dari separuh dari pasukan Raja Yang. Namun setelah mendapatkan teknik beladiri dari Fang Yin, keberanian mereka meningkat dan berusaha keras untuk meraih kemenangan.
Keempat kultivator yang berada di sisi kanan kiri Raja Yang mulai bergerak untuk menyerang prajurit Panglima Jing.
Fang Yin tidak membiarkan prajurit dari Panglima Jing menjadi korban keganasan mereka yang memiliki kekuatan yang tidak sebanding.
Para kultivator itu terkejut dengan kedatangan Fang Yin yang tiba-tiba menghadang di depan mereka.
"Minggir kamu, Anak Muda! Cari mati saja!" seru salah satu kultivator menganggap remeh Fang Yin yang tidak mengeluarkan aura energinya.
"Aku tidak takut meskipun kalian semua menyerangku bersama-sama!" Fang Yin tersenyum miring di balik cadarnya.
"Sombong! Aku pastikan aku akan merobek-robek mulut sombongmu itu!" seru kultivator lain menimpali.
__ADS_1
Fang Yin merasakan tingkatan energi dari keempat kultivator itu berada di tingkatan ranah bumi bintang atas. Memang jika dibandingkan dengan prajurit yang hanya mengandalkan latihan mereka memiliki keunggulan. Namun jika dibandingkan dengan Fang Yin mereka berempat bukan tandingannya.
Meskipun demikian, Fang Yin tetap harus berhati-hati dan tidak boleh gegabah. Bisa saja keempat kultivator itu memiliki kemampuan khusus di luar kultivasi yang melebihi perkiraan.
Dengan mata elangnya keempat kultivator mengambil kesempatan untuk menyerang Fang Yin yang terlihat tidak memiliki energi yang terlihat.
Fang Yin datang menyongsong mereka dengan pedang di tangannya. Aliran Qi berwarna hitam menyelimuti pedang Fang Yin.
Mereka tidak mengenal aura hitam di dalam pedang Fang Yin dan masih berpikir jika Fang Yin adalah orang yang lemah. Mereka masih sangat yakin bisa membunuh Fang Yin dalam satu jurus saja.
Merasa kurang leluasa dengan bertarung di atas kuda, Fang Yin melompat turun dan menahan serangan keempat kultivator itu. Ternyata mereka juga memiliki keterampilan pedang yang mampu membuat Fang Yin harus bekerja lebih keras lagi.
Trang! Trang! Trang!
Suara senjata beradu terdengar sangat nyaring hingga membuat siapapun yang mendengarnya akan merasa ngilu.
Fang Yin dan keempat kultivator itu turut menjadi penyumbang kebisingan yang terjadi. Pedang Fang Yin patah menjadi dua bagian ketika dia sedang menahan serangan mereka.
Fang Yin menerobos kuncian mereka dengan melompat ke udara untuk menghindar.
Di kejauhan Panglima Jing yang sedang berperang melawan Raja Yang terlihat mengkhawatirkan Fang Yin. Begitu juga dengan Yonjie yang kebetulan sedang bertarung didekat Fang Yin.
Mereka kembali merasa lega ketika melihat sebuah pedang berkilau beraura naga tiba-tiba muncul di tangan Fang Yin.
Fang Yin kembali turun ke hadapan keempat kultivator pedang yang tercengang melihat pedang Fang Yin. Mereka terlihat sedang saling bertatapan seperti sedang mendiskusikan sesuatu dengan telepati mereka.
Apapun rencana yang mereka susun, Fang Yin tetap waspada dan terus berusaha untuk melawan mereka dengan seluruh kemampuannya.
Keempat kultivator pedang itu menyatukan kekuatan mereka dan membuat sebuah formasi.
Fang Yin kembali melompat ke udara ketika para kultivator itu telah berhasil membentuk formasi mereka. Aura kuat dari Jurus Pedang Yin Yang menimbulkan hawa yang panas di sekeliling Fang Yin.
Pagi yang sejuk itu berubah menjadi sangat panas dan membuat para prajurit yang bertempur di sekelilingnya menyingkir ke tempat yang jauh.
__ADS_1
Formasi empat elemen pedang. Itulah nama teknik yang digunakan oleh lawan Fang Yin kali ini. Pedang keempat kultivator itu kini melayang-layang di udara sejajar dengan tinggi keberadaan Fang Yin.
Pedang keempat kultivator itu mulai bergerak serempak dengan pengendalian jarak jauh dari pemiliknya. Keempat pedang dengan bentuk, ukuran dan warna Qi pendukung yang berbeda-beda melesat ke arah Fang Yin dengan sangat cepat.
Ketika pedang itu menghampirinya, Fang Yin telah siap dengan pedangnya.
Suara pedang beradu kembali terdengar menyelimuti markas Raja Yang. Sebagian tempat terbakar oleh energi yang tidak mengenai sasaran. Di dalam pertarungan yang lumayan besar seperti ini memungkinkan seseorang terluka atau meninggal akibat tanpa sebuah kesengajaan.
Permainan pedang Fang Yin membuat energi pedangnya terus meningkat dan memancar keluar dari pedang itu. Tubuh Fang Yin bergerak sangat lincah di udara. Dia melawan pedang-pedang yang digerakkan dengan format empat elemen pedang.
Keempat kultivator itu tidak ingin kalah melihat Fang Yin yang mampu menghalau pedang terbang milik mereka.
Boom! Boom!
Ledakan keras terdengar ketika pedang Fang Yin beradu dengan keempat pedang kultivator yang meluncur dan terus membuatnya terpojok.
Srett!
Salah satu pedang kultivator itu berhasil menyabet lengan kiri Fang Yin dan membuatnya terluka.
Melihat darahnya menetes, emosi Fang Yin bangkit dan menatap keempat kultivator itu dengan tatapannya yang menakutkan.
Fang Yin melakukan jurus pedang yang dia padukan dengan jurus merendahkan bayangan. Tubuhnya yang berputar sangat cepat membuat keempat kultivator itu merasa kesulitan untuk menyerang Fang Yin.
"Sial! Pemuda ini membuat aku kewalahan saat menghadapinya. Dia terlihat seperti menghilang."
"Benar. Apakah kita akhiri saja formasi ini?" jawab yang lainnya.
"Sepertinya itu lebih baik. Kita lawan dia dengan kemampuan kita masing-masing saja."
Mereka berdiskusi untuk menentukan serangan pada Fang Yin.
****
__ADS_1
Bersambung ...