Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 149


__ADS_3

Di tangan Han Wu, terlihat sebuah batu bercahaya kemerahan berbentuk bola berwarna merah dengan aura energi yang pekat.


Batu bercahaya itu dikenal sebagai 'Mutiara Naga Merah'.


Artefak ini mampu membuat pemiliknya menyembunyikan energi dan tingkat kultivasinya dengan rapi hingga dia terlihat seperti seorang manusia biasa.


"Apakah ini untukku, Kek?" tanya Fang Yin menerima pil itu.


"Ambilah! Kamu lebih membutuhkannya."


Selama ini Fang Yin memang bisa membuat pil yang mampu menyembunyikan energinya di dalam penyamarannya. Namun efek dari pil itu memiliki estimasi yang bisa saja menjadi lebih cepat dari yang seharusnya.


Di masa mendatang Fang Yin akan sering melakukan penyusupan dan penyamaran yang mengharuskannya untuk menyembunyikan identitasnya sebagai seorang kultivator kuat.


"Cucu mengucapkan terimakasih. Semoga kakek panjang umur." Fang Yin berlutut dan memberi hormat pada Han Wu.


"Bangunlah! Kamu harus menggantinya dengan meneruskan cita-citaku. Baik aku maupun Da Xia, memiliki keterbatasan yang membuat kami sulit untuk mencapai ranah dewa."


Suara Han Wu terdengar parau dan tidak mampu melanjutkan kalimatnya.


Tanpa dijelaskan lebih lanjut, Fang Yin tahu jika kakeknya itu ingin dirinya menjadi seorang kultivator yang mampu menembus ranah Dewi.

__ADS_1


"Gu Fang Yin berjanji pada kakek dan paman untuk menjadi kebanggaan kalian. Meskipun jalanku tidak mudah, aku tidak akan pernah menyerah."


Han Wu dan Tian Feng tersenyum bangga pada gadis yang memiliki darah kedua klan mereka itu.


Simbol Dewi Naga di punggungnya akan menjadi kutukan yang mengerikan bagi para penghianat dan pemberontak Kekaisaran Gu.


...


Di Kekaisaran Ning penguasa Benua Timur saat ini sedang terjadi masalah serius.


Di dalam tubuh pemerintahan yang dikendalikan oleh Klan Ning diselimuti dengan persaingan dan rasa iri.


Hampir setiap hari selalu saja ada perdebatan yang terjadi mengenai perebutan jabatan dan misi.


Kedua putra Kaisar Ning yaitu Ning Yao Xi dan Ning Mu Shen saling bersaing untuk memperebutkan gelar sebagai putera mahkota.


Keduanya memiliki pendukung fanatiknya masing-masing.


Hari ini Kekaisaran Benua Timur mengadakan perayaan besar-besaran untuk memperingati hari lahir sang kaisar.


Kaisar Ning mengadakan sayembara untuk berburu binatang roh bagi anggota kerajaan di Hutan Bambu Emas yang berada di wilayah Benua Timur di sisi selatan.

__ADS_1


Kedua pangeran itu tidak mau kalah, mereka ingin mengikuti itu meskipun nyawa mereka menjadi taruhannya.


Dengan sumber daya yang cukup, kedua pangeran itu merasa sangat yakin bisa mendapatkan binatang roh yang menjadi tolak ukur kemenangan.


Waktu sayembara akan dilakukan keesokan harinya. Hari ini hanyalah pengumuman dan syarat-syarat sayembara saja.


Selain sayembara perburuan roh, Kaisar Ning juga mengadakan sayembara yang dibuka untuk umum.


Dia mengadakan ajang pencarian kultivator berbakat yang nantinya akan dia angkat menjadi pasukan khusus kerajaan.


Rakyat jelata dan para ahli bela diri berbondong-bondong untuk mendaftar. Meskipun kurang memperhatikan rakyatnya, Kaisar Ning memberikan gaji yang besar untuk pengikut setianya.


Orang yang bisa menembus dinding istana dan menjadi bagian dari kerajaan akan hidup makmur. Mereka tidak peduli dengan kondisi rakyatnya yang memiliki kesenjangan.


Banyak sekali rakyat kecil yang tertindas dan mereka wajib memberikan pajak yang besar untuk kerajaan.


Kesewenang-wenangan petugas kerajaan yang menarik pajak seringkali memakan korban. Mereka tidak segan-segan menyita barang berharga mereka, bahkan menyiksa mereka dengan kejam.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2