Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 83. Pertarungan Berakhir


__ADS_3

Bekuan di kaki Yuan Wong semakin merembet ke atas hingga membuatnya tidak bisa menggerakkannya lagi.


Yuan Wong mencoba mengalirkan Qi ke sana untuk menekan es itu agar tidak menjalar dan semakin menyebar. Namun sayang semuanya menjadi hal yang sia-sia.


Tubuh Yuan Wong terjatuh ke tanah dan kembali berubah wujud kembali ke dalam wujud manusianya.


Fang Yin tersenyum di balik cadarnya.


'Sial! Aku tidak bisa melawan es di kakiku ini. Aku tidak menyangka ada kultivator yang memiliki Qi Awan Salju di sini. Kalau tahu akan begini aku akan menunggu anak iblis ini pergi dari sini!' Yuan Wong merutuki kesialannya malam ini.


"Tuan!! Silakan kamu habisi pengacau itu!" Fang Yin memberikan satu nyawa itu pada Ketua Lama.


"Baiklah!" Ketua Lama mengangguk.


Ketua Lama segera mengayunkan pedangnya dan menebas leher Yuan Wong. Tubuh Yuan Wong terbakar hancur berkeping-keping menjadi arang.


Pertarungan malam ini telah usai dengan kemenangan di tangan Sekte Sembilan Bintang. Namun demikian kerusakan yang di derita sekte ini cukup parah.


Jian Heng dan tetua yang lainnya datang untuk menghampiri Fang Yin dan Ketua Lama. Mereka serempak untuk memberi hormat pada Ketua Lama.


Tubuh Fang Yin terlihat kehilangan keseimbangan. Setiap kali roh naga menguasainya, maka Fang Yin akan kehilangan kendali sebagian Qi di dalam tubuhnya dan ketika roh naga itu kembali masuk ke dalam kedalaman jiwanya Fang Yin harus berusaha keras mengontrol keseimbangan Qi dan energi pendukung di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Tidak banyak yang tahu tentang hal ini karena ilmu tentang perpindahan dan penyatuan jiwa tidak dikuasai oleh semua orang. Hanya ada segelintir orang yang mengetahuinya, yaitu orang yang menguasai Kitab Sembilan Naga bintang delapan dan sembilan.


Masalahnya, Fang Yin baru mendapatkan tiga bintang terbawah.


Melihat Fang Yin yang tidak mampu berdiri dengan benar, Jian Heng segera berlari menyongsongnya dan menjadikan tubuhnya sebagai pegangan.


"Xiao Yin, kamu baik-baik saja!" seru Jian Heng sambil memegang bahu Fang Yin dengan kedua tangannya.


"Aku baik-baik saja. Hanya kepalaku sedikit merasa pusing," ujar Fang Yin sambil memijat pelipisnya.


Semuanya kini beralih menatap Fang Yin dan berjalan menghampirinya.


Fang Yin terlihat kikuk karena ke pura-puraannya selama ini akhirnya terbongkar sudah. Dia meringis di balik cadarnya.


Ketua Lama tidak kalah terkejut melihat Tetua Ming dan Tetua Yu memanggil murid yang dia selamatkan itu dengan nama wanita.


"Jadi ... dia ... wanita?!" Ketua Lama tidak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya.


"Benar, Ketua Lama! Anak nakal ini selama ini telah berpura-pura menjadi murid yang bodoh. Ternyata dia begitu pandai dalam berbohong." Tetua Ming masih terlihat sangat emosi.


Kini giliran Ketua Lama yang menatap Fang Yin serius .

__ADS_1


"Aku ingin tahu alasan kamu melakukan semua ini anak muda. Jika jawabanmu bisa memuaskanku maka bukan cuma akan bebas dari hukuman tetapi aku juga akan memberimu sebuah hadiah." Ketua Lama berbicara serius pada Fang Yin.


"Tuanku, tidak ada kisah yang menarik dari hidupku yang layak aku ceritakan. Aku melakukan penyamaran ini demi menjaga ke


selamatanku dari kejaran kultivator yang ingin membunuhku. Aku mohon jangan salah paham tentang ke beradaanku di sini."


Ucapan Fang Yin di dukung oleh Jian Heng yang menjelaskan tentang apa yang dialami olehnya beberapa waktu ini.


Fang Yin tidak keberatan ketika Jian Heng menceritakan tentang tetua Akademi Tujuh Bintang yang melakukan percobaan pembunuhan dan pengejaran dengan menyewa beberapa orang kultivator yang berasal dari luar akademi itu.


Ketua Lama dan para tetua bisa menerima alasan itu.


"Xiao Yin! Bisakah kamu ikut denganku sebentar. Aku ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting padamu." Ketua Lama meminta Fang Yin untuk mengikutinya pergi ke villa belakang.


Tidak ada yang diijinkan untuk ikut bersama Ketua Lama dan Fang Yin karena mereka harus membereskan kekacauan yang terjadi akibat pertarungan di malam itu.


'Huhh! Sepertinya aku tidak akan beruntung hari ini, mengingat apa yang telah aku lakukan selama ini. Pasti Ketua Lama akan memberikan aku hukuman,' ucap Fang Yin dalam hati sambil berjalan mengikuti Ketua Lama.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2