Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 73. Merasa Bosan


__ADS_3

Sore itu, Fang Yin sedang melamun di atas pohon sambil menatap matahari yang hampir tenggelam.


Kenangan-kenangan dalam hidup Fang Yin dan Agata muncul secara bergantian membuat dirinya merasakan kerinduan yang mendalam.


Bayangan kehidupan ideal yang dia impikan seakan musnah berganti dengan kesepian tidak bertepi.


Kebosanan mulai merayapi hati Fang Yin dan membuatnya berpikir untuk segera menguasai Kitab Sembilan Naga dari Jian Heng dengan cepat.


'Sampaikapan aku harus berpura-pura menjadi orang bodoh di sini. Waktu setahun terasa sangat lama bagiku. Aku harus mencari cara agar bisa menyelesaikannya dengan cepat. Mungkin besok aku harus pergi ke perpustakaan kuno di villa belakang.' Fang Yin berbicara pada dirinya sendiri.


"Dorr!" seru Xiao Chen mengagetkan Fang Yin yang sedang melamun.


Tubuh Fang Yin tidak seimbang dan terjatuh dari pohon itu. Beruntung Jian Heng berada tidak jauh dari sana lalu menangkap tubuh Fang Yin sebelum menyentuh tanah.


Fang Yin semakin terkejut lalu melompat dari gendongan Jian Heng.


"Kalian, sedang apa? Kurang kerjaan!" seru Fang Yin dengan mendengus kesal.


"Maaf, Sepupu, habisnya kamu membuat ayam piaraan tetangga pada mati melihat kamu melamun," ucap Xiao Chen sambil terkekeh.


"Tidak lucu!" seru Fang Yin sambil meninggalkan Xiao Chen yang terkekeh dan Jian Heng yang tidak mampu berbicara apa-apa.

__ADS_1


Ya, Xiao Chen telah kembali ke sekte itu setelah cuti panjangnya. Jian Heng dan Fang Yin memintanya untuk tidak membocorkan tentang rahasia kekuatan Fang Yin kepada semua penghuni di sekte itu.


Xiao Chen menurut. Tentu saja dia sangat takut jika Fang Yin menghajarnya, meskipun dia tahu jika Fang Yin adalah putri angkat dari pamannya.


"Jangan marah, Adik kecil. Nanti kamu cepat tua."


Fang Yin mengabaikan ocehan Xiao Chen dan terus berjalan meninggalkan tempat itu.


"Kau ini. Aku jadi ikutan kena marah," ucap Jian Heng, menggeleng sambil berlalu meninggalkan Xiao Chen.


Xiao Chen merasa lucu dengan tingkah keduanya yang sama-sama kaku dan canggung saat berdekatan.


Di dalam villa milik Jian Heng, Fang Yin sedang merapikan kamarnya setelah mandi.


Biasanya Fang Yin baru keluar saat Jian Heng memanggilnya untuk makan malam. Namun berbeda untuk kali ini. Fang Yin keluar kamar sebelum Jian Heng memanggilnya.


Tentu saja dia melakukannya bukan tanpa alasan. Fang Yin ingin bertanya pada Jian Heng tentang bagaimana cara mengoptimalkan pembelajarannya sehingga bisa selesai lebih cepat.


Fang Yin duduk di ruang depan, tetapi orang yang di tunggunya tidak segera muncul.


'Kemana pria tengil itu? Kenapa sampai saat ini tidak juga muncul.' Fang Yin menoleh ke sekeliling dan melihat pintu kamar Jian Heng masih tertutup.

__ADS_1


"Ehemm!" Jian Heng berdehem sebelum berjalan mendekatinya, takut jika Fang Yin kembali terkejut dan marah padanya. Bisa panjang urusannya, pikir Jian Heng.


Fang Yin memutar badannya menghadap ke arah pintu lalu melihat Jian Heng yang datang membawa makan malam untuk mereka.


Tinggal bersama Jian Heng, membuat Fang Yin bisa memakan makanan yang diperuntukkan khusus untuk para tetua dan mendapat fasilitas yang berbeda dengan murid-murid yang lain.


Meskipun begitu, itu tidak cukup untuk membuat Fang Yin betah tinggal di sana. Ambisinya yang besar menuntutnya untuk mengubah dirinya menjadi lebih kuat sesegera mungkin. Fang Yin juga ingin mencari di mana keberadaan ibunya saat ini.


"Makanlah!" seru Jian Heng saat mendapati Fang Yin hanya menatap makanannya begitu saja.


"Ah, iya." Lagi-lagi Fang Yin masih terlarut dalam pikirannya.


Jian Heng merasa ada yang tidak beres dengan sikap Fang Yin.


"Apakah kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Jian Heng tidak bisa menahan rasa penasarannya.


Fang Yin terlihat gelagapan dan tidak tahu harus jujur pada Jian Heng atau tidak. Kata-kata yang sudah dia susun dengan rapi untuk menanyakan tentang cara yang mempercepat pembelajarannya hilang sudah. Saat ini dia terlihat bingung dan mencoba berpikir ulang untuk merangkai kata-kata yang baru lagi.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2