
Qing dan Zhao merasa sangat senang dengan kesembuhan sang ayah. Pertemuan tidak sengaja antara dirinya dengan Fang Yin menjadi sebuah anugerah untuk keluarga mereka.
Zheng Bairan berjalan perlahan di dalam ruangan itu. Tubuhnya yang tidak pernah bangun dari tempat tidur selama sekitar dua bulan, butuh perenggangan.
"Nona! Aku tidak percaya di negeri ini masih ada seorang ahli pengobatan berbakat seperti dirimu. Di usiamu yang masih sangat muda, kamu memiliki bakat yang sangat luar biasa." Zheng Bairan memuji kemampuan Fang Yin.
"Tuan terlalu melebih-lebihkan. Saya hanya seorang ahli pengobatan biasa." Fang Yin merendah.
Setelah tubuhnya bisa menyesuaikan diri dengan baik, Zheng Bairan mengajak Fang Yin untuk keluar dari kamarnya. Di ruang tengah tampak Lin Hua dan beberapa orang pelayan sedang menyiapkan makan untuk mereka.
Zheng Moran terlihat tidak senang dengan kesembuhan kakaknya. Sejak tadi dia hanya diam saja dan hanya bergerak mengikuti ke mana mereka berjalan.
Mereka berkumpul untuk makan bersama di siang itu. Setelah sekian lama, akhirnya Zheng Bairan bisa menikmati makan bersama di tengah-tengah keluarganya.
"Moran! Aku ingin bicara padamu setelah ini," ucap Zheng Bairan di tengah makannya.
"Baik, Kak." Zheng Moran berhenti sebentar lalu kembali melanjutkan makannya.
Qing dan Zhao berlomba-lomba untuk mendekati Fang Yin. Mereka saling berebut untuk mengambilkan makanan untuk Fang Yin.
Fang Yin merasa bingung dengan tingkah keduanya. Mangkuknya kini penuh dengan makanan lezat yang terus saja mereka isi secara bergantian.
'Astaga! Ada apa dengan mereka berdua. Aku tahu aku sangat lapar, tapi tidak harus begini juga.' Fang Yin meringis melihat makanan yang masih penuh itu.
"Qing, Zhao! Jaga sopan santun kalian!" Lin Hua memperingatkan kedua putranya untuk tidak berebut mengisi mangkuk Fang Yin secara terus menerus.
Mereka baru berhenti ketika Lin Hua memperingatkannya. Namun keduanya masih saling sikut ketika salah satu di antara keduanya kedapatan memperhatikan Fang Yin tanpa berkedip.
Kini giliran Zheng Bairan yang memelototi mereka berdua. Mereka tidak berani berkutik jika ayahnya sudah turun tangan.
__ADS_1
'Keluarga ini begitu hangat, mereka sangat menyayangi satu sama lain. Sungguh aku sangat merindukan kebersamaan seperti ini. Ibu! Apakah kamu juga merindukan saat-saat seperti ini?' Fang Yin melamun sebentar lalu kembali menghabiskan makannya.
Zheng Bairan keluar dari ruangan diikuti oleh Zheng Moran. Mereka pergi ke taman samping yang berbatasan langsung dengan ruangan tempat mereka makan.
"Moran! Aku tahu semuanya. Sebenarnya apa tujuanmu dengan membunuhku secara perlahan?"
Zhen Moran terkejut dengan ucapan Zheng Bairan. Namun dia berusaha untuk mengelak dan mengendalikan diri agar tidak terlihat panik.
"Apa maksud kakak? Aku tidak mengerti apa yang kakak katakan." Zheng Moran berpura-pura tidak tahu menahu tentang ucapan Zheng Bairan.
Zheng Bairan menatap Zheng Moran dengan tatapan yang sangat tajam. Dia melangkah maju hingga keduanya berada di dalam jarak yang sangat dekat.
"Aku memang sakit dan tidak bisa bergerak. Tetapi mungkin kamu lupa jika aku masih bisa mendengar dan mengerti apa yang kamu lakukan. Kamu sudah memberiku racun yang sangat banyak. Bahkan kamu lebih dari sekali melakukannya. Sekarang apakah kamu masih bisa menyanggah apa yang aku katakan?" Zheng Bairan mencengkeram baju Zheng Moran.
Dia benar-benar telah melupakan hubungan persaudaraan di antara mereka berdua.
Zheng Moran tidak lagi menyangkal apa yang dikatakan oleh Zheng Bairan.
Wajahnya menjadi sangat kejam dan dengan amarah yang berkobar dia melemparkan tangan Zheng Bairan agar menyingkir dari lehernya.
"Aku sudah memberimu kesempatan. Sering kali aku memberimu modal untuk menjalankan usaha. Mengenai Lin Hua, dia memilih untuk bersamaku karena kita memang saling mencintai. Apa yang salah dengan hubungan kami? Kamu hanya mengenalnya lebih dulu, tetapi tidak saling tertarik satu sama lain."
Zheng Moran terus saja berkilah dan menentang semua yang diucapkan oleh Zheng Bairan. Mereka saling berteriak dan tidak ada satupun yang mengalah.
Entah siapa yang memulai lebih dahulu, kini keduanya terlibat dalam sebuah pertarungan. Energi spiritual yang mereka keluarkan menimbulkan ledakan demi ledakan yang memekakkan telinga.
Qing dan Zhao berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi. Kemudian Fang Yin dan Lin Hua mengikutinya di belakang.
Kedua kakak beradik itu bertarung dengan sangat sengit. Meskipun baru sembuh dan memiliki tubuh yang sangat kurus, rupanya Zheng Bairan tidak bisa dianggap remeh. Teknik pengendalian Qi yang sangat luar biasa membuatnya bisa mengimbangi setiap serangan yang dilakukan oleh Zheng Moran.
__ADS_1
'Zheng Bairan berada di ranah langit bintang atas sedangkan Zheng Moran berada di ranah yang sama dan berada beberapa tingkat di bawah Zheng Bairan. Namun demikian, keadaan tubuh Zheng Bairan yang baru sembuh membuatnya tidak bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya.' Fang Yin menganalisa pertarungan di depannya itu.
Sebuah pukulan yang sangat keras menghantam dada Zheng Moran. Dia merasa tidak terima dan langsung bangkit. Tangannya mengelap darah segar yang mengalir di sudut bibirnya.
Balasan dari Zheng Moran juga tidak kalah dasyat. Tubuh Zheng Bairan terpelanting hingga beberapa kali dan terakhir menghantam lantai rumahnya.
Lin Hua menjerit histeris. Dia menutup wajahnya dan terduduk lemas ketika mendapati dua bersaudara itu sama-sama terluka.
Qing dan Zhao berjalan untuk menghampiri ayahnya dan bermaksud untuk membantunya berdiri. Namun Zheng Bairan menolak bantuan dari kedua putranya itu. Dia berusaha untuk bangkit dan melanjutkan pertarungan hingga salah satu dari mereka mati.
"Kalian benar-benar konyol!" Fang Yin berdiri di tengah-tengah mereka.
Rambutnya yang tergerai terbang di tiup angin kencang. Aroma segar udara pedesaan membuat suasana hatinya sedikit lebih baik.
"Minggirlah, Nona! Aku ingin Moran puas dengan kematianku. Aku ingin dia melawanku secara jantan sebagai seorang pria, bukannya memberiku racun dan membuatku mati tanpa perlawanan."
Fang Yin menatap Zheng Bairan dan Zheng Moran secara bergantian.
"Sungguh bodoh! Setelah kematian kalian, harta benda dan semua yang kalian miliki akan diperebutkan oleh orang yang menunggu kematian kalian." Fang Yin berjalan meninggalkan tempat itu menuju ke jalanan.
Zheng Moran yang awalnya memang sudah membenci Fang Yin, mencoba menyerangnya dari belakang dengan lemparan energi yang cukup besar.
Tidak ada yang menyangka jika Zheng Moran akan menyerang Fang Yin tanpa alasan.
Fang Yin melakukan gerakan reflek dan menyerap energi Zheng Moran dengan telapak tangan kirinya. Itu adalah Jurus Napas Naga tingkat menengah.
'Aku tidak peduli lagi. Rasanya sangat lelah harus berpura-pura menjadi orang yang lemah.' Fang Yin berbalik dan menatap Zheng Moran dengan tatapan membunuh.
****
__ADS_1
Bersambung ....