
Fang Yin menitipkan bayi Huamei pada Kakek Tse. Saat ini hanya dia yang bisa dia percaya dan tahu akan tujuannya setelah meninggalkan kediamannya, sehingga dia tidak perlu menjelaskan banyak hal lagi.
Bayi Huamei tidak banyak bertingkah dan sedang tertidur lelap ketika dia datang. Kakek Tse memberinya air madu jika dia merasa haus.
"Maaf merepotkanmu, Kek. Apakah dia menangis ketika aku meninggalkannya?" tanya Fang Yin sambil mendekati bayi Huamei yang sedang terlelap di pangkuan Kakek Tse.
Kakek Tse menyerahkan bayi Huamei pada Fang Yin ketika dia memintanya. Saat ini mereka sedang duduk di gazebo tempat biasanya Kakek Tse menikmati pagi sambil minum teh.
"Tidak masalah, Yang Mulia. Bayi ini tidak merepotkan. Apakah Anda telah berhasil mendapatkan Kitab Sembilan Naga Bintang Delapan?" tanya Kakek Tse.
Dia memperhatikan tubuh Fang Yin yang mengalami beberapa luka. Pakaiannya juga terkoyak di beberapa bagian dengan aroma anyir darah. Jika dia telah kembali kemari, itu berarti dia telah menyelesaikan pertarungannya.
Fang Yin menceritakan apa yang terjadi semalam. Saat menitipkan bayi Huamei, dia sangat terburu-buru dan hanya meminta Kakek Tse untuk menjaga bayi itu.
Tentang siapa bayi itu dan mengapa dia sembunyikan belum dia ceritakan sebelumnya. Kali ini dia menceritakannya secara jelas pada Kakek Tsu dengan bahasa yang singkat dan mudah dimengerti. Bayi Huamei sudah lama terpisah dengan ibunya dan Fang Yin juga tidak bisa berlama-lama berada di sana. Untuk berpindah dimensi dalam ruang yang jauh, dia membutuhkan energi yang besar. Dia harus segera kembali.
Kakek Tse mengerti. Dia merasa kagum akan keberanian Fang Yin. Aura kebijaksanaannya juga kian terpancar seiring tingginya ilmu yang dimilikinya.
Setelah mereka selesai mengobrol, Fang Yin segera kembali ke Sekte Seruling Maut untuk mengembalikan bayi Huamei pada orang tuanya. Kakek Tse sangat bangga pada putri dari muridnya itu. Meskipun dia seorang wanita, tetapi memiliki kemampuan yang lebih besar daripada ayahnya.
Perpindahan dimensi yang dilakukan oleh Fang Yin membawanya ke Lembah Maut dengan sangat cepat. Tidak ada yang menyadari kedatangannya seperti tidak ada yang menyadarinya ketika dia pergi.
Huamei dan Yao Lin Feng melakukan aktifitas mereka masing-masing. Keduanya membantu seluruh anggota sekte untuk berbenah setelah kekacauan yang terjadi semalam. Fang Yin berdiri beberapa saat tanpa suara. Dia melihat keakraban antara Huamei dan Yao Lin Feng.
Hingga beberapa lama tidak juga ada yang menyadarinya tengah berdiri mematung. Dalam hati dia merasa kesal pada Huamei. Saat dia sudah berdamai dengan suaminya, dia melupakan keberadaan putra mereka.
"Ehhemm!" Fang Yin bersuara untuk menunjukkan keberadaannya di tempat itu.
__ADS_1
Semua orang melihat ke arahnya termasuk Huamei dan Yao Lin Feng. Mereka meninggalkan pekerjaannya dan menyongsong putra mereka.
"Xiao Yin! Kamu sudah datang?" tanya Huamei sambil meraih putranya Yao Han Luo.
"Sudah sejak lama. Kamu saja yang terlalu asyik sampai tidak menyadari kehadiranku di sini." Fang Yin melihat Huamei dan Yao Lin Feng bergantian. Keduanya tampak tersipu malu seperti sepasang remaja yang sedang jatuh cinta.
Yao Lin Feng terlihat bahagia melihat bayinya lalu meminta ijin pada Huamei untuk menggendongnya. Sejak semalam dia belum menggendong putranya itu.
Huamei memberikannya lalu mengajarkan bagaimana menggendong bayi. Ini pertama kali baginya untuk menggendong putranya. Setelah dirasa benar, dia kembali ke hadapan Fang Yin.
"Bagaimana?" tanya Fang Yin ambigu.
Huamei menatapnya dengan wajah bodohnya. Dia tidak mengerti maksud dari pertanyaan Fang Yin.
"Bagaimana apanya?"
Fang Yin terlihat kesal. Dia terlihat mengatur napasnya untuk meredam emosinya. Setelah merasa lebih baik dia mulai berbicara pada Huamei lagi.
Ekspresi wajah Huamei terlihat malu-malu. Begitu juga dengan Yao Lin Feng, mereka saling berpandangan dengan wajah yang memerah.
"Em, aku tidak jadi pergi. Kami berdua sepakat untuk memperbaiki semuanya dan memulai kehidupan kami dari awal lagi," jelas Huamei sambil tertunduk malu.
"Bagus. Mempertahankan lebih baik daripada memulai dengan orang baru yang belum tentu tulus. Tidak ada sosok sempurna di dunia ini dan yakinlah jika pilihanmu adalah yang terbaik." Fang Yin menepuk bahu Huamei memberinya dukungan.
Mereka tidak lagi mengobrol karena di kejauhan terlihat Yao Zhihuan datang bersama beberapa tetua. Mereka berjalan untuk menghampiri Fang Yin. Jika dilihat dari wajahnya mereka terlihat sangat serius.
Fang Yin mendengarkan keluhan mereka dengan baik. Ada beberapa anggota sekte yang mengeluhkan sakit kepala dan lain-lain. Sepertinya pengaruh dari kekuatan Iblis Shaohuji belum sepenuhnya menghilang.
__ADS_1
Mereka pergi ke villa yang sudah selesai diperbaiki dan mengumpulkan semua orang yang mengalami gejala aneh. Mereka telah lama menyerap kekuatan iblis yang senang memakan jiwa manusia jadi secara otomatis tubuh mereka terpengaruh olehnya.
Jalan satu-satunya yang bisa dilakukan oleh Fang Yin adalah mengeluarkan racun energi yang mengendap dan menanamkan segel pengendali di tubuh mereka. Meskipun secara tidak langsung mereka berada dalam kendali Fang Yin, tetapi hal ini tidak mempengaruhi kehidupan mereka.
Dari jarak yang jauh, para pemilik segel bisa berkomunikasi dengan Fang Yin. Sebelum melakukannya dia menjelaskannya dengan sangat jelas dan siapapun boleh menolak jika tidak menghendakinya. Tidak ada satupun yang menolak. Mereka sangat senang bisa terlepas dari pengaruh Iblis Seruling Maut dan kembali hidup normal. Mungkin setelah ini mereka bisa memiliki keturunan yang banyak tanpa ada kekhawatiran untuk dimakan oleh Shaohuji.
Anggota Sekte terus berdatangan. Meskipun mereka tidak mengalami gejala apapun mereka meminta kepada Fang Yin untuk memberikan segel pada mereka.
"Sebenarnya ada hal rahasia yang ingin aku katakan kepada kalian," ucap Fang Yin setelah memberikan tanda pada mereka semua. Tidak ada yang perlu dia khawatirkan karena mereka tidak akan bisa melawannya lagi.
"Nyawa kami tidak lebih berharga dari rahasia Anda, Nona." Yao Zhihuan mewakili semua untuk berbicara.
Fang Yin mengangguk lalu melanjutkan perkataannya.
"Aku sama seperti Huamei, berasal dari Benua Timur. Tetapi saat ini aku sedang menjalankan sebuah misi penting. Jika kalian semua bersedia membantuku, aku akan menyalurkan beberapa jurus dan ilmu pengobatan kepada kalian semua."
Fang Yin menatap wajah-wajah yang ada di hadapannya satu persatu. Mereka terlihat serius menanggapi ucapan Fang Yin.
"Kami bersedia. Meskipun kami adalah penduduk Benua Selatan, tetapi kami siap membantu Anda, Nona." Yao Zhihuan mewakili seluruh klannya untuk bicara.
"Aku membutuhkan pasukan untuk sebuah penyerangan. Di masa mendatang aku akan memanggil kalian untuk datang membantu jika aku perlukan. Kalian tidak perlu khawatir dengan jumlah yang sedikit. Ada pasukan lain yang bergabung bersama kita di hari yang akan datang." Fang Yin tidak menjelaskan secara terperinci tentang pertempuran seperti apa yang akan mereka hadapi. Mereka tidak berani bertanya karena saat ini mereka juga membutuhkan ilmu beladiri yang dijanjikan untuk pertahanan mereka.
Saat ini mereka tidak memiliki kultivasi, akan sangat mudah bagi musuh-musuh mereka untuk menyerang jika mengetahui hal itu. Dengan inti pikiran mereka bisa berkultivasi dengan cepat melebihi kecepatan mempelajarinya dari sebuah kitab. Hal itu karena mantra yang tersegel di dalam pikiran bisa langsung terhubung dengan tubuh mereka.
"Kami bersedia dan memberikan kesetiaan kami pada Anda, Nona."
Mereka berbicara secara serempak.
__ADS_1
****
Bersambung ....