Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 29. Bertemu Jian Heng


__ADS_3

Fang Yin tidak mempedulikan teriakan pemuda itu yang terus saja memintanya untuk menunggu. Dengan santainya Fang Yin terus melenggang meninggalkan tempat itu. Semakin lama berada di dekat pemuda itu, dia merasa akan semakin salah tingkah. Di kehidupan Agata sebelumnya, pemuda itu sangat mirip dengan Zidane, seorang dokter bedah yang bekerja dalam satu rumah sakit dengannya. Diam-diam Agata mengaguminya, sayangnya Zidane telah memiliki seorang istri yang sangat dicintainya.


Setelah mengisi tempat minum yang terbuat dari kulit binatang dan menenggak beberapa tegukan, pemuda itu segera berlari untuk mengejar Fang Yin. Percuma dia teriak-teriak karena Fang Yin tidak mau mendengarkannya. Selagi belum terlalu jauh, dia memgambil langkah seribu untuk mengejar gadis yang menurutnya sangat misterius itu.


"Huhh ... huhh ... hahh! Kamu jalannya cepat sekali!" Pemuda itu berhasil mengejar Fang Yin meskipun dia harus ngos-ngosan dibuatnya.


"Siapa suruh mengejarku! Aku tidak mengenalmu dan juga tidak ada urusan denganmu!" ketus Fang Yin menyembunyikan kegugupannya.


Setiap kali dia melihat wajah pemuda itu maka bayangan Zidane juga akan muncul. Fang Yin merasa jika Zidane adalah titisan dari pemuda ini. Jika di dalam dunia manusia Zidane bukan jodohnya, Fang Yin berpikir di dunia ini pun mereka tidak akan berjodoh juga. Entah darimana dia mendapatkan teori itu.


"Kalau begitu aku akan memperkenalkan diriku padamu. Namaku ...." Pemuda itu menghentikan kalimatnya.


'Tidak ... tidak ... aku tidak boleh jujur pada gadis ini tentang siapa aku sebenarnya. Kalau dia tahu jika aku seorang pangeran dia pasti akan semakin menjauhiku dan mungkin tidak ingin mengenalku,' gumam Xi Jian Heng dalam hati.


"Kamu sendiri lupa sama namamu. Bagaimana mungkin akan memperkenalkan diri," cicit Fang Yin.

__ADS_1


"Siapa bilang aku lupa?Aku tadi melihat ada seekor ayam hutan di sana. Aku sangat lapar." Xi Jian Heng.


Fang Yin tidak mempedulikan apa yang dikatakan Jian Heng dan terus berjalan tanpa melihatnya.


"Namaku Jian Yu! Siapa namamu?" Jian Heng terus mengejar Fang Yin dan berusaha berjalan untuk menjajarinya.


"Xiao Yin!" jawab Fang Yin singkat.


"Kamu seorang wanita tetapi jalanmu, mengapa cepat sekali!" Jian Heng selalu tertinggal oleh langkah Fang Yin.


"Seumur-umur baru kali ini aku bertemu dengan seorang wanita yang begitu acuh. Biasanya seorang gadis akan bersikap ramah pada siapa saja yang bersikap sopan padanya. Aku tidak bermaksud untuk mengganggumu. Aku hanya ingin bertanya, apakah kamu tinggal di desa ini, jika iya aku ingin mencari tempat untuk menginap?"


Fang Yin merasa pemuda di depannya itu terlalu banyak bicara. Kesabarannya mulai habis. Dengan gerakan cepat Fang Yin menjegal kaki Jian Heng lalu mendorong tubuhnya hingga menekannya ke sebuah pohon.


Jian Heng terkejut ketika mendapatkan serangan mendadak dari Fang Yin. Dia memang sengaja tidak membalas serangan Fang Yin dan mengalah padanya. Di lihat dari teknik serangannya, gadis di hadapannya itu tidak berniat untuk melukainya.

__ADS_1


"Auwh! Kamu galak sekali, Nona! Huhh! Mimpi apa aku semalam. Mengapa hari ini aku dipertemukan dengan seorang gadis liar sepertimu!" omel Jian Heng.


Fang Yin mendekatkan wajahnya ke wajah pemuda itu dengan tatapannya yang kejam.


"Kamu terlalu banyak bicara! Aku seorang pengembara, bukan penduduk desa ini. Mengerti! Jadi jangan banyak bertanya lagi!" Setelah mengatakan itu, Fang Yin melepaskan pemuda itu yang mulai kehabisan napas karena Fang Yin menekan lehernya dengan siku kanannya.


Tanpa di duga, Jian Heng membalikkan keadaan dengan menarik Fang Yin dan menekannya di pohon itu. Kini posisi Fang Yin yang terhimpit oleh Jian Heng. Tatapan mata mereka saling bertemu. Fang Yin membelalakkan matanya ketika Jian Heng mendekatkan wajahnya seperti yang dia lakukan sebelumnya.


'Mati aku! Bisa-bisa aku terkena serangan jantung mendadak kalau terus seperti ini. Apa yang sebenarnya dia inginkan?' Fang Yin menahan napasnya dan berharap Jian Heng segera melepaskannya.


'Kamu sangat berbeda dengan wanita kebanyakan. Aku menyukaimu. Sayang sekali kita belum cukup dewasa untuk menikah. Aku akan menunggumu dan tidak akan membiarkanmu menikah dengan orang lain.' Jian Heng terus memandangi wajah Fang Yin yang tertutup cadar. Meskipun tidak tahu seperti apa wajahnya, Jian Heng sangat yakin jika gadis dihadapannya itu sangat cantik.


Tangan kanan Jian Heng mengeluarkan cahaya keemasan. Dengan gerakan cepat dia membuat sebuah simbol di ujung jari telunjuknya. Fang Yin tidak bisa menghindar ketika telunjuk itu menekan simbol itu ke keningnya.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2