Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 118


__ADS_3

Fang Yin mengeluarkan hawa panas dari dalam tubuhnya sehingga membuat pakaian dan rambutnya kering dalam sekejap. Setelah mencabut beberapa batang rumput itu, Fang Yin melihat ke sekeliling untuk menemukan tempat yang lapang.


Jurus terbang Fang Yin membawanya ke sebuah tempat di mana rerumputan tumbuh subur dengan pepohonan yang jarang. Namun ketika menoleh ke belakang, goa dan air terjun yang semula ada kini menghilang entah ke mana.


"Ke mana air terjunnya? Aneh!" Fang Yin terlihat kebingungan.


Di sekelilingnya terbentang alam yang berbeda dengan tempatnya sebelumnya. Sepertinya dia memang sedang berada di dimensi lain.


Fang Yin berjalan untuk melihat-lihat dan berharap mampu memecahkan misteri tempat itu.


"Apakah ada manusia yang tinggal di sini? Sejauh mataku memandang, aku hanya melihat hutan belantara." Fang Yin terus mengikuti langkah kakinya yang berjalan tak tentu arah.


Tangannya masih menggenggam Rumput Mahkota Naga yang dia ambil dari dinding goa. Dia mengamati rumput itu dan kembali berpikir bagaimana cara menggunakannya untuk membuka Kitab Sembilan Naga bintang enam.


'Sepertinya aku masuk ke dalam dunia ilusi. Semua jenis tumbuhan di sini berbeda dengan yang ada di dunia manusia. Kalaupun ada yang sama, mungkin itu hanya sebagian kecil saja.'


Fang Yin berdiri di tepi sebuah tebing yang tinggi dan tiba-tiba tubuhnya merasakan sesuatu yang bergerak di bawah kakinya. Tanah di mana dia berpijak bergetar dan bergeser.

__ADS_1


Dinding tebing yang ada di hadapannya terbuka dan menampakan sebuah ruangan gelap dan kosong.


'Haruskah aku masuk ke dalam ruangan ini? Tempat ini adalah tempat yang sangat asing. Aku tidak tahu ada bahaya apa di dalamnya.'


Akhirnya Fang Yin memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan gelap itu. Tangannya mengeluarkan energi spiritual sebagai pencahayaan.


Fang Yin melangkah menyusuri ruangan yang berupa dinding batu dan berbentuk memanjang dengan ujung ruangan yang menyempit. Perhatian Fang Yin berhenti pada sebuah batu seperti meja yang berada di ujung ruangan.


Dia segera berjalan ke sana dan melihatnya dari dekat. Permukaan batu itu tertutup oleh debu tebal. Jika dilihat dari bentuknya, meja batu itu berbahan dasar dari marmer yang halus.


Rupanya itu adalah sebuah prasasti yang bertuliskan sebuah mantra. Fang Yin memperhatikan dengan seksama apa yang tertulis di sana dan membacanya dalam hati.


Rumput Mahkota Naga yang ada di tangannya bersinar lalu bergerak dengan sendirinya melayang di udara.


Wussshh!


Rumput itu terserap oleh batu prasasti yang ada di depannya dan membuat batu itu mengeluarkan sebuah batu kristal yang bersinar. Fang Yin mendekati batu itu dan segera mengambilnya.

__ADS_1


Ketika batu itu berada di tangan Fang Yin, ruangan itu bergetar seperti terjadi gempa yang sangat dahsyat. Dengan bersusah payah menjaga keseimbangan tubuhnya, Fang Yin berjalan menuju ke pintu batu yang masih terbuka.


Tubuh Fang Yin jatuh tersungkur dengan tangan kanan yang masih memegang batu itu dengan erat.


'Aku merasa seperti orang bodoh yang tidak memiliki kekuatan apa-apa. Dasar lemah!' Fang Yin memaki dirinya sendiri dan bangkit dengan perlahan.


Tangannya menepuk-nepuk bajunya yang sedikit berdebu. Saat akan kembali untuk melangkah, alam di sekitarnya kembali berubah dan suara air terjun kembali terdengar di seberang tempatnya berdiri.


'Rupanya tempat yang baru saja aku datangi adalah dimensi lain. Sudahlah! Aku tidak ingin ambil pusing!' Fang Yin mengamati batu kristal di tangannya lalu menyimpannya.


Fang Yin melompat ke udara dan terbang dalam ketinggian untuk mencari tempat yang aman untuk membuka Kitab Sembilan Naga bintang enam. Ingatannya kembali ke Bukit Mangga.


Segera saja Fang Yin memutar arah terbangnya dan kembali ke Bukit Mangga tanpa banyak berpikir lagi. Dia merasa tempat itu cukup aman dan nyaman. Fang Yin ingin segera memecahkan misteri di dalam kitab itu dengan batu kristal yang baru saja dia dapatkan.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2