
Jian Heng tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya saat mendengar suara lemah Fang Yin. Sedikit demi sedikit mata Fang Yin mulai menunjukkan kemajuan. Kelopak matanya berkedip lemah lalu terbuka secara perlahan.
Di sisi yang berbeda, Selir Tang juga mulai selesai dengan kultivasinya. Keadaannya tidak bisa dibilang baik-baik saja tetapi juga tidak terlalu buruk.
Kaisar Xi memapah Selir Tang lalu menggendongnya. Mereka tidak mungkin terus berada di medan perang.
"Kita harus segera pergi ke istana Kekaisaran Benua Timur untuk beristirahat dan memulihkan diri," ucap Kaisar Xi.
"Benar. Kakak, tolong bawa pasukan untuk masuk ke istana Kekaisaran Benua Timur." Jian Heng meminta Xi Hao Xiang dan Xi Changyi untuk menggantikannya memimpin pasukan.
Seluruh pasukan memenuhi komandonya untuk pergi ke istana Benua Timur kecuali pasukan dari alam bawah. Mereka memilih untuk kembali ke alamnya karena dunia manusia terlalu lama tidak akan baik untuk mereka.
Jian Heng membawa Fang Yin di punggungnya. Mereka pergi bersama dengan Kaisar Xi dan seluruh pemimpin pasukan yang masih tersisa.
Sebagian pasukan telah kembali ke negaranya termasuk pasukan serigala, pasukan iblis api dan pasukan dari Daratan Utara. Namun, masih banyak pasukan yang tinggal dan pergi ke istana bersama mereka.
Kabar kemenangan pasukan Fang Yin terdengar sampai kepada penduduk ibukota yang mengungsi. Mereka berbondong-bondong untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.
Kedamaian telah kembali. Kekaisaran Benua Timur kini telah kembali kepada pemiliknya setelah sepuluh tahun dalam kekuasaan tirani.
Penduduk ibukota pergi ke alun-alun istana untuk menyambut kedatangan Fang Yin dan sekutunya. Mereka mendapati Kaisar Ning terikat di tiang bersama Permaisuri Ning. Menyusul kemudian Ning Yao Xi dan Ning Mu Shen yang dibawa oleh pasukan terikat di samping orang tuanya.
Jian Heng membawa Fang Yin pergi ke sebuah istana untuk membawanya beristirahat. Namun, Fang Yin menolak.
"Masih ada hal yang harus kita selesaikan, Kak Heng. Kita harus pergi ke alun-alun sekarang."
"Kita bisa menghukum Kaisar Ning setelah ini. Kamu jangan bertindak bodoh, Yin'er. Keadaanmu belum pulih."
Jian Heng terlihat kesal pada Fang Yin. Hampir saja dia kehilangan wanita yang disayanginya itu tetapi orang yang dikhawatirkan malah berbuat sesukanya.
Sebuah senyuman tersungging di bibir pucat Fang Yin. Sikap manisnya itu membuat Jian Heng luluh dan tidak lagi marah padanya.
"Aku janji tidak akan membuatmu khawatir lagi. Mengenai Kaisar Ning, aku akan meminjam tangan orang lain untuk menghukumnya."
__ADS_1
Tidak mungkin bagi Fang Yin untuk mengeluarkan Qi-nya saat ini. Jangankan untuk menyerang, mengeluarkan auranya saja dirinya tidak sanggup. Butuh waktu yang cukup lama untuk memulihkan diri mengingat jiwanya berada di ambang kematian sebelumnya.
Sama halnya dengan Fang Yin, Selir Tang pun bersikukuh untuk melihat hukuman yang akan diberikan pada Kaisar Ning. Kedua wanita ini memiliki sifat yang sama-sama keras.
Kaisar Xi dan Jian Heng saling berpandangan. Ayah dan anak itu akhirnya menyerah dan membawa kedua wanitanya itu pergi ke tempat eksekusi.
Mulut Kaisar Ning masih tersumpal dengan kain yang mengikatnya. Fang Yin meminta Yang Hui untuk melepaskannya.
Darah segar mengalir dari sudut bibitnya ketika kuku tajam Yang Hui menggoresnya ketika dia mencabik kain yang menutupinya. Kaisar Ning meringis kesakitan mengingat goresan cukup dalam.
Kesadaran Ning Yao Xi mulai kembali. Dia terkejut saat mendapati dirinya dan keluarganya terikat di tiang disaksikan oleh penduduk yang tinggal di wilayah itu.
Fang Yin berjalan pelan menghampiri Kaisar Ning dengan tatapannya yang begitu kejam. Tidak ada rasa iba meskipun dirinya melihat pria tua itu terlihat menyedihkan.
Setelah terpisah dengan roh naga api, wajah dan fisiknya kembali seperti sedia kala. Bahkan terlihat lebih tua dari sebelumnya.
"Putri Gu! Aku mohon lepaskan kami. Kami akan pergi jauh dari Kekaisaran Benua Timur dengan membawa kehinaan. Tolong biarkan kami hidup," mohon Kaisar Ning.
Semua orang terkejut ketika mendengar Kaisar Ning memanggil Fang Yin dengan sebutan Putri Gu. Selama ini dia menyebarkan rumor tentang Fang Yin yang tidak berdarah Gu. Dia dicap sebagai anak haram Selir Shi dengan Jenderal Wang Jiang.
Kaisar Ning terdiam. Ucapan Fang Yin terdengar santai tetapi begitu mematikan. Tidak ada jawaban yang tepat untuk menyambut ucapan itu.
"Kamu tidak bisa melakukannya dan kamu tahu jawaban yang akan aku berikan. Aku tidak akan mengampunimu dan hari ini adalah akhir dari kehidupanmu."
"Tidak! Aku akan mengungkapkan semua kebenaran tentang dirimu kepada semua orang. Kamu bisa menggantinya dengan kebebasanku." Kaisar Ning menjual janji untuk menangguhkan hukuman.
"Simpan berita itu untuk dirimu sendiri. Oh, iya, aku menjanjikan sebuah kejutan untukmu, bukan?"
Suasana mendadak menjadi tegang. Semua orang memperhatikan percakapan mereka dan mendapatkan banyak kebenaran.
Kaisar Ning tidak punya alasan lagi untuk membuat Fang Yin percaya padanya.
"Yin'er!" panggil Ning Yao Xi.
__ADS_1
Fang Yin mengangkat tangannya sebagai isyarat agar dia diam. Keluarga Ning adalah pesakitan di matanya. Tidak ada pengecualian dan semuanya akan dipukul rata.
Fang Yin memejamkan matanya untuk menghubungkan dirinya dengan dimensi miliknya. Selir Ning, Selir Shi, dan Yu Ruo keluar yang tinggal di sana selama peperangan berlangsung, keluar setelah Fang Yin membuka segel penguncinya.
Kaisar Ning terkejut saat melihat keponakannya itu terlihat begitu dekat dengan Selir Shi yang nota bene adalah musuhnya.
"Apa kabar, Paman?" sapa Selir Ning.
"Apa yang kamu lakukan di sana? Bebaskan aku, Keponakan. Aku telah melakukan banyak hal untukmu di masa lalu, saatnya kamu membalas budi." Kaisar Ning tidak tahu jika Selir Ning tidak memihaknya.
"Aku tidak merasa berhutang padamu, Paman. Kamulah yang berhutang padaku. Seharusnya kamu tidak membunuh Kaisar Gu dan seluruh Klan Gu."
"Aku sudah memberikanmu kemewahan saat aku bertahta. Apakah itu tidak cukup? Bukankah kamu seharusnya merasa senang karena tidak ada lagi yang mengusik kehidupan kita." Kaisar Ning masih tidak terima dengan tuduhan Selir Ning.
"Kebahagiaan palsu yang kamu berikan tidak ada gunanya untukku. Seumur hidupku dihantui oleh penyesalan di dalam pengasinganku. Apapun yang akan terjadi hari ini tidak akan merubah apapun tentang keputusanku. Selama ini aku tidak pernah mengambil sesuatu apapun darimu sehingga aku bebas menentukan jalan hidupku."
Semua orang tercengang mendengar ucapan Selir Ning. Kini mereka semakin yakin jika Kaisar Ning adalah dalang dibalik kekacauan di masa lalu. Pemerintahannya juga dinilai tidak membawa negara itu ke arah yang lebih baik.
Fang Yin menatap penduduk kota yang berkumpul di sana. Sekarang saatnya dirinya membuktikan sebuah kebenaran di mana dirinya adalah keturunan murni keluarga Gu. Dengan begitu nama baik ibunya akan kembali.
Semua yang diucapkan oleh Kaisar Ning bisa saja dinilai sebagai sebuah rekayasa mengingat saat ini mereka berada dalam tekanan. Butuh bukti-bukti untuk mematahkan segala anggapan buruk hingga tidak menjadi sesuatu yang samar di kemudian hari.
Fang Yin memanggil Ketua Lama, Gu Tian Feng, dan Selir Shi untuk maju ke hadapannya. Dengan disaksikan oleh penduduk Benua Timur mereka akan memberikan bukti-bukti yang menyatakan bahwa dirinya adalah keturunan murni Kaisar Gu.
"Mulut penghianat tidak bisa dipercaya meskipun yang dikatakannya adalah sebuah kebenaran. Aku, Gu Fang Yin, menyatakan diri jika aku adalah sebenar-benarnya keturunan Kaisar Gu. Ucapanku bukan sebuah kata-kata tanpa dasar melainkan sebuah fakta yang diikuti bukti-bukti."
Penduduk Benua Timur terlihat tegang setelah mendengar pernyataan Fang Yin. Mereka menanti dengan was-was apa yang akan dilakukan oleh sang pewaris tahta.
Bukti pertama di minta dari Ketua Lama Sekte Sembilan Bintang. Selain merupakan sahabat dekat ayahnya sebelum menaiki tahta, dia memiliki bukti otentik yang menyatakan bahwa Fang Yin adalah keturunan murni Kaisar Gu.
"Ayah angkat. Tunjukan bagaimana kamu mengetahui jika aku memiliki darah yang sama dengan ayahku!" seru Fang Yin pada Ketua Lama.
****
__ADS_1
Bersambung ....