Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 166


__ADS_3

Untuk menghormati perdana menteri, Fang Yin pun segera membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah perdana menteri itu dengan tatapan yang dibuat sebiasa mungkin.


Di sisi lain, Ling Ling terlihat sedang tersipu sambil memainkan ujung rambutnya.


Suasana di ruangan itu sejenak menjadi hening karena perdana menteri dan Ling Ling sama-sama menantikan jawaban dari Fang Yin.


Setelah sejenak berpikir, akhirnya Fang Yin pun menemukan jawaban yang dirasa cukup tepat.


"Ampun, Yang Mulia. Menikahi Putri Ling Ling adalah sebuah anugerah yang sangat besar bagi seorang biasa sepertiku. Akan tetapi, saya tidak bisa menerimanya karena saya sudah memiliki seorang istri di kampung halaman," Fang Yin mengungkapkan alasannya agar perdana menteri mau membatalkan permintaannya.


"Apakah putriku lebih berharga dari istrimu itu? Bukankah kamu bisa tinggal di sini dengan nyaman setelah menikahi putriku lalu memberikan kehidupan yang pantas untuk istrimu. Kamu bisa meminta pelayanmu untuk memberikan kebutuhan mereka sebagai ganti kepulanganmu," jelas perdana menteri.


"Akan saya pikirkan setelah perayaan sayembara ulang tahun Kaisar Ning selesai. Untuk saat ini, saya masih ingin fokus untuk pertarungan yang akan saya ikuti." Fang Yin berbicara sambil terus berlutut dan memberi hormat pada perdana menteri.


Perdana menteri terdiam berpikir untuk mencari cara agar Fang Yin tidak menolak permintaannya. Menurutnya, jika Fang Yin tetap mengikuti perlombaan itu, kesempatan bagi perdana menteri untuk mendapatkannya akan semakin tipis.


Melihat kemampuan Fang Yin saat bertarung bersamanya tadi, perdana menteri yakin jika tidak akan sulit bagi Fang Yin untuk memenangkan perlombaan.


"Yun Feng, kamu tidak perlu lagi mengikuti perlombaan itu. Aku akan meminta ijin pada Kaisar Ning untuk menjadikanmu sebagai pengawal pribadiku."


Fang Yin menunduk tidak tahu lagi harus beralasan apa lagi. Setelah tidak lagi mendengar keberatan dari Fang Yin, akhirnya perdana menteri mengijinkan Fang Yin untuk beristirahat di kamarnya.


Dengan langkah gontai Fang Yin pergi meninggalkan villa Ling Ling. Dia tidak mempedulikan tatapan semua orang yang berada di luar kamar Ling Ling yang sekarang sedang digunakan oleh perdana menteri.


Semua yang terjadi malam ini membuat Fang Yin tidak bisa memejamkan matanya. Dia berjalan mondar mandir di dalam kamarnya, sesekali dia memegang kepalannya dan mengacak-acak rambutnya.


'Apakah aku akan terjebak di sini? Aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan. Setelah malam ini aku harus mencari cara untuk bisa lari dari tempat ini.' Fang Yin berusaha untuk tenang dan tanpa sadar pun dia terlelap dengan posisi terduduk di lantai sambil bersandar pada tepi tempat tidurnya.


Perdana menteri sungguh-sungguh dengan ucapannya. Fang Yin pun telah dicoret dari daftar peserta lomba dan menjadi pengawal pribadi perdana menteri. Bagi orang lain mungkin ini adalah sebuah hal yang sangat mereka impikan, tetapi tidak bagi Fang Yin.

__ADS_1


Ini adalah masalah besar untuknya, yang jika tidak segera diatasi maka akan semakin membesar.


Selain penobatannya sebagai pengawal pribadi sang perdana menteri, pernikahan Fang Yin dan Ling Ling telah dipersiapkan oleh keluarga inti sang perdana menteri.


'Ah, kepalaku rasanya berdenyut-denyut. Aku harus segera mencari cara agar bisa segera keluar dari tempat ini sebelum perdana menteri mengumumkan hari pernikahan Ling Ling.'


Fang Yin merasa hampir gila memikirkan masalah tak terduga yang muncul di luar rencananya.


Seharian Fang Yin terus berada di dalam kamarnya dan tidak menjawab panggilan para dayang untuk mengantarkan makanan untuknya.


Hingga hari menjelang malam, Fang Yin hanya makan sekali saja. Dia bertekat untuk pergi dari istana itu malam ini juga.


Dia memanggil dua orang prajurit yang berada di dalam pengendaliannya. Mereka datang diam-diam ke sana seperti yang diperintahkan oleh Fang Yin.


Rupanya Fang Yin meminta salah satu dari mereka untuk berpenampilan menyerupai dirinya. Sedangkan yang lainya diminta untuk berjaga di luar.


Di kejauhan sayup-sayup terdengar suara beberapa orang wanita sedang bercakap-cakap.


'Gawat! Itu pasti suara Ling Ling yang sedang menuju kemari. Pasti dayangnya melapor padanya jika aku belum makan sejak siang hari.'


Kedua pengawal yang masih dalam pengaruhnya mendengarkan apapun yang diperintahkan oleh Fang Yin.


Suara Ling Ling terdengar semakin dekat, terlambat untuk pergi sebentar saja maka semuanya akan gagal. Fang Yin segera melompat keluar dari atap kamarnya lalu kembali menutupnya.


Dengan jurus napas naga yang semakin sempurna, tidak ada satu orang pun yang bisa mengendus jejak Fang Yin.


Fang Yin berhasil menjauh dari kediaman perdana menteri dan mencari jalur yang aman dari ketatnya penjagaan para prajurit.


Berbekal ingatannya di masa lalu, sedikit banyak dia tahu ke mana dia harus melangkah. Untuk bisa keluar dari istana dengan aman, Fang Yin harus melewati pintu darurat yang berada di samping istana. Di sana penjagaan tidak seketat di tempat lainnya karena tidak banyak yang tahu.

__ADS_1


Ada lima orang prajurit yang berjaga di bagian dalam istana sekitar pintu itu. Kemungkinan di luar tembok istana juga ada prajurit yang berjaga. Namun, itu tidak perlu dikhawatirkan olehnya.


Untuk melumpuhkan lima penjaga yang berada di dalam, Fang Yin memilih untuk menggunakan jarum beracun.


Dalam sekali lempar, lima buah jarum beracun sudah menancap di tubuh kelima prajurit itu. Mereka ambruk secara bersamaan.


Fang Yin tersenyum menyeringai melihat begitu mudahnya dia melumpuhkan penjaga itu.


Sebelum ada yang menyadari kematian mereka, Fang Yin segera mengeluarkan artefak kristal daun lalu pergi dari sana dengan kecepatan tinggi.


Tidak ada yang bisa dilakukan oleh para penjaga di luar tembok karena Fang Yin sudah melesat dengan cepat dan menghilang di kegelapan malam.


Belum ada tujuan yang pasti bagi Fang Yin setelah ini. Dia memutuskan untuk mencari tempat yang aman terlebih dahulu untuk menghindari kejaran dari perdana menteri dan pasukannya.


Fang Yin melintasi sebuah hutan dan melihat beberapa orang sedang berkemah di sana. Itu artinya hutan itu adalah hutan di mana diadakannya sayembara perburuan binatang roh yang juga merupakan bagian dari perayaan ulang tahun Kaisar Ning.


'Ini bukan tempat yang aman, aku harus mencari tempat lain untuk bersembunyi.' Fang Yin berputar arah meninggalkan tempat itu sebelum ada yang menyadari kehadirannya.


Setelah terbang beberapa saat dengan arah empat puluh lima derajat dari arah sebelumnya, Fang Yin menemukan sebuah desa. Di desa itu hanya ada beberapa rumah saja dengan kondisi yang jauh dari kata layak huni.


Apa mau di kata tidak ada tempat lain yang bisa dia temui dalam waktu singkat. Setidaknya di tempat ini dia bisa menumpang untuk beristirahat malam ini.


Fang Yin berjalan mendekati sebuah pondok yang berada di jarak paling dekat dengannya.


"Selamat malam! Saya sedang tersesat, bisakah saya meminta bantuan," ucap Fang Yin berharap akan segera mendapatkan jawaban dari si pemilik pondok tersebut.


****


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2