
Fang Yin memutar tubuhnya ke segala arah, tetapi sejauh matanya memandang semuanya terlihat sama. Dia hanya melihat semuanya berwarna putih terang, bahkan dirinya melupakan dari mana dia masuk.
"Aku di mana? Sepertinya aku sedang berada di alam jiwa. Apa yang sudah aku lakukan sampai aku terdampar di sini?" Fang Yin mecoba untuk berjalan dengan tubuh yang seolah sedang melangkah di udara.
Semuanya terasa asing. Langkah kaki Fang Yin yang menurutnya biasa-biasa saja terasa seolah menjadi panjang. Tempat yang dia singgahi menjadi cepat berganti.
Hanya butuh beberapa langkah saja Fang Yin sudah mencapai tempat yang jauh. Keadaan di sekelilingnya pun berganti. Dia seperti sedang berada di dimensi lain yang penuh dengan misteri.
Fang Yin berdiri dan terdiam menatap jauh ke depan. Alam dimensinya itu seperti tergerak sendiri dan membawanya pada keadaan di mana dirinya sedang berada dalam keadaan kosong.
Di hadapannya muncul cahaya keemasan yang bergerak membentuk sebuah huruf dan simbol. Tulisan-tulisan itu terus bermunculan dan tersusun rapi di sekeliling Fang Yin.
Untuk memahami semua simbol dan huruf-huruf itu, Fang Yin perlu memusatkan pikirannya dan meresapinya.
Dari tulisan itu, Fang Yin bisa memahami jika kitab itu memiliki mantra yang saling berhubungan dengan keempat kitab selanjutnya. Dengan kata lain, Fang Yin bisa menemukan Kitab Sembilan Naga dengan bantuan mantra ini.
Semburat senyum terlukis di wajahnya. Kini dia bisa mencari kitab selanjutnya tanpa diketahui banyak orang. Namun Fang Yin yakin jika itu pasti tidak akan mudah, tentu akan banyak halangan dan rintangan yang akan dia hadapi.
__ADS_1
Memahami semua tulisan itu bukan hal terakhir untuk Fang Yin. Masih ada sebuah simbol yang berbentuk tongkat dan naga yang ada di hadapannya. Fang Yin mendekati simbol itu lalu menyentuhnya dengan telapak tangan kanannya.
Simbol yang tersusun dari cahaya energi itu menjadi terkoyak dengan sentuhan Fang Yin. Telapak tangan Fang Yin menjadi pusat dan menarik simbol itu hingga menyelimuti tubuhnya.
Rasa panas yang membakar membuat Fang Yin meringis menahan semua rasa sakit itu. Saat simbol-simbol itu mulai menyatu dengan tubuhnya, muncul sisik naga yang terlihat sangat nyata di kedua lengannya.
Di telapak tangan kirinya, ada sebuah simbol berwarna hitam. Menurut pengetahuan yang dia serap sebelumnya, simbol itu akan bersinar jika dia mengaktifkan Simbol Dewi Naga di punggungnya. Dengan simbol itu pula, Fang Yin bisa merasakan keberadaan Kitab Sembilan Naga yang dia cari.
Di alam jiwanya, tubuh Fang Yin telah memiliki wujud setengah naga. Perubahan fisiknya akan terus terjadi hingga dia mendapatkan seluruh kitab itu. Dalam wujud yang sempurna, seorang Dewi Naga akan sulit untuk dikalahkan.
Simbol dewi naga hanya akan muncul berapa ribu tahun sekali dengan tubuh manusia terpilih.
Fang Yin tersadar kembali dan masih mendapati tubuhnya berwujud setengah naga di alam nyata.
'Bagaimana ini? Aku tidak mungkin bisa keluar dengan keadaan seperti ini.' Fang Yin terlihat kebingungan saat melihat sinar matahari pagi mulai menerobos masuk ke dalam tendanya.
Rasa panik membuat Fang Yin kehilangan akal sehatnya dan sulit untuk berpikir.
__ADS_1
'Aku tidak tahu bagaimana mengembalikan tubuhku menjadi seorang manusia biasa. Siapapun yang melihatku pasti akan ketakutan.' Fang Yin mengamati sisik di telapak tangannya.
Saat meraba wajahnya, dia pun merasakan sisik naga juga tumbuh di sana. Fang Yin menjatuhkan tubuhnya untuk kembali duduk dan mencoba untuk tenang. Dia memusatkan pikirannya untuk mengingat apa yang sudah dia pelajari.
Dengan sikap duduk sempurna, Fang Yin membaca sebuah mantra yang bisa dia gunakan untuk mengaktifkan simbol di telapak tangannya.
Cahaya yang sangat terang muncul dipunggungnya, dan ternyata benar, itu juga merupakan mantra yang sama yang bisa dia gunakan untuk mengontrol perubahan di tubuhnya.
'Huft, lega rasanya. Hampir saja aku menakut-nakuti semua orang dengan wujud sangarku tadi. Aku merasakan kekuatan yang sangat besar meledak-ledak di dalam tubuhku.'
****
Bersambung ....
numpang promo novel karya temenku yak... sambil nunggu aku up...
__ADS_1