
Kakek Zhu tidak menjawab pertanyaan Fang Yin karena dia tidak yakin apakah tanaman itu bisa dia dapatkan atau tidak.
"Aku tidak tahu apakah kita bisa mendapatkannya atau tidak. Mari ikuti aku!" ucap Kakek Zhu meminta Fang Yin untuk mengikutinya.
Mereka semua berjalan mengikuti ke mana kakek Zhu berjalan.
Setelah keluar dari tempat itu, mereka kembali berjalan melewati tebing menuju ke sebuah alam terbuka.
Sayup-sayup terdengar suara kecapi sedang dimainkan oleh seseorang yang sedang duduk di atas sebuah tebing.
Fang Yin menatap Ketua Sekte. Dia merasa aneh dengan alunan musik yang terdengar seperti menggambarkan kesedihan.
Kakek Zhu meminta mereka untuk berhenti. Dia berjalan seorang diri untuk menghampiri orang yang memainkan kecapi itu.
"Gu Tian Feng! Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu!" ucap kakek Zhu setelah sampai dalam jarak yang dekat dengan pria yang terlihat dingin itu.
Pria itu memiliki mata yang buta sejak lahir namun pendengarannya sangat tajam.
Meskipun dia tidak bisa melihat indahnya dunia dengan matanya, tetapi dia memiliki insting dan mata batin yang sangat kuat.
Pria itu menghentikan permainan kecapinya lalu kecapi itu menghilang dari tangannya.
__ADS_1
"Siapakah orang itu? Mengapa aku belum merasakan energi apa-apa di sekitarku?" Tian Feng menggerakkan kepalannya dan mencoba merasakan hawa manusia yang ada di tempat itu.
Kakek Zhu tidak menjawab pertanyaan Tian Feng karena Tian Feng sudah berjalan menuju ke tempat Fang Yin berada.
Tubuhnya begitu ringan ketika melompat menuruni tebing tempat dia berada sebelumnya.
Kakek Zhu mengikutinya di belakang.
"Maafkan kami, Tuan! Kami mengganggu waktu santaimu," ujar salah satu pria yang mengikuti kakek Zhu.
'Siapa pria ini? Kelihatannya dia memiliki masalah dengan penglihatannya. Dia terlihat begitu hebat bisa berjalan tanpa alat bantu. Pasti dia bukan orang yang sembarangan.' Fang Yin mengamati pria di depannya itu.
Fang Yin tidak ingin berkomentar tentang umur karena di dalam dunia kultivasi umur seseorang tidak mudah ditebak. Jika dilihat dari wajah mereka, banyak sekali kultivator yang memiliki kemampuan khusus memiliki wajah yang terlihat muda meskipun sudah berumur.
Tidak ingin di sentuh oleh orang yang belum di kenalnya, Fang Yin bergerak mundur untuk menghindar.
Tian Feng kembali mendekat dan tetap mencoba untuk menyentuh bahu Fang Yin.
Ketua Sekte pun menatap Tian Feng dengan tatapan penuh amarah dan bersikap waspada untuk menyerang.
"Heh! Apa yang ingin kamu lakukan? Jangan sembarangan menyentuh seorang wanita yang belum kamu kenal!"
__ADS_1
Tian Feng terperanjat ketika mendengar suara Fang Yin. Dia tidak tahu jika hawa tubuh yang menarik perhatiannya itu adalah miliknya.
"Maaf ... maafkan aku. Sungguh aku tidak bermaksud kurang ajar padamu." Tian Feng mencoba menjelaskan bahwa dia menyentuh bahu Fang Yin bukan untuk tujuan yang tidak baik.
'Pria ini buta, tentu saja dia tidak tahu jika aku adalah seorang wanita atau pria. Namun tetap saja aku tidak menyukai caranya berkenalan.' Fang Yin menggerutu di dalam hatinya.
"Jaga sopan santunmu, Tuan! Aku tidak akan membiarkan siapapun sembarangan menyentuh adikku!" seru Ketua Sekte ikut berbicara.
Tian Feng memutar tubuhnya melihat ke arah Ketua Sekte.
'Dia mengaku sebagai kakak dari gadis ini tetapi aku tidak merasakan hawa tubuh yang sama di antara mereka berdua. Aku tidak mungkin salah dengan instingku. Segala jenis darah dan hawa manusia aku bisa mengenalinya dengan baik.' Tian Feng tampak berpikir.
Kakek Zhu yang berjalan di kejauhan mulai mendekat. Dia harus segera meluruskan semuanya. Banyak orang yang salah paham dengan sikap aneh Tian Feng atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pendekar Seribu Mata.
Bagi orang yang belum mengenalnya, semua yang dia lakukan pasti terlihat aneh.
Pendekar Seribu Mata memiliki kemampuan untuk membaca ciri fisik seseorang dari hawa tubuh yang dia keluarkan. Dari hawa tubuh itu Tian Feng bisa menganalisa dari klan mana mereka berasal.
Ikatan darah dan kekerabatan yang kental dia rasakan dari tubuh Fang Yin sehingga dia ingin membuktikannya dengan menyentuh bahunya dan merasakan lebih mendalam hawa tubuh yang dimiliki oleh Fang Yin.
****
__ADS_1
Bersambung ...