
Suara alunan kecapi terdengar semakin jelas dan dekat. Seiring dengan itu, angin yang berhembus pun semakin kencang.
Fang Yin dan keempat kultivator utusan dari Kekaisaran Benua Tengah mengeluarkan Qi dari dalam tubuhnya untuk menghalau angin yang seakan menghantam tubuh mereka.
Sesosok bayangan muncul di udara dan bergerak mendekat dengan cepat ke hadapan mereka.
"Pendekar Iblis Buta!" pekik keempat kultivator itu.
Dengan wajah polosnya Fang Yin menatap ke arah kultivator itu lalu beralih menatap pria pemain kecapi itu.
Alunan kecapi yang dimainkan oleh pria yang dikenal sebagai Pendekar Iblis Buta itu terdengar sangat indah. Namun semakin lama ritme yang dia mainkan semakin cepat.
Fang Yin mengamati wajah pria itu dengan seksama dan memastikan jika dia bukan pamannya.
'Dia bukan paman Tian Feng. Aku harus waspada. Sepertinya dia menunjukkan sikap yang tidak senang meskipun ekspresi wajahnya terlihat datar.' Fang Yin terus mengamati Pendekar Iblis Buta.
Permainan kecapi itu masih berlangsung menampilkan melodi yang membuat bulu kuduk merinding.
Cahaya mantra perlahan keluar dari kecapi itu dan menyebar ke seluruh penjuru.
Pendekar Iblis Buta mengarahkan kecapinya pada sebuah cahaya mantra dan menggerakkan ke arah api hitam Fang Yin yang berkobar.
__ADS_1
Cahaya mantra yang dikendalikan dengan irama kecapi itu berputar-putar di atas api hitam dan dengan cepat memadamkannya.
Zhan Li dan ketiga temannya saling berpandangan, sedangkan Fang Yin tersenyum lebar di balik cadarnya. Dia semakin yakin jika pendekar itu benar-benar memiliki Kitab Sembilan Naga bintang empat.
Senyum Fang Yin tidak berlangsung lama dan berganti kegelisahan ketika mengingat jika Pendekar Iblis Buta bukan orang yang mudah.
Seluruh api hitam yang berkobar di sekitar tempat itu berhasil di padamkan.
"Dia sangat hebat! Bisa memadamkan api abadi dalam sekejap!" seru Zhan Li pada ketiga temannya sambil melirik ke arah Fang Yin dengan tatapan mengejek.
Mereka tidak merasa takut lagi pada Fang Yin dan berharap Pendekar Iblis Buta akan menyelamatkan mereka jika Fang Yin mengeluarkan api hitamnya lagi.
"Siapa yang membuat kekacauan ini?" tanya pendekar itu.
"Dia!" Keempat kultivator itu secara serempak bicara dan menunjuk ke arah Fang Yin.
Mata Fang Yin membulat sempurna mendengar ucapan keempat kultivator itu.
'Sial! Lagi-lagi mereka mengumpankanku.' Fang Yin mengumpat dalam hati.
Meskipun memiliki mata yang buta, Han Wu atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pendekar Iblis Buta memiliki mata batin dan insting yang tajam melebihi mata manusia normal.
__ADS_1
Han Wu berjalan mendekat ke arah Fang Yin dengan sikap dingin yang sulit ditebak.
Deg
Jantung Fang Yin memompa darahnya lebih cepat dan membuat kakinya seperti tidak menapak di tanah.
"Kamu seorang wanita tetapi aku merasakan aura roh pelindung yang kuat di tubuhmu. Siapa kamu sebenarnya?"
Suara Han Wu yang biasa-biasa saja terdengar menggelegar di telinga Fang Yin karena ketegangan yang dia rasakan.
"Aku hanya seorang murid dari sebuah sekte. Aku tidak memiliki kelebihan apa-apa." Fang Yin berusaha menutupi identitasnya.
"Hmmh! Aku tidak percaya. Jangan-jangan kamu adalah mata-mata dari Klan Mo yang ingin mengambil kitab keempat dari tanganku!"
'Jadi masih ada orang lain yang mengincar Kitab Sembilan Naga bintang empat juga. Gawat! Kenapa hari ini aku begitu sial? Selalu saja menerima tuduhan yang tidak benar.' Fang Yin merutuki nasibnya yang kurang beruntung hari ini.
Zhan Li memilih menjadi penonton dan tetap tinggal di sana untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
****
Bersambung ...
__ADS_1