
Tubuh Fang Yin kini telah dikuasai oleh roh naga. Namun untuk kali ini roh naga tidak mengambil wujudnya. Dia hanya menekan jiwa Fang Yin dan mengendalikan tubuhnya.
Wanita itu ternyata adalah ras rubah hitam yang mendiami perbatasan Benua Utara. Dia kerap mencari mangsa dengan menyamar sebagai penduduk desa.
Kenyataannya desa yang terlihat ramai hanyalah sebuah ilusi. Wanita itu mendiami tempat ini bersama pasangannya yang juga terlihat oleh Fang Yin sebelumnya.
"Siapa kamu sebenarnya?" Rubah wanita itu mencoba memadamkan api hitam di tangannya tetapi tidak berhasil.
"Apakah matamu buta? Siapa pemilik api abadi selain Dewi Naga?" Mulut Fang Yin menyemburkan api hitam ke arah rubah itu.
Hampir saja dia tidak bisa menghindar jika suaminya tidak menyambar tubuhnya dan menariknya ke belakang.
Roh naga tidak tinggal diam, dia mengejar pasangan rubah itu untuk membuat perhitungan. Mulutnya terus mengeluarkan api hitam untuk membakar keduanya.
Api kecil di tangan rubah betina terlalu lambat menjalar dan baru melukai tangannya saja.
Pasangan rubah itu tidak tinggal diam. Mereka membalas serangan naga hitam dengan lemparan energi.
Sesekali terdengar ledakan yang sangat besar ketika kedua kekuatan mereka bertemu. Malam yang gelap kini menjadi terang oleh api yang berkobar .
Rumah yang terlihat indah oleh mata Fang Yin ternyata hanyalah seonggok pohon tumbang yang melintang di antara pepohonan lain.
Pantas saja mereka bisa melihat apa yang dilakukan oleh Fang Yin. Tanpa adanya campur tangan roh naga hitam yang melindunginya, mungkin Fang Yin telah menjadi mangsa pasangan rubah ini.
Amukan roh naga membuat tempat di sekelilingnya menjadi rusak. Pepohonan besar yang menjadi tempat bernaung para binatang satu persatu menjadi abu.
Tangan kanan rubah betina telah hilang sampai siku karena terbakar oleh api hitam yang tidak mungkin padam kecuali Fang Yin yang memadamkannya.
Mereka mencoba untuk melarikan diri karena merasa tidak mampu melawan Fang Yin yang berubah menjadi sangat kejam. Dalam detik terakhirnya rubah jantan mengeluarkan ribuan koin emas lalu menelannya.
__ADS_1
Tubuhnya membesar setelah menelan koin itu. Rupanya ras mereka memiliki struktur tulang yang tersusun dari emas murni.
Tidak heran mereka juga memeras manusia yang menjadi korbannya.
Selain memperkuat tulangnya, menelan koin emas adalah cara mereka memanggil anggota rasnya yang tinggal di sekitarnya. Saat proses penyatuan emas dan tulang, muncul gelombang energi yang menyatakan sinyal bahaya.
Rubah hitam jantan terpaksa memotong tangan kanan istrinya demi menyelamatkannya dari api hitam yang terus menjalar.
Dari kegelapan muncul beberapa pasang mata yang menyala. Mereka bersembunyi di dalam gelap dan berdiri di belakang pasangan rubah hitam yang sedang melakukan jeda pertarungan untuk memulihkan kekuatan mereka kembali.
"Bagus! Keluarkan seluruh anggota rasmu! Kebetulan sekali aku sangat lapar," ucap Fang Yin.
Tanpa merasa takut sedikitpun karena hanya sendirian Fang Yin yang tidak sadar akan dirinya berjalan dengan langkah yang tak terlihat mendekati rubah hitam dan kawanannya yang berdiri di belakangnya.
Pertarungan pun kembali terjadi. Mereka saling serang dengan energi yang mereka keluarkan. Beberapa kali tubuh Fang Yin terserempet oleh energi yang dilepaskan oleh musuhnya karena mereka menyerangnya dari segala arah.
Roh naga yang sombong tidak ingin menggunakan energi pelindung untuk melapisi tubuhnya. Alhasil tubuh Fang Yin lah yang menjadi korbannya.
'Bocah! Kakimu pendek sekali! Arrgghh!" pekik roh naga saat merasa kesulitan untuk menghindari sebuah serangan.
Matanya menyala merah dan berubah menjadi sangat kejam saat darah keluar di sudut bibir Fang Yin. "Dewi Naga tidak pernah menerima sebuah kekalahan!"
Tubuh Fang Yin melesat ke udara. Api merah menyelimuti tubuhnya dengan lingkaran mantra di belakang punggungnya.
Hanya beberapa detik saja Fang Yin berada di udara, lalu dia kembali turun dengan cepat dan menyerang semua anggota rubah hitam. Lemparan energi Fang Yin seakan tanpa jeda yang terus memberondong mereka.
Jangankan untuk membalas serangan Fang Yin, untuk menghindar pun mereka sangat kesulitan. Sebagian di antara mereka berguling-guling di tanah berharap bisa memadamkan api hitam yang membakar tubuhnya.
Dengan cepat api itu menjalar dan membuat mereka kehilangan tubuhnya dan hanya menyisakan sebuah kristal inti roh yang melayang-layang di udara.
__ADS_1
Pembantaian kejam itu belum terhenti ketika pasangan rubah yang menjadi akar dari masalah ini mencoba untuk melarikan diri. Fang Yin mengambil dengan cepat semua kristal inti roh dari lawannya yang berhasil dia kalahkan lalu pergi mengejar pasangan itu.
"Lepaskan kami!" seru rubah itu ketika Fang Yin tiba-tiba telah berdiri di depannya.
"Kalian sudah memancing kemarahanku, maka kalian harus memadamkannya!" Fang Yin menatap pria itu dengan emosi.
Dia membawa mundur istrinya. Namun Fang Yin terus maju sebanyak langkah mundur mereka.
"Aku akan melakukan apapun asal kamu melepaskan kami dan membiarkan kami hidup." Merasa tidak ada pilihan lain rubah itu rela melakukan apa saja untuk ditukar dengan nyawanya.
Fang Yin tersenyum licik di balik cadarnya. "Keluarkan seluruh hasil kultivasi kalian!"
Rubah itu terkejut dengan ucapan Fang Yin. Tidak di sangka jika kekejaman Dewi Naga bukanlah rumor belaka. Semakin di lawan maka Dewi Naga akan semakin menggila.
Dengan berat hati kedua rubah itupun melakukan apa yang diperintahkan oleh Fang Yin. Setidaknya mereka masih memiliki nyawa meskipun setelah ini mereka akan menjadi orang yang tidak berguna dan memulai kultivasinya dari awal.
Satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan menyingkir dari kehidupan manusia untuk beberapa saat. Ras rubah memiliki sebuah kerajaan yang berada di lembah bulan. Tidak ada yang tahu di mana tepatnya lembah bulan itu berada karena sihir mantra yang melindunginya sangat kuat dan tidak mudah ditembus oleh kekuatan dari luar.
"Bagus!" Tanpa belas kasihan, Fang Yin segera mengambil kristal kultivasi mereka dan menyatukannya dengan kristal inti roh yang dia ambil sebelumnya.
Kedua rubah hitam itu membuat portal mantra yang menghubungkan mereka dengan kerajaan rubah di Lembah Bulan.
"Aku pikir kerajaan itu hanya mitos saja. Rupanya benar-benar ada." Roh naga hitam bersikap cuek dan melanjutkan tujuannya untuk menyatukan kristal-kristal penuh energi di tangannya.
Kedua rubah itu telah menghilang bersama portal mantra yang mereka buat.
Seluruh kristal yang disatukan berubah menjadi sebuah inti energi yang berukuran sebesar kelereng. Roh naga hitam segera menelannya tanpa peduli lambung Fang Yin akan kembali terluka karena ulahnya.
Seharusnya energi dalam kristal itu bisa diserap tanpa harus memakannya. Namun itu membutuhkan waktu yang sedikit lama sedangkan naga hitam tidak memiliki kesabaran.
__ADS_1
****
Bersambung ....