
"Yin'er, berhati-hatilah. Ying Yushi sangat licik. Dia tidak mungkin membantu kita tanpa imbalan apa pun." Cau Ahlin memperingatkan Fang Yin.
Fang Yin mengangguk. Dia tahu apa yang akan dilakukannya. Setiap tindakan pasti ada resikonya.
"Apa pun resikonya kita tetap harus berusaha untuk keluar dari sini. Justru yang aku pikirkan adalah ibumu. Jika sebelumnya dia melarangmu untuk pergi dari dimensi ini, tentu dia akan tetap menghalangi niatmu sampai sekarang."
Cau Ahlin membenarkan ucapan Fang Yin meskipun dia terkejut dengan penjelasan ini. Ying Yushi mengharapkan untuk bisa keluar dari sini tentu dia akan membantu mereka untuk keluar.
"Lalu apa rencanamu?" tanya Cau Ahlin.
Fang Yin mencoba untuk bersikap tenang. Tenaganya semakin lama semakin melemah. Jika Ying Yushi tidak mau membantunya maka dia sendiri juga akan mati. Siluman itu pasti akan berpikir ribuan kali untuk menolaknya.
'Baiklah aku akan melepaskan Cau Ahlin tetapi aku akan mengikatmu,' ucap Ying Yushi setelah suasana hening beberapa saat.
'Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu melakukan itu!' seru Gong Kim.
Dia merasa takut setelah terbebas dari segel mereka akan pergi meninggalkan dimensi naga.
'Baiklah! Mari kita mati bersama saja dan aku akan menghancurkan dimensi ini sebelum kita mati.' Fang Yin mengeluarkan ancamannya.
Giok Hitam yang berada di dalam cincin penyimpanannya kini berada di tangannya. Fang Yin menekannya ke dalam lengan kirinya.
Ying Yushi dan Gong Kim merasakan tubuhnya seperti terbakar. Mereka tidak bisa menghindar ataupun melindungi dirinya dengan cara apapun. Energi dari giok hitam mampu melenyapkan apa saja yang ada di dekatnya atas kehendak Fang Yin.
'Nona! Tolong hentikan! Aku tidak sanggup lagi bertahan lebih lama. Aku berjanji akan melakukan apa yang kamu inginkan,' ucap Ying Yushi.
Gong Kim diam saja. Kali ini dia tidak ingin menolak apa yang akan dilakukan oleh Ying Yushi. Dia belum siap untuk kehilangan kekuatan jiwanya yang bersarang di tubuh Fang Yin.
'Bagus.' Fang Yin kembali menyimpan giok hitamnya.
Ying Yushi mengalirkan energi dari tubuhnya yang menjalar menuju ke titik-titik meridian fi tubuh Fang Yin. Sebuah pola terbentuk. Dengan mengarahkan energi berpola ke arah segel yang ada di telapak tangan Cau Ahlin maka segel itu secara otomatis akan terlepas.
Fang Yin segera melepaskan energi itu karena Cau Ahlin sudah sangat tersiksa. Dalam hitungan detik segel di tangan Cau Ahlin pun terlepas.
Setelah segel terlepas kekuatan Fang Yin pun ikut kembali pulih. Meskipun begitu, Fang Yin tidak bisa sembarangan menggunakannya karena energi pendampingnya mulai menipis. Di dimensi naga hawa manusia sangat sedikit begitu juga dengan hawa energi alam. Hanya ras naga dan berbagai binatang roh yang bisa bertahan hidup lama di dimensi ini.
"Aku senang bisa lepas dari pengaruh buruk segel ini tetapi aku juga merasa sedih karenanya," ucap Cau Ahlin menunjukkan wajah yang murung.
"Kamu sedih karena kehilangan sebagian besar kekuatanmu?" tanya Fang Yin.
Cau Ahlin menggeleng.
"Lalu?" Fang Yin bertanya sambil mengarahkan rasa sakitnya.
"Aku akan kehilangan kesempatan untuk pergi ke dunia manusia."
Fang Yin tertawa mendengar ucapan Cau Ahlin. Hingga beberapa saat dia tidak bisa menahannya.
"Itu pemikiran yang bodoh. Aku akan membuka portal dimensi untukmu setelah aku pulih nanti."
Ucapan Fang Yin membuatnya berpikir antara percaya dan tidak percaya. Cau Ahlin mengakui kekuatan Fang Yin tetapi dia tidak yakin jika adiknya itu memiliki kemampuan untuk membuat portal yang menghubungkan dimensi naga dengan istana Kekaisaran Benua Timur.
Tanpa banyak berkata, Fang Yin bersiap untuk bermeditasi. Dia ingin menyelam ke alam bawah sadarnya dan berhadapan langsung dengan kekuatan jiwa Ying Yushi dan Gong Kim.
Energi yang dimiliki keduanya memiliki jenis yang berbeda dengannya. Keberadaan Fang Yin menjadi ancaman bagi Gong Kim. Sebagai seorang ibu dia merasa sangat khawatir jika Cau Ahlin pergi meninggalkan dimensi naga dan menghadapi banyak kesulitan.
Sejak kecil Gong Kim selalu melindunginya secara diam-diam. Jika bukan karena kemunculan Ying Yushi, mungkin hingga saat ini dia masih menyembunyikan kemampuannya pada Cau Ahlin.
__ADS_1
"Jangan harap kamu bisa lepas dariku. Sudah lama aku menantikan pertarungan seperti ini. Aku tidak peduli jika aku akan mati setelah menyerang mu. Aku tidak akan membiarkan kamu membawa Cau Ahlin pergi dari sini." Gong Kim terlihat sangat murka.
"Dia kakakku. Tidak ada yang salah dengan itu. Besar keinginannya untuk melihat seperti apa itu dunia. Bibi, mungkin ayahku telah berbuat salah padamu tetapi tidak seharusnya kamu menghukum Kak Ahlin dengan mengurungnya di tempat ini."
"Tahu apa kamu, hah? Aku yang telah menjebak Kaisar Gu. Aku hanya menginginkan Cau Ahlin saja bukan dirinya. Keberadaan Cau Ahlin di dimensi ini sangat penting untuk menjaga keseimbangannya. Itulah mengapa aku menahannya untuk pergi."
Fang Yin tertegun mendengar penjelasan Gong Kim. Banyak yang tidak dia mengerti. Segala misteri dan rahasia yang ada di dimensi naga begitu sulit dicerna dengan akal pikirannya.
"Baiklah! Jika kamu tidak menginginkan aku membawa pergi Kak Ahlin maka aku akan meninggalkannya di sini. Sekarang biarkan aku mengembalikan kalian berdua ke tempat yang seharusnya." Fang Yin mulai berkonsentrasi untuk mengurung Gong Kim dan Ying Yushi ke dalam sebuah kristal roh.
"Tidak! Aku tidak ingin menjadi kristal roh! Aku sudah membantumu untuk melepaskan segel Cau Ahlin. Seharusnya kamu membawaku pergi ke dunia manusia!" seru Ying Yushi.
"Kamu harus kembali ke alam bawah." Fang Yin tidak bergeming.
Apa yang diucapkannya tidak harus dilakukan. Ying Yushi bukanlah orang yang penting baginya. Tidak ada hukum yang melarang seseorang untuk memusnahkan siluman atau pun binatang roh.
"Tidak! Kamu sangat licik. Aku tidak ingin kembali ke alam bawah." Ying Yushi bersiap untuk menyerang Fang Yin.
Sama halnya dengan Ying Yushi, Gong Kim pun tidak sudi menjadi kristal roh yang mungkin saja akan dimanfaatkan oleh siapapun yang memegangnya. Mereka tidak tahu jika Fang Yin akan menempatkan mereka di alam masing-masing dan menunggu dibangkitkan oleh ras mereka.
"Bodoh! Seharusnya kalian akan berterimakasih padaku. Kamu pikir aku akan memanfaatkan kalian? Tidakkah kalian ingat jika giok hitam yang kumiliki sudah lebih dari cukup. Kekuatannya tidak akan berkurang bahkan saat seluruh penghuni dimensi ini menyerap energinya."
Penjelasan Fang Yin membuat keduanya terdiam. Mereka tidak mengerti mengapa Fang Yin akan menjadikannya kristal roh. Bagi mereka kristal roh adalah penjara tak bertepi yang menghalangi mereka dari segala keadaan.
"Kamu pikir aku suka menjadi batu pajangan yang menjadi pusaka di alam kami masing-masing." Gong Kim masih tidak menyukai rencana Fang Yin.
"Benar."
Meskipun mereka tidak berteman dan cenderung bermusuhan tetapi saat ini mereka bersikeras untuk melawan Fang Yin. Jika keduanya berhasil mengalahkan Fang Yin maka akan sangat mudah bagi keduanya untuk mengendalikan Fang Yin dan menjadikannya boneka.
"Kristal roh memang benda mati tetapi aku akan melapisinya dengan mantra yang memungkinkan kalian untuk tetap hidup tanpa memakan jiwa. Kalian bisa menyerap esensi energi alam yang ada di sekeliling kalian. Dalam ukuran tertentu maka kalian bisa bangkit dan memiliki tubuh baru."
"Aku tidak ingin menyerah pada caramu. Bisa saja kamu membohongiku lagi dan tidak mengatakan hal yang sebenarnya. Kamu pasti menyimpan rencana jahat untuk menjebak kami!" hardik Ying Yushi.
Fang Yin menggeleng.
Ying Yushi kehilangan kesabarannya dan menyerang Fang Yin dengan serangan langsung. Fang Yin tidak banyak membalas dan memilih untuk menghindar.
Keadaan semakin kacau saat Gong Kim ikut-ikutan menyerangnya. Mereka berdua tidak kompak dalam menyerang Fang Yin tetapi cukup membuatnya kewalahan mengingat tenaganya.
Pertarungan yang berlangsung membuat Fang Yin mengalami luka dalam yang sangat serius. Bukan karena terkena serangan keduanya tetapi memang luka yang berasal dari dalam.
Ketiga wanita itu terus bertarung tanpa lelah. Jiang hingga mereka mundur untuk mengambil jeda.
"Setelah aku tidak mungkin bertahan lagi maka tidak ada yang kalian miliki selain penyesalan. Banyak hal yang kalian tidak tahu tetapi sangat aku sangat mengerti," jelas Fang Yin.
Kejahatan telah merasuki hati pikiran mereka. Di mata mereka, semua yang dilakukan oleh Fang Yin adalah sebuah kesalahpahaman.
Tanpa pikir panjang dan setuju atau pun tidak, Fang Yin mengeluarkan teknik penguncian roh di dalam dua segel baru yang dibuatnya. Segel ini mampu menekan dan melewati segel lama yang mengunci tubuh Ying Yushi.
Kini Ying Yushi mulai percaya dengan semua perkataan Fang Yin. Kini tubuhnya bisa terlepas sepenuhnya dari penjara tak terlihat yang mengurungnya selama ini.
Jiwa Fang Yin mulai melemah. Kristal roh siluman rubah dan kristal roh naga telah terbentuk secara sempurna. Di dalam hati mereka keduanya sangat berterimakasih pada Fang Yin. Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, Fang Yin mengembalikan Ying Yushi ke alam bawah dan Gong Kim ke istana naga.
Setelah selesai dengan tugasnya, Fang Yin kembali membuka matanya dan menatap sayu ke arah Cau Ahlin.
"Kakak," panggilnya.
__ADS_1
"Yin'er! Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Cau Ahlin khawatir.
Hawa jahat di dalam tubuhnya telah menghilang setelah Ying Yushi kembali ke alam bawah dengan segel mantra yang dibuat oleh Fang Yin.
"Aku telah mengatasi semuanya. Maaf jika aku tidak bisa membawamu ke dunia manusia saat ini karena aku benar-benar merasa sangat lemah. Bahkan setelah ini pun aku tidak tahu apakah aku masih bisa selamat sampai di sana," ucap Fang Yin sedih.
"Jangan katakan itu, Yin'er. Maafkan atas keegoisanku. Karena sifat buruk ku itu kamu menderita. Karenanya pula ibuku tiada. Aku benar-benar tidak berguna, Yin'er." Cau Ahlin menangis menyesali perbuatannya.
"Sudah. Apa yang sudah terjadi tidak bisa kembali. Bibi Gong Kim telah menjadi kristal roh yang berada di samping kolam naganya. Jika dia berhasil menyerap esensi energi yang cukup maka kemungkinan besar dia akan kembali bangkit menjadi binatang roh naga."
Berita dari Fang Yin terdengar mengejutkan bagi Cau Ahlin. Meskipun terdengar santai tetapi ucapan Fang Yin seperti sebuah kata yang menggema. Senyumnya merekah di wajah yang masih penuh dengan air mata.
"Lalu bagaimana denganmu, Yin'er. Kamu telah melakukan banyak hal untuk semua orang dan tidak memikirkan dirimu sendiri." Sorot mata penyesalan masih terlihat jelas di wajah Cau Ahlin.
"Aku akan kembali ke dunia manusia. Keluargaku pasti sangat khawatir terlebih lagi aku akan menikah sebentar lagi." Fang Yin tersenyum tulus.
Wajahnya yang begitu pucat membuat Cau Ahlin khawatir. Bukan energinya yang habis melainkan energi pendamping Fang Yin yang tidak seimbang. Hawa manusia di dimensi naga tidak ada sehingga membuatnya tidak bisa memulihkan energi pendamping dengan mudah di sana.
"Aku mengkhawatirkanmu, Yin'er. Sebaiknya kamu memulihkan energi pendampingmu dan mengobati luka dalam yang kamu alami saat ini."
"Keluargaku akan lebih mengkhawatirkan aku jika aku tidak segera kembali. Aku pasti akan mengunjungimu lagi. Simpan ini!" Fang Yin memberikan sebuah token milik ayahnya yang ditemukannya di tengah hutan ketika dia baru saja memulai kehidupan keduanya.
Sampai saat ini dia tidak tahu apa kegunaan dari token itu tetapi dia seperti melihat ayahnya saat melihat token itu. Selain token, Fang Yin juga meninggalkan jejak energinya di sana agar kelak bisa mencapai tempat itu dengan mudah dengan teknik melintas antar dimensi.
"Aku akan sangat merindukanmu, Adikku. Bolehkah aku memelukmu?" tanya Cau Ahlin.
Fang Yin mengangguk.
Perpisahan yang mengharukan. Tidak ada yang bisa mencegah kesedihan mengingat mereka tidak tahu kapan akan kembali lagi bertemu.
"Jaga dirimu baik-baik. Terimakasih sudah mau memaafkanku." Cau Ahlin melepaskan pelukannya dan menatap Fang Yin dengan sedih.
"Hmm," angguk Fang Yin.
"Aku pergi sekarang. Jangan pernah merasa sendiri karena kisahku lebih menyedihkan dari ini. Saat kita bertemu lagi, aku akan menceritakan semua yang ingin kamu dengar."
"Ingat ucapanmu ini adalah sebuah janji. Kamu berhutang padaku banyak hal. Kamu harus datang lagi ke sini dan membayarnya." Cau Ahlin berbicara dengan suara yang berat.
Sikapnya sangat jauh berbeda dengan orang yang ditemui Fang Yin beberapa waktu lalu. Orang yang telah menyegel kekuatannya dan membuatnya terlihat seperti orang bodoh.
"Semoga aku bisa memenuhinya. Sampai nanti."
Setelah mengatakan itu Fang Yin berbalik dan mengeluarkan kekuatannya. Aura energi menyelimuti seluruh tubuhnya yang mulai terasa sangat dingin. Energi pendamping Fang Yin sangat rendah dan membuatnya berdiri dalam keadaan setengah sadar.
Di dalam inti pikirannya dia membayangkan kamarnya di istana Kekaisaran Benua Timur. Dia akan menuju ke sana dengan teknik perpindahan dimensi.
'Aku merasa tubuhku tidak baik-baik saja. Aku telah menggunakan energi pendamping melebihi batas. Semoga saja saat aku benar-benar kehilangan kesadaranku aku telah sampai di istana dengan selamat.'
Tubuh Fang Yin terhuyung-huyung sebelum menghilang dari hadapan Cau Ahlin yang juga melihatnya.
"Apakah kamu baik-baik saja, Yin'er?" Cau Ahlin berlari menghampiri Fang Yin dan berniat untuk menyentuh bahunya tetapi Fang Yin telah menghilang tepat ketika dia mencapainya.
Cau Ahlin terlihat sedih. Rasa khawatirnya semakin bertambah mengingat saudara perempuannya itu pergi melintas dengan energi yang kurang memadai.
"Semoga kamu baik-baik saja hingga sampai di dunia manusia." Cau Ahlin melangkah gontai meninggalkan halaman istana.
****
__ADS_1
Bersambung ....