Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 226


__ADS_3

Nenek tua itu membawa Fang Yin masuk ke dalam sebuah pondok. Di luar pondok itu terlihat sangat biasa dan sederhana, tetapi ketika masuk ke dalam pemandangannya sungguh berbeda.


Tata ruang yang apik dengan barang-barang mewah terpajang di setiap sudut. Mungkin pemilik pondok ini adalah seorang kolektor.


Fang Yin berjalan lambat mengikuti nenek itu dan terus melihat seisi rumah dengan kekagumannya hingga mereka tiba di depan sebuah kamar. Setelah membuka pintu, terlihat seseorang sedang berbaring di atas tempat tidur sedang menoleh ke arah mereka.


"Feng Xaohan! Nenek datang membawa seseorang untuk mengobatimu."


Pria muda yang dipanggil Feng Xaohan itu tersenyum dan mengangguk. Dia tidak merasa heran atau protes dengan penampilan Fang Yin yang tak biasa.


"Nona, cucuku sakit selama lebih dari setahun. Berbagai upaya telah aku lakukan untuk mengobatinya. Namun semuanya tidak juga membuahkan hasil. Keadaannya masih begini-begini saja." Nenek itu menjelaskan keadaan cucunya.


Fang Yin berjalan mendekat ke arah Feng Xaohan. Sebelum dia memeriksanya, dia ingin tahu beberapa hal terlebih dulu darinya.


"Bolehkah aku tahu apa yang menyebabkanmu menjadi seperti ini?" tanya Fang Yin setelah berdiri di hadapan Feng Xaohan.


Pria itu membetulkan posisi tidurnya.


"Ada sekelompok orang yang menyerang kios jualan kami. Dia merampok beberapa barang. Aku mencoba melawannya dan membuatku seperti ini karena kekuatan kami tidak sebanding."


Fang Yin mengangguk lalu berkata, "Maaf, aku meminta ijin untuk menyentuh beberapa bagian tubuhmu untuk memeriksa."


"Lakukan apa yang seharusnya kau lakukan." Feng Xaohan pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Fang Yin.


Setelah mendapat persetujuan darinya, Fang Yin pun mulai untuk memeriksa. Tangannya mengambil telapak tangan Feng Xaohan dan mengalirkan Qi pengobatan untuk menerobos masuk ke dalam tubuhnya.


Aliran Qi Fang Yin merambat menyusuri setiap meridian dan organ-organ penting lainnya. Dia merasakan banyak sekali racun energi yang mengendap di sana dan beberapa kerusakan yang ditimbulkannya akibat benturan keras dan pukulan.


Fang Yin menandai bagian-bagian itu dengan jejak energi yang dia tinggalkan di sana. Merasa sudah cukup, dia menghentikan aliran Qi dan melepaskan tangan Feng Xaohan.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak keberatan jika aku membantumu duduk?" Fang Yin kembali meminta ijin.


"Lalukan saja semuanya tanpa bertanya lagi padaku. Aku percaya padamu."


"Terimakasih telah mempercayaiku." Fang Yin membantu Feng Xaohan duduk.


Penyakit yang disebabkan oleh racun energi dan pukulan energi berbeda dengan penyakit biasa yang disebabkan oleh reaksi tubuh terhadap kuman atau penyakit yang bersumber pada gangguan kesehatan. Untuk mengobati kedua jenis penyakit ini memerlukan penanganan yang berbeda.


Dalam pengobatan kali ini, Fang Yin tetap memerlukan jarum akupuntur. Fang Yin membuka pakaian bagian atas Feng Xaohan untuk memudahkannya menerapkan jarum pada titik-titik yang telah dia tandai.


"Apakah jarum-jarum itu tidak akan membuatku kesakitan?" tanya Feng Xaohan.


Neneknya pun ikut merasa penasaran dan sedikit ngeri dengan benda runcing yang dikeluarkan oleh Fang Yin.


"Kamu tidak perlu khawatir," jawab Fang Yin tanpa menghentikan persiapannya.


Setelah melakukan sterilisasi, satu demi satu jarum itu menancap di tubuh Feng Xaohan. Dia tidak merasakan sakit seperti yang dia bayangkan sebelumnya. Begitu juga neneknya yang sedikit merasa lega melihat cucunya tidak menunjukkan wajah kesakitan.


"Aku telah siap," ucap Feng Xaohan pasrah.


Rasa sakit sesaat lebih baik daripada dia harus melewati sisa hidupnya dengan terus berbaring di atas tempat tidur.


"Ini baru tahap pertama. Selanjutnya aku masih harus mengembalikan alat gerakmu agar kembali berfungsi dengan normal."


Sebuah pil pemulihan keluar di telapak tangan Fang Yin.


"Makanlah pil ini!" Fang Yin memberikan pil itu pada Feng Xaohan.


Dengan bantuan pil itu, rasa sakit saat proses pengobatan Feng Xaohan akan sedikit berkurang.

__ADS_1


Neneknya terus memperhatikan apa yang dilakukan oleh Fang Yin. Dia merasa kagum terhadap kemampuannya dalam ilmu pengobatan.


Keringat di tubuh Feng Xaohan mengucur deras. Wajahnya terlihat memerah akibat menahan rasa sakit yang menderanya. Qi pengobatan yang mengalir melalui jarum-jarum akupuntur membuat tubuhnya terasa seperti terbakar.


Sesekali Feng Xaohan berteriak ketika dia tidak bisa menahan rasa sakitnya. Racun energi yang keluar bersama keringat, membuat keringat yang dikeluarkannya berwarna biru kehitaman.


"Nenek, tolong bantu aku untuk mengelap keringat bercampur racun ini." Fang Yin memanggil nenek Feng Xaohan.


"Sebentar aku ambil kain." Nenek Feng Xaohan pergi menghampiri sebuah koper kayu dan datang dengan sebuah kain di tangannya.


Racun-racun itu tidak berbahaya ketika disentuh sehingga Fang Yin tidak perlu membakarnya.


Feng Xaohan sudah mulai tenang setelah seluruh racun di tubuhnya berhasil dikeluarkan. Seluruh jarum ditubuhnya kembali ditarik oleh Fang Yin.


Fang Yin beralih pada kaki dan tangan Feng Xaohan. Dia memberikan tekanan dan totokan pada bagian-bagian yang mengalami masalah.


Perubahan mulai dirasakan oleh Feng Xaohan. Dia merasa tubuhnya sudah pulih seperti sedia kala. Kaki dan tangannya bisa digerakkan dengan normal setelah setahun mengalami kelumpuhan meskipun tidak seluruhnya.


"Kamu sungguh hebat, Nona. Jika aku tidak salah mengira, usiamu masih berada di bawahku." Feng Xaohan tersenyum pada Fang Yin.


Nenek Feng Xaohan menyalakan lilin dan lentera karena hari telah mulai gelap. Dia telah meninggalkan ruangan itu sejak beberapa saat yang lalu.


"Sekarang cobalah untuk berdiri dan berjalan!" Fang Yin tidak ingin membuang waktu lagi karena dia belum menemukan tempat untuk menginap.


Feng Xaohan melakukan apa yang diminta oleh Fang Yin.


"Nyonya, makan malam sudah siap!" seorang wanita muda datang ke kamar Feng Xaohan.


Wanita itu tampak terkejut saat melihat keadaan Feng Xaohan yang tengah berdiri dengan tegap. Selama ini dia yang selalu merawatnya setiap hari dan membantunya melakukan apapun.

__ADS_1


****


Bersambung ....


__ADS_2