Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 394. Rencana Licik


__ADS_3

Rupanya orang yang datang itu adalah Jian Heng. Dia mendengar kabar dari salah satu pelayan bahwa Fang Yin sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Seseorang telah mengirimkan kabar itu kepadanya.


"Yin'er! Apakah kamu sedang tidur?" tanya Jian Heng dari luar pintu kamarnya.


Walaupun yang datang adalah suaminya, Fang Yin tetap harus berpura-pura lemah untuk membuat sandiwaranya tetap berjalan. Sekali saja penyusup itu tahu jika dia telah mengetahui perihal racun itu, keadaan bisa semakin membahayakan. Jika tidak semakin nekat maka penyusup itu bisa saja kabur sebelum diketahui identitasnya.


"Masuklah!" seru Fang Yin.


Dia memiringkan tubuhnya menghadap ke arah pintu tanpa berniat untuk duduk. Di hadapan Jian Heng, dia sangat sulit untuk berpura-pura. Namun, sebisa mungkin harus memperlihatkan jika dirinya masih lemah.


"Yin'er! Aku sangat mengkhawatirkanmu."


Jian Heng segera menyongsong istrinya dan duduk di tepi ranjang. Tangannya meraih tangan Fang Yin dan mengecupnya. Kekhawatiran terlihat jelas di wajahnya.


"Aku baik-baik saja. Hanya saja tubuhku terasa sedikit lemas." Fang Yin membalas genggaman tangan Jian Heng.


"Tunggu di sini sebentar!"


Jian Heng berjalan dengan cepat meninggalkan Fang Yin. Dia pergi ke luar ruangan untuk mencari pelayan yang ada di sekitarnya. Ada Ling Shasha yang duduk di depan ruangan mereka.


"Pelayan! Tolong bawakan makanan untuk permaisuri!" perintah Jian Heng pada Ling Shasha.


"Baik, Yang Mulia." Ling Shasha membungkuk memberi hormat lalu pergi dari hadapan Jian Heng.


Tidak ingin meninggalkan Fang Yin terlalu lama sendirian, Jian Heng bergegas kembali ke ruangan mereka. Posisi Fang Yin in masih sama seperti ketika dia meninggalkannya. Jian Heng lalu duduk di dekat kaki Fang Yin untuk memijatnya.


Saat telapak tangannya menyentuh telapak kakinya, secara tidak langsung Jian Heng bisa merasakan jika Fang Yin baru saja selesai berkultivasi. Dia lalu menatap tajam ke arah Fang Yin. Bagi orang lain mungkin akan percaya begitu saja tetapi tidak baginya yang tahu tentang banyak hal mengenai struktur aliran darah.


Getaran energi Jian Heng melonjak ketika emosinya bergolak. Meskipun hanya sesaat dia menyentuh telapak kaki Fang Yin tetapi getaran itu sangat terasa. Seketika Fang Yin tersentak dan terbangun dari tidurnya.


Keduanya saling berpandangan dengan ekspresi wajah yang bertolak belakang. Jian Heng memperlihatkan kekecewaannya sedangkan Fang Yin merasa bersalah. Sebelum membuat rencana dia melupakan satu hal.


"Sejak kapan kamu mempermainkanku, Yin'er?"


Jian Heng beranjak dari duduknya dan berdiri memunggungi Fang Yin.


Semua rencana Fang Yin menjadi berantakan. Mau tidak mau kini dia harus menjelaskan semuanya pada Jian Heng, jika tidak maka dia akan semakin salah paham.


"Aku tidak ada maksud seperti itu. Kemarilah!" seru Fang Yin.


Dia melangkah mendekati jendela dan membuka pintunya. Tidak lama kemudian Jian Heng menyusulnya. Fang Yin menunjuk ke arah tanaman layu yang masih basah tersiram.


Kedua alis Jian Heng bertaut. Dia belum mengerti maksud dari Fang Yin menunjukkan semua itu.


"Apakah hubungan antara tanaman ini dengan kebohonganmu?" tanya Jian Heng dengan nada yang terdengar ketus.


Fang Yin menghela napas panjang lalu pergi meninggalkan Jian Heng. Dia lalu duduk di depan meja dengan wajahnya yang misterius. Sepertinya dia memang harus melibatkan Jian Heng dalam sandiwaranya.


Telapak tangannya membuka ke atas, dari sana muncul beberapa botol kecil yang berisi racun yang telah dia kristalkan. Botol-botol itu dia letakkan di atas meja dan dibiarkannya begitu saja. Dia baru akan menjelaskannya ketika Jian Heng sudah duduk dihadapannya.

__ADS_1


"Apa ini? Kamu jangan membuat teka-teki untukku. Sebaiknya kamu katakan saja dengan bahasa yang mudah aku pahami." Wajah Jian Heng masih terlihat kesal saat mengatakan ini.


"Ada yang datang. Pembicaraan ini kita lanjutkan nanti. Aku akan kembali ke tempat tidur, jangan sampai ada yang tahu jika aku sudah baik-baik saja sekarang."


Jian Heng masih belum mengerti rencana Fang Yin tetapi dia berusaha untuk mengikuti kemauannya. Apa yang dilakukan olehnya pasti memiliki alasan. Sebisa mungkin dia akan merahasiakan kesehatan Fang Yin dari siapapun.


Langkah orang yang datang semakin mendekat. Mereka lebih dari satu orang. Sebelum mencapai pintu, Jian Heng sudah menyambutnya di depan pintu.


"Bawa masuk!" seru Jian Heng.


Tiga orang pelayan datang membawakan makanan dan minuman untuk Fang Yin dan Jian Heng. Setelah dibukakan pintu, mereka segera masuk dan menata makanan yang dibawanya di atas meja. Mereka juga mengganti minuman dengan teko dan gelas yang baru.


Fang Yin tersenyum sinis melihatnya. Dia ingin segera mengungkap dalan dibalik semua ini. Menurutnya orang itu terbilang sangat berani karena telah berani melawannya.


Jian Heng masih berdiri di depan pintu hingga para pelayan itu pergi meninggalkan ruangannya.


'Tidak ada yang aneh dengan sikap mereka. Aku yakin pasti orang lain yang menjadi penyusup diistana ini. Sepertinya tidak buruk jika aku bekerja sama dengan Kak Heng. Akan tetapi, cukup dia saja jika aku ingin rencanaku berhasil.'


Fang Yin bermonolog dalam hati sambil melangkah mendekati meja.


Semua makanan dan minuman yang ada di atas meja harus segera diperiksa. Keberadaan racun yang tidak mudah untuk dideteksi itu sungguh membahayakan. Mungkin setelah ini Fang Yin juga perlu untuk memeriksa tubuh Jian Heng dan memastikan tidak ada racun yang mengendap di aliran darahnya.


Jian Heng terkejut saat melihat Fang Yin mengeluarkan energi berwarna hijau dari telapak tangannya yang menghadap ke bawah. Dengan energi itu dia mengambil sedikit uap dari makanan-makanan itu. Dia tidak melihat sesuatu yang mencurigakan di sana. Terakhir, dia memeriksa minuman di dalam teko.


Sebuah senyuman tersungging di bibir Fang Yin. Penyusup itu kembali menaruh racun di dalam minumannya.


"Semua makanan aman tetapi tidak dengan minuman ini. Jangan sekali-kali kamu meminumnya!" seru Fang Yin.


Setelah tahu jika minuman itu mengandung zat berbahaya Jian Heng segera mengambil teko dan membawanya ke dekat jendela.


"Tunggu! Jika kita selalu membuang air minum dan menyiramkannya pada tanaman, maka lambat laun penyusup itu akan curiga dan mengetahui jika kita sudah tahu kejahatannya."


Jian Heng kembali ke meja dan meletakkan teko yang di bawanya pada tempatnya semula.


"Lalu apa yang harus kita lakukan dengan air ini? Bagaimana jika orang lain meminumnya?" tanya Jian Heng.


"Setiap racun pasti ada penawarnya. Kita akan membuat penawar untuk racun ini. Dengan begitu mereka tidak akan curiga dan menganggap kita tetap meminum air beracun yang mereka berikan." Fang Yin berbicara serius pada Jian Heng.


Sekarang sepenuhnya Jian Heng akan mengikuti rencana Fang Yin dan tidak perlu penjelasan mengenai apa pun. Dengan yakin dia mengangguk untuk mengambil langkah yang akan ditempuh selanjutnya.


"Aku akan membuat pelindung di sekeliling ruangan agar tidak ada yang mengganggu kita," ucap Jian Heng sambil memulai berkonsentrasi.


"Tapi sebelum itu, aku ingin memeriksa apakah ada endapan racun di tubuh Kak Heng atau tidak."


Lagi-lagi, Jian Heng hanya bisa mengangguk. Dalam hal ini Fang Yin lebih tahu segalanya. Belum ada yang bisa dia lakukan untuk membantunya.


"Setiap hari kita minum dari cawan yang sama. Aku yakin racun itu juga ada di tubuhku." Jian Heng mulai bersiap untuk mengambil posisi dihadapan Fang Yin.


Fang Yin mengangguk.

__ADS_1


Setelah keduanya sama-sama siap, Fang Yin mulai mengalirkan energi yang mampu menembus aliran darah Jian Heng. Dia menggunakan jenis energi yang sama dengan yang digunakannya saat membersihkan endapan racun di dalam tubuhnya. Hingga beberapa saat Fang Yin terus melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya sebelum Jian Heng tiba di sana.


Cukup mengherankan, di dalam tubuh Jian Heng sama sekali tidak ada racun yang mengendap. Meskipun Fang Yin mengulanginya hingga beberapa kali tetapi hasilnya tetap sama.


"Tidak ada endapan racun di dalam tubuh, Kak Heng. Ini adalah berita yang bagus tetapi aku juga merasa aneh." Fang Yin mengungkapkan rasa keheranannya.


Hal ini tentunya juga mengejutkan bagi Jian Heng. Setiap hari dia juga meminum air dari teko yang sama dengan Fang Yin. Rasanya sulit dipercaya jika dirinya tidak terkena efek dari racun yang dicampurkan ke dalamnya.


Untuk membuktikan jika minuman beracun itu tidak berpengaruh pada tubuh Jian Heng maka dia meminta ijin pada Fang Yin untuk meminum air beracun.


Permintaan dari Jian Heng memang terdengar sedikit mengejutkan tetapi Fang Yin tahu tahu apa tujuannya. Untuk itu, dia pun tidak keberatan karena sesungguhnya racun yang ada di dalam minuman bekerja sangat lambat.


Jian Heng mengambil sebuah cangkir lalu menuangkan air minum ke dalamnya. Dia menghabiskannya dalam sekali tenggak. Setelah itu, Fang Yin kembali memeriksa tubuhnya dari pengaruh racun tersebut.


Apa yang terjadi pada mereka harus benar-benar dianalisis agar tidak terjadi sebuah kesalahan. Telapak tangan kiri Fang Yin menempel pada bahu kiri Jian Heng sedangkan telapak tangan kanannya mendorong ke depan untuk mengalirkan energi. Dengan begitu, dia bisa merasakan aliran air beracun di dalam tubuhnya.


Apa yang terjadi selanjutnya lebih membuat Fang Yin merasa keheranan. Dia merasakan racun itu tetapi langsung terurai oleh tubuhnya. Sepertinya racun di dalam minuman memiliki formula khusus yang bisa bereaksi pada wanita.


Tidak ingin membuang banyak energi, Fang Yin memilih untuk mengakhiri penelitiannya. Untuk memastikan kebenaran teori yang didapatnya, dia juga harus meminum kembali air beracun dan melihat bagaimana proses di dalam tubuhnya. Tanpa ragu-ragu dia menenggak minuman beracun agar bisa membuktikan dan menarik sebuah kesimpulan.


Jian Heng terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Fang Yin tetapi tidak berani melarangnya. Istrinya itu pasti telah memikirkan apa yang dilakukannya saat ini. Dia hanya cukup berjaga-jaga untuk memastikan kondisinya baik-baik saja.


Aura energi berwarna putih menyelimuti tubuh Fang Yin. Hawa dingin terasa menusuk kulit. Jika saja orang biasa yang berada di hadapannya mungkin seketika itu juga dirinya akan membeku. Lain halnya dengan Jian Heng yang memiliki armor pelindung yang mampu menangkis hawa dingin tersebut.


Jian Heng tidak banyak mengerti tentang ilmu pengobatan terutama teknik baru yang mungkin baru ditemukan oleh Fang Yin. Menurutnya saat ini istrinya tengah berjuang untuk melakukan pengobatan untuk dirinya sendiri atas zat beracun yang masuk ke dalam tubuhnya. Namun, sepertinya apa yang dipikirkannya itu salah, justru Fang Yin malam membiarkan racun itu masuk dan melihat seperti apa cara kerjanya.


Sebuah reaksi energi mulai terjadi pada tubuh Fang Yin. Terlihat keringat mulai membasahi pelipisnya dan mengalir di kedua sisi wajahnya. Kepekaan tubuhnya meningkat tajam karena energi yang dikeluarkannya.


Proses yang dilakukan olehnya berlangsung cukup lama. Jian Heng terlihat tidak sabar untuk mengetahui segala apa yang terjadi. Dia merasa lega saat melihat kedua tangan Fang Yin mulai melakukan gerakan tertentu yang membentuk sebuah pola unik.


Gerakan yang dilakukan oleh Fang Yin terus berlanjut. Dia tidak lagi bersikap tenang seperti sebelumnya. Energi yang berubah-ubah menyertai setiap gerakan yang dilakukannya. Beberapa waktu kemudian tubuhnya terangkat ke udara dan melayang di atas ketinggian rendah kurang dari setengah hasta.


Wajah Fang Yin mendongak ke atas lalu membuka mulutnya dengan perlahan. Muncul beberapa zat racun yang berbeda di udara yang tertahan oleh energi yang mengikatnya. Zat-zat itu tetap berada di sana meskipun Fang Yin telah turun dan selesai melakukan pengobatan.


Kelopak matanya terbuka dan menatap zat-zat yang berada di depan wajahnya bergerak turun seiring dengan gerakan tangannya. Zat-zat itu masih berwujud sebuah gumpalan uap yang belum dipadatkan. Bukan hal yang sulit bagi Fang Yin untuk merubahnya menjadi pil racun dan atau kristal racun.


Dia segera mengeluarkan botol-botol kecil dari dalam cincin penyimpanannya. Dengan cepat dia memasukkan racun-racun itu ke dalam botol yang berisi racun sejenis yang telah dikumpulkan oleh Fang Yin sebelumnya. Terlalu lama berada di udara terbuka akan membuat sifat dari racun itu mengalami perubahan.


"Rupanya racun itu memang dirancang khusus untuk tubuh seorang wanita. Selain berpengaruh pada kesehatan, racun ini juga memiliki efek yang besar bagi organ reproduksi. Endapan racun yang mencapai batas tertentu dalam darah bisa menghambat seseorang untuk memiliki keturunan. Otak yang cerdik." Fang Yin tersenyum miring saat mengetahui kenyataan ini.


"Orang itu sangat licik. Kita harus segera melakukan tindakan dan menghukumnya seberat mungkin, Yin'er."


Emosi yang besar terlihat jelas di wajah Jian Heng. Dia tidak menyangka ada orang yang diam-diam membuat keduanya tidak memiliki penerus. Meskipun belum jelas siapa orangnya tetapi dia sangat yakin jika dia adalah seorang ahli racun yang sangat berpengalaman.


"Kita tidak boleh gegabah. Keluarga kita tidak boleh ada yang tahu tentang masalah ini mengingat sikap tidak sabaran mereka. Aku ingin menangkap penyusup dan mencari tahu siapa saja orang yang terlibat di dalamnya. Sebaiknya Kak Heng bersabar dan tetap berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Sepertinya aku akan berpura-pura hamil agar ibu dan nenek tidak memberiku banyak pertanyaan."


Fang Yin menyangga kepalanya dengan kedua tangannya dengan wajah yang menunjukkan ketidakberdayaan. Seharusnya dirinya benar-benar hamil, bukan hanya berpura-pura seperti yang akan dilakukannya.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2