
Ketua Lama berhenti untuk memutar guci itu setelah lantai batu itu terbuka dengan sempurna.
"Ikuti aku!" seru Ketua Lama.
Fang Yin dan Ketua Sekte pun berjalan mengikuti Ketua Lama menghampiri jalan yang terbentuk dari lantai yang terbuka itu.
Ada tangga menurun ke dalam sebuah ruangan bawah tanah yang gelap.
Dari tangan Ketua Lama keluar bola api energi sebagai penerang. Dia melemparkan beberapa buah bola api dan membiarkannya melayang-layang di dalam ruangan itu.
Mereka terus berjalan hingga Ketua Lama berhenti dan menghadap pada sebuah dinding. Di dinding itu menempel sebuah pengunci kuno. Ketua Lama kembali memutar pengunci itu hingga dinding batu di sebelahnya terbuka.
Suara gemuruh diiringi dengan getaran dan juga debu keluar dari pintu batu yang terbuka itu.
Mereka mundur sejenak untuk menghindari debu yang mengepul dari pintu itu. Setelah beberapa saat, mereka berjalan memasuki sebuah ruangan yang gelap.
Ketua Lama melemparkan bola-bola cahaya untuk menerangi ruangan itu. Tiba-tiba pintu batu yang ada di belakang mereka kembali tertutup dengan sendirinya.
"Ayah! Pintu itu tertutup sendiri. Bagaimana kita bisa keluar dari sini jika tidak ada seseorang yang membukanya dari luar?" Ketua Sekte terlihat panik.
__ADS_1
Ketua Lama tidak menjawab pertanyaan Ketua Sekte dan terus berjalan ke tengah ruangan.
"Wah! Semua ini terlihat sangat luar biasa." Fang Yin berjalan mengelilingi meja batu yang memajang beberapa buah tungku obat.
"Pilihlah salah satu untuk membuat pil itu, Yin'er!" Ketua Lama membebaskan Fang Yin untuk memilih tungku obat yang dia sukai.
Fang Yin melihat dengan teliti satu persatu tungku itu. Sepintas memang terlihat sama. Namun sepertinya satu tungku yang berada di paling tengah memiliki kualitas yang lebih baik.
"Aku memilih yang ini, Ayah!" seru Fang Yin menunjuk tungku itu.
"Selera yang bagus," ucap Ketua Lama.
'Setahuku ayah bukan seorang alkemis dan sama sekali tidak mengerti bagaimana caranya memurnikan pil. Lalu? Apakah mungkin gadis kecil itu yang akan melakukannya? Rasanya ini mustahil.' Ketua Sekte masih belum bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Di mana saya bisa memulai untuk menggunakannya, Ayah?" tanya Fang Yin.
"Di sana!" Ketua Lama menunjuk sebuah tempat disebelah meja tungku itu.
Fang Yin membawa tungku itu tanpa menyentuhnya agar tungku itu tetap terjaga kemurniannya. Dia melapisi tangannya dengan Qi dan membawa tungku yang melayang-layang itu ke meja yang dimaksud oleh Ketua Lama.
__ADS_1
Sampai detik ini Ketua Sekte belum mempercayai jika Fang Yin bisa melakukannya.
Ketua Lama berdiri di depan Fang Yin dan mengamati apa yang dilakukan oleh putri angkatnya itu.
Ketua Sekte berdiri di samping Ketua Lama dan mengikuti apa yang dilakukan oleh ayahnya.
Fang Yin mulai mengeluarkan semua bahan-bahan pil yang akan dia buat di atas meja.
Setelah menyiapkan sesuai komposisi yang ada di dalam gulungan resep itu, Fang Yin memasukkannya ke dalam tungku yang sebelumnya sudah dia panaskan.
Tungku itu mengeluarkan sinar terang ketika semua bahan pil itu masuk ke dalamnya.
Fang Yin terus berkonsentrasi untuk memberi energi yang stabil dan mencoba mengendalikan tungku yang terus bergerak-gerak ketika proses pemurnian pil berlangsung.
"Itu, itu, itu ...." Ketua Sekte begitu sulit untuk mengeluarkan kata-katanya.
"Tenanglah! Biarkan Yin'er mengatasinya sendiri." Ketua Lama meminta Ketua Sekte untuk tenang dan mempercayai kemampuan Fang Yin.
****
__ADS_1
Bersambung ....