Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 187


__ADS_3

Sebagian penduduk mengintip apa yang dilakukan oleh Fang Yin dari tempat yang tersembunyi. Mereka takut terjadi sesuatu yang buruk pada Fang Yin tetapi mereka sendiri tidak berdaya.


Desa itu hanya sebuah desa kecil dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak. Namun jika dilikat dari rumah-rumah yang ada di sana, keadaan ekonomi mereka tidaklah buruk.


Kekuatan Fang Yin saat ini memungkinkan tubuhnya untuk bergerak sangat cepat dan ringan tanpa teknik khusus. Serangan dari bocah serigala itu tidak dia balas sedikitpun.


Ketika mereka berada di dalam jarak yang sangat dekat, Fang Yin menunggu kesempatan untuk bisa menangkap dan melakukan totokan di beberapa titik.


Meskipun memiliki kekuatan yang besar, bocah itu tidak memiliki kewaspadaan yang tinggi. Cara bertahannya pun masih lemah dan belum terkontrol dengan baik.


Bugh!


Tubuh bocah serigala itu jatuh tertelungkup di tanah dalam keadaan tak sadarkan diri setelah dua jari Fang Yin yang dialiri dengan Qi-nya menekan beberapa bagian tubuhnya.


Perlahan bulu-bulu di tubuhnya menghilang dan tubuhnya kembali menjadi seperti manusia normal.


Fang Yin menggendongnya tanpa rasa takut dan membawanya pergi ke dalam rumah tempat di mana dia muncul sebelumnya.


Saat berada di depan pintu rumah itu, Fang Yin memanggil sang pemilik rumah beberapa kali. Namun tidak ada jawaban.


'Sebelumnya ada teriakan dari dalam rumah ini sebelum anak ini keluar dari dalam. Apa yang sebenarnya terjadi?'


Mungkin itu terlalu lancang masuk ke dalam rumah orang tanpa ijin, tetapi tidak ada pilihan bagi Fang Yin. Sambil menggendong bocah kecil itu, Fang Yin membuka pintu rumah yang sedikit terbuka itu dengan kakinya.


Hari yang gelap membuat suasana di dalam rumah itu tidak bisa dia lihat dengan jelas. Banyak sekali perabotan yang berserakan di lantai rumah itu. Fang Yin menunda untuk mengobati anak itu dan memeriksa penghuni lain di rumah itu.


Telapak tangannya mengeluarkan inti api lalu melemparkannya ke beberapa titik di dalam ruangan itu.


Dalam sekejap ruangan itu menjadi terang.


Pandangan mata Fang Yin mengedar ke sekeliling untuk mencari-cari pemilik suara yang dia dengar sebelumnya. Dua sosok tubuh tergeletak di lantai dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.


Mereka terluka di beberapa bagian tubuh dengan darah segar yang masih basah di dalam luka itu. Fang Yin segera memeriksa nadi mereka dan ternyata mereka masih hidup meskipun detak jantung mereka sudah mulai melemah.

__ADS_1


Fang Yin mengambil dua buah pil pemulih miliknya lalu memasukannya ke dalam mulut mereka. Setelah membetulkan posisi tubuh mereka berbaring lebih nyaman, Fang Yin segera mengalirkan Qi pengobatan miliknya.


Di luar rumah itu ada beberapa orang yang mengintip apa yang dilakukan oleh Fang Yin. Mereka bukan kultivator atau ahli pengobatan, jadi tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Fang Yin.


Saat salah seorang ingin masuk ke dalam ruangan itu, penduduk yang lain menghadangnya dan memintanya untuk tetap tenang.


Insting tajam Fang Yin merasakan keberadaan mereka. Fang Yin tersenyum simpul dibalik cadarnya. Hal yang wajar jika dia dicurigai karena di sana dia adalah orang asing.


Setelah merasa tubuh sepasang pria dan wanita yang diduga adalah orang tua bocah serigala itu telah stabil, Fang Yin berjalan meninggalkan mereka lalu menghampiri bocah serigala.


Fang Yin mengambil telapak tangan bocah itu lalu memegangnya dengan telapak kirinya, sementara telapak tangankanannya mengalirkan Qi untuk memeriksa keadaan bocah itu.


Ketika kedua energi mereka bertemu, Fang Yin bisa merasakan struktur tubuh bocah itu dan melihatnya hingga ke dalam. Dia memiliki aura yang sama dengan nenek Lu dan ciri-ciri yang sama pula.


'Aku tidak bisa terus-menerus menutup jalur energi anak ini. Jika terlalu lama aku melakukannya, maka nyawanya akan berada dalam bahaya. Haruskah aku memberinya segel mantra pengendali untuk membuatnya patuh dan bisa aku kendalikan sesuai yang aku inginkan.'


Tidak ingin bersikap egois, berkali-kali Fang Yin memikirkannya ulang. Tubuhnya tersentak dan merasakan energi bocah serigala itu telah kembalin bangkit.


Fang Yin segera memutar telapak tangannya dan membuat segel pengendali di pergelangan tangan bocah itu.


Bocah itu terlihat kesakitan dan bergerak seolah sedang mendapatkan siksaan ketika segel Fang Yin menerobos ke dalam inti pikirannya. Semua itu terjadi karena bocah itu berusaha untuk menolak untuk dikendalikan oleh Fang Yin.


Kekuatan Fang Yin yang lebih besar darinya, membuatnya tidak berdaya. Apalagi saat ini Fang Yin juga sudah memiliki tubuh setengah naga yang memiliki kekuatan yang sangat besar.


Tepat saat segel itu terbentuk dengan sempurna, penduduk yang berada di luar rumah tadi bergegas masuk dan menghampiri Fang Yin dengan wajah penuh kemarahan.


"Hentikan!"


"Apa yang kamu lakukan pada anak ini?!"


Mereka memberanikan diri untuk menghardik Fang Yin meskipun sebenarnya dia takut padanya.


Fang Yin beranjak dari duduknya lalu memberi hormat pada mereka.

__ADS_1


"Nama saya Xu Chen. Saya tidak memiliki maksud yang jahat pada anak ini atau siapapun. Saya hanya berusaha untuk menolongnya."


Mereka tidak langsung percaya dengan apa yang diucapkan oleh Fang Yin. Salah satu dari mereka berjongkok untuk memeriksa tubuh bocah itu dan ternyata memang masih hidup.


Mereka juga memeriksa dua orang yang terbaring di lantai dan terkejut ketika mendapati mereka baik-baik saja.


Merasa tidak ada yang mencurigakan, salah satu dari mereka pergi keluar untuk memanggil penduduk yang lain untuk membantu membereskan rumah itu dan menyalakan lentera mengingat hari sudah malam.


Seseorang meminta Fang Yin untuk duduk dan mengobrol bersamanya. Kemudian dua orang lagi datang mengikutinya dan ikut bergabung.


Mereka adalah tetua tiga klan yang tinggal di desa itu.


Desa terpencil yang sebenarnya sangat luas itu hanya dihuni oleh tiga klan besar saja. Belum ada penduduk yang bermigrasi ke sana mengingat letaknya yang terpencil. Namun tidak ada yang tahu jika di desa itu menyimpan kekayaan hayati yang sangat melimpah.


Ketiga klan itu adalah Klan Yu, Klan Hao, dan Klan Yuan.


"Apa tujuan Anda datang kemari, Tuan?"


Tetua yang memperkenalkan dirinya sebagai pemimpin klan Yuan bertanya pada Fang Yin.


Tidak mungkin Fang Yin mengatakan tujuannya yang sebenarnya yaitu untuk mencari Kitab Sembilan Naga bintang enam. Apalagi kini dia bisa merasakan jika kitab itu masih berada di tempat yang jauh.


"Saya hanya kebetulan lewat dan membutuhkan tempat untuk bermalam. Saya sedang dalam perjalanan menuju ke Kekaisaran Benua Utara."


Insting naga Fang Yin mengatakan jika Kitab Sembilan Naga bintang enam berada di sana.


"Jika boleh tahu, apa tujuan Anda datang ke sana. Benua Utara bukanlah tempat yang aman untuk berwisata. Apakah Anda tidak pernah mendengar rumor tentang negara itu?"


Tetua Klan Yu menimpali.


****


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2