Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 330. Kemampuan Tersembunyi


__ADS_3

Selir Tang maju ke hadapan Jian Heng dan menatap putranya itu dengan tatapan penuh arti. Bocah laki-laki yang selalu mengalah pada kedua kakaknya itu kini telah menjelma menjadi seorang pemuda tampan. Sebagai seorang ibu dia merasa sangat bangga telah melahirkannya dan melihatnya bertumbuh.


Sorot mata kekhawatiran terlihat jelas di wajah Jian Heng. Dia tidak ingin melibatkan wanita yang dicintainya selain Fang Yin itu. Peperangan bukanlah sebuah tempat bermain melainkan tempat untuk berjuang melawan maut.


"Aku akan melibatkan ibu dalam pernikahan kami sebagai wanita terhormat. Setelah kami memperoleh kemenangan, aku berjanji akan segera datang untuk menjemputmu, Ibu. Tetaplah tinggal di sini bersama ayah." Jian Heng tidak mengijinkan ibunya pergi ke medan perang.


"Hmmh!" Selir Tang mendengus kesal. "Kamu pikir dari mana energi petir yang kamu miliki itu."


Jian Heng membelalakkan matanya tidak percaya. Dia kemudian menoleh pada ayahnya seolah meminta kejelasan.


Merasa mendapat panggilan, Kaisar Xi maju ke hadapan Jian Heng untuk mengatakan sebuah rahasia tentang Selir Tang yang telah disimpannya bertahun-tahun.


Ayah dan anak itu berdiri saling berhadapan dengan wajah yang terlihat serius. Mereka terdiam hingga beberapa saat.


"Heng'er, dengarkan ayah. Selama ini kamu dan kakak-kakakmu mengenal ibumu sebagai sosok yang lembut dan penuh kasih sayang, bukan?" tanya Kaisar Xi.


Jian Heng mengangguk.


Di belakang mereka Hao Xiang, Changyi, dan Fang Yin ikut mendengarkan obrolan mereka. Mereka juga merasa penasaran dengan latar belakang Selir Tang.


"Ibumu memang berhati lembut tetapi bukan berarti dia wanita yang lemah. Sebelum menjadi selirku, dia adalah seorang kultivator yang kuangkat menjadi satu-satunya panglima perang wanita. Kami sering melakukan tugas bersama-sama di medan perang hingga tumbuh benih-benih cinta di antara kami kemudian menikah. Setelah menikah, aku tidak mengijinkannya lagi pergi ke medan perang. Perlu kamu tahu bahwa ibumu memiliki kemampuan khusus untuk mengendalikan hujan dan petir sehingga kami selalu menang dalam pertarungan berkat kemampuannya itu."


Jian Heng menatap ibunya tak percaya lalu kembali menatap ayahnya.


Fang Yin dan kedua kakaknya pun tidak menyangka jika Selir Tang adalah seorang pendekar yang hebat di masa lalu. Dia begitu pandai menyembunyikan kekuatannya yang besar dibalik sikapnya yang lembut dan keibuan.

__ADS_1


"Apakah yang dikatakan oleh ayah itu benar, Ibu?" tanya Jian Heng.


Selir Tang mengangguk lalu berbalik memunggungi mereka semua. Dia terlihat akan melakukan sesuatu untuk membuktikan apa yang dikatakan oleh Kaisar Xi.


Kedua tangannya mulai melakukan gerakan yang hanya bisa dilihat sekilas dari arah belakang. Aura energi berwarna biru menyelimuti tubuhnya dengan kilatan-kilatan kecil yang memercik.


Musim gugur membuat alam selalu cerah tetapi langit tiba-tiba berubah menjadi gelap oleh awan-awan yang terus berdatangan. Entah darimana datangnya awan-awan itu. Semakin lama langit di atas istana itu telah tertutup oleh awan yang mengandung hawa hujan.


Kilat menyambar pertanda hujan dan petir akan segera tiba. Para prajurit yang sedang berlatih berlarian mencari tempat untuk berlindung. Mereka terlihat ketakutan dan merasa heran dengan hujan badai yang tiba-tiba datang di tengah musim gugur.


Hujan dan petir turun di wilayah istana dan sekitarnya saja karena Selir Tang hanya menggunakan sedikit kekuatannya. Dia hanya ingin membuat Jian Heng percaya dan mengijinkannya untuk ikut ambil bagian dalam agenda penggulingan kekuasaan Kaisar Ning.


"Cukup istriku. Istana ini akan banjir jika kamu tidak segera menghentikannya," ucap Kaisar Xi berdiri tepat di belakang Selir Tang.


Selir Tang mengangguk. Tangannya kembali mengeluarkan gerakan yang membuat hujan tiba-tiba reda. Awan-awan bergerak pergi dan perlahan menghilang sehingga langit menjadi terang.


Selir Tang berbalik dan kembali menghadap ke arah suami dan anak-anaknya.


"Ibu ternyata begitu hebat. Tolong terima aku menjadi muridmu, Ibu." Hao Xiang menyatukan kedua tangannya untuk memberi hormat, begitu juga dengan Changyi yang mengikutinya.


"Kalian sudah begitu hebat. Apa yang aku miliki ini tidak bisa aku ajarkan karena hanya keturunan Dewi Hujan saja yang bisa melakukannya. Aku sendiri tidak tahu apakah Heng'er bisa melakukannya atau tidak di masa mendatang," jelas Selir Tang.


Untuk sejenak wajah Hao Xiang dan Changyi terlihat kecewa tetapi itu tidak bertahan lama. Mereka telah kembali biasa lagi mengingat kemampuan ini tidak bisa dipaksakan. Selir Tang tentu juga tidak bermaksud untuk menyimpan kemampuan ini untuk dirinya sendiri jika dia bisa membaginya.


Kaisar Xi dan yang lainnya melanjutkan tujuan mereka untuk memilih sejumlah prajurit yang akan dikirim untuk membantu Fang Yin. Mereka akan diberangkatkan di waktu yang telah ditentukan oleh Fang Yin dan Jian Heng. Seluruh sekutunya akan berkumpul di waktu dan tempat yang sama lalu berangkat bersama-sama menuju ke istana Kekaisaran Benua Timur.

__ADS_1


Serangan yang tidak akan pernah dibayangkan oleh Kaisar Ning di mana seluruh benua berpihak pada Fang Yin, orang yang dahulu difitnah sebagai keturunan tidak resmi Kaisar Gu.


Selir Tang pergi lebih awal dari tempat itu dan mengatakan akan menyiapkan perjamuan untuk mereka semua. Meskipun masih merindukan Jian Heng tetapi di tidak akan menahannya untuk tinggal. Sepenuhnya dia mendukung apa yang akan dilakukan oleh putranya dan merestui hubungannya dengan Fang Yin.


Tidak ada yang tahu nasib seseorang. Sejak kecil Jian Heng selalu menolak untuk berebut kekuasaan dengan kedua kakaknya. Dia memilih untuk pergi menepi dan hidup bebas di luar istana. Siapa sangka dia akan menjadi suami penguasa Kekaisaran Benua Timur dan kemungkinan besar Fang Yin akan menyerahkan kepemimpinan tertinggi kepadanya.


Rasa bangga juga terlihat jelas di wajah Kaisar Xi. Putranya yang di anggap sebagai pembangkang kini menjadi seseorang yang begitu hebat. Selain keberuntungan dan ketampanannya, Jian Heng juga memiliki tingkat kultivasi yang lebih tinggi darinya.


Seharian keluarga besar Kaisar Xi terus bersama hingga perpisahan dengan Jian Heng kembali terjadi. Setelah semua urusannya selesai, Jian Heng dan Fang Yin meminta diri untuk kembali ke Gunung Perak. Wilayah kecil yang merdeka dan menjadi tempat untuk mengendalikan seluruh aktifitas dalam agenda penyerangan.


"Aku akan meminta pengawal untuk menyiapkan kuda terbaik untuk kalian berdua," ucap Kaisar Xi lalu berbalik untuk memanggil pengawal.


"Tunggu, Ayah!" panggil Jian Heng.


Kaisar Xi kembali ke hadapan Jian Heng dan menatapnya penuh tanya. Dia tersenyum karena berpikir jika putranya itu akan meminta sesuatu yang lebih padanya.


Jian Heng membalas senyuman ayahnya lalu berkata, "Kami akan pergi dengan teknik lintas dimensi, Ayah. Terimakasih untuk kudanya. Lain kali aku pasti akan memintanya jika semuanya telah kembali normal."


Lagi-lagi Kaisar Xi dikejutkan dengan kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh pasangan muda-mudi itu. Dia percaya di masa mendatang Kekaisaran Benua Timur akan menjadi negara yang sangat kuat dan berjaya di tangan keduanya.


"Baiklah. Di mana kalian akan memulai perjalanan untuk melintasi dimensi itu?" tanya Kaisar Xi.


"Di halaman belakang istana ini," jawab Jian Heng.


Seluruh keluarga besar Kaisar Xi berjalan ke halaman belakang untuk melepaskan kepergian Jian Heng dan Fang Yin. Mereka juga ingin melihat bagaimana mereka menggunakan teknik itu. Sangat sedikit orang yang menguasai teknik yang mampu melintasi ruang dan waktu dalam hitungan detik ini.

__ADS_1


****


Bersambung ....


__ADS_2