
Energi yang menyelimuti tubuh Fang Yin membuat seluruh permukaan kulitnya seperti terkelupas dan menjadi kulit yang baru.
Penyerapan energi baru terhenti ketika tubuh Fang Yin sudah mencapai batas maksimal penyerapan.
Terlihat cahaya yang menyelimuti tubuh Fang Yin mulai memudar seiring proses pengobatan yang telah selesai.
Keringat masih membasahi tubuhnya dengan sisa-sisa butiran bening di sudut matanya.
"Xiao Yin! Xiao Yin! Kau dengar aku?!" teriak Jian Heng menggedor-gedor pintu kamar Fang Yin.
Fang Yin yang baru tersadar terlihat kebingungan. Penampilannya sangat berantakan dan sedikit terbuka.
"Ah, penutup wajahku pakai menghilang ke mana juga ini?" Fang Yin terlihat panik.
Takut Jian Heng tiba-tiba masuk ke kamarnya, Fang Yin memilih menjawab ucapan Jian Heng dan berjalan mendekati pintu dengan penampilan seadanya.
"Aku baik-baik saja, Tetua Yu! Tidak perlu mengkhawatirkan ku!" jawab Fang Yin berdiri membelakangi pintu.
"Apakah kamu sungguh-sungguh?" Jian Heng masih belum percaya sepenuhnya pada ucapan Fang Yin.
__ADS_1
"Aku sungguh-sungguh. Beberapa saat yang lalu aku, aku sedang berlatih!" Fang Yin mengungkapkan alasannya.
Mendengar suara Fang Yin yang terdengar baik-baik saja, Jian Heng merasa lega.
"Baiklah, cepat istirahat! Jika kamu membutuhkan bantuan, kamu bisa memanggilku, Xiao Yin!" ucap Jian Heng sebelum kembali ke kamar.
"Tentu saja, Tetua. Terimakasih atas segalanya," ucap Fang Yin merasa lega setelah Jian Heng tidak lagi bicara.
Merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, Fang Yin kembali ke peraduannya.
Di dekat sebuah lentera yang cukup terang Fang Yin mendekatkan kulitnya yang terluka sebelumnya. Luka-luka yang dideritanya sembuh dan menghilang entah ke mana.
Di pagi hari,
Murid-murid sekte bersiap untuk menerima materi pembelajaran dan berkumpul di halaman.
Ini pertama kalinya pembelajaran di Sekte Sembilan Bintang setelah penyerangan dari Klan Yuan yang mengakibatkan banyak sekali kerusakan.
Fang Yin merasa bingung harus melakukan apa. Di hadapan para tetua dan murid yang telah mengetahui kekuatannya yang dia miliki, terasa percuma jika dirinya kembali berpura-pura menjadi murid bodoh.
__ADS_1
Tidak ingin terlalu kentara dengan kemampuannya, Fang Yin menahan diri saat mengikuti pelatihan bersama itu dengan menekan energinya hingga ke titik paling rendah.
Meskipun sudah sejak semalam dia memakan pil dari kakek Zhu. Namun hingga saat ini tubuhnya masih merasakan energi yang luar biasa dari dalam tubuhnya.
"Xiao Yin! Kamu bisa memilih latihanmu dibimbing oleh siapa. Semua tetua siap untuk melakukan yang terbaik untukmu," ucap Tetua Ming.
Semuanya berubah setelah Ketua Sekte Lama mengangkat Fang Yin sebagai putrinya sejajar dengan Ketua Sekte.
"Terimakasih, atas budi baiknya, Tetua!" Fang Yin memberi hormat pada Tetua Ming.
"Itu sudah menjadi tugas dan kewajiban kami." Ketua Ming membalas hormat Fang Yin.
'Dasar para Tetua tidak kompeten! Kalian bersikap manis padaku setelah tahu kelebihan ku dan posisiku sebagai putri angkat dari Ketua Lama. Ya ampun, aku sampai lupa, seharusnya aku pergi menemui ayah terlebih dahulu. Sejak kapan aku menjadi bodoh begini.' Fang Yin pergi meninggalkan tempat pelatihan itu begitu saja tanpa banyak bicara.
Para tetua dan murid-murid lainnya hanya terbengong melihat kepergiannya tanpa berani bertanya.
****
Bersambung ....
__ADS_1