Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 401. Rencana Fang Yin


__ADS_3

Ling Shasha salah jika menganggap Fang Yin sama dengan seorang manusia biasa. Dalam sekilas pandangannya saja dia sudah bisa melihat dengan jelas tanda ditangannya. Sikap diamnya hanyalah kamuflase untuk mengelabuhi lawannya.


'Aku sepertinya mengenal tanda ini. Tidak kusangka ada iblis berbahaya di istana ini. Untuk selanjutnya, aku harus menyingkir dari sini sementara waktu agar keadaan istana menjadi aman.' Fang Yin terlihat sedang memeriksa detail sulaman Selir Ning tetapi sebenarnya dia sedang berpikir.


"Baju ini sangat indah, Yin'er!" seru Selir Shi saat melihat dari dekat pakaian milik putrinya.


"Tentu saja. Ibu Ning selalu memanjakanku degan pakaian bagus." Fang Yin tersenyum dan segera menyimpannya ke dalam cincin penyimpanannya.


Selir Tang menatap Ling Shasha dan mengamatinya dari atas hingga ke ujung kaki. Dia merasakan aura aneh dari tubuhnya tetapi tidak bisa melihatnya dengan jelas. Wanita itu begitu pandai menyembunyikan kekuatan dan menekan energinya.


Yu Ruo juga memiliki kepekaan yang sama dengan Selir Tang. Aura aneh Ling Shasha juga dirasakannya saat ini tetapi dia berusaha untuk tidak menunjukkan sikap yang mencurigakan.


Saat semua orang menatap Ling Shasha, Fang Yin melihat ketidaknyamanan di wajahnya. Tidak ingin rencananya gagal, dia segera harus meredam rasa ingin tahu keluarganya. Keadaannya saat ini belum memungkinkannya untuk melawan iblis.


"Oh, iya. Ibu, Nenek, dia adalah Ling Shasha pelayan pribadiku. Aku lupa mengenalkannya pada kalian," ucap Fang Yin kemudian.


"Saya Ling Shasha, Yang Mulia. Saya masih baru di sini, mohon bimbingannya." Ling Shasha segera tanggap dan tidak menyalahkan tatapan keluarga Fang Yin padanya.


"Hmm." Yu Ruo mengangguk lalu kembali berkata, "Bekerjalah dengan baik."


"Kamu bisa bertanya padaku jika ada yang ingin kamu tanyakan tentang bagaimana mengurus Yin'er," imbuh Selir Shi.


"Baik, Yang Mulia." Ling Shasha kembali mengambil posisi dengan berdiri di belakang Fang Yin.


Fang Yin berpikir bagaimana caranya untuk bisa berbicara secara bebas dengan Selir Tang. Saat ini hanya dia yang sangat mengerti masalahnya tetapi tidak menutup kemungkinan keluarganya juga akan dilibatkannya. Ada beberapa hal yang tidak bisa diatasi oleh keduanya, misalnya tentang pemulihan kekuatannya.


Orang yang memiliki kemampuan spesial untuk mengatasi masalah itu adalah Tian Feng dan Shi Han Wu. Sebisa mungkin Fang Yin harus bisa merahasiakan kehamilannya dari mereka saat meminta bantuan. Kehamilannya yang tidak biasa membuatnya lebih leluasa menggunakan pil jenis apapun karena tidak akan berpengaruh pada anaknya.


"Ibu, Nenek! Aku harus mengantar ibu mertua untuk beristirahat. Sebelum kalian datang, dia mengatakan padaku jika merasa kurang enak badan. Benar begitu bukan, Ibu Mertua?" Fang Yin meminta Selir Tang masuk dalam sandiwaranya.

__ADS_1


"Ah, iya, benar. Yin'er berjanji akan menemaniku." Selir Tang menguatkan cerita Fang Yin.


"Kami juga harus mengerjakan beberapa hal. Mari kita pergi dari sini!" Selir Shi juga tidak bisa berlama-lama berada di sana.


Mereka bersiap untuk pergi tetapi Fang Yin harus menyelesaikan satu hal lagi yaitu Ling Shasha. Dia tidak bisa membawanya serta ke kediaman Selir Tang. Satu-satunya alasan yang masuk akal adalah memintanya untuk menata dan membersihkan halaman istananya.


Pekerjaan ini akan memakan waktu yang lama. Dengan begini Fang Yin bisa merasa tenang bisa terhindar darinya untuk sementara waktu. Banyak hal yang harus dia persiapkan untuk menghadapi kemungkinan paling buruk yang mungkin terjadi.


Selir Shi dan Yu Ruo mengambil arah yang berbeda dengannya. Mereka berpisah sejak keluar dari istana. Tinggal Fang Yin dan Selir Tang saja yang pergi menempuh jalan yang cukup jauh. Namun, keduanya tidak berbincang selama dalam perjalanan.


"Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting, Ibu," ucap Fang Yin ketika mereka telah sampai di ruangan Selir Tang.


"Aku juga. Kamu bisa memulai lebih dulu."


Fang Yin mengatakan rencananya untuk segera memulihkan diri dan menghadapi situasi yang tidak bisa diprediksi. Dia juga menemukan fakta baru jika Ling Shasha adalah seorang anggota sekte iblis yang menyamar menjadi pelayan. Tidak lupa dia menceritakan tanda yang ada di pergelangan tangannya.


Selain itu, Fang Yin juga menceritakan jika dia menemukan jejak energi yang tertinggal di bawah pohon yang ada di depan istananya. Semua kejadian ini membuatnya mengambil kesimpulan jika ada lebih dari satu orang penyusup yang tinggal di tengah mereka. Belum tahu siapa target dan tujuan mereka tetapi dia merasa sangat yakin jika ini sangat erat kaitannya dengan calon keturunan yang akan dilahirkannya.


"Aku tidak bisa banyak membantu untuk memulihkan energimu, Yin'er. Akan tetapi, aku akan terus berada di sampingmu untuk melindungimu." Selir Tang tampak menyesalkan ketidakmampuannya.


"Tidak perlu khawatir, Ibu. Aku akan meminta ayah dan kakek untuk membantuku. Sebenarnya aku bisa menggunakan giok hitam yang aku simpan tetapi efeknya terlalu mengerikan." Jiwa iblis di tubuh Fang Yin berhasil ditekan dengan baik sehingga membuat dirinya menjadi sangat peduli dengan orang-orang yang berada di sekitarnya.


"Apa yang akan kamu lakukan jika kekuatanmu sudah kembali pulih?"


Fang Yin tidak langsung menjawab pertanyaan Selir Tang dan tampak berpikir. Dia ragu untuk mengatakan jika dirinya berniat untuk pergi meninggalkan istana. Pertarungan besar akan menimbulkan kerusakan yang berarti sedangkan dia telah menghabiskan banyak biaya, waktu dan tenaga untuk membangun istana ini.


Selir Tang menggeser posisi duduknya menjadi lebih dekat. Segala keputusan perlu dipikirkan dengan masak dan hati yang tenang.


"Tidak perlu tergesa-gesa mengambil keputusan. Sebaiknya kamu pikirkan lebih dulu dan membicarakannya dengan Heng'er. Aku selalu berdiri di belakang kalian untuk mendukung usaha yang kalian lakukan."

__ADS_1


"Ibu, aku sangat menyayangi keluargaku. Istana ini kubangun dengan harapan bisa membahagiakan semua orang. Rasanya sangat sayang jika harus kembali hancur oleh pertarungan."


Selir Tang mengernyitkan dahinya usai mendengar ucapan Fang Yin.


"Lalu, apakah kamu ingin pergi dari sini?" tanya Selir Tang dengan wajah sedihnya.


Fang Yin mengangguk tanpa ragu.


"Aku akan pergi dari istana dan kembali dengan membawa anakku. Kehidupan di tempat yang asing juga bisa membuatku merasa damai. Aku akan mencari tempat di mana musuh akan sulit untuk menemukanku."


Wajah Selir Tang terlihat muram tetapi dia cukup memahami alasan Fang Yin. Sangat berat baginya untuk melepaskan Fang Yin dan Jian Heng pergi ke alam bebas. Mereka akan kembali menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan dan melakukan semuanya sendiri.


"Aku tidak menemukan cara yang lebih baik dari ini, Yin'er."


Fang Yin meraih tubuh Selir Tang dan memeluknya. Secara tidak langsung dia telah membuatnya bersedih tetapi dia juga tidak menemukan cara lain.


"Tolong rahasiakan rencana ini dari semua orang kecuali Kak Heng. Aku tidak ingin ada yang tahu tentang hal ini. Kuharap ibu tetap berada di istana ini sampai aku kembali nanti."


Permintaan Fang Yin terasa sangat sulit bagi Selir Tang. Dia harus membicarakan masalah ini pada Kaisar Xi. Setidaknya dia harus mengabarinya untuk meminta ijin tinggal lebih lama di negeri putranya.


"Aku akan meminta ijin pada ayahmu terlebih dahulu. Semoga saja dia tidak keberatan jika aku tinggal di sini dalam waktu yang lama." Selir Tang belum bisa memberikan jawaban yang pasti.


Hari itu juga, Fang Yin pergi menemui Shi Han Wu di tempat pelatihan. Meskipun dengan cara diam-diam, dia harus bergerak cepat. Kekuatannya dan Jian Heng harus segera dipulihkan.


Selir Tang tidak menemaninya pergi karena bisa menimbulkan kecurigaan bagi keluarganya. Dia percaya apapun yang dilakukan oleh Fang Yin akan membawa keberhasilan.


Seseorang mengikuti Fang Yin secara diam-diam saat dia sedang berjalan untuk menemui Shi Han Wu. Dia menyelinap di antara pohon dan bangunan yang dilaluinya untuk menyembunyikan diri. Hingga setengah perjalanan, Fang Yin belum sadar jika dirinya sedang diikuti.


***

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2