Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 286. Bangkit


__ADS_3

Tian Feng mencoba mengalirkan Qi ke bagian meridian kiri atas tetapi aliran itu terhenti. Racun di pembuluh darahnya turut memblokir aliran energinya. Bukan sekedar mengikat aliran darahnya saja.


Semakin keras dia berusaha untuk melawan maka semakin cepat racun energi Juan Shi menyebar.


Di kejauhan Juan Shi terlihat sedang mengambil jeda. Meskipun saat ini dia telah kehilangan banyak energi tetapi dia merasa puas karena telah berhasil membuat lawannya terpuruk. Sebuah senyum kemenangan menghiasi wajahnya dan membuatnya merasa di atas angin.


Untuk menghemat energi yang keluar, Tian Feng turun ke tanah dan menghindari pengeluaran energi yang tidak perlu. Secepat mungkin dia harus menemukan cara untuk mengatasi masalah ini. Tubuhnya sudah mulai sulit untuk digerakkan.


'Aku tidak tahu apakah pil penawar racun tingkat tinggi ini akan bekerja atau tidak. Belum ada cara lain yang aku temukan. Jika ini tidak bekerja maka tamatlah aku.' Tian Feng mengeluarkan sebutir pil dari cincin penyimpanannya.


Dengan tangan yang gemetar dia mulai menelan pil itu ke dalam mulutnya. Lidahnya sudah mati rasa bahkan sangat sulit untuk digerakkan dalam menelannya. Usaha yang begitu keras hanya untuk menelan sebuah pil.


Pil yang bereaksi di dalam tubuhnya membuat pandangannya menjadi kabur. Sesaat kemudian dia kehilangan kendali atas dirinya dan tumbang.


Juan Shi turun menghampirinya untuk melihat apa yang terjadi. Dia merasa sangat puas karena bisa kembali mengalahkan musuh dengan teknik yang dimilikinya. Dengan jumawa dia berjalan mendekati Tian Feng sambil tertawa dengan keras.


Qing Yu dan Zhen Yumao menatap ke arah Tian Feng dan Juan Shi. Mereka terlihat sedih melihat keadaan pemimpin mereka yang jatuh tak berdaya. Namun, mereka masih memiliki tugas yang harus mereka selesaikan.


'Aku tidak boleh terpancing. Perjuangan untuk mempertahankan wilayah harus tetap dilanjutkan meskipun tanpa Tuan Feng. Aku yakin jika Tuan Feng tidak selemah itu.' Qing Yu kembali fokus pada pertarungannya dengan Fan Bingbing.


Di tempat lain, Zhen Yumao sedang berusaha untuk membantu melindungi pasukannya dari serangan musuh. Dengan kekuatannya yang mulai melemah dia berusaha untuk terus berjuang. Dia rela mati untuk membela negaranya dan menebus kesalahan yang selama ini dilakukannya.


"Pria sombong, hanya segini saja kemampuanmu. Rasanya aku belum merasa puas bertarung denganmu. Aku masih ingin menghajarmu sekali lagi." Juan Shi ingin meledakkan tubuh Tian Feng dan membuatnya hancur berkeping-keping.

__ADS_1


Seharusnya dia mengambil jeda untuk beberapa saat lagi tetapi dia merasa sudah tidak sabar lagi. Tidak ada lawan yang perlu dikhawatirkannya lagi sehingga dia berani untuk mengeluarkan seluruh sisa kekuatannya. Tanpa pikir panjang lagi, Juan Shi mengumpulkan energi di telapak tangannya dan bersiap untuk meluncurkannya menghantam tubuh Tian Feng.


Senyuman kesombongan melekat di wajah Juan Shi yang berhasil membuat lawannya terkapar. Tangan kanannya membawa energi yang telah terkumpul lalu dia mengangkatnya tinggi-tinggi bersama tubuhnya yang membumbung ke udara. Dia ingin melemparkan energi itu dari atas dan melihat tubuh Tian Feng hancur.


"Terima ini! Haaaa!" teriak Juan Shi.


Semua orang yang mendengar teriakannya menatapnya dengan tercengang. Mereka terlihat menahan nafas ketika melihat energi bergerak perlahan menuju ke arah Tian Feng. Kubu Qing Yu terlihat sedih dan miris sedangkan kubu Juan Shi merasa bangga pada pemimpinnya.


Ledakan keras terdengar ketika energi itu menghantam tubuh Tian Feng yang berada di tanah. Debu dan kobaran api menyelimuti tempat di sekeliling Tian Feng. Semua orang berpikir jika dirinya saat ini telah mati dan menjadi butiran debu.


"Hahaha!" tawa Juan Shi menggema di seluruh tempat.


Pertarungan berhenti sejenak. Mereka fokus pada pertarungan Juan Shi dan Tian Feng yang telah mencapai titik akhir.


Perlahan kepulan debu yang menyelimuti daratan mulai menghilang karena tertiup angin. Sesosok bayangan terlihat samar sedang berdiri di tempat Tian Feng berada. Mereka berpikir ada orang lain yang datang ke sana setelah ledakan terjadi tetapi pikiran mereka ternyata salah.


Orang yang berdiri itu adalah Tian Feng yang telah sadar dari masa kritisnya.


Qing Yu yang tengah berdiri sambil menunduk tidak melihat jika Tian Feng masih hidup. Dia terlihat sedih dan belum bisa menerima kenyataan di hadapannya. Suasana hatinya yang tidak stabil dimanfaatkan oleh Fan Bingbing.


Setelah melihat keadaan Tian Feng baik-baik saja, Fan Bingbing kembali waspada. Melihat ketidaksiapan Qing Yu membuatnya senang. Dia segera melancarkan serangan mematikan ke arahnya sebelum dia menyadarinya.


Tangan kanan Tian Feng mendorong ke arah Qing Yu untuk membuatnya terhindar dari serangan Fan Bingbing. Meskipun saat ini posisinya sedang memunggungi mereka tetapi insting Tian Feng meningkat sangat tajam. Dia segera menguasai keadaan dan berpikir untuk menyelamatkan Qing Yu.

__ADS_1


Tubuh Qing Yu terdorong ke belakang. Hantaman energi ringan dari Tian Feng tidak melukainya sama sekali. Namun, cukup membuat tubuhnya terdorong dan terpelanting ke jarak yang lumayan jauh.


Setelah kehilangan muka untuk beberapa saat, Tian Feng segera melompat ke udara untuk membalas serangan Juan Shi. Amarah dan dendam terlihat sangat jelas di wajahnya. Kali ini dia tidak akan melepaskan Juan Shi begitu saja.


"Kamu masih hidup rupanya," ucap Juan Shi mencoba bersikap biasa meskipun keterkejutan belum sepenuhnya menghilang darinya.


Tian Feng tidak ingin menjawab Juan Shi. Basa-basi mereka sudah lebih dari cukup. Dia bahkan hampir kehilangan nyawa akibat keteledorannya.


Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Sorot matanya yang menakutkan membuat Juan Shi menahan nafas. Saat Tian Feng bergerak mendekatinya, dia mencoba melindungi diri dengan melemparkan serangan dari sisa-sisa energi yang dia punya.


Serangan itu tidak berarti apa-apa untuk Tian Feng. Langkahnya semakin cepat dan membuatnya mencapai Juan Shi dalam waktu singkat.


TelapaK tangan Tian Feng mendorong ke depan dengan jari-jarinya yang terbuka. Kini Juan Shi yang sedang berada di dalam kendalinya. Untuk kali ini, Tian Feng tidak ingin bermain-main lagi dan memilih mengakhiri pertarungan dengan cepat.


Juan Shi yang telah siap dengan energi di kedua tangannya tiba-tiba tidak bisa bergerak. Seluruh anggota geraknya terblokir oleh kekuatan Tian Feng yang telah menguasainya. Perlahan energi di tangannya mulai lenyap seiring denan tubuhnya yang kian melemah.


Mata Juan Shi memang masih terbuka tetapi dia tidak bisa melihat apapun lagi seiring denyut nadinya yang mulai menghilang. Nafasnya benar-benar telah terhenti dan tubuhnya perlahan menjadi kehitaman. Energi api yang sangat panas membakarnya dari dalam.


Tian Feng melemparkannya ke sebuah pohon yang telah mengering. Pohon itu pun ikut terbakar dan berkobar bersama tubuh Juan Shi.


Sorot amarah belum hilang dari matanya. Tian Feng memutar tubuhnya ke hadapan Fan Bingbing yang masih bertarung dengan Qing Yu. Dia lalu melompat ke arah mereka.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2