
Saat proses mutasi Yuan Wong berlangsung, Qi alam yang ada di sekitar Gunung Telaga Emas ikut terseret dan terserap masuk ke dalam tubuhnya.
Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Ketua Lama selain menunggu mutasi Yuan Wong selesai. Percuma saja jika menyerangnya sekarang karena itu akan membuat energinya terpental tak berguna.
Di saat yang menegangkan itu, Fang Yin masih tampak santai dan menghabisi satu persatu kultivator yang masih hidup itu dengan cara yang tidak terlihat.
Tidak ada yang tahu dengan apa yang dia lakukan karena dia melemparkan jarum-jarum beracun yang sangat kecil dengan cepat di saat para tetua lengah dan tidak memperhatikannya.
Mereka terlalu fokus melihat mutasi yang dilakukan oleh Yuan Wong.
Fang Yin membunuh mereka karena sebelumnya sempat melihat beberapa di antara mereka telah melakukan kultivasi untuk pemulihan.
Di dalam dunia kultivasi tidak butuh rasa kemanusiaan. Siapa yang kuat maka dialah yang menang. Jika Fang Yin tidak menghabisi mereka, maka mereka akan menyerang mereka di saat semuanya lengah dan mengira mereka benar-benar lemah.
Pada lemparan jarum beracun yang terakhir, Jian Heng sempat melihat sekilas apa yang dilakukan oleh Fang Yin.
'Dasar gadis nakal! Kamu memang sangat kejam,' gumam Jian Heng dalam hati lalu tersenyum bangga pada Fang Yin yang begitu waspada.
Perubahan wujud Yuan Wong hampir selesai. Energi yang menyelimuti tubuhnya telah berhenti menyerap Qi alam di sekitarnya.
Duarr!
Energi yang menyelimuti tubuh Yuan Wong meledak menyisakan pancaran cahaya yang sangat terang berhamburan seperi ledakan kembang api yang sangat besar.
Semua mata terbelalak melihat wujud baru Yuan Wong. Dia berubah menjadi binatang roh yang berwujud menyerupai seekor banteng berkepala singa. Hal itu terjadi karena Yuan Wong menaklukkan dua binatang roh itu dan menyerap seluruh energi yang ada di dalam kristal Qi mereka.
Ketua Lama bergerak mendekat pada Yuan Wong untuk memulai pertarungan mereka. Semuanya harus mereka selesaikan malam ini juga.
"Bersiaplah Tua Bangka!" pekik Yuan Wong yang telah memulai serangannya.
__ADS_1
Dengan gerakan yang sangat cepat, Yuan Wong bergerak memutari tubuh Ketua Lama dan membuatnya sulit untuk menebak serangannya.
Yuan Wong menguasai pertarungan dan membuat Ketua Lama sulit untuk menebak keberadaannya.
Tawa Yuan Wong terdengar begitu nyaring menggema di langit Sekte Sembilan Bintang.
Ketua Lama merasa dipermainkan oleh Yuan Wong. Tidak ingin tinggal diam, Ketua Lama mengeluarkan Jurus Pedang Dewa Matahari untuk menghadapi lawannya kali ini.
Cahaya kuning emas yang sangat terang menyelimuti pedang Sembilan Bintang dan membuat keadaan di sekelilingnya menjadi terang menyilaukan.
Hawa panas membakar kulit mulai terasa di sekitar tempat itu, akan sangat sulit bagi seorang kultivator biasa menghadapi jurus ini.
Jian Heng membawa Fang Yin untuk mundur dan menjauh dari area pertarungan.
Sebenarnya Fang Yin tidak terpengaruh sama sekali dengan rasa panas dari Qi yang dikeluarkan oleh Ketua Lama karena pada dasarnya di dalam tubuhnya tersusun dari hawa yang lebih panas dari itu dari Qi naga merah yang ada di sana.
Pertarungan sengit antara binatang roh Yuan Wong dan Ketua Lama menyisakan jerit ketakutan bagi murid-murid dan penghuni sekte itu.
Tanpa mempedulikan larangan Jian Heng, Fang Yin melesat ke udara lalu terbang untuk melihat pertarungan menarik itu dari dekat.
Dengan melihat pertarungan itu, Fang Yin bisa merekam jurus-jurus dan teknik bertarung yang sangat sayang untuk dilewatkan.
Fang Yin butuh pelajaran secara langsung seperti ini dari sekedar teori karena dia lebih bisa memahami.
Jian Heng mengawasi Fang Yin dari kejauhan.
Terlihat Yuan Wong begitu licik dalam pertarungan dengan memecah fokus Ketua Lama. Yuan Wong seolah ingin menghancurkan bangunan villa atau mengincar salah satu murid yang muncul sehingga Ketua Lama tidak fokus dengan serangannya.
"Licik!" seru Fang Yin merasa gerah dengan apa yang dilakukan oleh Yuan Wong.
__ADS_1
Tidak terima dengan apa yang dilakukan binatang roh bintang menengah itu, Fang Yin mencari kesempatan untuk membantu Ketua Lama.
Jurus Tak Terlihat dari Yuan Wong bisa dia lawan dengan Jurus Merendahkan Bayangan miliknya tentunya tidak dengan tangan kosong.
Fang Yin perlu melapisi tubuhnya dengan Qi Awan Salju sebelum mendekati Yuan Wong untuk meredam hawa panas energi mereka.
Di kejauhan terlihat Ketua Lama menangkis serangan Yuan Wong yang mengarah pada beberapa orang murid yang berlarian mencari tempat berlindung karena pondok mereka yang terbakar.
Yuan Wong licik itu mengumpulkan energi yang besar di mulutnya di saat yang sama dengan lemparan energi yang dia lakukan dengan kaki depannya.
"Kamu pikir aku akan tinggal diam ketika melihatmu berbuat curang, hmm!" ucap Fang Yin tanpa menunjukkan dirinya.
Yuan Wong berputar untuk mencari dari mana suara itu berasal.
"Siapa kamu? Tunjukkan dirimu kalau kamu berani!" tantang Yuan Wong sambil melemparkan energi ke sembarang arah berharap salah satunya akan mengenai Fang Yin.
Shertt ... Sherrtt ... Shheerrt!
Energi Yuan Wong yang terlempar itu disambut dengan hunjaman kristal es yang menancap padanya.
Duaarrr!
Kedua energi yang bersatu itu meledak menghasilkan butiran salju yang berhamburan seperti hujan.
"Pendekar dari Suku Es?!" Yuan Wong terkejut melihat kemunculan jurus dari suku es di sekte ini.
Di kejauhan, Ketua Lama kembali ke hadapan Yuan Wong untuk mengambil alih pertarungannya kembali. Namun, Fang Yin juga tidak ingin pergi dari sana.
'Dasar anak nakal!' Jian Heng tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Fang Yin.
__ADS_1
****
Bersambung ....