Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 116. Pil Bekerja


__ADS_3

"Pergilah! Manfaatkan waktumu sebaik mungkin!" Ketua Lama mengijinkan Fang Yin untuk pergi.


Fang Yin memberi hormat pada Ketua Lama dan Ketua Sekte sebelum pergi meninggalkan tempat itu.


Di halaman terlihat para tetua dan murid-murid sedang berlatih. Mereka menatap ke arah Fang Yin yang berjalan tergesa-gesa menuju ke villa Jian Heng.


Jian Heng sedang melatih murid-muridnya ketika Fang Yin melintas di dekatnya.


"Xiao Yin! Apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Jian Heng ketika melihat Fang Yin berjalan terburu-buru.


Fang Yin menghentikan langkahnya.


"Tidak ada," jawab Fang Yin sambil melirik ke arah murid-murid Jian Heng yang terbengong menatapnya.


Jian Heng tahu jika Fang Yin tidak nyaman mengungkapkan apa yang dia rencanakan di depan murid-murid sekte yang lain.


"Kalian teruskan latihannya dulu. Aku ada urusan sebentar bersama, Xiao Yin!" ucap Jian Heng sebelum pergi meninggalkan murid-muridnya.


"Baik, Tetua!" seru Xiao Chen mewakili teman-temannya.


Setelah mendengar pengangkatan Fang Yin menjadi putri angkat Ketua Lama, Xiao Chen tidak berani lagi memanggil Fang Yin dengan sebutan sepupu lagi.


Melihat Jian Heng yang berjalan mendahuluinya, Fang Yin malah terbengong untuk beberapa saat.

__ADS_1


'Dia ... dia ...! Aneh! Apakah dia begitu merasa penasaran dengan apa yang terjadi padaku?' gumam Fang Yin lalu berjalan menyusul Jian Heng sambil menghentak-hentakkan kakinya.


Di depan pintu villa, Jian Heng berdiri untuk menyambut Fang Yin.


"Xiao Yin! Apakah kamu mengalami masalah? Wajahmu terlihat sangat aneh sekali."


Belum juga masuk ke dalam villa, Jian Heng sudah menyambutnya dengan pertanyaan.


"Aku tidak mengalami masalah. Aku tergesa-gesa karena ingin segera menyelesaikan Kitab Sembilan Naga yang aku pinjam darimu, Tetua Yu. Aku sudah melewatkan beberapa hari ini tanpa menyentuhnya."


Jawaban dari Fang Yin tidak serta-merta membuat Jian Heng percaya.


"Benar begitu saja? Tidak ada sesuatu yang kamu rahasiakan dariku?" Pertanyaan Jian Heng menuntut Fang Yin untuk kembali menjawabnya.


Pandangan mata Fang Yin melihat ke sekeliling, ada beberapa orang yang lalu lalang di sekitar villa Jian Heng.


"Kita bicara di ruang rahasia saja," ucap Fang Yin setengah berbisik.


Mereka berdua berjalan memasuki ruangan itu. Sesampainya di dalam Fang Yin mengeluarkan sebuah kantong yang berisi sepuluh buah pil rahasia.


"Apa ini, Xiao Yin?" Jian Heng melihat pil yang berkilau itu.


Pil-pil itu beraroma khusus.

__ADS_1


"Ini adalah pil rahasia yang terbuat dari beberapa jenis tanaman langka. Dengan pil ini aku akan mampu menyerap isi kitab ini dengan cepat!" seru Fang Yin dengan mata yang berbinar-binar.


Lain halnya dengan Fang Yin yang merasa gembira, Jian Heng merasakan hal yang sebaliknya. Dengan di kuasainya seluruh isi Kitab Sembilan Naga miliknya, maka perpisahannya dengan Fang Yin tidak bisa ditunda lagi.


"Oh, ini sangat luar biasa." Jian Heng mencoba tersenyum di tengah kegetiran hatinya.


Tidak ingin membuang-buang waktunya lagi, Fang Yin segera memakan sebutir pil itu di hadapan Jian Heng.


Tubuh Fang Yin terasa ringan setelah menelan pil itu, perlahan cahaya pelangi menyelimuti tubuhnya dan mengangkatnya ke udara.


Di depan salinan kitab yang juga melayang di udara, Fang Yin mulai membaca dan menyerap selembar demi selembar isi kitab itu.


Jika biasanya Fang Yin hanya bisa menyimpan satu halaman saja setiap harinya, kini dia mampu menyerap sekitar lima puluh lembar dalam sekali waktu.


Itu artinya, sisa kitab yang belum dia serap akan dapat dia selesaikan dalam waktu kurang dari satu pekan jika dia tidak berhalangan mempelajarinya setiap hari.


"Kamu sangat hebat, Xiao Yin!" seru Jian Heng ketika melihat Fang Yin selesai.


Hatinya berada di tengah-tengah antara rasa senang dan takut kehilangan saat melihat kemajuan Fang Yin hari ini.


****


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2