Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 117. Satu Kitab Selesai


__ADS_3

Tubuh Fang Yin turun secara perlahan setelah penyerapan isi kitab mencapai batas.


Efek dari pil yang dia makan belum sepenuhnya menghilang. Hal itu terlihat dari cahaya yang menyelimuti tubuhnya belum memudar.


"Pil ini sungguh luar biasa." Fang Yin merasa tubuhnya masih merasa sangat berenergi.


Selain mempercepat daya serap dan daya ingat sepertinya pil ini juga memiliki efek untuk meningkatkan kultivasi penggunaannya.


"Aku sependapat denganmu. Apa yang akan kamu lakukan setelah ini, Xiao Yin?" Jian Heng melihat ke arah Fang Yin dengan tatapan ingin tahu.


Fang Yin terlihat sedang berpikir.


"Aku ingin berkultivasi terlebih dahulu dan tidak ingin melakukan kegiatan di luar bersama murid-murid yang lain." Fang Yin berjalan menuju ke tempat di mana Jian Heng biasa duduk untuk berkultivasi.


"Kamu lanjutkan saja. Aku harus kembali pada murid-muridku sebelum mereka menyusulku ke mari." Setelah mengatakan hal itu, Jian Heng pergi meninggalkan Fang Yin seorang diri di ruangan itu.


Hari itu Fang Yin berada di dalam ruangan Itu untuk berkultivasi dan berlatih untuk menerapkan kitab yang telah dia pelajari.

__ADS_1


Sepekan kemudian.


Kitab Sembilan Bintang berhasil dia selesaikan hari ini, selanjutnya Fang Yin berpikir untuk melanjutkan perjalanannya.


Sudah hampir tujuh bulan dia berada di Sekte Sembilan Bintang ini dan baginya itu sudah terlalu lama.


Di ruangan depan villa milik Jian Heng, Fang Yin dan Jian Heng menikmati makan malam mereka.


"Xiao Yin! Apa rencanamu setelah ini?" tanya Jian Heng dengan suara seperti tercekat.


"Aku belum tahu akan ke mana. Mungkin aku akan mencari tahu terlebih dahulu di mana Kitab Sembilan Naga bintang empat." Fang Yin belum mendengar di tangan siapa kitab itu sekarang berada.


"Aku tidak tahu ini benar atau tidak, tetapi aku pernah mendengar jika Kitab Sembilan Naga bintang empat berada di tangan seorang kultivator ranah surgawi di Kekaisaran Benua Selatan. Dia di kenal dengan sebutan 'Pendekar Iblis Buta'," jelas Jian Heng.


Fang Yin terlihat sangat senang mendengar berita ini. Meskipun untuk mendapatkannya bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi Fang Yin tidak pernah menyerah.


"Terimakasih, Tetua Yu! Aku tidak akan pernah melupakan budi baikmu. Kamu menjadikanku seperti seorang kerabat meskipun kita baru saja saling mengenal."

__ADS_1


Fang Yin berlutut di hadapan Jian Heng.


"Hei! Apa yang kamu lakukan? Bangunlah! Jangan pernah merasa berhutang padaku!"


Jian Heng sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Fang Yin.


Mereka saling berpandangan tanpa bersuara lagi. Tidak dipungkiri jika dalam hati mereka menyimpan perasaan saling mengagumi. Namun mereka tidak berani untuk saling mengakui.


Jalan yang dilalui Fang Yin masih sangat jauh dari tujuannya, begitu Jian Heng masih memiliki sebuah misi yang belum terselesaikan.


Mereka masih sama-sama terikat dalam sebuah misi yang belum terselesaikan.


Satu hal yang membuat Jian Heng tenang, dia telah memberikan tanda di kening Fang Yin dan suatu saat akan tetap menemukannya.


Saat mereka telah sama-sama dewasa dan siap untuk membangun sebuah keluarga, Jian Heng berharap Fang mengerti jika tanda yang dia berikan berarti sebagai pengikat.


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2