
Fang Yin mendekat dengan cepat ke hadapan Zheng Moran. Langkahnya hampir tak terlihat seperti kilat yang tak menimbulkan derap.
Tangannya menyambar kerah baju Zheng Moran lalu mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka hampir bersentuhan.
"Aku bukan orang yang memiliki rasa sabar. Suka atau tidak aku bukanlah seorang wanita lemah!" Setelah mengatakan itu Fang Yin mendorong tubuh Zheng Moran hingga tersungkur di tanah.
Zheng Moran tersenyum kecut melihat ke arah Fang Yin. Perlahan dia bangkit dan kembali berdiri dengan tegak.
"Kamu tidak takut menjadi buruan para kultivator yang di desa ini?" Zheng Moran tersenyum jahat. "Kamu pikir kakakku yang tolol itu bersedia mengorbankan nama baiknya untuk membelamu di depan penduduk desa saat mereka tahu ada seorang kultivator wanita di tempat ini?"
"Kamu pikir aku peduli dengan ancamanmu?" Fang Yin mengeluarkan bola energi di tangannya dan bersiap untuk menyerang Zheng Moran.
Zheng Moran yang telah kehilangan banyak energi, merasa tidak akan mampu untuk menghadapi Fang Yin yang belum dia ketahui sebesar apa kemampuannya. Untuk mengumumkan jika dia berada dalam keadaan bahaya, Zheng Moran melemparkan sebuah energi dan meledakkannya di udara.
Wajah Zheng Bairan dan kedua putranya terlihat pucat. Mereka merasa sangat khawatir akan keadaan Fang Yin setelah ini. Namun seperti yang dikatakan oleh Zheng Moran, mereka tidak bisa banyak membantu.
Dalam sekejap, beberapa orang pria berperawakan tegap datang ke tempat itu dan berdiri di hadapan Zheng Moran. Mereka belum melakukan tindakan apapun dan masih mengamati Fang Yin yang berdiri dengan tangan kosong.
"Ada apa, Moran? Siapa yang telah menghajar kalian menjadi seperti ini?" tanya salah seorang pria yang melihat ke arah Zheng Moran dan Zheng Bairan secara bergantian.
Zheng Moran mencoba memfitnah Fang Yin dengan menunjukkan telunjuknya ke arahnya.
'Pria brengsek ini rupanya memang tidak pantas untuk dikasihani. Harusnya aku membiarkannya mati dengan saling membunuh bersama kakaknya.' Fang Yin menatap Zheng Moran dengan penuh amarah dan dendam.
Sebuah senyum kemenangan tersungging di wajah Zheng Moran. Meskipun samar, tetapi Fang Yin bisa melihatnya dengan jelas.
__ADS_1
Qing ingin maju ke depan untuk menjelaskan semuanya. Namun Zheng Bairan melarangnya. Zheng Moran adalah orang yang sangat licik, bisa-bisa Qing akan berada di dalam bahaya ketika Zheng Moran memutar balikkan fakta yang ada.
Percuma saja Fang Yin bicara. Mereka semua pasti tidak akan ada yang percaya. Jalan satu-satunya adalah bertarung melawan empat orang pria sangar yang berada di hadapannya itu.
"Di Benua Utara seorang wanita tidak diijinkan untuk memiliki kekuatan besar yang setara dengan pria. Kamu harus mati di sini, Nona!" seru salah seorang pria itu dengan aura energi yang menyelimuti tubuhnya.
Tiga temannya mengikutinya dan secara bersama-sama menyerang Fang Yin. Fang Yin menyambut mereka berempat dengan sikap yang tenang. Dia tidak menunjukkan energi yang besar dari dalam tubuhnya melainkan hanya memasang kuda-kuda dan mengandalkan energi pendamping untuk melakukan serangan langsung.
Mereka mengakui kehebatan Fang Yin. Kecepatan gerakan yang dia lakukan mampu mengimbangi kekuatan besar yang mereka luncurkan. Sampai mereka meluncurkan beberapa buah jurus, sekalipun Fang Yin belum mengeluarkan tenaga spiritual miliknya.
'Aku harus bisa mengalahkan mereka dengan tangan kosong supaya mereka tidak mengetahui kemampuanku yang sebenarnya. Zheng Moran! Aku bersumpah akan membakarmu hidup-hidup setelah ini!' Pandangan mata Fang Yin berkilat ketika dia melihat Zheng Moran.
Keempat kultivator yang menyerang Fang Yin merasa sangat lelah. Mereka tidak bisa mengimbangi gerakan Fang Yin yang sangat gesit seperti angin. Baru kali ini mereka melawan seorang ahli bela diri yang mengandalkan ketangkasan fisik dan kecepatan gerakan tanpa menggunakan Qi.
"Kamu jangan mudah percaya padanya. Dia wanita yang hebat. Kalian telah diperdaya olehnya!" seru Zheng Moran tidak terima mereka menghentikan pertarungannya.
"Diam, Moran! Kami bukanlah anak kecil yang bisa kamu perdayai dengan mudah!" Setelah mengatakan itu, keempat kultivator itu pergi dari sana tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Fang Yin tersenyum penuh kemenangan. Begitu juga dengan Qing dan Zhao yang merasa lega. Mereka merasa bertanggung jawab terhadap Fang Yin karena mereka yang membawanya.
Wajah Zheng Moran tampak ketakutan ketika melihat Fang Yin berjalan ke arahnya. Dia mundur selangkah demi selangkah seiring dengan langkah Fang Yin yang mendekatinya.
"Jangan mendekat! Kamu benar-benar rubah licik. Kamu berhasil memperdaya para kultivator itu. Aku akan mengundang mereka untuk datang kembali!" Zheng Moran mengancam Fang Yin untuk menutupi ketakutannya.
Fang Yin memegang leher Zheng Moran lalu menghisap energi kultivasi miliknya dengan Jurus Napas Naga. Zheng Moran berusaha untuk melepaskan dirinya. Namun tidak berhasil karena tenaga Fang Yin terlalu kuat.
__ADS_1
Kini tubuhnya telah kehilangan seluruh energi yang dia kumpulkan. Saat ini Zheng Moran hanyalah seorang manusia yang tak berguna yang tidak memiliki kekuatan apa-apa. Tidak sampai di situ saja, Fang Yin mengeluarkan api hitam di tangannya lalu membakar Zheng Moran hidup-hidup.
Qing dan Zhao yang semula merasa takjub dengan kemampuan Fang Yin, kini menjadi sangat ketakutan. Mereka bersembunyi di balik punggung ayahnya, takut jika Fang Yin juga akan menyerang mereka.
Tubuh Zheng Moran telah habis terbakar dan hanya menyisakan abu yang beterbangan tertiup angin.
Fang Yin masih berdiri tertegun memandangi api hitam yang masih menyala. Tanpa kendali darinya api itu tidak akan pernah padam oleh apapun. Setelah semuanya benar-benar bersih, Fang Yin menarik api itu dan membuatnya lenyap dalam sekejap.
"Nona! Tolong ampuni kami! Kami berjanji tidak akan membuka rahasia ini kepada siapapun." Zheng Bairan berlutut di belakang Fang Yin berdiri.
Qing, Zhao dan Lin Hua mengikuti apa yang dilakukan oleh Zheng Bairan. Mereka berlutut di belakang ayahnya.
Fang Yin memutar tubuhnya dan melihat keluarga Zheng Bairan yang berlutut padanya. Dengan langkah pelan, Fang Yin mendekati Zheng Bairan lalu duduk berjongkok di hadapannya.
"Jangan mudah berlutut di hadapan orang yang baru kamu kenal! Tidak sepantasnya seorang pendekar menyerah pada keadaan. Aku tidak memiliki dendam pada kalian." Fang Yin kembali berdiri tetapi Zheng Bairan tidak juga berdiri.
"Kami merasa berhutang padamu, Nona." Zheng Bairan masih merasa segan pada Fang Yin.
"Baiklah jika kamu memaksa. Aku ingin kalian menjawab sebuah pertanyaan yang sangat rahasia." Fang Yin menggerakkan tangannya memberi isyarat pada Zheng Bairan untuk mendekat.
Fang Yin membisikkan sebuah pertanyaan yang membuat bola mata Zheng Bairan melebar.
****
Bersambung ....
__ADS_1