
Pembunuh itu mati secara mengenaskan dengan seluruh tubuh dan organ dalam terkoyak tak berbentuk. Setelah puas menyiksanya Fang Yin mencabut tubuh orang itu secara paksa hingga sebagian kakinya masih tertancap pada kristal es. Fang Yin melemparkan tubuhnya ke hadapan para penduduk desa lalu membakarnya dengan api naga merah yang dia lemparkan.
Melihat temannya mati secara tidak manusiawi, ketiga pembunuh yang mesih tersisa semakin ketakutan. Mereka menggigil ketika melihat Fang Yin menatap mereka tajam.
"Ampun, Xiao Yin! Tolong lepaskan kami! Kami punya keluarga yang harus kami hidupi," ucap salah seorang dari mereka memberanikan diri bicara pada Fang Yin.
Fang Yin berjalan menghampirinya dan mencengkeram wajahnya dengan tangan yang masih berwujud bilah-bilah es.
"Apa kamu bilang? Maaf katamu! Di mana otak kalian sebelum menerima tawaran itu? Apa kalian memikirkan hal terburuk seperti ini? Tidak kan!" Cengkeraman Fang Yin yang kuat membuat ujung jarinya menggores pipi pria itu dan mengakibatkan darahnya mengalir deras.
Pria itu tidak merasakan perih karena tertutup oleh hawa dingin yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Kami terpaksa melakukannya karena kami tidak memiliki pekerjaan lain," ucapnya lagi.
__ADS_1
"Lalu apa arti dari topeng besi ini?" Fang Yin mencabut paksa topeng di wajah pria itu dengan tangannya yang lain lalu melemparkan sembarangan.
Topeng besi dan pakaian serba hitam adalah identitas dari sekte pembunuh dari benua utara. Mereka terkenal sangat kejam pada mangsanya. Tidak jarang mereka membumi hanguskan satu perkampungan jika penduduk desa itu tidak mau memberi informasi tentang target yang mereka cari.
Mereka terdiam sambil menunduk. Tidak berani menatap wajah Fang Yin yang terlihat sangat dingin dan kejam.
"Kenapa terdiam? Baiklah, aku akan memberikan keringanan pada kalian!Anggap saja aku sedang bermurah hati. Aku akan membiarkan dua orang diantara kalian bebas."
Ucapan Fang Yin membuat mereka harap-harap cemas dan mengira-ngira siapa di antara mereka yang harus mati di tangan gadis kecil itu.
"Aku juga tidak masalah," satu orang lagi menawarkan nyawa mereka.
"Sayang sekali, aku punya cara tersendiri unruk memilih siapa yang akan aku bunuh." Fang Yin tersenyum dingin di balik cadarnya.
__ADS_1
Tangan Fang Yin mengeluarkan Qi dari kristal hijau miliknya lalu menggunakannya untuk melakukan jurus penghancur dantian. Sebuah gerakan memutar membuat Qi berwarna hijau itu melesat masuk menerobos perut penjahat itu hingga membuatnya berteriak kesakitan. Setelah merasa cukup menghancurkan, Fang Yin menarik tangannya lalu berpindah pada kedua pembunuh lainnya.
Bisa dipastikan ketiganya tidak akan bisa berkultivasi lagi dan menjadi orang yang tidak berguna setelah ini. Qi Kristal Naga Hijau memiliki daya rusak yang sangat tinggi. Energinya yang sulit untuk dikendalikan mampu bergerak bebas dan membuat si pemilik dantian kehilangan kemampuan menolak ataupun melawan energi ini.
"Sekarang aku akan menutup mataku dan membuat salah satu diantara kalian mati!" Fang Yin mengeluarkan aura mengerikan dari kedua matanya.
Ketiga pembunuh itu terbelalak mendengar ucapan Fang Yin. Mereka seperti sedang menunggu undian untuk menerima ganjaran kematian. Tidak di sangka, upah yang besar dan menggiurkan itu menjadi umpan bagi mereka untuk menjadi santapan maut yang mengerikan.
Jian Heng yang sedari tadi diam, kini berjalan untuk menghampiri Fang Yin. Menurutnya dia perlu untuk mencegah Fang Yin berbuat sesuatu yang bisa membuatnya semakin di buru. Klan topeng besi adalah klan yang sangat besar. Mereka pasti akan dengan mudah menemukan Fang Yin di manapun dia berada. Jika sampai tersulut dendam di antara mereka, itu akan sedikit merepotkan. Walaupun bisa di bilang jika dalam hal ini Fang Yin adalah korban yang sesungguhnya.
"Tunggu, Xiao Yin! Mereka sudah cukup tersiksa dengan dantian mereka yang rusak. Rasanya itu sudah lebih mengerikan dari sebuah kematian. Mereka tidak akan bisa berkultivasi jika dantian mereka rusak permanen." Jian Heng mencoba mencegah pembunuhan keji yang akan dilakukan oleh Fang Yin lagi.
Fang Yin tampak diam memikirkan ucapan Jian Heng. Melepaskan mereka begitu saja tidak bisa membuatnya puas. Ia masih mencari ide untuk memberikan efek jera agar tidak ada lagi yang mengejarnya.
__ADS_1
****
Bersambung ....