Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 190


__ADS_3

Shangyi memegang tangan Fang Yin dan memintanya untuk membantunya berdiri. Rupanya selama ini Shangyi memiliki kesulitan untuk berbicara. Dia tidak bisa berbicara dengan lancar seperti anak-anak kebanyakan.


"Pria kecil, apakah kamu susah untuk mengucapkan kata-kata?" tanya Fang Yin lagi sambil jongkok sehingga sejajar dengan tinggi Shangyi.


Shangyi mengangguk. Dia merasakan jika Fang Yin dan dirinya memiliki gelombang energi yang sama di dalam tubuh mereka. Dengan kata lain Shangyi merasakan jika Fang Yin juga memiliki bintang roh atau binatang roh itu sendiri.


"Bawa aku pergi dari sini," ucap Shangyi pada Fang Yin yang membuat semua orang tercengang.


Tinggal di tengah-tengah manusia sendirian, jiwanya merasa terancam. Shangyi memilih untuk pergi berpetualang bersama Fang Yin karena dia tidak lagi percaya dengan penduduk desa itu.


Fang Yin tahu ini akan menyita sedikit waktunya untuk pergi ke Benua Utara. Akan tetapi dia tidak tega melihat bocah kecil itu yang terus menatapnya dengan tatapan memohon.


"Tetua Klan Yuan, apakah Anda mengijinkan anak ini ikut pergi bersamaku?" tanya Fang Yin sambil memberi hormat.


Penduduk desa yang menganggap Shangyi sebagai musibah, merelakannya pergi bersama Fang Yin. Fang Yin tahu ke mana akan membawa Shangyi pergi.


Hari itu juga Fang Yin pergi meninggalkan desa itu bersama Shangyi. Tetua Klan Yuan memberinya beberapa tanaman spiritual dari desa itu termasuk ginseng rusa emas yang membuat Fang Yin penasaran.


"Tuan, ke mana kamu akan membawaku pergi?" tanya Shangyi.


Fang Yin merasa sedikit heran karena Shangyi bisa berbicara lancar ketika mereka sudah berada di luar desa itu.


"Aku akan membawamu ke tempat di mana kamu akan dihargai. Tempat di mana seluruh ras serigala berkumpul dan berada dibawah kepemimpinan seorang ratu yang bijaksana." Fang Yin mengeluarkan artefak daun miliknya lalu menggendong tubuh mungil Shangyi.


Shangyi terlihat sangat gembira bisa merasakan terbang bersama Fang Yin. Kuda yang mereka naiki sebelumnya, mereka tinggalkan begitu saja di tengah jalan.


Mereka melesat dengan sangat cepat melintas di angkasa. Fang Yin rela menggunakan lebih banyak Qi untuk mempercepat perjalanan mereka. Rambut Shangyi yang tergerai sebahu beterbangan diterpa angin.


Sebagai seorang kultivator ranah suci, Fang Yin bisa meredam terpaan angin. Meskipun mereka bergerak sangat cepat, tetapi udara yang mereka lintasi tidak langsung menerpa tubuh keduanya.


Wajah Shangyi terlihat sangat gembira. Dia tetaplah seorang anak-anak yang menyukai hal-hal baru.

__ADS_1


"Tuan! Apakah kita bisa bertemu lagi?" Bocah kecil itu bertanya dengan wajah polosnya.


Fang Yin menatapnya sambil tersenyum.


"Aku orang yang bebas, aku bisa ke mana yang aku suka. Pasti kita akan bertemu."


Shangyi menatap Fang Yin tidak mengerti. Dia berpikir apakah pemuda yang membawanya itu juga tidak memiliki keluarga sepertinya.


"Datanglah mengunjungiku." Shangyi memohon pada Fang Yin.


Fang Yin mengangguk. Namun itu bukanlah sebuah janji. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari dalam perjalanannya.


Istana Ras Serigala sudah terlihat. Fang Yin membawa Shangyi turun dan berjalan menuju ke istana itu. Para serigala masih mengenali Fang Yin karena sebagian di antara mereka adalah serigala putih yang berada dalam kekuasaannya.


Shangyi terkejut ketika melihat seekor serigala berubah menjadi manusia dan mengantarkan mereka masuk ke dalam istana.


"Selamat datang, Dewi Naga. Mari silakan duduk!" Liu Xiangqi menunduk hormat pada Fang Yin dan meminta pengawalnya untuk memanggil Nenek Lu yang kini menjadi ratu mereka.


Fang Yin duduk di sebuah kursi sambil memangku Shangyi. Anak serigala itu belum mengenal lingkungan barunya, jadi Fang Yin tidak membiarkannya duduk sendirian.


Ratu Serigala datang dan menyambut Fang Yin dengan hangat. Tanpa diceritakan pun dia langsung tahu jika Shangyi adalah anggota ras serigala berdarah murni. Meskipun belum diketahui siapa orang tuanya, tetapi Nenek Lu sangat yakin jika Shangyi memiliki kekerabatan yang dekat dengannya.


Serah terima Shangyi pun dilakukan oleh Fang Yin dan Nenek Lu.


Meskipun baru sesaat saja mengenal Shangyi dan pertemuan mereka diawali dengan pertarungan, Fang Yin pun merasakan kesedihan bocah itu saat berpisah dengannya.


Insting serigala di dalam dirinya mengatakan jika dia berhutang budi pada Fang Yin yang telah menyelamatkannya dan mempertemukan dengan keluarganya.


Tidak ingin berlama-lama di sana, Fang Yin melanjutkan perjalanannya menuju ke Benua Utara melalui jalur yang lain. Liu Xiangqi memberinya gulungan peta wilayah yang mempermudahnya untuk menemukan jalur terpendek menuju ke Benua Utara.


Gulungan itu telah diberi mantra yang membuatnya mudah untuk dipahami dan menggambarkan tempat di dalam peta itu dengan sejelas-jelasnya di dalam inti pikiran Fang Yin.

__ADS_1


'Kenapa tidak dari dulu Serigala tengil itu memberikan peta ini?' omel Fang Yin ketika telah pergi meninggalkan Istana Serigala.


Fang Yin tidak langsung pergi menuju ke Benua Utara. Dia ingin singgah di Gunung Batu Belah terlebih dahulu untuk menyelesaikan Kitab Sembilan Naga bintang lima yang ada ditangannya.


Gunung itu berada di dalam rute perjalanan ke Benua Utara dan menjadi pilihannya.


Hari sudah sangat gelap ketika Fang Yin sampai di Gunung Batu Belah. Dengan mata batinnya dia bisa melihat dalam kegelapan. Fang Yin berhenti di puncak gunung itu ketika dia merasakan esensi energi yang melimpah di sana.


Fang Yin bisa menghemat waktu dengan melakukan kultivasi dan penyerapan Kitab Sembilan Naga bintang lima dalam satu waktu.


Alasan Fang Yin memilih tempat yang tersembunyi dan jauh dari manusia adalah karena dia telah memiliki wujud setengah naga.


Keberadaan Fang Yin yang sedang berkultivasi dan menyerap inti kitab Sembilan Naga bintang lima, mengundang binatang roh yang berada di gunung itu mendekatinya.


Kedudukan roh naga yang menyatu dengan tubuh Fang Yin lebih tinggi dari mereka sehingga mereka tidak berani untuk menyerangnya. Dalam tahap setengah naga saja Fang Yin mampu membunuh mereka dalam satu serangan.


Aura energi mengerikan keluar dari tubuhnya di mana roh naga menyerap secara langsung energi alam yang berada di tempat itu. Kesadaran Fang Yin berada di ambang antara sifat manusia dan Dewi Naga.


Keadaan akan menjadi tidak terkontrol saat Dewi Naga mengambil alih kendali tubuhnya dengan kekuatannya yang besar. Saat ini Fang Yin belum menemukan cara untuk menekan roh naga dan mengendalikannya sesuai yang dia inginkan.


Qi pendamping dalam tubuh Fang Yin mulai menipis karena seluruh energi kultivasi miliknya diserap oleh roh naga dalam tubuhnya.


"Apakah kamu ingin membuatku mati?!" teriak Fang Yin sambil mengeratkan kedua rahangnya menahan hawa dingin yang membuat tubuhnya seakan membeku.


Simbol Dewi Naga dipunggungnya bersinar terang hingga menembus baju yang dia gunakan.


"Kamu sangat kejam! Kamu menyiksa tubuh yang kau tempati! Tunggu pembalasanku Naga Jelek! Haaa!" teriak Fang Yin menahan rasa sakit hingga menampakkan urat-urat di wajahnya.


****


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2