
Fang Yin berhenti di hadapan Yao Dong dalam jarak yang cukup dekat. Mereka terdiam sejenak.
Tidak ada lagi sorot kekejaman di matanya. Semakin banyak butiran cahaya yang keluar dari tubuhnya, wajahnya semakin menua.
"Bunuhlah aku sebelum Iblis Shaohuji bangkit lagi dan menguasai tubuhku. Saat ini dia sedang memulihkan tenaganya untuk mengambil alih tubuhku lagi." Suara Yao Dong terdengar berat dan serak seperti seorang kakek tua.
Fang Yin terkejut mendengar ucapan Yao Dong. Ternyata selama ini jiwanya terkurung dan tidak mampu melawan binatang roh yang dia dapatkan. Bukan dia yang mengendalikan binatang roh yang dia takhlukkan tetapi kebalikannya, binatang roh itu yang menguasai dirinya.
"Aku mohon, lakukanlah demi kebaikan semuanya. Aku telah merelakan tubuhku untuk kau bunuh."
Semula Fang Yin begitu bersemangat untuk membunuhnya, tetapi saat Yao Dong ingin dia melakukannya, perasaan tidak tega muncul dibenaknya.
"Lakukan saja apa yang dia katakan, Putri! Aku sudah merasakan aura kebangkitan Shaohuji," ucap Yang Hui memperingatkan Fang Yin.
Yao Dong mengeluarkan zirah mata dewa dan memberikannya pada Fang Yin. Wajahnya terlihat ikhlas menerima kematiannya. Tersungging senyum kebahagiaan di wajahnya meskipun setelah ini dia tidak akan lagi bisa melihat dunia.
Fang Yin mengeluarkan pedangnya. Dia terdiam untuk beberapa saat. Rasanya tidak tega membunuh seorang kakek tua yang sudah sangat renta itu. Namun, ini adalah jalan satu-satunya untuk membuat semuanya menjadi damai.
Tubuh Yao Dong bergetar. Napasnya yang tersengal-sengal terlihat begitu jelas. Dia terlihat seperti sedang menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Cepat lakukan! Dia datang! Dia datang!" teriak Yao Dong selagi dia masih tersadar.
Kedua tangannya memegangi kepalanya sambil berteriak menahan rasa sakitnya.
Fang Yin menahan napasnya lalu mengayunkan pedangnya kuat-kuat.
Slash!
Dalam sekali tebas, Yao Dong meregang nyawa. Darahnya terciprat ke wajah dan bajunya. Napasnya yang memburu perlahan melambat lalu terhenti. Sebelum tubuhnya tumbang, Fang Yin mendekatinya dan menangkapnya.
Denyut nadi Yao Dong tidak terasa lagi seiring jantungnya yang terhenti. Kematian tragis seorang kultivator yang tidak bisa mengendalikan binatang roh yang dia taklukkan. Roh pendamping yang seharusnya dia manfaatkan justru menguasainya dan memperbudaknya. Sifat kemanusiaannya menghilangkan dan berubah menjadi iblis yang sangat kejam.
Yang Hui kembali masuk ke dalam tubuh Fang Yin karena tidak ada yang perlu dia lakukan lagi. Keadaan sudah aman setelah kematian Yao Dong.
Butiran cahaya jiwa terus keluar dari tubuh Yao Dong. Perubahan wujudnya tidak terhenti meskipun dia telah mati. Usianya sudah sangat tua, fisiknya tentu akan lenyap seiring jiwa-jiwa yang dia serap terbebas dari raganya. Selama ini dia mempertahankan hidupnya dengan memakan jiwa-jiwa manusia.
'Aku harus segera membawanya turun. Klan Yao harus memberikan penghormatan untuk terakhir kalinya sebelum jasadnya benar-benar lenyap.' Fang Yin turun dengan cepat menggunakan teknik teleportasi dengan sisa-sisa energinya.
Yao Lin Feng sedang mengobati Huamei ketika dia datang ke hadapan mereka.
Yao Zhihuan menatapnya dengan heran ketika melihatnya membawa jasad seorang kakek tua. Jika benar itu adalah jasad Iblis Seruling Maut, seharusnya dia tidak perlu melakukan itu.
Sebagai musuhnya yang paling berbahaya harusnya Fang Yin membunuhnya dengan sangat kejam lalu menghancurkan atau membakarnya. Rasanya sangat mengherankan melihatnya begitu peduli dengan mayat rivalnya.
"Patriak Yao, ini adalah jasad Yao Dong. Setelah seluruh cahaya jiwa penyusunnya habis, mungkin tubuhnya akan menghilang," ucap Fang Yin sambil melihat tubuh Yao Dong yang tinggal tulang belulangnya saja.
Yao Zhihuan mengangguk.
"Mengapa kamu begitu mempedulikannya? Bukankah kamu seharusnya senang dengan kematiannya?" tanya Yao Zhihuan yang tidak kuasa menahan rasa penasarannya.
"Aku akan menceritakannya setelah ini, sekarang panggil seluruh anggota Klan Yao untuk memberinya penghormatan terakhir sebelum tubuh dan jiwanya lenyap."
Yao Zhihuan meminta Yao Lang dan tetua lain untuk memanggil seluruh penghuni Lembah Maut untuk datang. Mereka yang tidak tidur semalaman berbondong-bondong datang ke sana dengan segera.
Huamei dan Yao Lin Feng menyusul ayahnya dan yang lainnya mendekati Fang Yin dan melihat apa yang terjadi. Tidak ada yang berani bertanya ataupun bersuara.
Yao Zhihuan pun tidak berani membantah ketika Fang Yin berteriak dan meminta semua orang yang ada di sana untuk memberikan penghormatan terakhir untuk Yao Dong. Semua orang seperti tersihir oleh perintahnya.
Tidak lama setelah penghormatan usai, jasad Yao Dong menghilang dari pandangan. Terlihat butiran cahaya seperti kunang-kunang terlepas dari tangan Fang Yin dan membumbung ke langit. Bersamaan dengan itu, seluruh anggota Sekte Seruling Maut merasakan sakit kepala secara masal dan tumbang di tanah. Hanya tinggal Fang Yin dan Huamei saja yang tetap tersadar.
"Xiao Yin, apakah yang terjadi sebenarnya?" tanya Huamei sambil memegangi dadanya yang masih terasa sakit. Dia telah kehilangan kultivasinya dan kembali ke ranah dasar setelah menggunakan jurus terlarang saat tubuhnya sedang terluka.
Fang Yin menceritakan apa yang dialaminya sesaat sebelum kematian Yao Dong. Dia menceritakan penyebab kekacauan dan segala kejahatan yang dilakukan oleh Sekte Seruling Maut. Semuanya bukan murni ajaran dari sekte itu melainkan atas pengaruh Shaohuji.
"Mungkin setelah tersadar dari pingsannya, seluruh anggota Sekte Seruling Maut akan melupakan ajaran dari Yao Dong yang terpengaruh oleh Shaohuji." Fang Yin membaringkan tubuh-tubuh yang tidak sadarkan diri itu di lantai aula.
Pagi sebentar lagi datang tetapi dia tidak tega membiarkan mereka tergeletak di atas tanah berdebu yang tidak rata.
__ADS_1
"Apakah mereka akan sama sepertiku kembali ke titik dasar kultivasi?" tanya Huamei merasa penasaran.
"Itu lebih baik." Fang Yin tidak ingin banyak bicara lagi. Dia sendiri telah kehilangan banyak energi.
Dia duduk dengan tenang dan berkultivasi.
Huamei pun melakukan hal yang sama meskipun dia hanya bisa menyerap energi alam paling ringan saja. Ini masih lebih baik daripada mati sia-sia di tangan Yao Dong.
Seluruh Klan Yao telah tersadar. Mereka melihat ke arah Fang Yin yang belum selesai berkultivasi. Huamei yang telah selesai lebih awal berjalan mendekati mereka semua.
Dia menjawab sesuai apa yang dijelaskan oleh Fang Yin padanya sebelumnya. Setelah beratus-ratus tahun menggantungkan kekuatan pada Yao Dong, mereka harus berjuang keras setelah ini untuk meningkatkan kultivasinya.
Mereka mencoba apakah mereka telah kehilangan energinya atau tidak. Ternyata memang benar, seluruh kemampuan mereka menghilang dan berada di tingkat kultivasi ranah dasar.
Yao Lin Feng terlihat masih canggung di hadapan Huamei. Meskipun Huamei sudah tidak semarah sebelumnya, dia masih ragu untuk menyapanya terlebih dahulu.
Fang Yin telah selesai berkultivasi dan terkejut ketika melihat orang-orang yang telah tersadar masih mengerumuninya.
"Apakah kalian tidak ada pekerjaan?" tanyanya membuka percakapan.
Mereka terlihat bingung untuk menjawab pertanyaan Fang Yin. Villa-villa mereka telah hancur oleh pertarungan yang terjadi semalam. Hanya tinggal aula ini saja yang tersisa dan beberapa bangunan yang telah rusak parah.
"Oh, villa kalian rusak, ya." Fang Yin terlihat bersalah dengan wajah konyolnya.
Semalam tidak terlihat dengan jelas keadaan di sekitarnya. Namun, saat hari terang kini semuanya telah terlihat dengan jelas.
"Tidak masalah, Nona. Kami bisa memperbaikinya setelah ini." Sikap Yao Zhihuan jauh berbeda dengan sikapnya sebelumnya.
Fang Yin teringat akan tujuannya datang kemari. Sekarang sudah tidak ada lagi yang perlu dia takutkan. Semua orang yang ada di sana tidak ada yang bisa melawannya. Meskipun begitu dia tidak akan bertindak semena-mena terhadap mereka.
"Sebenarnya aku datang ke sini untuk sebuah tujuan. Bukan hanya sekedar untuk mengantarkan Huamei saja." Fang Yin mencoba jujur pada mereka.
Yao Zhihuan menatapnya seolah meminta kejelasan.
Yao Lin Feng menatap Huamei. Dia pikir istrinya itu tahu tentang tujuan Fang Yin. Namun, Huamei mengangkat bahunya tanda dia tidak tahu apa-apa.
"Aku menginginkan Kitab Sembilan Naga bintang delapan," jujurnya.
Yao Zhihuan tidak tahu di mana kitab itu berada. Dia memang mendengar jika Yao Dong pernah mendapatkan kitab itu dan menyimpannya dari patriak-patriak terdahulu, tetapi dia tidak mengetahui di mana kitab itu disimpan.
Anggota klan yang paling tua pun juga tidak tahu tentang hal ini. Kitab Sembilan Naga bintang delapan yang di maksud Fang Yin tidak pernah mereka lihat sekalipun.
Fang Yin hanya mendengarkan saja. Wajahnya tidak terlihat panik atau gelisah dengan ketidaktahuan mereka. Dia memiliki cara tersendiri untuk menemukan di mana kitab itu berada.
"Apakah kalian merelakan kitab itu aku ambil jika aku menemukannya?" Fang Yin tetap bersikap sopan meskipun dia bisa mengambilnya dengan paksa. Dia teringat akan nasehat Kakek Tse padanya.
Mereka semua terdiam. Meskipun kitab itu tidak akan berguna bagi mereka, tetapi tidak mudah bagi mereka untuk merelakannya.
Fang Yin melihat keberatan di mata mereka. Sejenak dia berpikir untuk membuat sebuah keadilan. Mereka kehilangan benda berharga mereka tetapi Fang Yin akan menggantinya dengan sesuatu yang mereka butuhkan.
Telapak tangan Fang Yin terbuka ke atas dan muncul beberapa buah kitab beladiri yang berisi tentang cara meningkatkan tingkat kultivasi dengan cepat.
"Lihat ini! Jika kamu setuju memberikan Kitab Sembilan Naga bintang delapan, maka kitab-kitab ini akan menjadi milik kalian." Fang Yin mencoba melakukan negoisasi.
Yao Zhihuan terlihat berpikir. Dia melihat ke arah para tetua dan Yao Lang. Mereka terlihat mengangguk karena merasa kitab-kitab itu akan sangat berguna bagi mereka.
"Baiklah! Kami menerima tawaranmu. Carilah kitab itu dan kamu bisa memilikinya!" ucap Yao Zhihuan memutuskan untuk menukar Kitab Sembilan Naga bintang delapan dengan kitab milik Fang Yin.
"Terimakasih." Fang Yin melihat telapak tangan kirinya untuk melihat titik di mana Kitab Sembilan Naga bintang delapan berada.
Fang Yin beranjak dari duduknya lalu berjalan mengikuti arah yang ditunjukkan oleh titik cahaya itu.
"Apakah kamu bisa membantuku?" Fang Yin melirik ke arah Yao Zhihuan.
"Dengan senang hati, Nona."
Mereka berdua berjalan menuju ke sebuah tempat di luar lingkungan Sekte Seruling Maut. Tepatnya berada di belakang tempat yang mereka tinggali selama ini.
__ADS_1
Terlihat sebuah paviliun tua yang jarang dikunjungi. Mereka hanya datang ke tempat ini di waktu-waktu tertentu saja.
Fang Yin memegang sebuah batu bulat yang ada di depan paviliun. Di ambang batas kesadarannya dia melihat tentang kegunaan paviliun ini di masa lampau.
Dahulu Sekte Seruling Maut tidaklah kejam. Sebelum Yao Dong dikendalikan oleh Shaohuji, sekte ini memiliki pengajaran yang sama seperti sekte-sekte pada umumnya. Mereka menjalani kehidupan normal yang bahagia tanpa adanya tekanan dan aturan yang memberangkatkan anggotanya.
Setiap kenaikan tingkat kultivasi dicapai oleh salah satu anggota sekte, mereka pergi ke paviliun ini untuk mengambil hadiah dari leluhur yang tersimpan di sini. Mereka juga bisa mengetahui tingkat kultivasi mereka dengan menyentuhkan tangannya seperti yang dilakukan oleh Fang Yin saat ini.
Gambaran-gambaran itu terus berputar dalam ingatannya dan membuatnya bertanya-tanya. Dalam gambaran terakhir, tersurat sebuah pesan yang meminta Fang Yin untuk menyampaikan gambaran yang baru saja dia lihat kepada Klan Yao.
Tidak ada lagi yang terlihat dalam pikirannya. Fang Yin kembali tersadar dan segera melepaskan tangannya. Sesaat kemudian, kitab yang dia cari muncul dari paviliun itu dan melayang di hadapannya.
Mata Fang Yin berbinar. Kitab Sembilan Naga bintang delapan telah berada di tangannya. Segera saja dia menyimpannya.
Namun, kakinya tidak bisa digerakkan ketika dia ingin pergi dari sana. Meskipun telah mengerahkan seluruh tenaganya dia tidak berhasil untuk mengangkat kakinya. Fang Yin mendengus kesal kemudian terlintas semua yang tergambar dalam ingatannya sebelum dia mendapatkan Kitab Sembilan Naga bintang delapan.
"Patriak Yao, kau lihat ini? Leluhurmu menahanku di sini sebelum aku menyampaikan pesannya untukmu," ucap Fang Yin dengan wajah yang terlihat kesal.
"Pesan? Apakah isi pesan itu, Nona?" Yao Zhihuan pun merasa penasaran.
Fang Yin ingin tahu apakah Yao Zhihuan akan melihat gambaran-gambaran seperti yang dilihatnya jika menyentuh batu yang dia sentuh sebelumnya.
"Coba kamu sentuh batu ini, Patriak Yao!" pinta Fang Yin.
Yao Zhihuan melakukan apa yang diperintahkan olehnya. Tidak ada yang terjadi padanya. Dia melihat Fang Yin sambil mengangkat bahunya.
"Apakah tidak ada sesuatu yang kamu lihat, Patriak Yao?" tanya Fang Yin merasa heran. Matanya mengedip konyol ketika merasa jika dia terlihat seperti sedang mengerjai seorang pemimpin sekte.
"Aku tidak melihat apa-apa, Nona," jawabnya sambil melepaskan tangannya dari atas batu itu.
'Hanya orang yang menguasai pembuka formasi sembilan matahari yang bisa menerima pesan tak terlihat seperti ini, Bo- . Maksudku Putri.' Yang Hui hampir saja menyebut Fang Yin bodoh. Setelah mereka membuat kesepakatan untuk berteman, mereka tidak lagi saling mengejek.
'Oh, jadi begitu, ya? Baiklah, baiklah, aku akan menceritakan semuanya pada Patriak Yao.
Setelah tahu jika pesan itu hanya diterima olehnya, Fang Yin pun menceritakan apa yang dilihatnya. Semua pesan dari leluhur Klan Yao dia sampaikan dengan singkat dan jelas.
Yao Zhihuan mendengarkan pesan itu dan memikirkan langkah ke depan yang akan di ambil untuk kelangsungan sekte yang dia pimpin. Semua peraturan dan sistem pendidikan dan pelatihan akan dia atur ulang. Sekte Seruling Maut akan kembali seperti ketika awal didirikan.
Setelah semua pesan itu tersampaikan, kaki Fang Yin bisa kembali digerakkan. Kakinya seperti mati rasa karena berdiri terlalu lama tanpa pergerakan.
"Apakah aku perlu memijat kakimu, Nona?" Patriak Yao menawarkan bantuannya.
Dengan cepat Fang Yin menggeleng. Dia tidak suka disentuh oleh seorang pria asing. Jika tidak dalam keadaan genting, dia tidak ingin siapapun menyentuhnya.
Perlahan kakinya kembali normal setelah digunakan untuk berjalan beberapa langkah. Dia hanya mengalami kesemutan biasa.
Saat sampai di sekte, semua orang sedang bekerja untuk memperbaiki villa-villa mereka. Huamei terlihat bergabung bersama para wanita untuk memasak. Saking asyiknya dia tidak menyadari jika Fang Yin telah berdiri menatapnya selama beberapa saat.
"Xiao Yin!" ucapnya ketika menyadari keberadaan sahabatnya itu.
Huamei berjalan menghampiri Fang Yin dan mereka pergi ke tempat yang sepi. Meskipun tidak mengatakannya, Huamei tahu jika Fang Yin ingin membicarakan sesuatu yang penting melalui isyarat di matanya.
"Apakah kamu tidak ingin merubah keputusanmu? Apakah setelah ini kamu tetap akan pergi dari sini dan berjuang seorang diri bersama bayimu?" Fang Yin bertanya dan mengamati perubahan ekspresi wajah Huamei.
Huamei menundukkan kepalanya. Dia tampak berpikir.
Fang Yin menghembuskan napas kasar lalu kembali berkata, "Huamei, tidak ada gunanya kamu menyimpan kebencian. Semua yang telah terjadi tidak bisa kembali. Kamu juga bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi semalam. Pada dasarnya orang-orang ini memiliki sifat yang baik. Klan Luo terlanjur membebaskanmu, kamu tidak lagi menjadi bagian dari mereka. Sekarang pikirkanlah baik-baik langkah yang akan kamu ambil. Aku akan pergi sebentar untuk mengambil bayimu."
Huamei mengangguk. Mulutnya seperti terkunci. Semua yang dikatakan oleh Fang Yin memang benar. Yao Lin Feng melakukan kejahatan karena dia sedang berada dalam pengaruh Shaohuji. Dalam pengaruh jahat seseorang tidak bisa dikatakan bersalah.
Saat Fang Yin pergi, Yao Lin Feng datang mendekatinya dan mencoba untuk mengajaknya bicara.
"Huamei, aku ...." Ucapan Yao Lin Feng tertahan ketika Huamei menempelkan telunjuknya di bibir lalu memeluknya.
Dia tidak tahu apa artinya ini tetapi dia merasa jika ini bukanlah sesuatu yang buruk. Setelah semua yang mereka lalui, perlakuan Huamei memang sedikit mengejutkan baginya.
****
__ADS_1
Bersambung ....