
Awalnya semua orang berpikir jika Huang Ran hanya berhenti karena kelelahan. Namun, ketika dia tidak bisa bergerak sama sekali, mereka pun kembali ke hadapannya dan mencoba untuk menolongnya.
Saat Da Xia berusaha untuk menarik tangannya, Huang Ran mengerang kesakitan. Keadaannya yang aneh membuat semua orang merasa heran dan tidak mengerti.
Fang Yin dan Jian Heng pun merasakan penasaran. Mereka pun akhirnya mengambil posisi paling depan untuk meneliti keadaan Huang Ran.
Jian Heng menyentuh bahu Huang Ran dan pria itu pun kembali mengerang. Saat dirinya menyentuh bagian tubuh yang lain pun, Huang Ran juga kembali berteriak dengan mulut yang tertutup.
"Sepertinya ada yang aneh. Apakah kamu tahu sesuatu tentang kondisi seperti ini, Yin'er?" tanya Jian Heng sambil menatap Fang Yin yang masih terdiam mengamati.
"Aku belum pernah melihat seseorang yang mengalami gejala seperti ini tapi kurasa ini adalah sebuah racun sihir," jelas Fang Yin.
"Benar," sahut Shi Han Wu yang membuat semua orang melirik ke arahnya.
Dalam pengobatan non medis, dialah ahlinya. Shi Han Wu memiliki beberapa trik khusus untuk mendeteksi penyakit yang diderita oleh pasien dengan gejala tidak biasa.
Meskipun matanya buta, tetapi dia memiliki penglihatan yang lebih baik dari mata orang bisa melihat. Kepekaannya yang bisa merasakan apapun membuat semua orang terkagum.
Tangan Shi Han Wu bergerak dengan cepat membentuk pola tertentu yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri. Sebuah sehel terbentuk di udara lalu dengan tekanan energi yang kuat, dia mendorongnya kuat-kuat menembus tubuh Huang Ran.
Sebuah cahaya berkilau seperti kilat saat mantra itu masuk ke dalam tubuh Huang Ran. Tubuh Huang Ran menjadi lemas seperti tak bertulang dan membuatnya hampir limbung.
Tangan Shi Han Wu kembali mendorong ke depan dan menangkap tubuh Huang Ran tanpa menyentuhnya.
"Sisanya kita lanjutkan di rumah. Aku takut akan menarik perhatian orang sementara ini sudah hampir mendekati dini hari," jelas Shi Han Wu.
Semua orang mengangguk setuju.
Shi Han Wu menggerakkan tubuh Huang Ran ke depan dan membuatnya melayang di udara dalam keadaan berbaring. Dia masih belum bisa menoleh dan hanya bisa menatap ke arah langit.
Patriak Shi dan para tetua meminta diri untuk pergi ke kediaman mereka masing-masing dan mendoakan keselamatan bagi Huang Ran. Hanya Da Xia dan Huang Ran saja yang merupakan orang luar di keluarga Shi Jun Hui.
Sesampainya di rumah, Shi Han Wu membaringkan tubuh Huang Ran di atas meja. Dia berdiri di sampingnya dengan tangan yang masih memegang kendali atas tubuhnya.
Teknik pengobatan yang dilakukan oleh Shi Han Wu menarik perhatian Fang Yin dan rasa ingin tahunya yang begitu besar membuatnya terus melihatnya tanpa berkedip.
Tanda-tanda kesembuhan Huang Ran belum tampak meskipun Shi Han Wu telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengobatinya.
"Yin'er, racun sihir ini begitu kuat. Kamu seharusnya memiliki mantra yang lebih kuat untuk melawannya." Shi Han Wu meminta Fang Yin untuk membantunya.
Tanpa pikir panjang, Fang Yin pun segera melakukan apa yang bisa dilakukannya. Kedua tangannya bergerak membentuk sebuah mantra. Aura Qi yang begitu kuat muncul di ruangan itu dan membuatnya menjadi terang.
Lima buah bola sebesar kepalan tangan muncul dari dalam tubuh Huang Ran dan bergerak ke arah segel mantra yang telah dibuat oleh Fang Yin. Bola-bola hitam itu terserap ke dalam segel mantra dan menimbulkan sebuah gelombang energi yang menggetarkan ruangan itu.
Semua orang bergerak mundur ke belakang, hanya Fang Yin dan Shi Han Wu yang tetap berdiri di sana.
Huang Ran berteriak pelan dan merasakan tenaganya seperti telah terserap habis oleh bola-bola hitam yang telah hancur itu.
"Kek, tolong buka pakaian bagian atas Huang Ran." Fang Yin berpikir jika seseorang telah menanamkan segel mantra di tubuh Huang Ran.
Segel pengendali ini berpengaruh pada racun sihir yang menyerangnya dan membuatnya semakin kuat. Shi Han Wu terperanjat saat melihat lima buah tanda di punggung Huang Ran dan dua buah tanda di bagian lengan.
Fang Ying membiarkan segel yang dia buat sebelumnya dan beralih ke segel yang berada di tubuh Huang Ran. Qi mengalir pada dua jari tangan kanannya yang bergerak cepat menekan beberapa titik akupuntur.
Tekanan itu membuka jalur yang mengarah ke kepala dan mulut Huang Ran. Meskipun segel itu tidak berguna tetapi Fang Yin tidak bisa menghapuskannya tanpa seijin pemiliknya.
"Huang Ran! Coba bicaralah!" perintah Fang Yin.
"Saya Nona Yin," jawabnya.
"Bagus. Aku ingin tahu tentang segel yang ada di punggung dan lenganmu ini. Apakah segel ini penting bagimu?" tanya Fang Yin.
Huang Ran terdiam dan mencoba mengingat tentang segel itu. Sejak kecil dia telah memiliki segel itu dan bagaimana segel itu berada di sana, dia kurang begitu mengingatnya.
Yu Ruo datang menghampiri cucunya karena dia memiliki pengetahuan tentang segel ini. Meskipun dia tidak bisa membuat segel atau menghapus segel semacam itu, tetapi dia tahu segel itu karena dia pernah melihat seseorang memiliki segel ini dan mati di hadapannya.
"Aku pernah melihat pamanku memiliki segel ini sesaat sebelum kematiannya. Ini adalah segel yang menandakan pengabdian dan kesetiaan para penganut ajaran Han Shao. Menurut mereka dengan memiliki segel ini kekuatan mereka akan bertambah berkali-kali lipat," jelas Yu Ruo.
Fang Yin terkejut dengan ajaran menyesatkan itu. Namun, dia baru sekali ini menemukan segel Han Shao Ini berarti sangat sedikit orang yang mengikuti ajaran ini atau dirinya saja yang tidak melihatnya.
"Ayahku juga memiliki segel ini. Tetua Yuan yang membawaku ke kuil dan menyerahkanku kepada seseorang untuk diberi segel. Saat itu usiaku baru sekitar lima tahun," jelas Huang Ran.
"Jadi orang-orang istana juga memiliki segel ini sejak ayah masih berkuasa. Aku merasa memang rencana konspirasi telah diagendakan sejak lama. Dengan segel ini seseorang bisa mengendalikan pemiliknya dengan mudah." Fang Yin mencoba menganalisa tentang kebenaran segel itu.
Huang Ran terkejut mendengarnya dan berpikir mengapa dia bisa mengalami kejadian yang aneh. Tubuhnya masih tidak berdaya dan sulit untuk digerakkan. Entah apa yang akan terjadi jika dirinya tidak bertemu dengan orang-orang seperti Shi Han Wu dan Fang Yin.
Fang Yin berjalan dan berpindah ke hadapan Huang Ran. Matanya menatap lurus ke depan ke arah bola mata lawan bicaranya.
"Huang Ran, aku tidak bisa memaksamu untuk menghapus segel ini karena sangat beresiko. Aku tidak bisa menjamin keselamatanmu untuk itu. Tetapi aku juga tidak sanggup melihatmu seperti orang lumpuh yang hanya bisa duduk dan berbaring sepanjang waktu. Segel yang ada di tubuhmu menahan racun sihir yang dikeluarkan oleh makhluk dunia bawah. Aku tidak berani mengambil tindakan atas dirimu. Maafkan aku!" Wajah Fang Yin terlihat sedih. Merasa tidak sanggup lagi menatap Huang Ran, dia pun berbalik.
Huang Ran tidak ingin hidup seperti orang mati yang tidak bisa melakukan apapun. Meskipun harapan untuk hidup begitu kecil, dia siap mengambil resiko untuk melepaskan segel itu.
"Tunggu, Putri Gu!" panggil Huang Ran.
Fang Yin menghentikan langkahnya lalu kembali ke hadapan Huang Ran.
__ADS_1
"Aku mengerti resiko terburuk yang mungkin saja terjadi padaku dalam pelepasan segel. Mungkin mati akan lebih baik bagiku ketimbang harus menggantungkan hidupku pada orang lain. Segel ini seakan menyerap seluruh hawa kehidupanku jadi rasanya percuma saja jika aku tetap bertahan seperti ini. Putri Gu, aku mohon lepaskan segel ini. Apapun yang akan terjadi ke depannya aku tidak akan pernah menyalahkanmu." Huang Ran mengambil keputusan atas dirinya.
Fang Yin menoleh ke arah Da Xia yang tengah berdiri bersama anggota keluarga yang lain di tempat yang sedikit menepi.
Da Xia mengangguk pada Fang Yin sebagai tanda bahwa dia setuju dengan keputusan Huang Ran. Di masa yang lalu, dirinya pernah mendapatkan pengobatan dari Fang Yin dan berhasil sembuh. Dia sangat yakin Huang Ran akan memiliki kemungkinan kecil itu dan berhasil melewati masa-masa sulit ini.
"Baiklah. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk melepaskan segel ini. Mungkin akan terasa sakit tetapi aku harap kamu bisa menahannya. Setelah ini, aku harus membuat mantra pelindung agar tidak ada yang mengganggu konsentrasiku." Fang Yin mengatakan apa yang akan dia lakukan.
Shi Han Wu bergerak mundur untuk memberi ruang pada Fang Yin sebelum cucunya itu memasang mantra pelindung.
"Semoga berhasil, Yin'er. Semoga Dewi Keberuntungan memberimu keberhasilan." Shi Han Wu memberikan berkatnya.
"Terimakasih, Kek."
Setelah Shi Han Wu mundur dan bergabung bersama yang lainnya, Fang Yin segera menyegel tempat di sekelilingnya. Hanya ada dirinya dan Huan Ran saja yang berada di dalamnya.
"Putri Gu, terimakasih telah bersedia memberikan waktu dan energimu untuk menyelamatkan orang yang tidak berharga sepertiku," ucap Huang Ran merasa terharu.
"Diamlah! Jangan menjadi pria yang lemah! Kumpulkan semangatmu hingga berkembang menjadi sebuah harapan yang besar untuk hidup. Tanpa semangatmu itu maka usahaku tidak akan berarti apa-apa."
Ucapan Fang Yin menyadarkan Huang Ran. Sekarang bukan saatnya untuk menyerah dan kehilangan harapan. Sebuah senyuman tersungging di wajahnya dan merasa lebih siap dengan apa yang akan dia hadapi di depannya.
"Aku merasa lebih siap. Aku tidak takut akan kematian tetapi aku yakin jika aku akan baik-baik saja setelah segel Han Shao terlepas." Huan Rang tersenyum di tengah kesulitan yang dihadapinya.
"Bagus! Mari kita mulai!" Fang Yin mengambil tempat dengan berdiri di belakang punggung Huang Ran.
Ini adalah pengalaman keduanya mengeluarkan racun sihir dengan kondisi yang berbeda. Sebelumnya pada ras manusia hijau di bukit Giok Hitam, dia tidak menemukan segel pengikat jiwa seperti yang ditemukan pada tubuh Huang Ran.
Namun, dengan pengalamannya itu setidaknya Fang Yin bisa lebih siap untuk melakukan pengeluaran racun sihir yang mengendap di tubuh Huang Ran.
"Bersiaplah Huang Ran!" seru Fang Yin.
Huang Ran mengangguk.
Di luar mantra pelindung yang dibuat oleh Fang Yin, Jian Heng dan yang lainnya merasa harap-harap cemas menantikan hasil dari pengobatan yang dilakukan olehnya.
Dari luar terlihat cahaya warna-warni berpendar seperti sebuah kilatan. Di bagian atas mantra pelindung terlihat api hitam yang terus berkobar. Mantra pelindung yang begitu kuat membuat hawa panasnya tidak terasa di luar batas pelindung.
Mungkin saja Huang Rang juga berteriak kesakitan ketika rasa sakit dalam proses pengobatan membuatnya tak berdaya. Namun, tidak ada yang bisa mendengarnya selain Fang Yin.
Suasana di ruangan menjadi sedikit terang saat waktu telah berganti pagi. Tidak ada yang tertidur hingga malam telah berganti. Mereka terbawa suasana melihat penderitaan yang dialami oleh Huan Ran.
Yu Ruo merasa cemas. Kondisi Huang Ran mengingatkannya pada pamannya yang mati akibat segel dari ajaran Han Shao ini. Dia memiliki empati yang tinggi padanya dan berharap cucu semata wayangnya berhasil menyelamatkannya.
Meskipun harapan mereka sangat kecil, dengan keselamatan Huang Ran maka ada kemungkinan pengikut ajaran Han Shao yang mengalami hal yang sama bisa diselamatkan.
"Entahlah! Lihat itu, api hitam Fang Yin tidak terlihat lagi dan ruangan itu seperti terhenti dari energi. Aku yakin jika Yin'er telah menyelesaikan tugasnya."
Ucapan Shi Han Wu membuat semua orang melihat ke arah Fang Yin dan Huan Ran berada. Mereka yang semula duduk beranjak untuk berdiri dan melihat apa yang terjadi dan menyambut Fang Yin untuk membuka segel mantra perlindungan.
Hal yang mereka nantikan pun tiba, mantra pelindung Fang Yin terbuka sehingga tidak ada lagi yang menghalangi mereka.
Fang Yin terlihat sedang duduk bersila dengan aura energi yang menyelimuti tubuhnya. Jian Heng sangat mengenali energi ini meskipun tanpa melihat giok hitam yang melayang-layang dihadapan mereka itu.
Mungkin Fang Yin membutuhkan energi yang besar untuk menghapus segel di tubuh Huang Ran sehingga dia membutuhkan energi dari Giok hitam untuk memulihkan Qi-nya.
Terlihat Huang Ran sedang tertidur dengan tenang di atas meja. Tempat awal di mana Shi Han Wu meletakkan tubuhnya.
Esensi energi dari dalam giok hitam terlihat masuk ke dalam tubuh Huang Ran dan Fang Yin secara bersamaan. Selain Jian Heng tidak tahu manfaat dari esensi energi dari giok hitam.
"Mari kita berkultivasi bersama. Jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerap esensi energi dari giok hitam." Jian Heng mengambil posisi untuk berkultivasi.
Semua orang terlihat bingung tetapi mereka mencoba percaya pada Jian Heng untuk melakukan kultivasi.
"Apakah penyerapan yang kita lakukan tidak akan mengganggu kultivasi Fang Yin dan Huang Ran?" tanya Selir Shi pada Jian Heng.
"Meskipun seluruh penduduk Gunung Perak menyerap energi giok hitam, tidak akan berpengaruh sedikitpun. Mungkin Yin'er sengaja membuka mantra pelindung agar kita mengikuti apa yang dilakukannya," jelas Jian Heng.
"Baiklah!" Selir Shi mengangguk lalu mulai berkonsentrasi.
Ruangan itu menjadi hening setelah semua orang berkultivasi dan menyerap esensi energi dari giok hitam. Mereka terlihat fokus. Penyerapan masal ini membuat ruangan menjadi bercahaya oleh aura energi yang menyelimuti semua orang yang berada di dalamnya.
Fany Yin tersenyum saat merasakan seluruh orang terdekatnya berkultivasi bersamanya. Secara tidak langsung dirinya telah membagi energinya.
Pertarungan semalam cukup menguras tenaga. Mereka juga belum sempat beristirahat ketika Huang Ran mengalami masalah. Dengan menyerap esensi energi dari giok hitam, Fang Yin berharap mereka akan pulih dengan cepat.
Patriak Shi datang ke kediaman keluarga Shi dan berdiri terpaku melihat pintu rumah yang masih tertutup. Dia ingin melihat keadaan Huang Ran tetapi sepertinya dia tidak melihat ada aktifitas di dalam rumah itu.
"Apakah mereka masih tidur, ya?" Patriak Shi bertanya pada dirinya sendiri.
Tidak ingin mengganggu pemiliknya, Patriak Shi memilih untuk pergi dari sana. Sebenarnya dia merasakan esensi yang kuat dari dalam rumah itu tetapi dia pikir itu adalah aura energi dari tubuh Fang Yin yang sedang berlatih.
Satu persatu anggota keluarga Fang Yin selesai berkultivasi. Selir Shi yang pertama kali selesai, disusul oleh Selir Ning dan Yu Ruo. Tidak lama kemudian Shi Jun Hui, Shi Han Wu, dan Da Xia.
Tinggal Fang Yin, Huang Ran dan Jian Heng yang masih berkultivasi. Kapasitas dantian setiap orang berbeda-beda sehingga membuat mereka memiliki batas penyerapannya masing-masing.
__ADS_1
Sesaat kemudian Fang Yin selesai berkultivasi dalam waktu yang hampir berbarengan dengan Jian Heng. Aura pekat keluar dari tubuh keduanya yang membuat orang-orang disekitarnya merasa takjub.
"Mereka memang pasangan luar biasa yang akan membawa perubahan pada dunia," gumam Selir Ning yang didengar oleh Selir Shi dan Yu Ruo.
Mereka bertiga mengangguk bangga pada sepasang muda-mudi itu.
Fang Yin beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Huang Ran diikuti oleh Jian Heng dan yang lainnya. Giok hitam melayang di atas tangan kanannya dan tetap memberi esensi energinya yang tidak terbatas pada Huang Ran.
"Dia terlalu lambat melakukan penyerapan karena selama ini tubuhnya begitu bergantung pada simbol Han Shao." Fang Yin menatap Huang Ran dengan sedih.
"Melihat dia selamat saja sudah cukup membahagiakan bagiku," ucap Da Xia penuh haru.
Semua orang mengangguk setuju.
"Tetapi aku tidak bisa terlalu lama mengeluarkan giok hitam ini atau gejala alam akan muncul dan membuat seluruh kultivator tahu akan keberadaannya di sini. Mereka akan datang dan menyerang tempat ini," jelas Fang Yin memberikan gambaran terburuk yang bisa terjadi akibat giok hitam itu.
Seluruh orang terdekatnya terkejut mendengar penjelasannya. Mereka merasakan sendiri efek dari menyerap esensi energi dari giok hitam. Keadaan tubuh mereka menjadi lebih kuat dari sebelumnya dengan energi yang naik beberapa tingkat dari sebelumnya.
Jian Heng maju dan mengungkapkan pendapatnya. Seperti yang sudah-sudah Fang Yin harus menanamkan segel pengendali jiwa di tubuh Huang Ran. Dengan begitu dia akan pulih dengan cepat dalam kendali Fang Yin.
Awalnya Fang Yin menolak karena belum ada persetujuan dari Huang Ran. Dirinya tidak mau dianggap memanfaatkan keadaan orang yang sedang tidak berdaya untuk mengambil kendali atasnya. Namun, setelah mendapatkan desakan dari semua orang dia pun menyetujuinya.
Keadaan alam di luar mulai mengalami perubahan. Fenomena yang terjadi begitu menakutkan. Udara pagi yang seharusnya tenang berhembus begitu kencang dengan awan yang bergerak cepat menyelimuti wilayah Gunung Perak.
Gejala ini akan terus meningkat jika giok hitam dibiarkan terlalu lama di luar cincin penyimpanan Fang Yin.
Setelah mendapatkan segel pengendali, akhirnya Huang Ran bisa menyerap esensi energi dari giok hitam dengan cepat.
Wajah Jian Heng terlihat sangat khawatir saat merasakan gejala alam mulai berubah. Di luar rumah itu juga mulai terdengar jerit ketakutan penduduk Gunung Perak yang berpikir akan terjadi badai yang dasyat di sana.
Cahaya dari giok hitam mulai muncul dan memancar ke langit. Di saat yang sama Huang Ran membuka matanya.
Fang Yin bernafas lega dan segera menyimpan giok hitam ke dalam cincin penyimpanannya.
"Yin'er! Mengapa fenomena alam masih terjadi meskipun kamu sudah menyimpan giok hitam itu?" tanya Jian Heng cemas.
"Semua itu di luar kendaliku, Kak Heng. Apa yang telah dimulai tidak bisa diakhiri dengan cepat. Segala yang terjadi setelah ini hanya alam yang tahu karena giok hitam berhubungan erat dengan alam."
Penjelasan Fang Yin membuat semua orang tercengang. Mereka tidak bisa menyalahkannya atas kejadian ini. Demi menyelamatkan nyawa Huang Ran, dia berani mengambil resiko.
"Apakah semua yang terjadi karena diriku?" tanya Huang Ran yang mengejutkan semua orang.
Rasa bersalah tergambar jelas di wajahnya. Demi menyelamatkan nyawanya, Fang Yin rela mengeluarkan seluruh kemampuannya.
"Jangan berpikir seperti itu. Kamu orang yang sangat penting bagi kami." Fang Yin mencoba menenangkan Huang Ran.
Huang Ran melompat turun dari atas meja dan membuat panik semua orang yang berada di sana. Mereka bertanya-tanya tentang apa yang akan dilakukannya. Baru saja dia tersadar, apa yang dilakukannya mengejutkan semua orang.
Dengan gerakan yang sangat cepat, Huang Ran menjatuhkan dirinya di lantai dan berlutut di hadapan Fang Yin. Semua orang menatapnya tak percaya melihat tingkah konyolnya. Sesaat kemudian mereka merasa terharu.
"Aku berhutang nyawa padamu, Putri Gu Fang Yin. Terimalah pengabdianku. Aku akan mematuhi perintahmu seumur hidupku dan setia padamu." Huang Ran tidak peduli dengan tubuhnya yang belum pulih sepenuhnya dan wajahnya yang masih terlihat pucat.
"Bangunlah! Jangan bertingkah lagi! Kamu tidak akan berguna jika tubuhmu kembali terluka. Saat ini kamu masih berada dalam masa peralihan. Meskipun butuh penyesuaian tetapi selanjutnya kamu bisa mengendalikan dan mengatur kekuatanmu tanpa batas. Kamu tidak akan merasa tiba-tiba lemah seperti sebelumnya juga hilang kendali setiap kali ada bisikan dari alam bawah sadarmu," jelas Fang Yin.
Huang Ran terperanjat mendengar ucapan Fang Yin.
"Bagaimana Anda tahu tentang semuanya, Putri Gu?" Wajah bodoh Huang Ran terlihat sangat lucu.
Bugh!
Da Xia memukul bahu Huang Ran pelan tetapi cukup terasa.
"Arggh! Apa yang kamu lakukan Da Xia?" Huang Ran mengusap bekas tinju Da Xia sambil meringis kesakitan.
"Maaf ... seharusnya kebodohanmu itu kamu bagi-bagi pada yang lain. Tentu saja Putri Gu tahu semua tentangmu karena dia yang mengobatimu. Ada-ada saja." Da Xia menggeleng gemas.
Semua orang terlihat menahan tawa. Kekacauan ini sedikit menurunkan ketegangan yang terjadi.
"Aku merasakan aura iblis ketika kamu menyerang Selir Ning. Sebenarnya aku sudah merasakan hal yang tidak beres dalam dirimu sejak saat itu tetapi aku tidak menemukan penyebab yang jelas. Segel Han Shao membawa pengaruh buruk bagi pemiliknya meskipun itu tidak pasti." Fang Yin kembali memberi penjelasan.
Huang Ran setuju dengan apa yang dikatakan oleh Fang Yin. Selama ini dia seperti mendapatan dukungan kekuatan yang besar ketika melakukan kejahatan. Berbeda dengan ketika dia melakukan kebaikan.
Keadaan di luar rumah mereka terdengar semakin kacau. Shi Jun Hui yang merupakan salah satu tetua di sana bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Fang Yin meminta Da Xia untuk menjaga Huang Ran dan tetap berada di dalam rumah sementara dia dan yang lainnya pergi keluar untuk menyusul kakeknya.
Di langit Gunung Perak muncul awan hitam dan angin tornado yang memporak-porandakan beberapa rumah penduduk. Fang Yin tidak menyangka jika kejadiannya akan menjadi separah ini.
Dengan cepat dia melompat ke udara dan bersiap untuk mempertanggungjawabkan semua yang telah dilakukannya.
"Kak Heng! Tolong bantulah anak-anak dan penduduk yang berusia lanjut!" seru Fang Yin sesaat sebelum melesat jauh di ketinggian.
****
Bersambung ....
__ADS_1
Numpang promo novel karya temanku, ya, kak. Semoga berkenan mampir, terimakasih.