Kultivasi Dewi

Kultivasi Dewi
Bab 119


__ADS_3

Fang Yin mendarat di atas tebing batu yang menjadi tempat peristirahatannya semalam. Dengan posisi duduk bersila Fang Yin membuka kedua telapak tangannya.


Kitab Sembilan Naga bintang enam muncul di telapak tangan kirinya sedang di telapak tangan kanannya muncul batu kristal Mahkota Naga yang baru saja dia dapatkan.


Kedua benda yang ada di tangannya itu memang sepertinya berhubungan satu sama lain. Tanpa melakukan apa-apa, keduanya bergerak dengan sendirinya dan melayang di hadapan Fang Yin.


Halaman pertama kitab yang bertuliskan Rumput Mahkota Naga terbuka. Batu kristal Mahkota Dewa bergerak ke atas kitab lalu menerobos masuk ke dalam kitab.


Fang Yin merasa semakin takjub ketika melihat deretan huruf-huruf dan simbol bermunculan dari dalam kitab dan tersusun rapi mengelilinginya.


Kitab Sembilan Naga bintang enam berisi tentang dimensi lain, ilusi ruang dan waktu dan cara bertelepotasi jarak dekat. Semuanya tidak bisa dipelajari sekaligus dalam satu waktu dan harus berlatih setahap demi setahap.


Fang Yin memilih untuk mempelajari tentang teknik teleportasi jarak dekat terlebih dahulu ketimbang dua poin yang lainnya. Penjabaran tentang teknik teleportasi lebih sedikit dibandingkan dengan penjabaran teknik membuka gerbang dimensi lain dan ilusi.


'Sepertinya ini akan sulit, tetapi aku harus bisa melakukannya. Setiap hal baru pasti akan terlihat sulit. Kuharap aku akan segera menguasainya.' Fang Yin memotivasi dirinya sendiri.


Kalimat demi kalimat dia baca dan pahami dengan seksama. Bersamaan dengan itu titik demi titik meridian di dalam tubuhnya mulai terbuka dan mengeluarkan Qi yang menyebarkan aura.

__ADS_1


Tubuh Fang Yin terasa sangat ringan dan terasa berada di ambang antara nyata dan tidak nyata. Fang Yin menghentikan bacaannya sejenak dan memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuhnya.


'Waoh! Tubuhku seperti tidak terlihat. Eh, hampir tak terlihat!' Fang Yin tersenyum senang.


Dia masih bisa mengusap tubuhnya, memegang bagian-bagian tubuhnya dan tidak kehilangan sesuatu apapun dari dirinya.


'Dasar gadis konyol! Itu hanyalah teknik ilusi. Teleportasi dan ilusi saling berhubungan. Apa kamu tidak bisa bersikap biasa saja?' tegur roh naga yang merasa Fang Yin terlalu melebih-lebihkan hal yang menurutnya biasa.


'Diam kau, Naga Jelek! Siapa juga yang berlebihan, aku hanya merasa senang saja.' Setelah mengatakan hal itu, Fang Yin menutup jalur telepati dan mengurung roh naga dalam simbol Dewi Naga.


Setelah mendapatkan kekuatan dari dalam Kolam Naga Abadi, Fang Yin bisa membatasi gerak roh naga. Namun kekuatan Fang Yin belum mampu mengendalikan roh naga dan membuatnya bertekuk lutut padanya.


Tubuhnya kembali mengalami reaksi ketika teknik teleportasi yang dia terapkan mulai bekerja. Fang Yin melihat ke sebuah batu yang berada di seberang tebing.


Antara batu yang dilihat oleh Fang Yin dan tebing terbentang sebuah jurang yang dalam. Fang Yin meyakinkan dirinya untuk bisa melakukan teleportasi ini meskipun terlintas rasa takut akan kegagalan yang membayanginya.


'Apakah sebuah lompatan kecil akan benar-benar bisa untuk membawaku ke tempat itu?' Fang Yin terlihat ragu-ragu.

__ADS_1


Ini adalah bagian penentu keberhasilan teknik teleportasi yang dipelajarinya. Jika dia gagal maka harus mengulanginya dari awal lagi.


Fang Yin mengambil napas dalam lalu merasakan aliran Qi dalam tubuhnya. Tubuhnya mulai terasa sangat ringan dan berada diambang tak terlihat.


Setelah mengumpulkan seluruh keberaniannya, Fang Yin segera melompat dan membayangkan dia berada di atas batu yang dia incar. Dalam keadaan sadar dia bisa berpindah ke tempat itu dengan kecepatan cahaya.


"Aku berhasil! Aku berhasil! Yeee!" Fang Yin bersorak senang sambil melompat-lompat kegirangan.


Rasanya dia belum puas jika hanya mencobanya sekali saja. Fang Yin melompat dari tempatnya ke tempat sebelumnya hingga berulang-ulang.


Sebuah teknik telah berhasil dia kuasai dengan benar. Hari itu dia ingin fokus untuk memperlancar teknik itu.


Bosan melompat ke tempat yang sama, Fang Yin mencari tempat lain untuk bereksperimen. Pohon mangga dan pepohonan di atas bukit itu semuanya telah dia singgahi dalam waktu yang begitu singkat.


'Dengan teknik ini aku bisa mengecoh lawan dan menghindari serangan dengan mudah. Tunggu! Tetapi aku tidak boleh berpuas diri. Bisa saja lawanku mampu membaca teknik ini. Aku harus menuntaskan seluruh isi kitab ini dengan segera.'


****

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2