
Tatapan tajam Fang Yin lebih mengarah pada penegasan bukan untuk mengintimidasi. Namun, tatapan itu tidak urung membuat nyali Ying Ruo menciut.
"Nyawaku tidak lebih berharga dari sebuah janji, Nona. Kamu boleh mengambilnya jika sampai aku melanggarnya." Ying Ruo berbicara dengan penuh keyakinan.
Fang Yin percaya jika Ying Ruo bisa menjaga rahasia. Dia kemudian menceritakan tentang pemberontakan di Benua Timur beberapa tahun lalu yang mengakibatkan seluruh Klan Gu terbunuh. Hanya dia dan ibunya yang selamat dari pembantaian itu.
Fang Yin juga menceritakan tentang siapa ibunya dan di mana dia sekarang. Namun, mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena saat ini di mata rakyatnya, dia adalah seorang anak haram.
Semua diceritakan oleh Fang Yin kecuali pergantian jiwanya. Transmigrasi antar jiwa Agata Moen dan dirinya tidak bisa diceritakan kepada siapapun karena ini hal yang tidak biasa. Akan muncul beragam spekulasi yang akan membuat dirinya menjadi semakin sulit jika sampai hal itu terjadi.
Ying Ruo merasa kagum dengan perjuangan Fang Yin untuk menjadi kuat. Dia berpikir jika latar belakang ibunya juga seorang bangsawan. Tanpa berpikir panjang dia pun menanyakannya.
Bukan masalah bagi Fang Yin untuk membuka jati diri ibunya yang hanya berasal dari kalangan bawah. Dengan bangga dia menceritakan tentang asal-usul ibunya pada Ying Ruo.
Reaksi tak terduga begitu mengejutkan bagi Fang Yin, tiba-tiba Ying Ruo menjatuhkan dirinya berlutut di hadapannya. Dia terlihat kebingungan melihat apa yang dilakukannya dan menatap Ying Ruo dengan penuh tanya.
"Ampun Yang Mulia, Anda boleh menghukumku karena telah merendahkanmu. Kami adalah binatang roh yang telah dimuliakan oleh suku es dengan meminjamkan inti es pada kami." Ying Ruo menunduk ke lantai tanpa berani mengangkat wajahnya.
"Hei, apa yang kamu lakukan? Bangunlah Ying Ruo!" pekik Fang Yin sambil melihat ke sekelilingnya. Dia takut anggota ras phoenix melihat apa yang dilakukan oleh Ying Ruo dan meremehkannya setelah ini.
Ying Ruo tidak bergeming. Dia tetap dalam posisinya. Apa yang telah dilakukannya pada Fang Yin adalah sebuah kesalahan besar, meskipun dia tidak sengaja melakukannya karena tidak tahu siapa Fang Yin sebenarnya.
Beberapa kali Fang Yin berusaha untuk membangunkan Ying Ruo dari posisinya, tetapi dia menolak. Tubuh Ying Ruo yang lebih besar dari tubuhnya, membuatnya sulit untuk mengangkatnya.
"Saya tidak akan bangun sebelum Yang Mulia memaafkanku." Ying Ruo berbicara dengan wajah yang menempel di kaki Fang Yin.
"Aku sudah memaafkanmu. Kamu tidak bersalah, Ying Ruo. Bangunlah! Kamu adalah seorang pemimpin, jangan mempermalukan diri seperti ini!" Fang Yin berbicara tegas pada Ying Ruo.
__ADS_1
"Terimakasih, Yang Mulia."
Ying Ruo pun segera bangun dan memberi hormat pada Fang Yin. Mereka kembali berjalan ke tempat tujuan, tetapi Ying Ruo mengambil jarak dan melangkah satu langkah dibelakang Fang Yin.
Keduanya berhenti di depan kamar Han Han lalu masuk setelah kedua penjaga membukakan pintu untuk mereka. Keduanya terkejut dengan apa yang ada di hadapan mereka. Han Han sedang berkultivasi di atas ranjangnya.
Fang Yin dan Ying Ruo saling berpandangan lalu kembali melihat ke arah Han Han. Mereka berjalan mendekat tanpa mengganggu konsentrasinya.
Fang Yin mengamati tubuh Han Han dengan mata batinnya, dia melihat jika kondisi pasiennya itu telah baik-baik saja.Tidak ada lagi yang perlu dia lakukan lagi di sana, dia ingin kembali ke kamarnya.
Ying Ruo mengerti isyarat Fang Yin meskipun hanya dengan anggukan. Dia mengikuti Fang Yin di belakangnya pergi meninggalkan Han Han yang tidak memerlukan penanganan lagi.
Saat keduanya hampir mencapai pintu, Han Han telah menyelesaikan kultivasinya. Ketika melihat Fang Yin dan kakaknya akan pergi dia pun berteriak, "Hei, tunggu! Kalian buru-buru sekali. Aku sudah selesai."
Fang Yin dan Ying Ruo berbalik melihat ke arah Han Han. Mereka pun kembali menghampirinya, meskipun Han Han telah baik-baik saja.
"Anak nakal, jangan terlalu memaksakan diri! Kamu bisa melakukan latihan tenaga dalam dan olah napas jika keadaanmu telah benar-benar pulih," omel Ying Ruo.
Fang Yin maju ke depan untuk menengahi hawa panas yang mulai terasa di antara keduanya. Ying Ruo tidak memahami kondisi Han Han, tidak seperti dirinya yang telah tahu jika Han Han sudah sembuh.
"Duduklah dengan benar, aku akan memeriksamu, Han Han!" perintah Fang Yin.
"Baik, Nona," jawabnya.
"Panggil dia 'Yang Mulia', Han. Dia adalah keturunan suku es yang telah mengangkat derajat kita," sela Ying Ruo.
Han Han menatap ke arah Fang Yin tidak percaya dan akan menjatuhkan dirinya ke lantai untuk berlutut, tetapi Fang Yin menahan tubuhnya.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu bersujud. Tubuhmu masih rapuh meskipun kamu telah merasa baik. Aku bukan orang yang gila kehormatan yang mewajibkan semua orang untuk tunduk dan menyembahku," jelas Fang Yin.
Kekaguman Ying Ruo semakin bertambah. Begitu juga dengan Han Han. Jangankan mengorbankan bulunya, nyawanya pun tidak ada artinya di hadapan Fang Yin.
"Tenanglah, jangan terlalu formal padaku," imbuh Fang Yin sembari memeriksa Han Han.
Aliran Qi pengobatan dari telapak tangan Fang Yin menjalar hangat di tubuh Han Han. Perasaan yang berbeda dirasakan oleh Han Han. Energi murni dari Fang Yin memiliki tingkat ketajaman yang tinggi.
Sehebat apapun seorang binatang roh, tetap akan kalah oleh kultivator dalam hal budidaya energi. Semuanya tergantung dari tingkatan kultivasi yang mereka miliki. Namun, tidak menutup kemungkinan, seorang kultivator akan terbunuh oleh binatang roh dalam sebuah pertarungan.
Selain energi dan teknik bertarung, binatang roh juga memiliki kekuatan fisik dengan segala keunikannya. Mereka lebih unggul jika sama-sama bertarung tanpa Qi.
Fang Yin telah selesai mentransfer Qi pengobatan ke dalam tubuh Han Han. Terlihat jelas perbedaan di dalam tubuhnya sebelum dan sesudah Qi itu masuk ke dalam tubuhnya.
"Terimakasih, Yang Mulia," ucap Han Han sambil menyatukan kedua tangannya memberi hormat.
Fang Yin mengangguk lalu berkata, " Kamu bisa mengatakan padaku jika memiliki keluhan. Aku akan memberimu pengobatan lanjutan."
"Tubuhku sudah merasa lebih baik, Yang Mulia. Hanya butuh istirahat saja maka aku akan segera pulih."
Melihat Han Han sudah baik-baik saja, Ying Ruo dan Fang Yin pergi meninggalkannya untuk beristirahat di kamarnya masing-masing.
Fang Yin membuka kembali Kitab Sembilan Naga bintang tujuh untuk menyerap seluruh isinya. Namun, ternyata tidak semudah yang dia bayangkan sebelumnya. Satu halaman saja dia membutuhkan kejelian dalam memahaminya.
Kitab Sembilan Naga bintang tujuh berisi tentang teknik dimensi antar ruang di mana penggunanya bisa menyeberang ke dalam dimensi yang berbeda.
"Baru halaman pertama saja kepalaku sudah dibuat pusing. Bagaimana kalau dalam satu purnama aku tidak bisa menyelesaikannya? Bulu siapa lagi yang akan kucabut?" Fang Ying merasa ngeri membayangkan bulu itu tercabut di depan matanya seperti yang dilakukan oleh Han Han.
__ADS_1
****
Bersambung ...